E-Journal Universitas Buana Perjuanga Karawang
Not a member yet
5822 research outputs found
Sort by
Utilization of Saung as a Means of Strengthening School Literacy Movements in Building Participatory Skills of Students in Vocational Schools
The low participation skills of students in Vocational High Schools (SMK) are a challenge in strengthening Civic Education learning. The School Literacy Movement (GLS) is seen as a strategy that not only improves reading and writing skills but also encourages active student involvement in the learning process (Ministry of Education and Culture, 2016). This study aims to describe the use of saung as a means of strengthening the School Literacy Movement in building student participation skills at SMK Texar Karawang. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, GLS coordinator, and students. The results show that the use of saung as a literacy space can create a more open and dialogical learning atmosphere, thus encouraging students to actively read, discuss, express opinions, and engage in literacy activities in a participatory manner. These findings indicate that saung not only functions as a physical literacy facility, but also as a social space that contributes to the development of student participation skills.Rendahnya keterampilan partisipasi peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi tantangan dalam penguatan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dipandang sebagai salah satu strategi yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran (Kemendikbud, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan saung sebagai sarana penguatan Gerakan Literasi Sekolah dalam membangun keterampilan partisipasi peserta didik di SMK Texar Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, koordinator GLS, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan saung sebagai ruang literasi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih terbuka dan dialogis, sehingga mendorong peserta didik untuk aktif membaca, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta terlibat dalam kegiatan literasi secara partisipatif. Temuan ini menunjukkan bahwa saung tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik literasi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang berkontribusi dalam pengembangan keterampilan partisipasi peserta didik
PEMETAAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ISLAM MELALUI ANALISIS BIBLIOMETRIK: TREN, KOLABORASI, DAN ARAH PENELITIAN GLOBAL
Islamic psychology has emerged as a spiritual-based alternative to Western psychological approaches. This study aims to analyze the academic significance of this field, map its publication trends, and identify future research implications. Using bibliometric analysis, 907 articles were retrieved from the Scopus database (as of September 13, 2025) and analyzed via VOSviewer through co-authorship, co-citation, and keyword co-occurrence. Findings show a significant surge in publications since 2010, peaking in 2024. Research is dominated by authors from the United States, Iran, and Indonesia, with major contributions from institutions like Tehran University of Medical Sciences. Keyword clusters reveal thematic focuses on mental health, education, family dynamics, and Islamic ethics. This study confirms that Islamic psychology is an evolving interdisciplinary field that successfully integrates modern theory with religious values, offering vital implications for mental health services, education, and public policy..
Psikologi Islam berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat Muslim akan pendekatan psikologis yang mengintegrasikan nilai agama dengan dimensi spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi akademik, memetakan distribusi publikasi, serta mengidentifikasi implikasi penelitian di masa depan. Menggunakan metode analisis bibliometrik pada basis data Scopus per 13 September 2025, ditemukan 907 artikel relevan yang kemudian dianalisis melalui perangkat lunak VOSviewer. Hasil pemetaan menunjukkan peningkatan signifikan publikasi sejak 2010 dengan puncak pada tahun 2024. Kontribusi riset didominasi oleh Amerika Serikat, Iran, dan Indonesia, dengan institusi utama seperti Tehran University of Medical Sciences. Klaster tematik yang ditemukan mencakup bidang kesehatan mental, pendidikan, dinamika keluarga, dan etika Islam. Temuan ini menegaskan bahwa Psikologi Islam merupakan bidang interdisipliner yang terus berkembang dengan implikasi praktis yang kuat dalam penyusunan kebijakan publik, layanan kesehatan mental, dan sistem pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
PENGARUH INTENSITAS ACARA PEMASARAN LINE WEBTOON DAN TERPAAN IKLAN INSTAGRAM @linewebtoon TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOIN PADA APLIKASI LINE WEBTOON
Dalam era digital, industri hiburan terus berkembang, termasuk komik digital. Line webtoon menjadi salah satu platform komik digital populer di Indonesia. Line webtoon. Webtoon berdiri di Korea selatan pada tahun 2004. Untuk menikmati fitur-fitur nya, pengguna harus menggunakan koin, yaitu alat tukar khusus yang hanya bisa dipakai di aplikasi line webtoon melalui perangkat iOS ataupun android Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menginvestigasi pengaruh intensitas acara pemasaran line webtoon dan terpaan iklan Instagram line webtoon terhadap keputusan pembelian koin. Gap riset adanya perbedaan antara peneliti terdahulu di variabel X2 yang berpengaruh positif dan negatif terhadap variabel Y. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah pengguna line webtoon dan pengikut Instagram line webtoon, dengan sampel 97 responden yang dipilih melalui teknik non
