Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
    265 research outputs found

    STUDI KOMPARISASI PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MEDIA TANAM PADA BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA CHINENSIS L) DENGAN SISTEM HIDROPONIK

    No full text
    Pakcoy merupakan sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yang sangat diminati masyarakat dan banyak memiliki kandungan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan beberapa jenis media tanam terhadap pertumbuhan hasil tanaman pakcoy hidroponik dan menganalisis jenis media tanam yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy serta melakukan analisis ekonomi finansial terhadap budidaya pakcoy hidroponik dengan menggunakan beberapa jenis media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Maret 2020. Pelaksanaan kegiatan penelitian dilakukan di Kandang Lamo, Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Analisis data yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dengan penggunaan beberapa jenis media tanam, terdapat 3 perlakuan dengan 3 ulangan serentak dan terdapat 81 sampel tanaman, dianalisis dengan uji lanjut DMRT 15%.dan analisis  finansial diukur dengan menghitung nilai Pendapatan, R/C rasio, BEP, probability ratio. Hasil penelitian menunjukan perlakuan berbagai jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan lebar daun, tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot basah tanaman. Perlakuan dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada penggunaan media tanam pecahan bata. Dibuktikan dengan hasil rata-rata pada parameter jumlah daun dengan nilai 17,03 helai pada umur tanaman 4 Minggu Setelah Tanam (MST). Analisis ekonomi finansial memberikan hasil usaha budidaya sayuran pakcoy hidroponik dengan berbagai jenis media tanam layak untuk diteruskan, hal ini dapat dilihat pada variabel analisis laporan laba-rugi usaha pada kolom R/C rasio dan tingkat probabilityratio

    PENAMPILAN ORGAN FISIOLOGIS AYAM PEDAGING DENGAN PENAMBAHAN MIX TEPUNG DAUN GINSENG (Talinum paniculatum Gaertn.) DALAM RANSUM

    No full text
    Penelitian dengan penambahan mix tepung daun ginseng (Talinum paniculatum Gaertn.) dalam ransum bertujuan untuk mengetahui responnya terhadap penampilan organ fisiologis dan bursa fabricius ayam pedaging. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan di laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak dan di kandang ayam pedaging Laboratorium Produksi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini dimulai sejak DOC sampai umur 33 hari, sebanyak 100 ekor ayam dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah ransum basal 100% sebagai kontrol (A), penambahan mix tepung daun ginseng 0,5% (B), penambahan mix tepung daun ginseng 1% (C), penambahan mix tepung daun ginseng 1,5% (D) dan penambahan mix tepung daun ginseng 2% dalam ransum basal (E). Ransum basal terdiri dari jagung, bungkil sawit, bungkil kedele, tepung ikan, minyak dan top mix. Variabel yang diukur adalah persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum memberikan pengaruh yang  tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum sampai level 2% tidak memberikan respon yang negatif terhadap penampilan organ fisiologis dan bobot bursa fabricius ayam pedaging

    PEMANFAATAN URIN KELINCI SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA TANI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)

    No full text
    Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan salah satu jenis tanaman yang dipanen muda dan banyak diusahakan di daerah tropis.  Jagung manis atau sering disebut sweet corn dikenal di Indonesia pada awal tahun 1980  dan merupakan salah satu komoditas sumber pangan yang penting, karena jagung manis memiliki nilai gizi yang berbeda dengan jagung biasa. Kandungan yang terdapat pada jagung manis antara lain 70,7% karbohidrat, 13,5 % air, 10,0 % protein, 0,4 % lemak dan zat-zat lain. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usaha tani jagung manis adalah urin kelinci sebagai pupuk organik cair (POC). Pengaplikasian POC urin kelinci dapat meningkatkan hasil jagung manis sebesar 173 kg/125 m2 (13,84 ton/ha), sedangkan produksi jagung manis tanpa POC urin kelinci adalah 129 kg/125 m2 (10,32 ton/ha). Pengaplikasian POC urin kelinci meningkatkan pendapatan usaha tani dengan R/C ratio lebih tinggi yaitu 1.83, profitabilitas 83.7% dibandingkan dengan tanpa POC urin kelinci yaitu sebesar 1.70 dengan  profitabilitas 7

    PENGARUH PENGGUNAAN KOMPOS DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.)

