Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
PENGARUH KUALITAS SISTEM, INFORMASI DAN PELAYANAN AKADEMIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
Para pengelola perguruan tinggi dituntut mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi jika tidak ingin tergulung oleh eradigital disruption. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan terhadap penggunaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) pada mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, dengan Kepuasan Mahasiswa sebagai variabel dependen. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif menggunakan data primer. Metode penelitian menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Angkatan Tahun 2021 yang berjumlah 652 orang mahasiswa. Seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Data diolah menggunakan Aplikasi Statistical Package for Social Science (SPSS) untuk hasil analisis regresi berganda dan uji residual. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial kualitas system, kualitas informasi dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Dan juga secara simultan kualitas system, kualitas informasi dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa
Penanganan Pascapanen Benih Jagung Hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri Kota Solok Provinsi Sumatera Barat: Penanganan Pascapanen Benih Jagung Hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri Kota Solok Provinsi Sumatera Barat
PT Citra Nusantara Mandiri (PT. CNM) Solok menjadi satu-satunya produsen benih jagung hibrida di Sumatera Barat. Perusahaan ini juga bekerjasama dengan PT. Pertani (Persero) sebagai pemasar produk dan pemulia sebagai penyedia calon benih jagung hibrida. Tujuan penelitian ini 1) Menganalisis tahapan pascapanen 2) Menganalisis pemanfaatan penanganan pascapanen pada kegiatan sortasi benih jagung hibrida, dan 3) Menghitung dan membandingkan rasio hasil pada kegiatan sortasi benih jagung hibrida. Kegiatan penelitian ini dilakukan di PT CNM Solok, dilakukan selama dua bulan terhitung sejak tanggal 20 Februari hingga 19 April 2021. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data terkait dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka ditemukan bahwa: 1) Pascapanen jagung hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri kota Solok sudah sesuai dengan standar operasional perusahaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kelengkapan tahapan pascapanen yang dilakukan dalam penanganan jagung hibrida di perusahaan; 2) Pemilahan limbah yang digunakan oleh perusahaan untuk dijual sebagai pakan ternak dengan metode tender; 3) dan rendemen benih jagung hibrida di PT CNM Solok mencapai 85 persen, dimana hasil pada beberapa kegiatan meliputi ekstrak 40 persen, dan ayakan 98 persen.PT Citra Nusantara Mandiri (PT. CNM) Solok menjadi satu-satunya produsen benih jagung hibrida di Sumatera Barat. PT. CNM Solok juga bekerjasama dengan PT. Pertani (Persero) sebagai pemasar produk dan pemulia sebagai penyedia calon benih jagung hibrida. Tujuan penelitian ini 1) Menganalisis tahapan pascapanen di PT CNM Solok, 2) Menganalisis pemanfaatan penanganan pascapanen pada kegiatan sortasi benih jagung hibrida di PT CNM Solok, dan 3) Menghitung dan membandingkan rasio hasil pada kegiatan sortasi benih jagung hibrida di PT CNM Solok. Kegiatan penelitian ini dilakukan di PT CNM Solok. Penelitian dilakukan selama dua bulan terhitung sejak tanggal 20 Februari hingga 19 April 2021. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data terkait dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka disimpulkan sebagai berikut: 1) Pascapanen jagung hibrida di PT Citra Nusantara Mandiri kota Solok sudah sesuai dengan standar operasional. Hal ini dapat dibuktikan dengan kelengkapan tahapan pascapanen yang dilakukan dalam penanganan jagung hibrida di perusahaan; 2) Pemilahan atau pemilahan limbah yang digunakan oleh perusahaan untuk dijual sebagai pakan ternak dengan metode tender; 3) dan rendemen benih jagung hibrida di PT CNM Solok mencapai 85%, dimana hasil pada beberapa kegiatan meliputi ekstrak 40%, dan ayakan 98%
Pengaruh Penambahan Suplemen Organik Cair (SOC) Terhadap Kandungan Nutrisi Pelepah Sawit Fermentasi
