TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
Not a member yet
    1538 research outputs found

    SOSIALISASI PARIWISATA BERBASIS STORYTELLING KEPADA GENERASI MUDADI SMA NEGERI 8 KABUPATEN KEPULAUAN SULA MALUKU UTARA

    No full text
    Pariwisata berbasis storytellingmerupakan pendekatan strategis dalam pengembangan dan promosi destinasi wisata dengan memanfaatkan kekuatan narasi untuk membangun keterikatan emosional antara wisatawan dan destinasi yang dikunjungi. Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya Pulau Sulabesi, memiliki potensi wisata yang besar, termasuk wisata bahari, budaya, dan minat khusus. Namun, potensi tersebut belum dimaksimalkan secara optimal karena rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya storytelling dalam pariwisata serta minimnya dokumentasi cerita rakyat lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar kepada generasi muda di SMA Negeri 8 Kabupaten Kepulauan Sula tentang pentingnya storytelling dalam promosi wisata, sekaligus mendokumentasikan dan memublikasikan cerita-cerita rakyat lokal yang dapat dijadikan narasi wisata. Metode pelaksanaan mencakup observasi, sosialisasi, pelatihan pembuatan konten media sosial, hingga publikasi ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi ini efektif dalam membangun kesadaran budaya, memperkuat identitas lokal, serta menumbuhkan minat generasi muda dalam melestarikan dan mempromosikan destinasi wisata melalui narasi yang emosional dan bermakna. Empat cerita rakyat lokal yang dikaji dan disosialisasikan menjadi contoh konkret narasi yang dapat diangkat sebagai daya tarik wisata. Melalui pendekatan ini, diharapkan promosi wisata di Kepulauan Sula dapat lebih kreatif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal

    STRATEGI PEMANFAATAN MUSEUM SULAWESI TENGGARA SEBAGAI WISATA EDUKASI

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan strategi pemanfaatan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai wisata edukasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data ialah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi yang digunakan dalam menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan Museum Sulawesi Tenggara sebagai wahan edukasi. Strategi tersebut ialah: (1) sosialisasi; sosialisasi langsung (kunjungan) dan sosialisasi tidak langsung (sosial media), (2) program museum keliling/pameran yang dilaksanakan hingga ke kabupaten-kabupaten, (3) lokakarya yang melibatkan berbagai stakeholder (akademisi, budayawan, tokoh masyarakat), (4) berbagai bentuk lomba yang terbuka bagi masyarakat, dan (5) pengadaan bioskop bagi pengunjung untuk mengenal berbagai koleksi melalui film. Melalui strategi ini pihak museum telah berhasil menarik jumlah pengunjung yang setiap tahunnya semakin tinggi. Periode Tahun 2024 mencapai 20.000 pengunjung yang merupakan tertinggi dalam sejarah kunjungan ke museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara. Jumlah tersebut didominasi oleh peserta didik dari berbagai tingkatan dan mahasiswa

    IDENTITAS GEREJA KATOLIK PADA MASYARAKAT BALIDI SENDANG MULYA SARI: 1974-2023

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan proses masuk dan berkembangnya Gereja Katolik di Sendang Mulya Sari 1974-2023 dan identitas Gereja Katolik pada Masyarakat Bali di Sendang Mulya Sari. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan kerja sebagai berikut: pertama, heuristik, kedua, kritik sumber, ketiga, interpretasi sumber, keempat, historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya Gereja Katolik di Sendang Mulya Sari dipengaruhi oleh kedatangan transmigrasi Banpres Bali pada masa Pemerintahan Orde Baru. Tepatnya pada tanggal 21 Juli 1974, para perintis Gereja Katolik ini sampai di Unaaha. Perjalanan hidup para perintis Gereja Katolik ini tidak terlaksana dengan baik terlebih lagi dengan status mereka sebagai transmigran Banpres banyak kesulitan yang dihadapi salah satunya tempat beribadah yang tidak disediakan oleh pemerintah saat itu. Karena tidak disediakan rumah ibadah oleh pemerintah, maka Umat Katolik meminjam gedung Gereja jemaat Sion Unaaha untuk merayakan Ekaristi. Namun, hal itu hanya berlangsung selama tiga bulan saja karena umat mulai membuat gereja darurat dengan ukuran 6x4 meter yang digunakan selama 1 tahun. (2) Identitas Gereja yang tercermin dalam kehidupan umat dapat terlihat dari masih digunakannya budaya Bali dalam gereja ini, seperti penggunaan arsitektur Bali dalam bangunan gereja, tabernakel, altar, tatakan patung serta setengah lingkaran di atas altar, juga kegiatan ngayah yang dilakukan saat menjelang hari-hari besar gereja, penggunaan Bahasa Bali dan pakaian adat Bali dalam liturgi Gereja, terbentuknya komunitas Suko Duko, tradisi ngejot yang masih dilakukan oleh umat menjelang hari raya, kesenian-kesenian Bali yang masih dipentaskan dan pengadaan pecalang di Gereja Katolik. Selain identitas budaya terdapat pula identitas gereja seperti penggunaan nama Santo/Santa pada anak, penggunaan alat musik organis untuk mengiringi lagu dan penggunaan bahasa Latin pada lagu-lagu dalam liturgi. Identitas gereja dan budaya ini saling berpadu satu sama lain dan dikenal dengan istilah inkulturasi

