TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
Perempuan Perokok: Studi Pengguna Vape pada Dua Tempat Nongkrong di Kota Kendari
This research aims to find out and describe the reasons why women use vape and the activities of women who use vape when hanging out at the Coffee Shop and Bat-Bat. The informants in this research were eight female vape users in two hangout places in Kendari City, namely the Coffee Shop and Bat-Bat. Data collection in this research was field research using observation and interview methods. The results of this research show that female vape users at the Coffee Shop and Bat-Bat hangout places use vape for various reasons, which can be influenced by two reasons, namely positive reasons and negative reasons. And what activities do female vape users do while hanging out at the Coffee Shop and Bat-Bat
Perawatan Pasca Melahirkan pada Etnis Bajo di Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo Kota Kendari
This research aims to find out what processes and factors encourage postnatal care among the Bajo tribe in Petoaha Village. The theory used is the medical system proposed by Foster & Anderson. The data collection technique is field research using ethnographic methods of involved observation and in-depth interviews. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The research results show that (1) the postnatal care process has two stages, namely the first is the preparation stage, namely; hot boe (hot water), bidah (sarong), and cloth or gutta bittah (cloth or octopus stomach). The two implementation stages are; reading hot diboe prayers (reading prayers in hot water), hot boe bathing (hot water bath), using cloth or gutta bittah (using cloth or stomach octopus), and massaging bittah (massaging the stomach). (2) the factors that encourage treatment have several factors, namely the trust factor, meaning that the Bajo people have confidence in postnatal care because it has been a belief passed down from generation to generation and its success has been proven by themselves. The economic factor is that for the Bajo people, postnatal care from Sandro is much cheaper than getting treatment from a midwife. The health factor is so that postpartum mothers are not affected by disease and can speed up postnatal recovery
The Self-Control of Becky in the Movie The Wrath of Becky
The importance of self-control in society is to direct someone in a better direction, avoid committing crimes and can make someone get a new identity. This research used psychoanalysis theory of Sigmund Freud especially the id, ego and superego. The methodology of this research was qualitative descriptive, the data come from the movie entitle The Wrath of Becky. Data for this research was collected by watching, taking notes, identifying and then analyzing by presenting, describing and interpreting the data, as well as concluding the results of the analysis. From the results of the analysis, researcher found that the movie has a psychoanalytic aspect to the main character Becky, so that this movie has aspects of id, ego and superego. Becky\u27s self-control was successful because the researcher found that Becky\u27s personality was dominated by the role of the superego which can accommodate the desires of the id so that Becky did not take actions that were detrimental to herself and the people around her. Becky chose to obey the rules and the norms that exist in society. Of the three aspects of Sigmund Freud\u27s psychoanalysis, it turned out that they are all covered in the movie The Wrath of Becky. Becky clearly reflects these aspects through her dialogue, facial expressions and her actions. Based on the above results, it can be concluded that Becky\u27s self-control can make her not commit the crime and also that self-control makes Becky look like a teenager in general who does not have mental disorders
Sarkasme dalam Percakapan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
Sarkasme adalah gaya bahasa yang tingkatannya paling kasar dari ironi dan sinisme. Penggunaan gaya bahasa sarkasme juga terdapat pada perakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Seiring berjalannya waktu sarkasme tidak lagi mutlak digunakan untuk menyakiti hati laan tuturnya, melainkan bisa menunjukan tingkat keakrabatan antara penutur dan lawan tutur. Namun, sarkame tetap terdengar tidak sopan untuk digunakan. Masalah utama dalam penelitian ini adalah sarkasme dalam percakapan mahasiswa, dan peneliti akan mendeskripsikan bentuk dan fungsi sarkasme dalam percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah sarkasme dalam percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik sadap rekam dan teknik wawancara terstruktur yang mendalam. Hasil analisis data, peneliti menemukan jumlah keseluruhan data sebanyak 17 data sarkasme dalam percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Bentuk sarkasme tindakan 7, sarkasme hasil tindakan 2 dan sarkasme sebutan 8. Adapun fungsi sarkasme di antaranya, sarkasme sebagai wujud penyampaian penolakan 2, sebagai wujud penyampaian larangan 2, sebagai wujud penyampaian informasi 2, sebagai wujud penyampaian penegasan 4, sebagai wujud penyampaian pendapat 1, sebagai wujud penyampaian perintah 3, sebagai wujud penyampaian pertanyaan 2, sebagai wujud penyampaian persamaan 1. Adapun kata-kata yang mengandung sarkasme dalam penelitian ini di anataranya ada anjing, babi, anabeke, goblok, anj, bajingan, dan anjirSarkasme adalah gaya bahasa yang tingkatannya paling kasar dari ironi dan