E-Journal Universitas Buana Perjuanga Karawang
Not a member yet
5822 research outputs found
Sort by
Manajemen Kualitas Perangkat Lunak dengan Metode Profile Matching pada Sistem Informasi Berbasis Website Kampus 4 Politeknik Negeri Jember Berdasarkan Rawashdesh
Kemajuan teknologi informasi telah mendorong institusi pendidikan untuk memanfaatkan sistem digital guna meningkatkan pengelolaan informasi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Politeknik Negeri Jember (Polije) Kampus 4 menanggapi kebutuhan tersebut dengan mengembangkan Website Kampus 4 sebagai sarana penyedia informasi akademik, fasilitas, program studi, serta data civitas akademika, yang dapat diakses oleh pengguna umum maupun internal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas dan kesesuaian sistem informasi tersebut dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu metode Profile Matching dan model evaluasi perangkat lunak Rawashdeh. Profile Matching berfungsi mencocokkan kebutuhan pengguna dengan informasi berdasarkan profil ideal, sedangkan model Rawashdeh mengevaluasi kualitas sistem melalui enam indikator utama: fungsionalitas, keandalan, kemudahan penggunaan, efisiensi, kemudahan pemeliharaan, dan keterkelolaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan kedua pendekatan ini mampu meningkatkan efektivitas sistem, ketepatan informasi, serta pengalaman pengguna secara keseluruhan. Dengan demikian, Website Kampus 4 Polije diharapkan menjadi solusi informasi yang responsif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.Kemajuan teknologi informasi telah mendorong institusi pendidikan untuk memanfaatkan sistem digital guna meningkatkan pengelolaan informasi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Politeknik Negeri Jember (Polije) Kampus 4 menanggapi kebutuhan tersebut dengan mengembangkan Website Kampus 4 sebagai sarana penyedia informasi akademik, fasilitas, program studi, serta data civitas akademika, yang dapat diakses oleh pengguna umum maupun internal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas dan kesesuaian sistem informasi tersebut dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu metode Profile Matching dan model evaluasi perangkat lunak Rawashdeh. Profile Matching berfungsi mencocokkan kebutuhan pengguna dengan informasi berdasarkan profil ideal, sedangkan model Rawashdeh mengevaluasi kualitas sistem melalui enam indikator utama: fungsionalitas, keandalan, kemudahan penggunaan, efisiensi, kemudahan pemeliharaan, dan keterkelolaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan kedua pendekatan ini mampu meningkatkan efektivitas sistem, ketepatan informasi, serta pengalaman pengguna secara keseluruhan. Dengan demikian, Website Kampus 4 Polije diharapkan menjadi solusi informasi yang responsif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna
THE ROLE OF EDUCATORS AND EDUCATIONAL LEADERSHIP IN STRENGTHENING CHARACTER EDUCATION
This study aims to explain the role of civic education in shaping the civic character of students through a value-based approach to civic education in higher education in order to foster good citizenship. Civic education in schools, especially junior high schools, aims to help students become the future intellectuals of the country, good people who understand the core philosophical values of their country, have strong individuality, have broad knowledge, and are able to act in a civilized and democratic manner to become good citizens. The method used in this research is a descriptive literature study using data sources from journals, books, and related scientific studies. The results of this study indicate that Civic Education, as a medium for character education, must not only instill values in students but also be able to internalize values based on Pancasila to serve as the content of one\u27s conscience.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran pendidikan kewarganegaraan dalam upaya membentuk karakter kewarganegaraan peserta didik melalui pendekatan berbasis nilai pada pembelajaran mata pelajaran kewarganegaraan di perguruan tinggi guna mewujudkan kewarganegaraan yang baik. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah khususnya SMP bertujuan untuk membantu siswa menjadi intelektual masa depan negara, manusia baik yang memahami nilai-nilai filosofis inti negaranya, mempunyai individualitas yang kuat, mempunyai wawasan yang luas, serta mampu bertindak secara beradab dan demokratis untuk menjadi warga negara yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur deskriptif dengan menggunakan sumber data literatur dari jurnal, buku, dan kajian ilmiah terkait. Hasil dari penelitian ini adalah PKn sebagai media pendidikan karakter tidak hanya harus menanamkan nilai-nilai pada diri peserta didik tetapi juga harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai berdasarkan Pancasila untuk dijadikan sebagai muatan hati nurani.This study aims to explain the role of civic education in shaping the civic character of students through a value-based approach to civic education in higher education in order to foster good citizenship. Civic education in schools, especially junior high schools, aims to help students become the future intellectuals of the country, good people who understand the core philosophical values of their country, have strong individuality, have broad knowledge, and are able to act in a civilized and democratic manner to become good citizens. The method used in this research is a descriptive literature study using data sources from journals, books, and related scientific studies. The results of this study indicate that Civic Education, as a medium for character education, must not only instill values in students but also be able to internalize values based on Pancasila to serve as the content of one\u27s conscience
