E-Journal Universitas Buana Perjuanga Karawang
Not a member yet
5822 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MINI-BOOK BERBASIS FABEL TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA SEKOLAH DASAR
Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II di SDN Kertasari 1, yang ditandai dengan masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, mengeja, dan memahami bacaan sederhana. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam media dan metode pembelajaran yang dapat menarik minat siswa serta meningkatkan kemampuan dasar membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran mini-book berbasis fabel terhadap kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II di SDN Kertasari 1 tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 22 siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca permulaan setelah penerapan media mini-book berbasis fabel. Nilai ratarata pretest siswa sebesar 52,05 meningkat menjadi 72,73 pada posttest. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan media mini-book berbasis fabel terhadap kemampuan membaca permulaan siswa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan metode pembelajaran membaca yang lebih efektif di tingkat Sekolah Dasar
Analisis Komunikasi Internal dan Kinerja Karyawan di UMKM Mirukiway Bandung
This study aims to examine internal communication and its impact on employee performance at UMKM Mirukiway Bandung. The research employs a qualitative approach with a case study method, collecting data through in-depth interviews and analyzing them using thematic analysis. The findings indicate that open and informal communication patterns support work coordination, enhance task clarity, and motivate employees. However, challenges such as perception differences and operational workload often lead to miscommunication. Efforts to improve communication through training, regular evaluations, and the adoption of technology have been implemented to optimize performance
AUTO AGREEMENT AND CONSENT VALIDITY IN E-TRANSACTIONS UNDER INDONESIAN LAW
The digital transformation has introduced new forms of legal agreements, most notably through automatic consent mechanisms commonly seen in the form of “click to agree” on terms and conditions in digital services. Despite their prevalence, the extent to which these auto agreements comply with the principles of contract law remains underexplored. This study examines the validity of auto agreements within Indonesia’s digital contract framework, with particular focus on the requirements of contract formation under the Civil Code and the relevant provisions of the ITE Law, Government Regulation No. 71 of 2019, and the PDP Law. Using a normative juridical approach, the research finds that while auto agreements are typically standardized and non-negotiable, they can be legally enforceable if they meet the “mutual consent” requirement in Article 1320 of the Civil Code and adhere to statutory obligations on transparency and fairness. The PP PSTE and the amended ITE Law provide specific regulatory standards for standard clauses in digital contracts, while the PDP Law imposes strict conditions for explicit and informed consent in data processing clauses. The findings suggest that improving digital contract literacy, encouraging user engagement with key terms, and ensuring accessible dispute resolution mechanisms are essential to protect user rights. Within Indonesia’s legal system, auto agreements maintain their enforceability when aligned with the principles of equity, transparency, and informed consent.
The digital transformation has introduced new forms of legal agreements, most notably through automatic consent mechanisms commonly seen in the form of “click to agree” on terms and conditions in digital services. Despite their prevalence, the extent to which these auto agreements comply with the principles of contract law remains underexplored. This study examines the validity of auto agreements within Indonesia’s digital contract framework, with particular focus on the requirements of contract formation under the Civil Code and the relevant provisions of the ITE Law, Government Regulation No. 71 of 2019, and the PDP Law. Using a normative juridical approach, the research finds that while auto agreements are typically standardized and non-negotiable, they can be legally enforceable if they meet the “mutual consent” requirement in Article 1320 of the Civil Code and adhere to statutory obligations on transparency and fairness. The PP PSTE and the amended ITE Law provide specific regulatory standards for standard clauses in digital contracts, while the PDP Law imposes strict conditions for explicit and informed consent in data processing clauses. The findings suggest that improving digital contract literacy, encouraging user engagement with key terms, and ensuring accessible dispute resolution mechanisms are essential to protect user rights. Within Indonesia’s legal system, auto agreements maintain their enforceability when aligned with the principles of equity, transparency, and informed consent.
