TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
SEJARAH DESA KAMPOH CINA KECAMATAN WAWOLESEA KABUPATEN KONAWE UTARA: 1960-2015
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan sejarah Desa Kampoh Cina Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara: 1960-2015. (2) menjelaskan perkembangan Desa Kampoh Cina Kecamatan Wawolesea Kabupaten Konawe Utara: 1960-2015. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah desa dengan pendekatan multidimensional. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah: (1) Pemilihan topik, (2) Pengumpulan sumber, (3) Kritik sumber, (4) Interpretasi sumber, (5) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses terbentuknya Desa Kampoh Cina didasarkan pada beberapa pertimbangan yuridis. Pertimbangan yang dimaksud yaitu Pancasila dan UUD 1945. Pembentukan Desa Kampoh Cina terbentuk karena adanya usulan dari masyarakat yang kemudian disetujui oleh pemerintah. Perkembangan ekonomi masyarakat Desa Kampoh Cina merupakan dasar dalam kesejahteraan masyarakat. Pendapatan ekonomi yang dapat mengembangkan kehidupan masyarakat Desa Kampoh Cina ialah petani rumput laut dan nelayan. Kenyataan ini timbul karena adanya dukungan dari kondisi alam di Desa Kampoh Cina sehingga mengalami perubahan, seperti, sudah adanya fasilitas pengadaan katinting, serta adanya jaringan untuk kemudahan informasi
MIGRASI ORANG BUGIS DI KECAMATAN WAWOTOBI KABUPATEN KONAWE, 1959-2022
Penelitian ini menjelaskan beberapa hal; Pertama, proses migrasi orang Bugis di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Kedua, faktor pendorong dan penarik orang Bugis bermigrasi di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Ketiga, perkembangan kehidupan orang Bugis di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan lima tahapan yakni; pemilihan topik, heuristik, pengumpulan sumber, verifikasi (kritik sumber), interpretasi (analisis dan sintesis), dan historiografi (penulisan sejarah). Penelitian ini menujukkan bahwa: 1) Proses migrasi orang Bugis di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe terjadi pada tahun 1959. Awal mulanya dilakukan oleh tokoh-tokoh Bugis dalam rangka untuk mencari tempat tinggal dan memilih Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Kemudian pada tahun 1970 orang-orang Bugis mulai datang secara berkelompok yang dilakukan sebanyak 7 orang secara betahap di Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. 2) Faktor-faktor pendorong dan penarik orang Bugis melakukan migrasi di Kecamatan Wawotobi yakni: Faktor Pendorong yaitu (a) Memperbaiki Taraf Hidup, (b) Tradisi merantau, (c) Keinginan berdagang di daerah tujuan, sedangkan faktor penarik yaitu: (a) Lokasi wilayah yang strategis, (b) Banyaknya potensi alam. 3) Perkembangan kehidupan orang Bugis di Kecamatan Wawotobi dibagi menjadi dua periode yaitu; 1) Tahun 1959-1969 orang Bugis hidup dengan beradaptasi. 2) Tahun 1970-2022 orang Bugis mulai mengalami perkembangan ekonomi dengan mulai mengelola lahan pertanian
WARISAN BUDAYA INDUSTRI DAN EKONOMI KREATIF: PELESTARIAN KENDARI WERK SEBAGAI INDUSTRI KERAJINAN KHAS KOTA KENDARI 1920-2024
Kendari Werk merupakan warisan industri kolonial Belanda di Kota Kendari yang merepresentasikan fase awal industrialisasi, pembentukan ruang perkotaan, serta perubahan relasi sosial-ekonomi masyarakat lokal di Sulawesi Tenggara. Dalam perkembangannya, Kendari Werk mengalami degradasi fisik dan peminggiran makna akibat lemahnya perlindungan hukum dan absennya strategi pemanfaatan yang berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis Kendari Werk sebagai warisan budaya industri dengan menempatkannya dalam lintasan sejarah kolonial dan pascakolonial, serta mengkaji kemungkinan transformasinya menjadi basis industri kerajinan khas berbasis pengetahuan teknis dan budaya lokal. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan memanfaatkan arsip tertulis, literatur akademik, serta sumber-sumber kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kendari Werk tidak hanya berfungsi sebagai peninggalan material industri kolonial, tetapi juga sebagai ruang transmisi keterampilan dan memori kerja yang berkelanjutan hingga masa kini. Transformasi Kendari Werk ke dalam industri kerajinan berbasis ekonomi kreatif dipahami sebagai bentuk pemanfaatan adaptif yang merekonstruksi fungsi ekonomi tanpa menghapus nilai historisnya. Dengan demikian, pelestarian Kendari Werk tidak sekadar berorientasi pada konservasi fisik, tetapi pada penguatan relasi antara sejarah industri, identitas lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat
NALURI TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN SEHARUSNYA KAMI SUDAH TIDUR MALAM ITU KARYA YETTI A.KA
Penelitian ini diarahkan untuk mengungkap dan memeriksa prinsip naluri tokoh utama dalam karya Yetti A. KA, Seharusnya Kami Sudah Tidur Malam Itu, yang dikemas dalam format kumpulan cerpen. Untuk melihat konsep naluri yang digunakan tokoh utama dalam cerpen dibutuhkan teori Psikologi oleh Sigmund Freud. Buku kumpulan cerpen Seharusnya Kami Sudah Tidur Malam itu memiliki 19 judul cerpen. Namun, peneliti menggunakan tiga judul cerpen dalam penelitiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek id, ego dan superego pada tokoh utama yang terdapat dalam kumpulan cerpen Seharusnya Kami Sudah Tidur Malam itu karya Yetti A. KA tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa paragraf yang mengandung aspek id, ego dan superego pada tokoh utama dalam kumpulan cerpen Seharusnya Kami Sudah Tidur Malam itu karya Yetti A. KA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 14 data yang termasuk id, 17 data yang termasuk ego, dan 10 data yang termasuk superego
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL AZIZAH KARYA EMMAH AZRA: KRITIK SASTRA FEMINIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan tokoh utama dalam novel Azizah karya Emmah Azra menggunakan tinjauan kritik sastra feminis ginokritik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritik sastra feminis ginokritik dengan jenis penelitian kepustakaan dan wawancara dengan pengarang novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra diri perempuan terdiri atas aspek fisik dengan tokoh Azizah dicitrakan sebagai perempuan muda, cantik, dan sederhana. Sementara itu, aspek psikis tokoh Azizah dicitrakan sebagai perempuan yang rajin, mandiri, cerdas dan bijaksana. Dalam ginokritik, citra perempuan tersebut dihadirkan untuk menegaskan subjektivitas perempuan dan merepresentasikan pengalaman perempuan dalam konteks budaya
THE STYLISTIC ANALYSIS OF SIGNIFIED AND SIGNIFIER IN THE SUMATRA FLOOD MEMES
This study aims to analyze the relationship between the signifier and signified in Sumatra flood memes circulating on social media. The source of the data in this study is the Sumatra flood memes that were taken from Instagram and TikTok platforms, with the criteria of a high level of interaction. This study uses Ferdinand de Saussure’s semiotic theory to uncover the implicit meanings contained in the visual and verbal elements of the memes. The method used is a qualitative descriptive method. The results of this study showed that memes function not only as entertainment but also as a medium for social criticism and representation of public disaster management. First, memes represented the suffering flood victims through visuals of environmental degradation and symbols of the loss of community safe spaces. Second, memes presented public figures and government officials as objects of criticism through the use of irony, satire, and parody, which indicated an imbalance between policy discourse and reality on the ground. Third, the relationship between signifier and signified in memes created collective meanings that reflect distrust, disappointment, and demands for social responsibility toward the government. As the final part of this research, the researcher found that memes can be understood as a form of semiotic communication that represents the voice in responding to environmental and social crises in the digital era
Paris sebagai Pusat Perlawanan terhadap Nazi dalam Puisi-puisi Pual Éluard
