TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
1538 research outputs found
Sort by
SEJARAH MEPETA BERTANI SAWAH SUKU MORONENE DI DESA TOBURI KECAMATAN POLEANG UTARA KABUPATEN BOMBANA: 1970-2023
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan Sejarah Mepeta Bertani Sawah Suku Moronene di Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana: 1970-2023. Selain itu juga akan menguraikan faktor yang mempengaruhi Aktivitas Bertani Sawah Suku Moronene di Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan kerja sebagai berikut: pertama, pemilihan topik, kedua, pengumpulan sumber, ketiga, kritik sumber, keempat, interpretasi sumber, kelima, historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sejarah Mepeta (Bertani Sawah) Suku Moronene di Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana 1970-2023 : (a) Pada tahun 1970, masyarakat moronene di desa toburi sebelum beralih menjadi petani sawah awalnya mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara berburu dan meramu. (b) Faktor Yang Memengaruhi Aktivitas Mepeta (Bertani Sawah) Suku Moronene di Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana ialah tidak lepas dari faktor sosial dan faktor teknologi. Faktor teknologi dalam hal ini meliputi : pemanfaatan teknologi, teknologi diukur melalui penggunaan bibit, penggunaan pupuk, penggunaan pestisida serta peralatan pertanian yang digunakan. Sedangkan faktor sosial yang memengaruhi aktivitas di bidang pertanian meliputi tingkat pendidikan dan pengalaman bertani. Rendahnya tingkat pendidikan disinyalir merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas petani.
ISLAMISASI DI THAILAND: DINAMIKA SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM ABAD 13 M-21 M
Penelitian ini membahas tentang perjalanan panjang islamisasi di Thailand serta perkembangan komunitas Muslim minoritas di abah ke-13 sampai abad ke-21 dalam konteks sosial, budaya, dan politik negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan pemahaman yang lebih lugas mengenai perjalanan islamisasi di Thailand serta dinamika komunitas Muslim minoritas sejak abad ke-13 hingga abad ke-21, dengan menelusuri jejak sejarah, memerhatikan perubahan sosial, dan mengamati perkembangan politik, penelitian ini juga menguraikan bagaimana Islam diperkenalkan, berkembang, dan berbaur dengan masyarakat Thailand yang didominasi pemeluk Buddha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses islamisasi berlangsung melalui berbagai jalur, seperti aktivitas perdagangan, lembaga pendidikan, dan interaksi budaya yang saling mempengaruhi. Selain itu, komunitas Muslim di Thailand mampu menjaga jati diri keagamaannya sambil menyesuaikan diri dengan dinamika sosial serta kebijakan pemerintah. Adapun perkembangan Muslim minoritas di Thailand merupakan proses yang terus bergerak, fleksibel, dan memberi warna penting dalam keberagaman nasional
Tradisi Mangaro Pada Etnik Muna di Desa Wale-Ale Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna
Mangaro adalah seni ketangkasan yang dilakukan dengan kekuatan tenaga atau hal yang dikenal dengan ilmu kanuragan. Hal yang sangat menarik dalam pertunjukan kesenian ini bahwa atribut yang digunakan atau Keris yang digunakan bukan merupakan Keris tiruan tetapi merupakan Keris asli yang dimiliki oleh masing-masing pesilatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahap dari tradisi Mangaro, untuk mengetahui fungsi dari tradisi Mangaro dan untuk mengetahui bagaimana Pola Pewarisan dalam tradisi Mangaro di Desa Wale-ale Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukan bahwa proses tradisi Mangaro sendiri itu terdiri dari beberapa bagian diantaranya: Kamafaka atau musyawarah mufakat, Dehambi Ganda atau memukul gendang, Dehunsa Kampanaha atau meletakan siri, Defofinda Anahi Kahubu atau Menginjakan kaki Anak Kecil Ditanah, Doehe syaha moane bhe syaha hobinesyaha laki-laki dan syaha perempuan berdiri ,Do Mangaro Haeati atau Pelaksanaan Mangaro Untuk Masyarakat. Doeheheo Linda Pelaksanaan Tari Linda. Dalam fungsinya sendiri tradisi mangaro ini memiliki beberapa fungsi dintaranya adalah sebagai sarana pemersatu, sebagai sarana tolaka bala, sebagai ilmu bela diri, dan sebagaiidentitas. Sedangakan untuk pola pewarisanya sendiri yaitu tradisi Mangaro sendiri memiliki 2 jenis pola pewarisan yaitu enkulturasi dan sosialisasi, yang dimana tradisi mangaro sendiri diwariskan dari garis keturunan dan juga bukan garis keturuna
SEJARAH BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEMBUDIDAYA DI DESA KAWITE WITE KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA 1998-2022