Cultivating Creative Character Through the Habit of Seven-Minute Lectures
This study aims to determine how the habit of seven-minute lectures has an impact on the instilling of creative character in students at MA Ghoyatul Jihad. The research method is descriptive. The subjects of this study were the vice principal for student affairs, teachers, and students of MA Ghoyatul Jihad. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the habit of seven-minute lectures has an impact on the instilling of creative character in students. MA Ghoyatul Jihad has a plan in the habit of seven-minute lectures in instilling creative character, one of which is the habit carried out in stages: 1) Schedule distribution 2) Making seven-minute lecture texts 3) Implementation of seven-minute lectures 4) Student evaluation. In each stage is a process of instilling, this is what will make the creative character of students embedded. The researcher\u27s suggestion for the school is to establish cooperation between all parties within the school environment.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembiasaan kuliah tujuh menit yang berdampak pada penanaman karakter kreatif peserta didik di MA Ghoyatul Jihad. Metode penelitian dengan metode deskriptif. Adapun subjek penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Guru, dan peserta didik MA Ghoyatul Jihad. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, waancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembiasaan kuliah tujuh menit berdampak pada penanaman karakter kreatif peserta didik. MA Ghoyatul Jihad mempunyai perencanaan dalam pembiasaan kuiah tujuh menit dalam menanamkan karakter kreatif, salah satunya dengan pembiasaan yang dilakukan dengan tahapan-tahapan 1) Pembagian jadwal 2)Pembuatan teks kuliah tujuh menit 3)Pelaksanaan kuliah tujuh menit 4) Evaluasi peserta didik . Dalam setiap tahapannya adalah proses penanaman, hal ini yang akan membuat tertanamnya karakter kreatif peserta didik. Saran dari peneliti untuk pihak sekolah adalah terjalinnya kerja sama seluruh pihak yang berada dilingkungan sekolah.This study aims to determine how the habit of seven-minute lectures has an impact on the instilling of creative character in students at MA Ghoyatul Jihad. The research method is descriptive. The subjects of this study were the vice principal for student affairs, teachers, and students of MA Ghoyatul Jihad. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the habit of seven-minute lectures has an impact on the instilling of creative character in students. MA Ghoyatul Jihad has a plan in the habit of seven-minute lectures in instilling creative character, one of which is the habit carried out in stages: 1) Schedule distribution 2) Making seven-minute lecture texts 3) Implementation of seven-minute lectures 4) Student evaluation. In each stage is a process of instilling, this is what will make the creative character of students embedded. The researcher\u27s suggestion for the school is to establish cooperation between all parties within the school environment
The Validity of Inheritance Rights for Adopted Children According to Balinese Customary Law in Badung Regency
Pengangkatan anak dalam masyarakat adat Bali merupakan praktik sosial yang memiliki implikasi hukum penting, khususnya dalam bidang pewarisan. Persoalan muncul ketika hak mewaris anak angkat dihadapkan pada sistem pewarisan hukum adat Bali yang berlandaskan prinsip purusa dan nilai-nilai religius Hindu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keabsahan hak mewaris anak angkat menurut hukum adat Bali dan agama Hindu serta mengkaji dinamika praktik pewarisan anak angkat dan implikasinya di Kabupaten Badung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis norma adat, doktrin hukum, hasil penelitian terdahulu, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak mewaris anak angkat tidak bersifat otomatis, melainkan bergantung pada keabsahan proses pengangkatan anak secara adat dan keagamaan serta pelaksanaan kewajiban adat. Praktik pewarisan di Kabupaten Badung menunjukkan adanya fleksibilitas hukum adat yang dipengaruhi perkembangan sosial, ekonomi, dan hukum nasional, namun tetap menyisakan potensi konflik dan ketidakpastian hukum.Child adoption in Balinese indigenous peoples is a social practice that has important legal implications, especially in the field of inheritance. The problem arises when the right to inherit adopted children is faced with the Balinese customary law inheritance system based on the principles of purusa and Hindu religious values. This study aims to analyze the validity of the inheritance of adopted children according to Balinese customary law and Hinduism and examine the dynamics of the practice of inheritance of adopted children and their implications in Badung Regency. The research method used is qualitative with a literature study approach through the analysis of customary norms, legal doctrines, results of previous research, and court decisions. The results of the study show that the right to inherit an adopted child is not automatic, but depends on the validity of the customary and religious adoption process as well as the implementation of customary obligations. The practice of inheritance in Badung Regency shows the flexibility of customary law that is influenced by social, economic, and national legal developments, but still leaves potential conflicts and legal uncertainties