    Ritual Mo’oli dalam Mencari Orang Hilang  Pada Masyarakat Tolaki Desa Tabanggele Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe

    No full text
    Ritual Mo’oli secara etimologi dalam Bahasa Tolaki “Mo’oli” berati membeli. Namun secara Bahasa dapat diartikan sebagai “upaya kompromistis dengan makhluk-mahluk astral penguasaan wilayah gaib”. Ritual Mo’oli dilakukan ketika ada korban hilang. Seperti orang tenggelam dikali, korban kecelakaan yang dimana tempat korban kecelakaan itu dianggap sangat keramat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang   dan untuk mengetahui bagaimana makna ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang Pada Masyarakat Tolaki di Desa Tabanggele Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif  kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk penentuan informan menggunakan teknik Purposive. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang memiliki beberapa tahapan yaitu: Memberi informasi kepada Sando (dukun), persiapan material/bahan ritual, tahap pelaksaan ritual Mo’oli, kunjungan ke tempat orang hilang, pelepasan bahan, tahap akhir. Adapun makna dari ritual Mo’oli yaitu : Makna telur sebagai bentuk permohonan izin kepada penghuni gaib yang diyakini mendiami perairan, dengan harapan agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan, Makna Pisang sebagai gigi buaya dalam pelaksanaanya, Makna Uang sebagai pembelinya kebutuhan penghuni seperti kita manusia kita pergi belanja, Makna daun sirih (Obite), pinang (Ineya), kapur sirih (Ineri), rokok (Po’ombiya) sebagai mengambut tamu, Makna Ayam sebagai pengganti orang yang hilang, dan Makna Beras Ketan sebagai makanan penghuni di air

    TAMPUNABALE: DARI LOKASI PERKEBUNAN KELAPA MENJADI LOKASI PERMUKIMAN TAHUN 1967-2022

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan proses peralihan fungsi lahan perkebunan menjadi lahan pemukiman di Desa Tampunabale Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna tahun 1967-1998, (2) menjelaskan perkembangan pemukiman setelah terbentuknya Desa Tampunabale Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna tahun 1998-2022. Jenis penelitian ini adalah sejarah pemukiman dan sejarah desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode sejarah yang dikemukakan oleh Gottschalk (1975: 32) yang terdiri dari 4 (empat) langkah kegiatan yang saling berurutan sehingga yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan yaitu: 1) Heuristik Sumber, 2) Kritik Sumber, 3) Interpretasi Sumber, dan  4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) peralihan fungsi lahan perkebunan menjadi lahan pemukiman di Desa Tampunabale merupakan proses dimana lahan yang sebelumnya digunakan sebagai kegiatan perkebunan kini diubah mejadi area pemukiman atau tempat tinggal. Hal ini terjadi karena berbagai alasan seperti perluasan pemukiman akibat pertumbuhan penduduk, perubahan kebutuhan ekonomi, dan perkembangan infrastruktur. (2) Perkembangan pemukiman setelah terbentuknya Desa Tampunabale Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna 1998-2022  dapat dilihat dari beberapa aspek, di antaranya: (a) Perkembangan dalam bidang politik, (b) Perkembangan dalam bidang ekonomi, (c) Perkembangan dalam bidang sosial budaya, (d) Perkembangan dalam bidang pendidikan, dan (e) Perkembangan dalam bidang sarana dan prasarana

    TRAUMA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RAHASIA HATI KARYA DIAN PURNOMO (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan trauma tokoh utama dalam novel Rahasia Hati karya Dian Purnomo. Peneliti menggunakan teori Psikologi Sastra Sigmund Freud dalam melihat trauma tokoh utama dalam novel Rahasia Hati karya Dian Purnomo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya trauma yang dialami tokoh utama yaitu Gwen. Trauma yang dialami Gwen akibat pesawat yang gagal mendarat melibatkan ketidakseimbangan antara id, ego dan superego. Id mendominasi dengan menciptakan rasa takut yang sangat kuat, sementara ego berusaha untuk mengendalikan situasi dan melindungi Gwen dari kecemasan yang tidak terkendali. Kemudian, superego berfungsi dengan lemah karena trauma mendominasi pemikiran Gwen, karena fokus Gwen lebih terpusat pada perlindungan diri daripada norma atau nilai moral. Trauma yang dialami Gwen akibat pesawat yang gagal mendarat membuatnya mengalami ketakutan dan kecemasan yang sangat mendalam terkait penerbangan. Namun, Gwen berhasil melawan traumanya dengan bertahap dan terkendali, seperti mengunjungi bandara, bermain game, membaca artikel tentang fobia terbang dan bertanya kepada orang yang lebih tahu serta memiliki niat yang kuat