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan budidaya rumput laut dan dampak sosial ekonomi bagi pembudidaya di Desa Kawite Wite, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna (Tahun 1998-2022). Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan penelitian: pemilihan topik, heuristik sumber, verifikasi sumber, interpretasi sumber, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya rumput laut di Desa Kawite Wite dimulai oleh Bapak Mungkama dan Bapak Ismail. Pada tahun 1991/1992, mereka mengunjungi Desa Pasikute dan melihat potensi budidaya rumput laut. Mereka membawa bibit rumput laut ke Desa Kawite Wite dan mulai menerapkan metode yang mereka pelajari. Pada tahun 1998, budidaya rumput laut mulai berkembang dan menjadi mata pencaharian utama masyarakat desa. Saat ini, budidaya rumput laut telah meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat Desa Kawite Wite secara signifikan
FORMULA OF FANTASY FICTION IN THE BFG FILM
This study aims to analyze the fantasy formula in The BFG film. John G. Cawelti\u27s formula theory is used as a tool to analyze the problem, focusing on two points: the convention and invention of the fantasy formula that appeared in the movie. A qualitative descriptive method is applied to gather and analyze the data. The analysis indicated that The BFG film actually can be classified in fantasy genre fiction by combining the convention and invention made in the film. Conventions of fantasy can be traced through the typical (1) hero in the fantasy, who symbolizes struggle, courage, and moral values; (2) hero challenges and dangers faced by the hero; (3) moral mission to uphold goodness and justice; (4) the villain, such as evil giants; (5) favor to the hero; and (6) the triumph of the hero. However, BFG also made some inventions to meet the tastes of the contemporary audiences, namely: (1) the character of the hero from a giant who defies the stereotype of the giant as a villain; and (2) the victory of the hero through peaceful resolution of conflicts that bring positive changes to the human world, BFG, and the evil giants. The results of the study concluded that The BFG film retains the classic formula of fantasy fiction according to Cawelti\u27s theory but also presents innovations that reflect the development of the genre
PROTOTIPE SEMANTIS KATA BULE: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF
Penelitian ini mengkaji fenomena kebahasaan mengenai semantik prototipe pada kata bule yang dilatarbelakangi oleh adanya pengalaman dan kognisi orang Indonesia terhadap kata tersebut. Bule merupakan sebutan oleh orang Indonesia yang ditujukan kepada warganegara asing yang memiliki ciri-ciri fisik tertentu. Metode penelitian ini melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan melalui tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Data didapatkan melalui kuisoner yang memuat delapam gambar warganegara asing yang telah diatur berdasarkan variabel-variabel yang telah ditentukan. Data yang telah telah dianalisis dengan menggunakan metode linguistik disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal. Melalui penelitian ini, penulis menemukan beberapa prototipe yang dapat digunakan untuk mengkategorikan seseorang dalam fitur bule. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fitur bule dengan menggunakan tiga variabel prototipe yaitu rambut pirang, kulit putih, dan hidung mancung dalam penentuan prototipe bule: variabel a), yaitu rambut pirang, memilki peranan yang paling penting dalam menentukan bule tidaknya. Selanjutnya, variabel b), yaitu kulit putih mempunyai peranan penting kedua setelah variabel a). Variabel c) memiliki peranan yang kurang penting dibandingkan dengan kedua variabel yang lain
Materialisme dalam Cerpen-cerpen Karya Guy De Maupassant
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah nilai materialisme yang tercermin dalam cerpen-cerpen karya Guy de Maupassant. Objek formal dari penelitian ini adalah tujuh cerpen Karya Guy de Maupasant yang berjudul La dot, La parure, Boule de suif, Le Parapluie, L\u27Héritage, Une russe, dan Le Remplaçant. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan klausa dalam cerpen-cerpen karya Guy de Maupassant yang menggambarkan bentuk materialisme dan alienasi. Kajian Karl Marx digunakan untuk menelaah materialisme yang tercermin dalam cerpen-cerpen karya Guy de Maupassaant. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada cerpen-cerpen karya Guy de Maupassant, materialisme digambarkan melalui tiga sikap, yaitu; perilaku materialistik, keinginan yang tidak pernah terpuaskan, dan kecemburuan sosial. Maupassant juga mengkritik perilaku masyarakat pada abad ke-19 yang dipenuhi oleh keinginan akan materi. Tokoh-tokoh dalam cerpen Maupassant seringkali terjerat dalam jebakan materialisme, di mana kebahagiaan diukur dari harta benda dan status sosial