PENGARUH PEMBERIAN ES KRIM COKLAT TERHADAP KEBAHAGIAAN
This study aims to examine the effect of giving chocolate ice cream on the level of happiness in female college students. The research method used was pre-experiment with one-group pretest-posttest design. The participants in this study were 11 female students selected from the Faculty of Psychology, Muhammadiyah Purwokerto University. Happiness score data were collected using a happiness scale before and after treatment in the form of one serving of chocolate ice cream. Data analysis using the Wilcoxon Signed-Rank Test and obtained a P value of (0.325>0.05), meaning that there is no difference in happiness scores before (pre-test) and after (post-test) treatment. Thus the results showed no effect of giving chocolate ice cream on happiness.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian es krim coklat terhadap tingkat kebahagiaan pada mahasiswi perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Partisipan dalam penelitian ini adalah 11 mahasiswi perempuan yang dipilih dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Data skor kebahagiaan dikumpulkan menggunakan skala kebahagiaan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan berupa satu porsi es krim coklat. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan diperoleh nilai P sebesar (0,325>0,05), artinya tidak terdapat perbedaan skor kebahagiaan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh pemberian es krim coklat terhadap kebahagiaan
PENGARUH KEGIATAN KKN TERHADAP KESEJAHTERAAN MENTAL MAHASISWA
This study aims to examine the influence of the Community Service Program (KKN) on students’ mental well-being. A descriptive qualitative method was applied using observation and questionnaires administered to 23 student participants in Mekarbuana Village. The findings reveal significant changes in students’ emotional and psychological aspects, where initial feelings of worry, anxiety, and nervousness shifted to confidence, enthusiasm, and motivation after participation. A total of 100% of respondents reported changes in their mindset, and 95.65% stated that they had specific experiences that affected their emotions, either positively or stressfully. Furthermore, active involvement in project implementation, positive social interactions both within the group and with the community, and demonstrated leadership strengthened students’ adaptability and resilience. These results highlight that KKN contributes not only to community engagement but also to enhancing mental well-being, character building, and social awareness among students.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh program Kuliah Kerja Nyata (KKN) terhadap kesejahteraan mental mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengamatan dan kuesioner kepada 23 mahasiswa peserta KKN di Desa Mekarbuana. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam aspek emosi dan psikologis mahasiswa, di mana perasaan khawatir, cemas, dan gugup sebelum kegiatan bergeser menjadi lebih percaya diri, antusias, dan bersemangat setelah kegiatan. Sebanyak 100% responden melaporkan adanya perubahan pola pikir dan 95,65% menyatakan pengalaman tertentu yang memengaruhi perasaan mereka, baik positif maupun penuh tekanan. Selain itu, keterlibatan dalam program kerja, interaksi sosial antaranggota maupun dengan masyarakat, serta sikap kepemimpinan yang ditunjukkan memperkuat peran mahasiswa sebagai individu yang adaptif dan resilien. Temuan ini menegaskan bahwa KKN berkontribusi bukan hanya pada pengabdian masyarakat, tetapi juga pada penguatan mental, pembentukan karakter, dan peningkatan kesadaran sosial mahasiswa
IGNORANCE IS BLISS: DOOMSCROLLING TERHADAP MENTAL WELL-BEING PENGGUNA INSTAGRAM
Not everything is necessarily worth knowing. This assumption refers to the phrase “ignorance is bliss.” This article examines the influence of social media information on mental health and explores the types of information that contribute to its deterioration. A mixed-methods approach was employed, utilizing a sequential explanatory strategy with Doomscrolling and Mental Well-Being scales as measurement tools. The findings demonstrate a significant effect of doomscrolling behavior on mental well-being. In other words, certain information on social media can negatively impact individuals’ mental health. Such information includes difficulties in job seeking, layoffs, political instability, reports of corruption, poverty, inequality, war, and natural disasters.