    No full text
    Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura dari jenis sayur-sayuran yang memiliki macam-macam manfaat dan kegunaan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.  Peningkatan produksi tanaman sawi hijau masih terbuka lebar untuk memenuhi kebutuhan dan tingkat konsumsi sayuran nasional.  Usaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi sawi hijau dapat dilakukan dengan menjaga kesuburan lahan pertanian.  Kesuburan lahan dapat dijaga dengan melakukan penambahan pupuk organik.  Salah satu pupuk organik yang bisa digunakan adalah kompos daun paitan (Tithonia diversifolia).  Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan kompos daun paitan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau serta mendapatkan dosis kompos daun paitan yang paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.).  Artikel ini dilaksanakan bertepatan pada kegiatan PKPM dilengkapi dengan studi literatur yang dilaksanakan mulai bulan Maret sampai bulan Juli 2020. Berdasarkan kajian pada beberapa hasil studi literatur  dapat disimpulkan penggunaan beberapa dosis kompos daun paitan berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau dibandingkan kontrol serta penggunaan kompos daun paitan dengan dosis 0,75 kg memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau dibandingkan perlakuan lain.  Berdasarkan kesimpulan dari kajian pada beberapa hasil penelitian disarankan untuk menggunakan kompos daun paitan dengan dosis 0,75 kg guna meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau.Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura dari jenis sayur-sayuran yang memiliki macam-macam manfaat dan kegunaan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.  Peningkatan produksi tanaman sawi hijau masih terbuka lebar untuk memenuhi kebutuhan dan tingkat konsumsi sayuran nasional.  Usaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi sawi hijau dapat dilakukan dengan menjaga kesuburan lahan pertanian.  Kesuburan lahan dapat dijaga dengan melakukan penambahan pupuk organik.  Salah satu pupuk organik yang bisa digunakan adalah kompos daun paitan (Tithonia diversifolia).  Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan kompos daun paitan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau serta mendapatkan dosis kompos daun paitan yang paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.).  Penulisan tugas akhir ini dilaksanakan bertepatan pada kegiatan PKPM dilengkapi dengan studi literatur yang dilaksanakan mulai bulan Maret sampai bulan Juli 2020. Berdasarkan kajian pada beberapa hasil penelitian yang telah dipaparkan dapat disimpulkan penggunaan beberapa dosis kompos daun paitan berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau dibandingkan kontrol serta penggunaan kompos daun paitan dengan dosis 0,75 kg memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau dibandingkan perlakuan lain.  Berdasarkan kesimpulan dari kajian pada beberapa hasil penelitian disarankan untuk menggunakan kompos daun paitan dengan dosis 0,75 kg guna meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau

    KARAKTERISTIK SERBUK EFFERVESCENT DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

    No full text
    Kulit buah naga merah kaya akan kandungan komponen aktif yang bermanfaat bagi kesehatan seperti vitamin, mineral, senyawa fenolik dan kandungan pigmen betasianin. Potensi ini dapat dikembangkan dengan mengolahnya menjadi produk pangan yang berkhasiat untuk kesehatan seperti minuman serbuk effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase penambahan effervescent mix (campuran asam sitrat, asam tartarat dan natrium bikarbonat) yang menghasilkan minuman effervescent dengan karakteristik yang paling baik. Kulit buah naga merah diekstrak dengan pelarut air yang diasamkan, kemudian dijadikan serbuk instan dengan metode pengeringan busa. Serbuk instan yang diperoleh dikombinasikan dengan effervescent mix dengan penambahan sebanyak 40%, 50%, dan 60% dari berat serbuk instan kulit buah naga yang digunakan. Sifat fisikokimia yang diamati adalah pH, waktu larut, kadar air, kandungan total fenol dan kadar betasianin. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pH serbuk effervescent berkisar antara 4,98-5,03 dengan waktu larut serbuk berkisar antara  99 - 109 detik. Kadar air terendah diperoleh pada perlakuan penambahan 50% effervescent mix yaitu sebesar 9,02%, dan kandungan total fenol tertinggi adalah 95,57 mg GAE/100g serbuk untuk perlakuan yang sama. Kadar betasianin serbuk effervescent mengalami penurunan seiring peningkatan jumlah penambahan effervescent mix