sinisme. Penggunaan gaya bahasa sarkasme juga terdapat pada perakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Seiring berjalannya waktu sarkasme tidak lagi mutlak digunakan untuk menyakiti hati laan tuturnya, melainkan bisa menunjukan tingkat keakrabatan antara penutur dan lawan tutur. Namun, sarkame tetap terdengar tidak sopan untuk digunakan. Masalah utama dalam penelitian ini adalah sarkasme dalam percakapan mahasiswa, dan peneliti akan mendeskripsikan bentuk dan fungsi sarkasme dalam percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah sarkasme dalam percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik sadap rekam dan teknik wawancara terstruktur yang mendalam. Hasil analisis data, peneliti menemukan jumlah keseluruhan data sebanyak 17 data sarkasme dalam percakapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Bentuk sarkasme tindakan 7, sarkasme hasil tindakan 2 dan sarkasme sebutan 8. Adapun fungsi sarkasme di antaranya, sarkasme sebagai wujud penyampaian penolakan 2, sebagai wujud penyampaian larangan 2, sebagai wujud penyampaian informasi 2, sebagai wujud penyampaian penegasan 4, sebagai wujud penyampaian pendapat 1, sebagai wujud penyampaian perintah 3, sebagai wujud penyampaian pertanyaan 2, sebagai wujud penyampaian persamaan 1. Adapun kata-kata yang mengandung sarkasme dalam penelitian ini di anataranya ada anjing, babi, anabeke, goblok, anj, bajingan, dan anji
STRATEGI ADAPTASI LINGKUNGAN BERDASARKAN EKOFAK CANGKANG MOLUSKA DI GUA KOTA DESA TOROBULU KECAMATA LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN
Gua Kota are caves that have been inhabited by humans and contain remains in the form of molluscs’ shell waste and pottery fragments. The aim of this research is to find out how Gua Kota dwellers utilize types of molluscs and to explain how environmental adaptation strategies were carried out in the past based on the types of molluscs left behind. The method used is a type of qualitative research with an ethnographic approach. The data collection methods used are divided into two, namely field data (primary) and library data collection (secondary). The analysis techniques used in this research are contextual data collection to understand the function of artifacts and ecofacts and environmental analysis and taxonomic analysis. The results of this research indicate that the Gua Kota has 18 types of molluscs that are utilized by the inhabitants of the Gua Kota as food, and one type that cannot be consumed. Among the molluscs, the most consumed by the Gua Kota residents are the Anadara Granosa, Ceminella, Teloscopium, and Circe Skripta species. These mollusc types are also the most found on the surface of the cave. In terms of environmental strategy, the Gua Kota has a strategically located area that can be used as a dwelling place. The molluscs processing techniques are divided into two categories: for food and as raw materials.Gua Kota merupakan gua yang pernah dihuni pada manusia dulu terdapat tinggalan yang berupa sampah cangkang moluska dan terdapat fragmen tembikar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penghuni Gua Kota memanfaatkan jenis-jenis moluska dan untuk menjelaskan bagaimana strategi adaptasi lingkungan yang dilakukan pada masa lalu berdasarkan jenis moluska yang ditinggalkan. Metode yang gunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data yang digunakan ini terbagi atas dua yaitu data lapangan (primer) atau observasi langsung, dan pengumpulan data kepustakaan (sekunder). Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data kontekstual untuk memahami fungsi artefak dan ekofak dan analisis lingkungan dan analisis taksonomi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Gua Kota mempunyai 18 jenis moluska yang dimanfaatkan Penghuni Gua Kota sebagai bahan makanan, dan 1 jenis yang tidak dapat dikonsumsi. Untuk moluska yang paling banyak dikonsumsi oleh penghuni Gua Kota yaitu jenis moluska Anadara Granosa, Ceminella, Teloscopium, dan Circe Skripta jenis moluska ini juga paling banyak ditemui di permukaan gua. Gua Kota mempunyai tempat strategis untuk dijadikan sebagai gua hunian. Teknik pengolahan moluska terbagi atas dua yakni sebagai bahan pangan dan bahan bak
HIBRIDITAS DAN MIMIKRI DALAM NOVEL HELEN DAN SUKANTA KARYA PIDI BAIQ
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui bentuk-bentuk hibriditas dan mimikri yang terdapat dalam novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq. Penelitian ini akan memaparkan bentuk-bentuk hibriditas dan mimikri menggunakan teori pascakolonial Homy K. Bhabha. Hibriditas merupakan persilangan budaya dan mimikri merupakan peniruan budaya yang bersifat mengejek. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui proses teknik baca dan catat untuk menandai bagian- bagian penting dalam narasi dan dialog tokoh. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hibriditas yang terdapat dalam novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq yaitu pada aspek bahasa, sistem pengetahuan, teknologi/peralatan hidup, religi, dan kesenian. Sedangkan mimikri yang terdapat dalam novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq yaitu pada aspek bahasa, organisasi sosial, peralatan hidup, mata pencaharian, dan religi