    EXPRESSIVE SPEECH ACTS FOUND IN THE CHRONICLES OF NARNIA NOVEL

    No full text
    This study explores the use and function of expressive speech acts in The Chronicles of Narnia, by C.S. Lewis, through the lens of speech act theory. Expressive speech acts, as classified by Searle (1975), refer to utterances that reveal the speaker’s psychological or emotional state. The data collection was done by reading and identifying the relevant dialogue. Using a qualitative descriptive approach, the researcher identifies and analyzes selected dialogues from the novel to investigate how expressive acts are linguistically constructed and pragmatically employed by the characters. The findings show that expressive speech acts in the novel are not only used to reflect personal emotions but also function as narrative devices that communicate moral growth and forgiveness. The researchers found that expressive speech acts in the novel reveal expressions of surprise, happiness, annoyance, admiration, apology, anxiety, and resentment. It represents the strong emotional bonds formed among the characters throughout their adventures. The study underscores the significance of expressive speech acts in enriching literary meaning and emotional resonance. It contributes to both pragmatic studies and literary analysis by demonstrating how language functions as a tool for emotional expression within fictional discourse

    ELEMEN REALISME MAGIS DALAM NOVEL LELAKI TERAKHIR YANG MENANGIS DI BUMI KARYA M. AAN MANSYUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kadar realisme magis dalam novel Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi karya M. Aan Mansyur. Penelitian ini menggunakan pendekatan realisme magis Wendy B. Faris. Metode penelitian adalah kualitatif dengan cara mendeskripsikan bagian yang memiliki karakteristik realisme magis yang terdapat dalam novel Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi karya M. Aan Mansyur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Lelaki Terakhir yang Menangis di Bumi karya M. Aan Mansyur dilihat berdasarkan kecenderungan tokoh-tokoh, peristiwa, dan tempat-tempatnya dapat dikatakan sebagai karya yang memiliki kadar realisme yang kuat dan kadar magis yang kuat pula. Hal tersebut ditampilkan melalui Elemen-elemen yang tidak dapat Tereduksi dengan menghadirkan elemen yang terdiri dari (1) Tokoh Magis, (3) Peristiwa Magis, dan (3) Tempat Magis. Diantara elemen-elemen yang tidak dapat tereduksi hal magis yang paling menonjol, salah satunya adalah tokoh magis

    SEXUAL EUPHEMISM IN MEGAN THEESTALLION’S SONG LYRICS

    No full text
    This study aims to analyze the use of euphemisms to avoid sexual words. In communication, the use of sexual words has a tendency to create uncomfortable situations between speakers. Therefore, this study will be helpful for the reader to have a broader understanding of euphemism. The data of this study are song lyrics that are found in Megan Thee Stallion\u27s Good News album. In this study, the writer focuses on the classification of the types of euphemism and the meanings of sexual euphemisms used in Megan Thee Stallion’s song lyrics by using the euphemism theory proposed by Allan and Burridge. To help the writer find the results, the method used in this study was descriptive qualitative. In collecting data, the writer did four steps: downloading, reading, note taking, and classifying. Furthermore, the data was analyzed through describing, presenting, and drawing the conclusion. From all data analysis, the writer found thirty data of euphemisms, consisting of nine types of euphemisms, seven data of metaphor, three data of remodeling, five data of circumlocution, one data of clipping, one data of abbreviation, one data of omission, eight data of one-for-one substitution, two data of hyperbole, and two data of understatement. Based on this study, one-for-one substitution (general to specific) is the type of euphemism that most often appears in Megan Thee Stallion\u27s Good News album, and the term "it" is the most frequently used euphemism. This is because it can have several meanings; thus, this term makes it easier for people to avoid words that have a tendency to offend people

    HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL TANAH PARA BANDIT KARYA TERE LIYE

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk hegemoni kekuasaan dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye dengan menggunakan perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci. Fokus kajian diarahkan pada empat aspek utama, yaitu hegemoni kebudayaan, ideologi, kaum intelektual, serta peran negara dan masyarakat sipil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap kutipan dan narasi dalam novel. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel ini menampilkan dominasi kekuasaan yang bekerja secara sistemik dan ideologis melalui institusi budaya, praktik ekonomi-politik, serta relasi antara penguasa dan rakyat. Kebudayaan patriarkal, pendidikan timpang, budaya pragmatis, ideologi jalan pintas dan korupsi, posisi intelektual dalam mempertahankan dan melawan kekuasaan, serta peran negara sebagai alat represi dan masyarakat sipil sebagai ruang penyebaran ideologi menjadi gambaran nyata hegemoni yang tersaji dalam novel. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dapat menjadi ruang kritik sosial terhadap kekuasaan yang hegemonik

    40

    full texts

    1,538

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TERBITAN BERKALA ILMIAH ONLINE FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS HALU OLEO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