    MODEL PEMBERDAYAAN LAHAN KOSONG UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN DI DESA WRINGIN PUTIH KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    Keberadaan lahan kosong di Desa Wringin Putih tergolong cukup luas, namun belum ada upaya dari pemerintah maupun masyarakat untuk emberdayakannya. Semantara 40% jumlah kemiskinan di Desa tersebut.  Sebagai solusi, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji “Model pemberdayan lahan kosong untuk pengentasan kemiskinan di Desa Wringin Putih Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi”. Model pemberdayaan ini bertujuan untuk pengentaskan kemiskinan warga kurang mampu dengan sintakmatik: 1) Persiapan, 2) Perencanan, 3) Pelaksanaan, 4) Evaluasi.  Hasil survey menunjukkan bahwa di Desa Wringinputih terdapat lahan kosong seluas 15 hektar. Hasil validasi model yang di lakukan oleh 3 orang perangkat Desa menyatakan bahwa model tersebut sangat sesuai untuk mengentaskan kemiskinan warganya. Hasil Uji coba model terhadap 50 warga kurang mampu di RT 01 membuktikan bahwa seluruh merasakan keuntungan dengan cara menanam tanaman jagung, ubi jalar, dan sayuran pada lahan kosong tanpa di bebani biaya sewa lahan. Kesimpulan: Model pemberdayaan lahan kosong sesuai untuk program pengentasan kemiskinan

    KOMPETISI TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea aquatica) DENGAN GULMA SEMBUNG RAMBAT (Mikania micrantha H.B.K.)

    No full text
    Abstrak   Sembung rambat merupakan tanaman introduksi yang memiliki daya invasi tinggi, sehingga menjadi gulma di pertanaman kangkung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kompetisi antara gulma sembung rambat dengan tanaman kangkung. Menggunakan metode penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap 5x5. Perlakuan yang diberikan adalah (A) Kangkung, (B) Kangkung + 1 Sembung rambat, (C) Kangkung + 2 Sembung rambat, (D) Kangkung + 3 Sembung rambat,  (E) Kangkung + 4 Sembung rambat. Bila perlakuan mempengaruhi hasil kangkung, analisis dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil menunjukan keberadaan sembung rambat di pertanaman kangkung darat dapat menurunkan tinggi, jumlah daun, diameter batang dan bobot kering kangkung. Penurunan semakain besar dengan bertambahnya jumlah sembung rambat pada pertanaman akibat terjadinya kompetisi terhadap faktor lingkungan yang sama. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa sembung rambat yang berada di pertanaman kangkung merupakan gulma yang dapat menurunkan hasil panen dan keberadaannya dipertanaman harus dikendalikan.  

    Analisis Komunikasi Petani Kelapa Sawit Pola Swadaya di Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir

    Get PDF
    This research aims to determine the internal characteristics and external characteristics of the palm oil independent smallholder farmer and communication process (elements of communication) in Bagan Sinembah district, Rokan Hilir Regency. Bagan Sinembah district is a district in Rokan Hilir Regency, where the population of palm oil is cultivated. Therefore, it is necessary to analyze the characteristics of internal and external palm oil independent smallholder farmer as well as the process of communication using the survey method, selection of samples with purposive sampling methods and analysis tools Likert scale and Descriptive analysis. The results showed that the internal characteristics and external characteristics of oil palm farmers in Bagan Sinembah District, Rokan Hilir Regency are in high category (good). While the communication process in this research is seen from the elements of communication consist of extension, group chairman and management of KUD as communicator; The message is about oil palm cultivation techniques, market prices and so on which are summarized in the agribusiness system; Media used for face-to-face meetings (lectures and discussions); Farmers as communfishes; The effect of increasing knowledge, belief and behavioral change; The feedback gained is that the farmer understands with the information provided and applies the information in his venture; Physical environment namely the village hall, APKASINDO office and oil palm plantation land owned by the farmer.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik internal dan karakteristik eksternal petani kelapa sawit pola swadaya serta proses komunikasi (unsur-unsur komunikasi) di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir. Sebagian besar petani kelapa sawit di Kecamatan Bagan Sinembah merupakan petani sawit swadaya yang membutuhkan perhatian dalam kegiatan penyuluhan pertanian terutama dibidang perkebunan kelapa sawit.Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis karakteristik internal dan eksternal petani kelapa sawit pola swadaya serta proses komunikasi dengan menggunakan metode survei, pemilihan sampel dengan metode purposive sampling dan alat analisis skala likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik internal dan karakteristik eksternal petani kelapa sawit di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir berada pada kategori tinggi (baik). Sedangkan proses komunikasi dalam penelitian ini dilihat dari unsur-unsur komunikasi terdiri dari penyuluh, ketua kelompoktani dan pengurus KUD sebagai komunikator; pesan yang disampaikan adalah mengenai teknik budidaya kelapa sawit, harga pasar dan sebagainya yang dirangkum dalam sistem agribisnis; media yang digunakan yaitu pertemuan tatap muka (ceramah dan diskusi); petani sebagai komunikan; efek yang ditimbulkan yaitu bertambahnya pengetahuan, keyakinan dan perubahan perilaku; tanggapan balik yang didapat yaitu petani mengerti dengan informasi yang diberikan dan menerapkan informasi tersebut dalam usahataninya; lingkungan fisik yaitu aula desa, kantor APKASINDO, KUD dan lahan perkebunan kelapa sawit milik petani

    Pengolahan Rumput Laut Turbinaria murayana (Phaeophyceae) dengan Teknologi Fermentasi Menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) Sebagai Bahan Pakan Unggas: Processing of Turbinaria murayana Seaweed (Phaeophyceae) with Fermentation Technology Using Local Microorganisms (MOL) as Poultry Feed

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan rumput laut Turbinaria murayana (Phaeophyceae) dengan teknologi fermentasi menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) berbeda sebagai bahan pakan unggas. Materi yang digunakan yaitu rumput laut jenis Turbinaria murayana yang diambil dari Pantai Sungai Nipah Kabupaten Pesisir Selatan dan MOL sebagai inokulum. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan berupa fermentasi menggunakan MOL berbeda yaitu tanpa MOL (kontrol), MOL rebung, MOL nasi, MOL buah, MOL sayur, dan MOL bonggol pisang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam, Jika terdapat perbedaan antar perlakuan, diuji dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi Turbinaria murayana menggunakan MOL berbeda berpengaruh sangat nyata (P kecil dari 0,01) terhadap bahan kering, serat kasar, protein kasar, dan berpengaruh tidak nyata (P besar dari 0,05) terhadap lemak kasar. Pengolahan Turbinaria murayana dengan Teknologi fermentasi menggunakan MOL berbeda yang terbaik terdapat pada perlakuan menggunakan MOL buah dengan kandungan nutrien 93,76% bahan kering, 9,46% serat kasar, 22,56% protein kasar, dan 1,53% lemak kasar

    Analysis of The Implementation of ISPO Certification on Smallholder Oil Palm Plantation in Beringin Jaya Cooperation Koto Ringin Village Mempura Sub-District Siak District

    No full text
    ISPO certification for oil palm smallholders is based on four principles: plantation legality, smallholder organization and management, environmental management, and a commitment to continuous improvement. The goal of this study is to examine how ISPO standards are used in oil palm smallholder cooperatives and to develop an ISPO application strategy for relevant stakeholders. The research was carried out at the Beringin Jaya Cooperative in the Siak District. A survey method was used to collect primary data from direct interviews with planters and secondary data from government agencies. The total number of people who took part in this study was 66, and the respondents were chosen at random sampling. This study employs descriptive qualitative analysis as well as strategic SWOT matrices for strategic analysis. According to the findings, the cooperative follows 54.17 percents of ISPO standards or 26 out of 48 indicators. This research suggests some development strategies to meet ISPO standards, such as providing assistance and direction to smallholders through government agencies to avoid negative consequences during the certification process, technical assistance, agricultural counseling and training, government and financial institution funding, and the use of cooperatives, farmer groups, and mills to disseminate ISPO standards to farmers

    106

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