probability sampling dengan purposive sampling. menggunakan rumus lemeslow untuk menentukan sampel yang tidak diketahui seacara pasti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas event pemasaran dan terpaan iklan memiliki hubungan signifikan dengan keputusan pembelian, dan keduanya berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
SUNTIK MATI (EUTHANASIA) DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA
Antibiotik Disebut juga obat golongan G (gevaarlijk: berbahaya) atau Ethical. Ditandai dengan lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam, serta huruf K berwarna hitam. Semua jenis psikotropika dan antibiotik termasuk dalam golongan ini. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi berbagai penyakit karena bakteri tentu harus sesuai dengan anjuran dokter. Antibiotik merupakan jenis obat yang sering digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri. Biasanya, jika infeksi yang terjadi masih dalam kategori ringan, dokter tidak perlu meresepkan obat antibiotik. Sementara untuk kasus infeksi bakteri yang sudah parah, dokter baru akan meresepkan penggunaan obat antibiotik. Kondisi lain yang membutuhkan obat antibiotik, yaitu orang-orang dengan kondisi imun tubuh yang lemah, contohnya seperti pengidap HIV atau kanker. Hal yang perlu ditegaskan, antibiotik harus dikonsumsi berdasarkan resep dan anjuran dokter. Sebab, obat ini bisa menimbulkan berbagai
efek samping bila digunakan secara sembarangan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pertanggungjawaban hukum terhadap peredaran obat keras (antibiotic) tanpa resep dokter dan apa saja efek samping kesehatan yang ditimbulkan akibat penggunaan antibiotic tanpa resep dokter. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan Analisa data study kepustakaan. Hasil penelitian pertanggungjawaban pidana dapat dibuktikan bahwa tindakan yang dilakukan itu bersifat melawan hukum dan terdakwa memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. Kemampuan tersebut memperlihatkan kesalahan dari tersangka antara berbentuk kesengajaan atau kealpaan. Artinya tindakan tersebut tercela, dan tersangka
menyadari tindakan yang dilakukan tersebut salah. Sebelum bisa dilakukan pertanggungjawaban pidana, pertama-tama harus dipenuhi persyaratan obyektifnya, yaitu perbuatannya harus telah merupakan tindak pidana menurut hukum yang berlaku., pengaturanmengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana penjualanobat keras tanpa resep dokter tercantum dalam Pasal 196-197 Undang- undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Efek samping obat keras diantaranya : mempengaruhi kerja otak, risiko obesitas, masalah Kesehatan pada usus dan resistensi antibioti
STRATEGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM KERIPIK KENTANG YUT YEM KRIUK KRIUK
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, baik dalam penciptaan lapangan kerja maupun dalam kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu sektor UMKM yang berkembang adalah industri makanan ringan, termasuk produksi keripik kentang mustofa. UMKM Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk-Kriuk merupakan salah satu usaha yang berpotensi untuk terus berkembang, namun menghadapi berbagai tantangan dalam aspek pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) guna meningkatkan produktivitas dan daya saing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan: 1) Kondisi pengelolaan sumber daya manusia saat ini di UMKM Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk-Kriuk; 2) Faktor yang mempengaruhi
produktivitas tenaga kerja di UMKM Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk- Kriuk; 3) Strategi pengelolaan sumber daya manusia apa yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas karyawan di UMKM Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk-Kriuk; 4) Efektivitas strategi pengelolaan sumber daya manusia terhadap peningkatan produktivitas di UMKM Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk-Kriuk. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualititatif, pengumpulan data meliputi data primer dan data skunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi dan member checking dilakukan dengan mengonfirmasi hasil wawancara kepada responden terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Kondisi pengelolaan sumber daya manusia di UMKM
Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk-Kriuk saat ini masih menghadapi beberapa tantangan, meskipun telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik dalam beberapa aspek. 2) Terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja di UMKM
Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk- Kriuk, yaitu: a) keterampilan dan pelatihan karyawan; b) motivasi dan kepuasan kerja; c) fasilitas dan teknologi produksi; d) manajemen waktu dan beban kerja; e) kondisi lingkungan kerja; f) kepemimpinan dan sistem manajemen;
g) kesejahteraan dan kompensasi. 3) Terdapat beberapa strategi pengelolaan sumber daya manusia yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas karyawan di UMKM Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk-Kriuk. Strategi tersebut meliputi aspek rekrutmen, pelatihan,
motivasi, komunikasi, serta sistem penghargaan dan evaluasi kinerja. 4) Strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di UMKM Keripik Kentang Mustofa Yut Yem Kriuk-Kriuk memiliki efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas usaha, yaitu: a)
penerapan rekrutmen dan pelatihan yang efektif; b) pemberian insentif dan motivasi karyawan; c) peningkatan sistem manajemen dan pembagian tugas yang jelas; d) peningkatan kesejahteraan karyawan; e) penggunaan teknologi dalam manajemen SDM. Kata kunci: Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Produktivitas UMK