Tidak semua hal sebaiknya perlu kita ketahui. Dasar asumsi ini merujuk pada istilah "ignorance is bliss". Artikel ini menguji pengaruh antara informasi di media sosial yang berdampak pada Kesehatan mental serta mengungkap apa saja bentuk informasi yang membuat Kesehatan mental memburuk. menggunakan pendekatan mix method dengan Strategi eksplanatoris sekuensial dengan alat ukur Doomscrolling dan Mental Well-Being. Hasil penelitian membuktikan ada pengaruh antara perilaku Doomscrolling Terhadap Mental Well-Being. Dengan kata lain, ada sebagian informasi di sosial media yang dapat membuat sebagian orang tidak sehat secara mental. Dalam temuan ini beberapa bentuk informasinya seperti fenomena susahnya mencari kerja, pemutusan hubungan kerja, situasi politik, berita pejabat korupsi, kemiskinan, ketimpangan, perang dan bencana
PENINGKATAN DISOLUSI ETIL P-METOKSISINAMAT MELALUI KOKRISTALISASI DENGAN ASAM TARTRAT: EVALUASI MULTI-PH UNTUK OPTIMALISASI BIOAVAILABILITAS ORAL
Ethyl p-methoxycinnamate (EPMC) is a bioactive compound from Kaempferia galanga rhizome with potential anti-inflammatory and anticancer activities as a new drug candidate. However, the low solubility of EPMC (128.1 mg/L) classified as BCS class II limits its dissolution rate and bioavailability. This study aimed to increase the dissolution rate of EPMC through cocrystal formation with tartaric acid, and to determine the optimal coformer ratio and pH condition that provides the greatest dissolution enhancement. EPMC-tartaric acid cocrystals were prepared using solvent drop grinding method with stoichiometric ratios of 1:1, 1:2, and 1:3. Particulate dissolution testing was performed using type II dissolution apparatus in three buffer media (HCl pH 1.2; acetate pH 4.5; phosphate pH 6.8) at 37±0.5°C for 60 minutes (n=3). Cocrystal ratio 1:3 in HCl medium pH 1.2 provided the best result with dissolution enhancement up to 8.5-fold compared to pure EPMC (p<0.05). Significant improvements also occurred in all tested pH media. Cocrystallization with tartaric acid successfully increased EPMS dissolution significantly at all pH conditions, with potential to enhance oral bioavailability of EPMC as an anti-inflammatory drug candidate.Etil p-metoksisinamat (EPMS) adalah senyawa bioaktif dari rimpang kencur dengan aktivitas antiinflamasi dan antikanker yang potensial sebagai kandidat obat baru. Namun, kelarutan rendah EPMS (128,1 mg/L) yang termasuk BCS kelas II membatasi laju disolusi dan bioavailabilitasnya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan laju disolusi EPMS melalui pembentukan kokristal dengan asam tartrat, serta menentukan rasio koformer optimal dan kondisi pH yang memberikan peningkatan disolusi paling besar. Kokristal EPMS-asam tartrat dibuat menggunakan metode solvent drop grinding dengan rasio stoikiometri 1:1, 1:2, dan 1:3. Uji disolusi partikulat dilakukan menggunakan alat disolusi tipe II dalam tiga media dapar (HCl pH 1,2; asetat pH 4,5; fosfat pH 6,8) pada suhu 37±0,5°C selama 60 menit (n=3). Kokristal rasio 1:3 dalam medium HCl pH 1,2 memberikan hasil terbaik dengan peningkatan disolusi hingga 8,5 kali lipat dibandingkan EPMS murni (p<0,05). Peningkatan signifikan juga terjadi pada semua media pH yang diuji. Kokristalisasi dengan asam tartrat berhasil meningkatkan disolusi EPMS secara signifikan pada semua kondisi pH, dengan potensi meningkatkan bioavailabilitas oral EPMS sebagai kandidat obat antiinflamasiEthyl p-methoxycinnamate (EPMC) is a bioactive compound from Kaempferia galanga rhizome with potential anti-inflammatory and anticancer activities as a new drug candidate. However, the low solubility of EPMC (128.1 mg/L) classified as BCS class II limits its dissolution rate and bioavailability. This study aimed to increase the dissolution rate of EPMC through cocrystal formation with tartaric acid, and to determine the optimal coformer ratio and pH condition that provides the greatest dissolution enhancement. EPMC-tartaric acid cocrystals were prepared using solvent drop grinding method with stoichiometric ratios of 1:1, 1:2, and 1:3. Particulate dissolution testing was performed using type II dissolution apparatus in three buffer media (HCl pH 1.2; acetate pH 4.5; phosphate pH 6.8) at 37±0.5°C for 60 minutes (n=3). Cocrystal ratio 1:3 in HCl medium pH 1.2 provided the best result with dissolution enhancement up to 8.5-fold compared to pure EPMC (p<0.05). Significant improvements also occurred in all tested pH media. Cocrystallization with tartaric acid successfully increased EPMS dissolution significantly at all pH conditions, with potential to enhance oral bioavailability of EPMC as an anti-inflammatory drug candidate