DETERMINATION OF PRIORITY FOR SERVICE IMPROVEMENT USING THE SERVQUAL DIMENSIONS, IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS AND ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS TO IMPROVE THE SERVICE QUALITY IN TERMINAL 3 SOEKARNO-HATTA AIRPORT
Indonesia, as an archipelagic country experiences air transportation growth with increasing demand for airport services which then develops into the need to provide more effective and efficient airport terminal services (Manataki & Zografos, 2009). To overcome the increase, the construction of Terminal 3 Ultimate was planned to accommodate the movement capacity of 25 million passengers (Pradana & Ahyudanari, 2017). Terminal 3 Soekarno-Hatta International Airport started to operate on August 9, 2016. Not long ago, there were several complaints from passengers and institutions related to facilities and infrastructure facilities in Terminal 3. The studies of operations and services provided by airports are currently being carried out from a very diverse perspective. Fodness & Murray (2007) conducted an empirical survey of passenger expectations regarding airport services. Lubbe, Douglas & Zambellis (2011) claim that the primary measure of airport operation assessment is the opinion of passengers, therefore it is very important to analyze passenger expectations regarding the quality of airport services. Passengers must define and evaluate services.
Abstrak
Penelitian ini mengevaluasi kualitas layanan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dari perspektif penumpang maupun manajemen. Terminal 3, sebagai terminal terbaru dan terbesar, mulai beroperasi pada Agustus 2016 dan dirancang untuk menampung hingga 25 juta penumpang per tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner penumpang berdasarkan lima dimensi SERVQUAL) dan dianalisis menggunakan model kesenjangan SERVQUAL serta Importance-Performance Analysis (IPA). Selain itu, Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk memperoleh perspektif manajemen dengan kriteria yang diambil dari dimensi SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan negatif secara konsisten antara harapan dan persepsi penumpang pada seluruh 30 atribut layanan, dengan rentang gap antara 0,34 hingga 1,2, yang mengindikasikan ketidakpuasan terhadap kualitas layanan. Hasil IPA menyoroti enam atribut yang membutuhkan perbaikan segera, sedangkan analisis AHP dari pihak manajemen menempatkan dimensi tangible sebagai prioritas utama untuk ditingkatkan. Penelitian ini berkontribusi pada pengukuran kualitas layanan dalam manajemen bandara dengan mengintegrasikan sudut pandang penumpang dan manajemen. Temuan penelitian ini memberikan panduan praktis bagi PT Angkasa Pura dalam mengidentifikasi area prioritas serta menyusun strategi peningkatan kepuasan penumpang dan kualitas layanan secara keseluruhan di Terminal 3
PENERAPAN ALGORITMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) UNTUK DETEKSI KACAMATA SAFETY DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam industri manufaktur, terutama dalam mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem deteksi penggunaan kacamata safety berbasis algoritma Convolutional Neural Network (CNN) dengan arsitektur YOLO-V8. Dataset yang digunakan terdiri atas 100 citra, dengan pembagian 80 citra untuk pelatihan dan 20 citra untuk validasi, masing-masing berukuran 640x640 piksel. Proses pelatihan dilakukan menggunakan platform Google Colab dengan 250 epoch untuk mencapai efisiensi dan akurasi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu mendeteksi penggunaan kacamata safety dengan tingkat akurasi 85%, yang dihitung berdasarkan pengujian menggunakan confusion matrix. Model ini menunjukkan performa yang baik dalam mengklasifikasikan dua kelas, yaitu "Glasses" dan "No-Glasses." Selain itu, sistem deteksi secara real-time berhasil diimplementasikan melalui sebuah aplikasi sederhana yang mencatat hasil deteksi, waktu, dan lokasi
PENYULUHAN HUKUM: PERAN MEDIASI DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA TANAH SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DI LUAR PENGADILAN (DI DESA SUMBERJAYA KECAMATAN TEMPURAN KABUPATEN KARAWANG)
Hukum agraria mengatur secara hukum mengenai tanah, dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria sebagai dasar yuridisnya. Sengketa tanah adalah salah satu permasalahan pertanahan yang kerap terjadi di Indonesia, dengan karakteristik permasalahan yang rumit dan unik, hal ini berbeda dengan permasalahan di bidang lain. Penyelesaian masalah pertanahan ini dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, baik melalui pengadilan maupun di luar pengadilan, seperti Mediasi. Penyuluhan hukum ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana mediasi berperan dalam penyelesaian sengketa tanah sebagai alternatif penyelesaian sengketa tanpa melibatkan pengadilan. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa workshop dengan menggunakan metode ceramah yaitu dengan teknik presentasi, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab sebagai bentuk kegiatan workshop. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa Masyarakat belum memahami tentang lembaga mediasi sebagai bentuk alternatif penyelesaian sengketa di luar Pengadilan, serta masyarakat belum mengetahui bahwa hasil mediasi memiliki kekuatan hukum yang mengikat selayaknya undang-undang
PERAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) SMPN 1 TELUKJAMBE BARAT SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KARAKTER BERANI DAN KREATIF : PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai sarana untuk membentuk karakter berani dan kreatif melalui integrasi materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif, untuk memberikan gambaran mendalam mengenai implementasi dan dampak MPLS bagi Siswa Baru. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan MPLS, wawancara dengan pihak sekolah, serta studi dokumentasi terkait kegiatan dan materi MPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPLS di SMPN 1 Telukjambe Barat tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai wadah untuk mengembangkan karakter siswa. Program MPLS dirancang dengan kegiatan yang menekankan pada nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, keadilan, dan tanggung jawab, yang secara langsung memotivasi siswa untuk berani berinovasi dan berkreasi. Penekanan pada kegiatan interaktif dan partisipatif selama MPLS berhasil mendorong siswa untuk mengembangkan keberanian dalam berpendapat serta kreativitas dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MPLS yang dirancang dengan baik dapat menjadi alat yang efektif dalam pembentukan karakter siswa, mendukung mereka untuk menjadi individu yang berani dan kreatif dalam menghadapi tantangan di masa depan. 
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DESA MULYASEJATI DALAM PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DESA
Desa Mulyasejati yang terletak di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, menghadapi tantangan besar dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa, dengan skor SDG saat ini hanya 43,96 dari skala 100. Skor tersebut mencerminkan kesenjangan yang besar di berbagai bidang, termasuk pendidikan, akses teknologi, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif untuk memberdayakanmasyarakat lokal dalam memahami dan mewujudkan 18 SDGs di tingkat desa. Kegiatan utama yang dilakukan meliputi analisis situasi, pelatihan, dan peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam praktik pertanian berkelanjutan, literasi digital, dan kewirausahaan. Program ini menghasilkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap SDGs, peningkatan pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kesempatan pendidikan, dan penguatan kegiatan ekonomi lokal. Inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah pedesaan
Analisis Pemanfaatan Mesin Pompa Hidram untuk mengurangi potensi banjir di Desa Karangligar
Karawang dikenal sebagai salah satu Lumbung Padi Nasional. Kabupaten Karawang memiliki 297 Desa yang tersebar dalam 12 Kelurahan salah satunya Desa Karangligar. Desa Karangligar merupakan desa yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas baik itu lahan kering maupun yang berupa persawahan. Rata-rata mata pencaharian warga desa adalah sebagai petani. sehingga Desa Karangligar sangat potensial untuk memajukan pertanian di Karawang. Luas lahan Karangligar 310 ha, rata-rata hasil per ha 7 ton, setahun 2,5 kali panen. Sehingga dapat menghasilkan 5 kali panen per 2 tahun. Tetapi Desa Karangligar merupakan salah satu desa langganan banjir jika musim penghujan, sehingga seringkali terjadi gagal panen. Berdasarkan masalah tersebut maka diperlukan adanya analisis Pemanfaatan suatu alat untuk mengurangi potensi banjir dalam menghadapi musim penghujan di Desa Karangligar yaitu dengan mesin Pompa Hidram yang diharapkan dapat menanggulangi banjir sehingga hasil panen di Desa Karangligar dapat dioptimalkan.
Fabrication and Structural Integrity Analysis of a Jenang Mixer Machine: A Solution for Modernizing Traditional Indonesian Food Production
The design and fabrication of the Jenang mixer machine are carried out to enhance the efficiency of household industrial-scale Jenang production. The machine is designed using an engineering approach based on numerical analysis and the Design for Manufacture and Assembly (DFMA) method. The drive power calculation shows a minimum requirement of 2072.7 Watts; therefore, a 3 HP electric motor equipped with a gearbox is used to produce significant torque at low revs. Analysis of the frame strength using static simulations in Fusion 360 software revealed that the machine structure had a safety factor of 15 and a maximum displacement of only 0.006 mm, indicating a robust and stable structure. The fabrication results indicate that the machine comprises 12 principal components and operates reliably in evenly stirring the Jenang dough, making it suitable for small to medium-scale production