Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
    265 research outputs found

    PEMANFAATAN GULMA PAITAN (Tithonia diversifolia) SEBAGAI PUPUK KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH ( Arachis hypogaea L.)

    No full text
    Kacang tanah  (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman leguminosa yang sangat berperan penting bagi kebutuhan pangan dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Komsumsi kacang tanah relatif mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan pola komsumsi masyarakat. Namun, produksi kacang tanah masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kacang tanah adalah dengan menggunakan bahan organik berupa kompos gulma paitan. Gulma paitan memiliki kandungan hara 2,7 – 3,59 % N, 0,14 – 0,47 % P dan 0,25 – 4,10 % K. Pemberian kompos gulma paitan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan kacang tanah.Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh seluas 250 m2. Waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Maret sampai bulan Juni 2022. Alat yang digunakan adalah cangkul, garu, tugal, koret, gembor, meteran, parang. Sedangkan bahan yang digunakan adalah kacang tanah Varietas Kelinci, gulma paitan, pupuk kandang, pupuk anorganik, gula merah, EM4. Perlakuan yang diberikan adalah kompos gulma paitan dengan dosis 15 ton/ha dan perlakuan tanpa kompos gulma paitan. Kompos gulma paitan dengan dosis 15 ton/ha dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Perlakuan kompos gulma paitan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah polong, jumlah polong bernas, dan berat 100 biji, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan jumlah biji/polong. Produksi yang didapatkan pada budi daya kacang tanah sebanyak 51 kg/125 m2 setara dengan 4,08 ton/ha untuk perlakuan kompos gulma paitan dan 36 kg/125 m2 setara dengan 2,88 ton/ha untuk tanaman perlakuan kompos gulma paitan. Kata Kunci : gulma paitan, kacang tanah, kompos, pupuk kandan

    Conflict Mapping Analysis and Description of Conflict over Oil Palm Plantation Land between the Community of Senama Nenek Village and PTPN V Sei Kencana in Kampar Regency

    No full text
    The conflict in the plantation sector involving the community and the company in the Senama Nenek Village occurred because of a dispute of an area of  2,800 hectares which had been acknowledged by both parties, the people of Grandma Senama Village and PTPN V Sei Kencana. This difference in opinion caused the public to make complaints to local governments. This study aims to overcome plantation conflicts and describe plantation conflicts that occur between the people of Senama Nenek Village and PTPN V Sei Kencana. The key informants of this study found 16 people consisting of 12 key informants from the community and 4 key informants from stakeholders. This study uses a qualitative descriptive analysis with triangulation. Based on the results of the study, it was found that the parties involved in mapping the plantation conflict consisted of the Senama  Nenek Village government, the Tapung Hulu District Government, the Kampar Regency and Riau Province Plantation Service, the Kampar Regency, and Riau Province Land Agency, the Kampar Regency Government, the Kampar Regency DPRD. , the Regent of Kampar, the Regional Government of Riau Province, the Governor of Riau, the Ministry of SOEs, and the President of the Republic of Indonesia. The plantation conflict that occurred among the community, company, and local government is related to the use of custom land covering an area of 2,800 ha. Both parties continue to carry out activities even though they recognize each other's land ownership. Lately, the warring parties have returned to normal because the disputes between the parties can be resolved thanks to the leadership of the Ninik Mamak figures and the group board from the company