MASJID RAYA NURUL ISLAM DAN KONTRIBUSINYA DALAM PERKEMBANGAN ISLAM KOTA PALANGKA RAYA (1967-2023)
Penelitian ini membahas tentang kontribusi Masjid Raya Nurul Islam dalam perkembangan Islam di Kota Palangka Raya dalam rentang waktu 1967-2023. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memberikan pengetahuan tentang bagaimana Islam masuk ke Palangka Raya, serta mengkaji kontribusi Masjid Raya Nurul Islam bagi kota tersebut dari tahun 1967-2023. (2) merinci sejarah Masjid Raya Nurul Islam dari tahun 1967-2023. (3) Kontribusi Masjid Raya Nurul Islam. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu: Pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Islam di Palangka Raya bermula di wilayah Desa Pahandut yang diawali dengan kedatangan tokoh agama bernama Muhammad Madjedi yang tidak dapat dipisahkan dari masjid tempat para jamaah berkumpul. Masjid memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat, khususnya terhadap perkembangan masyarakat Islam. Masjid berfungsi sebagai titik fokus untuk afiliasi keagamaan, pengabdian, dan komunikasi, yang semuanya berkontribusi pada pembentukan masyarakat Islam di Palangka Raya. (2) Masjid tertua kedua di Kota Palangka Raya, Masjid Raya Nurul Islam, mulai dibangun tidak lama setelah Muhammad Madjedi tiba di Pahandut. Sebelumnya, ia pernah membangun Masjid Nurul Hikmah yang kini menjadi Langgar, tetapi terlalu kecil untuk menampung jamaah salat Jumat. Maka, ia membangunnya kembali menjadi Masjid Raya Nurul Islam yang kini kokoh, besar, dan cukup luas untuk menampung jamaah shalat Jumat. (3) Nama Masjid Raya Nurul Islam memberikan gambaran dan kontribusi masjid dari segi pendidikan, sosial, dan keagamaan terhadap masyarakat/jamaah yang berada di sekitar Kecamatan Pahandut tepatnya di Jl. Ahmad Yani daerah Pasar Palangka Sari
Konflik Batin Tokoh Putri Cina dalam Novel Putri Cina Karya Sindhunata: Tinjauan Psikologi Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis konflik batin serta faktor penyebab konflik batin yang dialami oleh tokoh Putri Cina pada novel Putri Cina karya Sindhunata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu data tertulis berdasarkan kutipan atau kalimat-kalimat yang menunjukkan konflik batin dan menjadi penyebab munculnya konflik batin dalam novel Putri Cina karya Sindhunata. Data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan teori psikologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel yang berjudul Putri Cina karya Sindhunata yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, pada tahun 2007 dengan jumlah halaman 304 halaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik batin yang dialami oleh Putri Cina yaitu rasa cemas, tidak puas, sedih, rasa bersalah, dan takut. Sedangkan faktor penyebab konflik batin yaitu faktor penyebab internal dan faktor penyebab eksternal
Pengaruh Fenomena "Marriage is Scary" terhadap Stigma Pernikahan dan Perilaku Seksual Pra-Nikah pada Generasi Muda
This study aims to explore the influence of the “Marriage is Scary” phenomenon on the views of marriage among the younger generation. This study used an experimental approach with quantitative methods. Data collection techniques included questionnaires from individuals aged 12-30 years old as well as content analysis and comments on social media. The results showed that 83.2% of the younger generation were affected by the “Marriage is Scary” content, especially in terms of emotional and financial uncertainty. This stigma is often related to the fear of losing independence, financial worries, and domestic violence. However, this phenomenon did not result in an increase in pre-marital sexual behavior, with young people still choosing committed relationships. This research shows that access to positive information and sexual education is crucial to changing negative views of marriage. In addition, good sexual education also needs to be supported by broader approaches, such as understanding mental health, communication in relationships, and social expectation management, to help overcome the negative stigma associated with marriage among young people