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN NILAI SPF SEDIAAN SERUM WAJAH KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polianthum (Wight) Walp)
Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu penyebab utama terjadinya stres oksidatif pada kulit yang dapat mempercepat proses penuaan dini. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan penggunaan sediaan topikal yang mengandung tabir surya dan antioksidan. Daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi serta potensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serum wajah kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun salam, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dengan etanol 70% dan dikombinasikan dalam tiga variasi rasio (1:1, 1:2, dan 2:1). Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH), sedangkan uji SPF in vitro dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi dengan rasio 2:1 memberikan aktivitas terbaik dengan nilai IC₅₀ sebesar 16,40 bpj dan SPF sebesar 23,57 (kategori proteksi ultra). Formula serum F1 mengandung 2% ekstrak daun sirsak dan 1% ekstrak daun salam, sedangkan F2 mengandung 4% ekstrak daun sirsak dan 2% ekstrak daun salam. Formula F2 menunjukkan aktivitas antioksidan dan nilai SPF tertinggi, memenuhi persyaratan secara fisikokimia, stabil, dan tidak mengiritasi kulit. Dengan demikian, kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun salam berpotensi dikembangkan sebagai serum wajah dengan aktivitas antioksidan dan tabir surya.Ultraviolet (UV) radiation is a major cause of oxidative stress in the skin, accelerating premature aging. Prevention can be achieved through topical formulations containing sunscreen agents and antioxidants. Annona muricata L. (soursop) and Syzygium polyanthum (Wight) Walp. (Indonesian bay leaf) have been reported to possess strong antioxidant activity and potential as natural sunscreen agents. This study aimed to develop a facial serum combining soursop and bay leaf extracts and to evaluate its antioxidant activity and Sun Protection Factor (SPF) value in vitro. The extracts were obtained via maceration using 70% ethanol and combined in three ratios (1:1, 1:2, and 2:1). Antioxidant activity was determined using the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) assay, while SPF was measured by UV–Vis spectrophotometry. The 2:1 extract ratio demonstrated the best performance, with an IC₅₀ value is 22.41 ppm and an SPF of 22.34, classified as ultra protection. Serum formula F1 contained 2% soursop leaf extract and 1% bay leaf extract, whereas F2 contained 4% soursop leaf extract and 2% bay leaf extract. Formula F2 exhibited the highest antioxidant activity and SPF value, met physicochemical and stability requirements, and was proven non-irritating to the skin. These findings indicate that the combination of soursop and bay leaf extracts has promising potential for development as an effective antioxidant and sunscreen facial serum
SOSIALISASI PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DI DESA LEMAHSUBUR KECAMATAN TEMPURAN KABUPATEN KARAWANG
Sejak diterbitkannya beberapa peraturan dalam rangka pelaksanaan pendaftaran tanah, secara terus menerus Pemerintah berusaha melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah negara Indonesia untuk menjamin kepastian hukum. Hingga saat ini, tanah terdaftar di seluruh Indonesia baru mencapai 50.482.072 bidang atau 40,07 % dari perkiraan bidang tanah di seluruh Indonesia sebanyak ± 126.000.037 bidang. Pemerintah secara terus menerus berusaha melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah negara Indonesia untuk menjamin kepastian hukum. Atas prakarsa pemerintah, penyelesaian pendaftaran tanah di seluruh Indonesia direncanakan akan selesai pada tahun 2024 melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dalam pelaksanaannya, jumlah dan kecepatan capaian bidang terdaftar antara satu Kantor Pertanahan dengan kantor lainnya berbeda. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang PTSL sehingga diharapkan banyak Masyarakat yang sadar dalam pentingnya sertifikat tanah untuk legalitas kepemilikan tanah yang dimilikinya, bekerjasama dengan mahasiswa yang sedang melaksanakan Kerja Praktik Tematik di desa Lemahsubur Kecatamatan Tempuran Kabupaten Karawang yang dihadiri oleh Masyarakat desa, staff desa, dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum. Hasil dari pengabdian Masyarakat disimpulkan bahwa Masyarakat mengetahui tentang program PTSL dan manfaat dari pendaftaran kemepilikan hak atas tanah atau manfaat sertifikat