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi realitas sosial Paris pada masa pendudukan Nazi dalam kumpulan puisi Paul Éluard yang berjudul Poésie et Vérité 1942. Objek materi penelitian ini terdiri dari lima puisi yang diambil dari kumpulan “Poésie et Vérité 1942”, yaitu: Liberté (1942), Courage (1944), Dans Paris (1946), Couvre feu (1943) dan In April 1944: Paris Bernafas Lagi. Kelima puisi ini dinilai relevan karena menggambarkan keindahan dan keseharian Paris pada masa Perang Dunia II. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data diklasifikasi dan dianalisis menggunakan teori realitas sosial Pierre Bourdieu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rakyat Perancis menderita kesengsaraan dan kemiskinan pada masa pendudukan Nazi. Paris, melalui konsep habitus Bordieau, direpresentasikan sebagai kota perlawanan. Éluard tidak hanya menggambarkan realitas sosial kota Paris pada masa pendudukan Nazi, ia juga menggunakan puisi-puisi tersebut sebagai gambaran perjuangan dan semangat masyarakat Perancis saat itu
Pandangan Dunia Pengarang dalam Puisi À Cette Terre, Où L’on Ploie Karya Victor Hugo
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pandangan dunia pengarang yang tercermin dalam puisi À Cette Terre, Où L’On Ploie karya Victor Hugo. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca berulang tiap larik dari puisi À Cette Terre, Où L’On Ploie karya Victor Hugo, mencatat, lalu mengklasifikasikannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pandangan dunia pengarang dalam À Cette Terre, Où L’On Ploie, berupa sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh Hugo tentang konsep pemikirannya mengenai kebenaran Tuhan. Bahwa dalam kehidupan, Tuhan yang bersifat paradoks hadir melalui tanda-tanda kuasa-Nya. Keserakahan dan kesombongan manusia menimbulkan penderitaan. Bayangan penderitaan menjadi media yang digunakan manusia untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Tuhan. Tuhan yang tersembunyi, hadir dan menjadi harapan manusia dalam menjalani kemalangan hidup yang mereka hadapi. Cinta dan kebaikan adalah ajaran Tuhan yang menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan yang tidak kekal
Optimalisasi Daya Tarik Wisata Kampoeng Kopi Banaran di Kabupaten Semarang
Kampoeng Kopi Banaran is an agrotourism destination in Semarang Regency with significant potential to attract tourists. This study aims to analyze the current tourism appeal of Kampoeng Kopi Banaran, identify influencing factors through a SWOT analysis, and formulate development strategies to increase the number of visitors. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including interviews, observations, and document studies. The findings indicate that Kampoeng Kopi Banaran\u27s main attractions are its coffee plantation landscape and coffee processing education. However, several weaknesses were identified, such as a lack of innovative tourism attractions, limited infrastructure, and suboptimal digital promotion. The SWOT analysis reveals that the main strength lies in the unique coffee-based tourism experience, while the primary weakness is the lack of diversified tourism activities. Opportunities include the growing trend of experiential tourism and government support, whereas the main threat is competition from other tourist destinations in Semarang. Recommended strategies include product innovation, digital marketing optimization, and infrastructure and facility improvements. With the right strategies, Kampoeng Kopi Banaran can potentially become a leading agrotourism destination in Semarang Regency
Representation and Regulation: Understanding Foods Served in Wayang Kulit Performances in Malang and Jombang
This study investigates foods served in wayang kulit performances in Malang and Jombang, employing the circuit of culture perspective as a methodological framework. It delivers an overview of the representation and regulation of foods served in wayang kulit performances. Data collection techniques consist of observation, documentation, and semi-structured interviews with two dalangs (shadow puppet masters), one in Bareng, Jombang, and the other in Blimbing, Malang. By analyzing foods served in wayang kulit performances in the circuit of culture, this study aims to provide more interpretations of the situation