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL YUNI KARYA ADE UBAIDIL (KAJIAN FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tokoh perempuan dalam novel Yuni karya Ade Ubaidil. Peneliti menggunakan kajian feminisme eksistensialis Simone De Beauvoir sebagai teori untuk menganalisis eksistensi perempuan. Metode yang digunakan yakni metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, tokoh perempuan dalam novel Yuni terbelenggu oleh stigma negatif masyarakat yang menganggap perempuan terlahir dengan takdir tidak memiliki independensi. Mitos-mitos terhadap perempuan yang diciptakan zaman membuat gerakan perempuan dibatasi. Kedua, terdapat marginalisasi terhadap perempuan sebagai Other yaitu: adanya perbedaan posisi antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki bisa beraktivitas di luar sedangkan perempuan hanya di rumah. Ketiga, terdapat kekerasan terhadap tokoh perempuan. Adapun bentuk perlawanan yang dilakukan tokoh perempuan untuk menunjukkan eksistensinya yaitu tampil sebagai perempuan mandiri dengan bekerja, menjadi perempuan terpelajar, perempuan yang mencapai tranformasi sosial masyarakat, serta perempuan yang menolak ke-liyanan-nya
Dampak Tubo Belerang terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Kawasan Danau Maninjau Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam
Tubo belerang is a term commonly used by local communities to describe the mass fish mortality event occurring in the Maninjau Lake area, which causes significant losses, especially for floating net cage farmers. This study aims to examine the impact of tubo belerang on the social and economic conditions of KJA farmers, as well as to identify the factors that motivate these farmers to continue their fish farming business despite the losses incurred due to tubo belerang. The sociological approach applied in this research includes structural functionalism, social change, and rational choice theory. This study employs a descriptive quantitative research design with data collected through questionnaires and documentation. Sampling was conducted using probability sampling with proportional random sampling, resulting in a total of 67 respondents. The results show that, in terms of social conditions, tubo belerang has significantly affected the social interactions, family welfare, and quality of life of KJA farmers, while the impact on their social participation was less significant. Regarding economic conditions, tubo belerang has had a significant impact on KJA farmers’ production, income, and asset ownership, whereas the effect on their savings and debts was less significant. Concerning the factors influencing KJA farmers’ persistence, the findings reveal that all identified factors are dominant reasons why farmers continue their operations. These factors include internal aspects such as economic considerations and risk management capabilities, as well as external aspects like social support and resource optimization
Tradisi Pengobatan Kawangku Buku Pada Masyarakat Muna di Desa Mabolu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
Kawangku Buku (pukul tulang) merupakan tradisi pengobatan tradisional masyarakat Muna yang masih dilestarikan hingga kini.Pengobatan ini dilakukan dengan cara memukul bagian tubuh tertentu untuk mengobati sakit tulang akibat kelelahan bekerja, dan biasanyadiperuntukkan bagi orang tua berusia 40 tahun ke atas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan serta makna simbolik dalam tradisi Kawangku Buku di Desa Mabolu, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Metode yang digunakan adalah deskriptifkualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses pelaksanaan dimulai dari pertemuan keluarga pasien dengan imam untuk menentukan waktu dan tempat pengobatan. Kemudian dilakukan persiapan alat danbahan. Pada hari pelaksanaan, imam membacakan mantra ke dalam air, lalu air digunakan untuk menyiram alat kerja dan makanan. Pasienmencuci muka, tangan, dan kaki, dilanjutkan dengan pemukulan pada tubuh pasien dan alat kerja, pembacaan doa, serta pemberian bhoka(nasi). Makna simbolik dari alat dan bahan sangat penting. Lakora melambangkan kekuatan, neke kebugaran, kariwu-riwu dan lapa-lapa sebagai penyembuh, karukuno kaharo penolak penyakit, serta kain putih dan daun pisang sebagai lambang kesucian. Pukulan di dahi melambangkan kedekatan kepada Tuhan
Tradisi Pesondo dalam Pengobatan Pada Masyarakat Kulisusu Kabupaten Buton Utara
Pesondo adalah kebiasaan yang dilakukan ketika anak tertua-yang berusia sekitar tujuh tahun-mencapai usia tertentu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses, tahapan, fungsi, serta nilai yang terdapat dalam tradisi pesondo dalam pengobatan pada masyarakat Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualiatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk penentuan informan menggunakan teknik Purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Pesondo melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap awal penentuan waktu, tahap pelaksanaan yang berlangsung selama dua hari, hari pertama berupa pembuatan pakanama dan hari kedua merupakan inti pelaksanaan tradisi serta tahap akhir berupa pembacaan doa. Tradisi ini memiliki beberapa fungsi penting dalam konteks pengobatan, antara lain fungsi religi sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhan, fungsi sosial yang mempererat hubungan masyarakat, serta fungsi sebagai sarana komunikasi baik antaranggota komunitas maupun melalui simbol-simbol ritual. Selain itu, tradisi Pesondo juga mengandung berbagai nilai yang berkontribusi pada pembentukan karakter masyarakat, yaitu nilai komunikatif, nilai religi, nilai tanggung jawab, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai keingintahuan, dan nilai kejujuran