Synergy between Pancasila and Science to Achieve Equitable Progress
Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi landasan moral dan arah bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, ilmu pengetahuan adalah alat penting dalam mendorong kemajuan bangsa. Setiap sila dalam Pancasila memberikan kerangka moral dan etika yang dapat memandu ilmuan atau akademisi untuk menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga amanah secara sosial dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi wawasan dan pemahaman mengenai Sinergi antara Pancasila dan Ilmu Pengetahuan untuk mewujudkan kemajuan berkeadilan serta menjelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat berkolaborasi dengan kemajuan yang tidak hanya berupa kekayaan materi, tetapi juga keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif metode penelitian studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menggunakan bahan penelitian dari sumber-sumber penelitian terdahulu yang relevan seperti koran, majalah, buku, dan artikel jurnal relevan yang dapat di pertanggungjawabkan, kemudian laporan disajikan dalam bentuk deskriptif. Dari permasalahan kesenjangan akses teknologi dan pendidikan, minimnya literasi Pancasila di kalangan akademisi, pembangunan tidak merata, serta kehidupan tidak berkeadilan dapat disimpulkan dengan adanya sinergi antara Pancasila dan ilmu pengetahuan sangat penting untuk mewujudkan peradaban bangsa yang maju dan berkeadilan. Integrasi nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan keberlanjutan dalam proses pendidikan dan inovasi akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan berkarakter luhur.Pancasila is the foundation of the state and the Indonesian nation\u27s view of noble values that can serve as a moral foundation and direction for the development of science. On the other hand, science is an important tool in driving national progress. Each principle in Pancasila provides a moral and ethical framework that can guide scientists or academics to produce knowledge that is not only innovative, but also socially trustworthy and just. This study aims to provide insight and understanding of the synergy between Pancasila and science to realize equitable progress and explain how Pancasila values can collaborate with progress that is not only in the form of material wealth, but also social justice. This study uses a qualitative approach to the library research method by collecting and using research materials from relevant previous research sources such as newspapers, magazines, books, and relevant journal articles that can be accounted for, then the report is presented in descriptive form. Considering the disparity in access to technology and education, the lack of Pancasila literacy among academics, uneven development, and injustice, it can be concluded that synergy between Pancasila and science is crucial for realizing an advanced and just national civilization. Integrating the values of humanity, unity, justice, and sustainability into the education and innovation process will produce a generation that is not only intellectually intelligent but also morally strong and imbued with noble character
Analysis of the Difference in the Effect of Learning with and Without Rewards on the Learning Motivation of Grade III Students of Insan Mulia Islamic Elementary School
Penelitian ini dilakukan karena rendahnya motivasi belajar siswa kelas III SD IT Insan Mulia, terlihat dari kurangnya konsentrasi, rendahnya partisipasi, dan kecenderungan bermain saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi belajar antara siswa yang belajar dengan dan tanpa reward. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian melibatkan 24 siswa dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, tercermin dari meningkatnya perhatian, partisipasi aktif dalam bertanya dan menjawab, serta perubahan perilaku positif. Suasana kelas menjadi lebih kondusif, dan hubungan guru dan siswa membaik karena siswa merasa dihargai. Pembelajaran tanpa reward tetap berjalan, tetapi peningkatan motivasinya tidak sekuat pembelajaran dengan reward. Reward efektif digunakan selama tetap proporsional agar motivasi intrinsik dan ekstrinsik seimbang.This study was conducted due to the low learning motivation of third-grade students at SD IT Insan Mulia, as shown by their limited concentration, low participation, and tendency to play during lessons. The research aims to analyze differences in learning motivation between students who learn with rewards and those who learn without them. Using a qualitative phenomenological approach, the study involved 24 students and collected data through observations, interviews, and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation and member checking. The findings show that rewards significantly increase students’ motivation, reflected in better attention, active participation, increased confidence in asking and answering questions, and positive behavioral changes. The classroom atmosphere also improved, and teacher–student relationships became stronger as students felt more appreciated. Although learning without rewards can still work, it does not raise motivation as effectively as learning supported by rewards. Rewards are therefore an effective strategy to enhance learning motivation in elementary school students when used proportionally to maintain a balance between extrinsic and intrinsic motivation
Pancasila as a Guide to the Behavior of the Young Generation Amidst Social Change
Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman perilaku generasi muda di tengah dinamika perubahan sosial yang disebabkan oleh perkembangan teknologi, globalisasi, serta pergeseran nilai dan budaya. Perubahan yang begitu cepat menuntut generasi muda untuk mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri dan nilai moral yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai dasar moral, panduan etika, dan arah dalam bertindak, sehingga dapat mencegah terjadinya degradasi karakter serta melemahnya semangat kebangsaan. Nilai-nilai luhur Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan menjadi landasan dalam membentuk perilaku positif, tangguh, dan berintegritas pada diri generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana Pancasila berperan dalam membentuk perilaku generasi muda di tengah perubahan sosial yang kompleks, serta mengidentifikasi upaya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, keteladanan, dan budaya sekolah mampu menumbuhkan karakter positif, meningkatkan kesadaran berbangsa.Pancasila plays a crucial role as a guideline for the behavior of the younger generation amidst the dynamics of social change driven by technological developments, globalization, and shifts in values and culture. These rapid changes require the younger generation to adapt without losing their identity and the moral values that characterize the Indonesian nation. In this context, Pancasila serves as a moral foundation, ethical guide, and direction for action, thereby preventing character degradation and a weakening of national spirit. The noble values of Pancasila, such as divinity, humanity, unity, democracy, and justice, serve as the foundation for developing positive, resilient, and integrity-based behavior in the younger generation. This study aims to analyze the extent to which Pancasila plays a role in shaping the behavior of the younger generation amidst complex social change and to identify efforts to strengthen Pancasila values in everyday life. The results indicate that internalizing Pancasila values through education, role models, and school culture can foster positive character and enhance national awareness
Internalization of Pancasila Values in Civic Education: An Effort to Build Political Civility in Young Citizens
Perpolitikan di Indonesia saat ini telah mengalami penurunan secara kualitas. Hal ini terlihat dari makin banyaknya perilaku berpolitik warga negara yang tidak sehat, berpolitik dengan didasari rasa kebencian, bahkan ketika pilihan politiknya berbeda akan memicu adanya permusuhan yang tujuannya untuk saling menjatuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat dijadikan sebagai dasar pendidikan politik bagi warga negara muda agar dapat berpolitik secara berkeadaban. Metode yang dipakai dalam penelitian ini deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Analisis data dari berbagai sumber artikel ilmiah dengan melakukan reduksi data, penyajian, dan menarik simpulan setelah data yang didapat jenuh. Hasil penelitian menunjukkan dengan menanamkan, menghayati dan mengimlementasikan nilai-nilai Pancasila pada diri warga negara muda terbangun keadaban berpolitiknya yang santun, berbudi luhur, dan menghargai harkat dan martabat manusia secara setara.Politics in Indonesia has currently experienced a decline in quality. This can be seen from the increasing number of unhealthy political behavior of citizens, politics based on hatred, even when the political choices are different, will trigger hostility whose purpose is to bring each other down. This research aims to reveal how the values of Pancasila can be used as the basis for political education for young citizens to be able to do politics in a civilized manner. The method used in this study is descriptive and analytical with a qualitative approach. Analyze data from various sources of scientific articles by reducing data, presenting, and drawing conclusions after the data obtained is saturated. The results of the study show that by instilling, living and immaphing the values of Pancasila in young citizens, they build a polite, virtuous political civilization, and respect the dignity and dignity of human beings equally
SMART HOME BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK PENGENDALIAN PERALATAN ELEKTRONIK DAN PEMANTAUAN RUMAH
Dalam era digital saat ini, sistem smart home berbasis Internet of Things (IoT) menawarkan inovasi yang signifikan dalam manajemen dan kontrol lingkungan rumah. Artikel ini membahas pengembangan sistem smart home yang mengintegrasikan berbagai komponen perangkat keras, termasuk lampu, sensor DHT11, sensor magnetis, buzzer, dan motor DC, serta aplikasi Blynk
sebagai antarmuka pengguna. Sistem ini dirancang untuk memantau dan mengelola parameter lingkungan seperti suhu dan kelembapan melalui sensor DHT11, serta meningkatkan keamanan dengan penggunaan sensor magnetis yang mendeteksi pembukaan pintu atau jendela. Ketika sensor magnetis mendeteksi aktivitas mencurigakan, buzzer akan memberikan peringatan
kepada penghuni rumah. Motor DC diimplementasikan untuk mengontrol perangkat seperti tirai otomatis, meningkatkan kenyamanan pengguna. Melalui aplikasi Blynk, pengguna dapat mengakses dan mengontrol semua perangkat secara real-time melalui smartphone,
memungkinkan pengelolaan yang lebih efisien dan responsif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan rumah, tetapi juga memberikan solusi inovatif untuk pengelolaan energi. Dengan demikian, pengembangan sistem smart home ini membuka peluang baru dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih cerdas
dan responsif terhadap kebutuhan penghuninya