    RANCANG BANGUN ALAT PENABUR PUPUK BUTIRAN TIPE GENDONG

    No full text
    Pemupukan dapat dilakukan dengan dua cara yakni manual dan mekanis. Pemupukan manual menghasilkan aplikasi pupuk yang beragam dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Peralatan pemupuk berbentuk tugal belum efisien untuk proses pemupukan, maka perlu adanya alat yang dapat mempermudah proses pemupukan tanpa memerlukan waktu dan tenaga yang terlalu banyak. Alat penabur pupuk butiran tipe gendong adalah salah satu alat untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pada proses pemupukan tanaman terutama tanaman palawija. Tujuan penelitian adalah melakukan rancang bangun, analisa kinerja, dan analia ekonomi alat penabur pupuk butiran tipe gendong. Alat penabur pupuk butiran tipe gendong dibuat dan diujicobakan di Bengkel Logam dan Lahan Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Juni hingga September 2020. Pembuatan alat dilakukan memenuhi rancangan struktural dan fungsional. Spesifikasi alat penebar pupuk butiran tipe gendong hasil rancangan adalah sebagai berikut: berat alat 2 kg, jarak kerja alat 25 cm, kedalamam kerja alat, 3-5 cm, material hopper terpal, volume hopper 5 kg, material outlet PVC. Hasil uji kinerja alat penabur pupuk butiran didapatkan kapasitas kerja efektif sebesar 0,0379 ha/jam, kapasitas kerja teoritis adalah 0,0532 ha/jam, sehingga efisiensi kerja alat penabur pupuk butiran adalah 71,24%. Hasil analisa ekonomi didapatkan biaya tetap alat sebesar Rp. 500.000,-/tahun. Biaya tidak tetap sebesar Rp. 10.675/jam, biaya pokok penaburan pupuk butiran sebesar Rp. 287.150/Ha. Break event point/titik impas adalah sebesar 4,225 Ha/tahun

    Respon Broiler Terhadap Penambahan Daun Mint (Mentha piperita L.) Fermentasi Dalam Air Minum: Broiler Response to Addition of Mint Leaves (Mentha piperita L.) Fermentation in Drinking

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan mint (Mentha piperita L) fermentasi terhadap performa broiler meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum.  Subjek penelitian adalah DOC broiler tanpa pemisahan jenis kelamin berjumlah 100 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap pengujian terdiri dari 20 ekor. Perlakuan adalah: A0 = tanpa penambahan daun mint (Mentha piperita L) fermentasi , A1 = penambahan 0,3%  daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum, A2 = penambahan 0,6 % daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum, A3 = penambahan 0,9%  daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum, A4 = penambahan 1,2% daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum. Variabel yang diukur adalah pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh (P besar dari 0,05) penambahan daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum terhadap performa meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum.  Penambahan 0,3 % daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum memberikan kinerja yang lebih baik

    APLIKASI POC CUCIAN BERAS UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)

    No full text
    Abstrak Kacang tanah merupakan tanaman legum kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan, sedangkan produknya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Produksi kacang tanah di Indonesia masih rendah sehingga kebutuhan kacang tanah tidak terpenuhi, hal ini dikarenakan penerapan teknologi belum dilakukan dengan baik, sehingga produksinya masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kacang tanah adalah dengan menggunakan air cucian beras. Air cucian beras mengandung unsur fosfor yang tinggi yaitu 16,306%, Fosfor merupakan salah satu unsur hara yang sangat membantu dalam meningkatkan produksi tanaman khususnya tanaman legum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Februari sampai dengan Juni 2020, data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode uji t 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair cucian beras berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berbeda nyata terhadap jumlah polong bernas per tanaman dan berat 100 biji, serta tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan jumlah biji per polong. Kata kunci: air cucian beras, kacang tanah, pupuk organik cair   Abstract Peanut is the second most important legume crop after soybean in Indonesia. Peanuts have long been used as food, while the product can be used as animal feed. The production of peanuts in Indonesia is still low so the need for peanuts is not met, this is because the application of technology has not been carried out properly, so production is still low. One way to increase peanut production is to use rice washing water. Rice washing water contains a high element of phosphorus, namely 16.306%, Phosphorus is one of the nutrients that are very helpful in increasing plant production, especially legume plants. This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer application on the growth and production of peanut plants. This research was carried out on the experimental land of the Payakumbuh State Agricultural Polytechnic from February to June 2020, the results of the research data were analyzed using the 5% t-test method. The results showed that the liquid organic fertilizer of rice washing had a significantly different effect on plant height, very significantly different on the number of pithy pods per plant and weight of 100 seeds, and no significant effect on the number of branches and the number of seeds per pod. Keywords: rice washing water, peanuts, liquid organic fertilize

