Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
    265 research outputs found

    Analisis Sistem Kemitraan Petani Penangkar dan PT. Pertani dengan PT. Citra Nusantara Mandiri

    Full text link
    The existence of PT. CNM Solok becomes very important as one of the guarantor of the availability of Indonesian corn seeds in order to keep corn production in a sustainable manner. In operation PT. CNM Solok in cooperation with PT. Pertani and farmer breeder. During the partnership there were two barriers: the delay in product distribution and the late payment of the contract. The purpose of this research is (1) Analyzing the partnership pattern applied by PT. CNM Solok with farmer breeders and PT. Pertani, (2) Analyze the evaluation of partnership implementation implemented by PT. CNM Solok with farmer breeders and PT. Pertani, (3) Compare the income level of the breeder farmer with regional income standard when partnering with PT. CNM Solok, (4) Describe the level of satisfaction of both partners of PT. CNM Solok is farmer breeders and PT. Pertani to the way the partnership so far.  This research was carried out for 2 months from the date of February 20, until May 19 2018 at PT. Citra Nusantara Mandiri Solok, Solok City, West Sumatra. The study used primary data (interviews and contract documents of partnership) and secondary data were processed descriptively qualitative. Partnership pattern of PT. CNM Solok with farmer breeder ie plasma core. While the partnership pattern of PT. CNM Solok with PT. Pertani is subcontracted. The implementation of the partnership has not been fully realized. Farmers income is lower than UMP with a land area of 0.25 hectares. Partners have been satisfied with existing partnership

    ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMAPULUH KOTA

    Full text link
    Penelitian ini mengukur tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kecamatan Harau Kabupaten Kota. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengeluaran dan konsumsi makanan rumah tangga di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota; (2) mengetahui tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kecamatan Harau Kabupaten Kota. Penelitian dilakukan selama 8 bulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pangan masih mendominasi pengeluaran rumahtangga di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota. Proporsi belanja makanan tertinggi adalah di Nagari Sarilamak sebesar 60,1% dan terendah di Nagari Taram sebesar 52,8%. Pencapaian konsumsi energi rumah di masa depan belum 100%. Konsumsi makanan tertinggi dalam sehari adalah di Nagari Koto Tuo 86% (1854.5 kcal) dan terendah di Nagari Taram 66% (1409.9 kcal). Distribusi rumah tangga oleh tingkat ketahanan pangan di daerah: ketahanan pangan rumah tangga 18,3%, rumah tangga rentan 10%, rumah tangga tidak aman 28,3% dan rumah tangga kurang makanan 43,3%

    Analisis Pendapatan Petani Padi Pengguna Pupuk Organik dan Anorganik di Kecamatan Harau

    Full text link
    Penelitian ini didasarkan pada: ketergantungan petani yang menggunakan pupuk anorganik dan meningkatkan harga pupuk anorganik yang berakibat pada peningkatan biaya produksi dan berkurangnya keuntungan usahatani padi, sehingga mempengaruhi kesejahteraan petani keluarga. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pendapatan petani padi, 2) Untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara petani pupuk organik padi dan pupuk petani padi anorganik. Metode pencapaian tujuan dilakukan dengan: analisis usahatani menggunakan rumus pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pendapatan petani padi pupuk organik adalah Rp.657.838 menjadi 14.633.798; pendapatan rata-rata sebesar Rp. 5.464.104,03. Sedangkan pendapatan petani padi pupuk anorganik adalah Rp. 500.983 hingga Rp 14.189.743; pendapatan rata-rata sebesar Rp 5.901.806,24; 2) Pendapatan petani padi pupuk organik tidak berbeda nyata dengan pendapatan petani padi anorganik

    Identifikasi Sifat Morfologi dan Fisiologi Isolat Bakteri Blood Disease Bacteria (BDB) Pada Bibit Pisang (Musa SP) Ambon Hijau

    Full text link
    Pisang (Musa sp) merupakan salah satu jenis buah tropika yang mempunyai potensi cukup tinggi untuk dikelola secara intensif dengan berorientasi agribisnis, karena pisang telah menjadi usaha dagang ekspor dan impor di pasar Internasional. Akhir-akhir ini tanaman pisang banyak terserang penyakit layu bakteri, untuk mengatasi permasalahan ini maka digunakan teknologi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA). FMA merupakan suatu bentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan akar tanaman yang dapat mengendalikan serangan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sifat morfologi dan fisiologi isolat bakteri Blood Disease Bacteria (BDB) Pada Bibit Pisang. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, mulai dari bulan Mei sampai Juli 2017. Parameter yang diamati adalah (1) sifat morfologi koloni bakteri BDB (ukuran, bentuk, permukaan), (2) sifat fisiologi bakteri BDB (uji gram, uji pektinase). Berdasarkan hasil identifikasi sifat morfologi bakteri BDB di laboratorium terlihat bentuk koloni bulat, bentuk sel batang, warna koloni putih dengan formasi kuning dan ukuran koloni 0,5 – 4,5 um. Sedangkan sifat fisiologi dari bakteri BDB ini adalah gram positif dan enzim pektinase

    PENGARUH METODA EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK PEKAT PIGMEN ANTOSIANIN DARI BUAH SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) SERTA KAJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metoda ekstraksi yang terbaik dalam pembuatan ekstrak pekat pigmen antosianin dari buah senduduk. Faktor-faktor yang akan ditentukan diantaranya suhu ekstraksi, jenis pelarut dan konsentrasi asam sitrat. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama bertujuan untuk menentukan suhu ekstraksi pigmen antosianin buah senduduk. Suhu ekstrasi yang dilaksanakan adalah ekstraksi pada suhu dingin (8oC) dan ekstraksi pada suhu kamar (25oC). Tahap kedua bertujuan untuk menentukan jenis pelarut dan konsentrasi asam sitrat dalam ekstraksi antosianin bubuk buah senduduk. Jenis pelarut yang digunakan adalah aquades dan etanol, konsentrasi asam sitrat yang digunakan adalah 0%, 1%, 3%, 5% dan 7%. Parameter yang diamati adalah konsentrasi antosianin, pH dan total asam. Perlakuan terbaik akan diuji aktivitas antioksidannya. Hasil penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa suhu yang paling optimal dalam ekstraksi pigmen antosianin buah senduduk adalah ekstraksi pada suhu kamar (25oC) dengan konsentrasi antosianin sebesar 27.095 mg/L. Penelitian tahap kedua, ekstraksi antosianin dengan menggunakan pelarut aquades yang ditambahkan asam sitrat 1% merupakan perlakuan terbaik dalam mengekstraksi antosianin dari buah senduduk dengan konsentrasi antosianin 13.2214 mg/L, pH 2.30, total asam 11.49% dan aktivitas antioksidan sebesar 65.17%

    106

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