    Pengaruh Penambahan Daun Kelor Terhadap Ukuran Testis Ayam Kampung

    No full text
    Kemampuan reproduksi ternak jantan sangat dipengaruhi oleh organ testis, dimana organ testis merupakan salah satu organ yang bertanggung jawab dalam memproduksi sel spermatozoa. Kelor merupakan salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki organ reproduksi. Daun kelor memiliki kandungan protein dan asam amino yang tinggi serta vitamin dan mineral. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap ukuran dan volume testis ayam kampung. Jenis ayam yang digunakan yaitu ayam Celebes. Adapun desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (tanpa Penambahan daun kelor), P1, P2 dan P3 masing-masing 2%, 4% dan 6%. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian daun kelor di dalam pakan mempengaruhi pertambahan bobot testis dan volume semen. (P kecil dari 0,01). Perlakuan yang terbaik untuk menambah ukuran bobot testis dan volume semen yaitu 6% (P3)

    Potensi dan Karakteristik Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Limbah Sayur sebagai Bioaktivator dalam Fermentasi

    No full text
    Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah larutan hasil proses fermentasi berbagai bahan organik yang berasal dari lingkungan. Larutan MOL mengandung beragam Mikroorganisme Lokal yang potensial untuk digunakan sebagai bioaktivator dalam fermentasi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan karakteristik larutan MOL yang berasal dari limbah sayur (sawi hijau, kol, dan daun kembang kol). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Perlakuan meliputi berbagai lama fermentasi (inkubasi) MOL berbasis limbah sayur yaitu: T1 = fermentasi 7 hari, T2 = fermentasi 14 hari, T3 = fermentasi 21 hari, dan T4 = fermentasi 28 hari. Variabel yang diamati adalah karakteristik fisik (warna dan aroma), biologis (total mikroba), dan kimiawi (pH, asam laktat, asam asetat, glukosa, dan suhu). Hasil penelitian menunjukkan lama fermentasi dapat menyebabkan perubahan warna dan aroma larutan MOL. Lama fermentasi berpengaruh nyata (P kecil dari 0,05) terhadap pH, berpengaruh sangat nyata (P kecil dari 0,01) terhadap total mikroba, suhu, glukosa, dan tidak berpengaruh nyata (P besar dari 0,05) terhadap total asam laktat dan asam asetat larutan MOL. Kesimpulannya adalah larutan MOL berbasis limbah sayur berpotensi sebagai bioaktivator dalam fermentasi. Karakteristik larutan MOL berbasis limbah sayur dipengaruhi oleh lama fermentasi. MOL terbaik dihasilkan pada hari ke-14 fermentasi dengan populasi mikroba sebesar 2,24 X 10 pangkat 6

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASCING UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.)

    No full text
    Tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan konsumsi langsung dan juga sebagai campuran makanan seperti roti, bumbu dapur, bahan baku industri dan pakan ternak.  Kascing mengandung unsur hara makro dan mikro yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.  Unsur hara yang terkandung dalam kascing adalah nitrogen 0,63%, fosfor 0,35%, kalium 0,20%, kalsium 0,23%, magnesium 0,26%, natrium 0,07%, tembaga 17,58%, seng 0,007%, manganium 0,003%, besi 0,79%, boron 0,21%,  kapasitas menyimpan air 41,23%.  Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh seluas 250 m2. Waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Maret sampai bulan Juni 2022. Alat yang digunakan adalah cangkul, garu, tugal, koret, gembor, meteran, parang. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu kacang tanah Varietas Kelinci, pupuk Urea, SP-36, KCl, dan pupuk kandang. Perlakuan yang diberikan adalah pupuk kascing dengan dosis 4 ton/ha setara dengan 50 kg/250 m2.Pupuk kascing dengan dosis 4 ton/ha dapat meningkatkan produksi dan pendapatan kacang.  Produksi yang didapatkan pada budidaya kacang tanah ini sebanyak 78 kg/125 m2 setara dengan 6,2 ton/ha untuk lahan teknologi dan 55 kg/125 m2 setara dengan 4,4 ton/ha untuk tanaman tanpa teknologi. Kata kunci : kacang tanah, kascing, pupuk organi

    PENGARUH PRE COOLING METODE CONTACT ICING TERHADAP KESEGARAN JERUK SIAM GUNUNG OMEH (Citrus nobilis L.) SELAMA MASA PENYIMPANAN

    No full text
    Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kecamatan Gunung Omeh, merupakan salah satu sentra penghasil jeruk siam yang memiliki cita rasa manis yang terkenal. Jeruk Gunung Siam Omeh atau Jesigo menjadi salah satu komoditas unggulan di sektor pertanian Sumatera Barat. Atribut pada buah jeruk yang menurut konsumen sangat penting adalah rasa dan kesegaran, sedangkan dalam kategori penting adalah warna, harga, kandungan air, kandungan vitamin, aroma, tekstur, dan daya simpan. Penanganan pasca panen adalah salah satu hal terpenting yang dilakukan pada buah jeruk agar dapat mempertahankan kualitas setelah panen sampai ke tangan konsumen. Biasanya buah jeruk yang telah dipanen hanya diberikan perlakuan pascapanen pemberian pengemasan, dan disimpan pada lemari pendingin guna memperpanjang umur simpan dan kesegaran buah jeruk lebih lama. Melihat keadaan tersebut, maka diperlukan suatu penanganan pascapanen buah jeruk, dengan beberapa pemberian suhu yang berbeda dan mengkombinasikan pendinginan awal (Pre-cooling). Metode pre cooling contact icing adalah metode dimana komoditi yang akan di pre cooling langsung dimasukkan ke dalam box storage yang telah berisikan es. Kata Kunci : Jeruk Siam Gunung Omeh, Pre Cooling Metode Contact Icin

    Tingkat Peran Penyuluh Dan Keberdayaan Petani Padi Sawah Di Desa Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak

    No full text
    Petani bisa mengoptimalkan hasil pertaniannya dan meningkatkan usahataninya diperlukan peran penyuluh untuk menyampaikan edukasi serta bimbingan pada petani supaya petani bisa menggarap lahan dan menghasilkan hasil pertanian yang optimal sehingga petani bisa sukses dalam usaha taninya. Untuk meningkatkan usaha taninya petani membutuhkan peran penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian adalah agen perubahan yg langsung berhubungan dengan petani. Fungsi utama penyuluh mengubah sikap petani melalui pendidikan non formal sehinga petani mempunyai kehidupan yg lebih baik secara berkelanjut, penyuluh melakukan perubahan sikap petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntung usaha taninya serta lebih layak hidupnya dan menjadi petani yang berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran penyuluh terhadap keberdayaan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang bergabung dengan kelompok tani sebanyak 50 sampel. Untuk menjawab tujuan penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwah peran penyuluh berpengaruh nyata terhadap keberdayaan petani padi sawah di Desa Belading baik secara simultan maupun secara parsial.Petani bisa mengoptimalkan hasil pertaniannya dan meningkatkan usahataninya diperlukan peran penyuluh untuk menyampaikan edukasi serta bimbingan pada petani supaya petani bisa menggarap lahan dan menghasilkan hasil pertanian yang optimal sehingga petani bisa sukses dalam usaha taninya. Fungsi utama penyuluh mengubah sikap petani melalui pendidikan non formal sehinga petani mempunyai kehidupan yg lebih baik secara berkelanjut, penyuluh melakukan perubahan sikap petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntung usaha taninya serta lebih layak hidupnya dan menjadi petani yang berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat peran penyuluh pertanian dan mengetahui tingkat keberdayaan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang bergabung dengan kelompok tani sebanyak 50 sampel. Untuk menjawab tujuan dari penelitian ini menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwah (1) tingkat peran penyuluh pertanian terhadap petani padi sawah di Desa Belading dikategori berperan;(2) tingkat keberdayaan petani padi sawah di Desa Belading dikategorikan sangat berday

    106

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