Kualitas dan kuantitas hijauan yang fluktuatif menjadi hambatan dalam pemenuhan pakan ternak ruminansia. Pelepah sawit sangat potensial dijadikan sebagai pakan ternak. Namun, pelepah sawit harus diolah melalui fermentasi untuk meningkatkan kualitas nutrisinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh nilai nutrisi fermentasi pelepah sawit yang difermentasi menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC) dengan level berbeda. Penelitian ini menggunakan materi pelepah sawit dan SOC. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1= Tanpa Penambahan SOC 0%; P2= Penambahan SOC 4%; dan P3= Penambahan SOC 8%. Parameter yang diteliti adalah bahan kering (BK), bahan organik (BO), dan protein kasar (PK). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anova) dan bila terjadi pengaruh dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SOC pada fermentasi pelepah sawit tidak berpengaruh nyata (P besar dari 0.05) terhadap kadar bahan kering, bahan organik dan protein kasar. Perlakuan tertinggi terdapat pada perlakuan P2. Rataan kadar bahan kering, bahan organik dan protein kasar pada perlakuan P2 yaitu 43.58%, 158.57%, dan 20.40%. Kesimpulan penelitian adalah penambahan SOC pada berbagai level tidak meningkatkan kandungan nutrisi pelepah sawit
APLIKASI KOMPOS KOMBINASI ARANG AMPAS TEBU, ARANG SEKAM, DAN PUPUK KANDANG AYAM UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat sebagai campuran bumbu masak setelah cabe. Kebutuhan akan bawang merah mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Oleh sebab itu, budidaya tanaman bawang merah yang baik perlu dilaksanakan untuk mendapatkan produksi yang optimal. Salah satu teknologi untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah dengan aplikasi kompos kombinasi arang ampas tebu, arang sekam, dan pupuk kandang ayam. Tujuan dari percobaan ini adalah : (1) mengoptimalkan produksi bawang merah dengan aplikasi kompos kombinasi arang ampas tebu, arang sekam, dan pupuk kandang ayam; (2) menganalisis kelayakan usaha budidaya tanaman bawang merah dengan aplikasi kompos kombinasi arang ampas tebu, arang sekam, dan pupuk kandang ayam. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2021 yang bertempat di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.. Hasil yang diperoleh dari percobaan adalah aplikasi kompos kombinasi arang ampas tebu, arang sekam, dan pupuk kandang ayam dapat mengoptimalkan produksi bawang merah. Produksi bawang merah yang diperoleh sebanyak 175 kg dengan total biaya Rp. 1.565.563 dan total penerimaan Rp. 3.500.000 dengan keuntungan Rp. 1.934.437, analisis finansial didapatkan R. Ratio 2,23 dan profitabilitas 123,56 %. Disimpulkan proyek usaha mandiri ini layak untuk diusahakan serta mendapatkan keuntungan dan disarankan dalam budidaya bawang merah menggunakan kompos kombinasi arang ampas tebu, arang sekam, dan pupuk kandang ayam
PENGGUNAAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) AIR KELAPA DAN ROOTONE F TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF SETEK BATANG JAMBU AIR MERAH (Syzygium aqueum)
Salah satu komoditi hortikultura yang memiliki peluang menjanjikan adalah jambu air merah. Tanaman ini banyak digemari dan memiliki berbagai manfaat. Jambu air merah dapat dikonsumsi sebagai buah segar, dijadikan olahan, serta mengobati beberapa penyakit. Perbanyakan tanaman jambu air merah dapat dilakukan secara vegetatif berupa setek batang. ZPT berperan penting dalam membantu proses pertumbuhan tanaman untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh pemberian ZPT air kelapa dan rootone F, 2)memperoleh jenis zat pengatur tumbuh terbaik pada pertumbuhan setek batang jambu air merah. penelitian telah dilakukan di BBI Lubuk Minturun Padang Sumatera Barat. penelitian ini terdiri dari beberapa perlakuan yaitu : A (Kontrol), B (ZPT Air Kelapa) dan C (ZPT Rootone F). Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah tunas, persentase tumbuh, panjang akar dan jumlah akar. Hasil pertumbuhan setek batang jambu air merah yang tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan rata-rata jumlah tunas 2,6; persentase tumbuh 100 %; panjang akar 6,8 cm dan jumlah akar 6, diikuti oleh perlakuan C dan A. Data pengamatan menunjukkan penggunaan ZPT air kelapa memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan setek batang jambu air merah. Berdasarkan kesimpulan, maka disarankan untuk menggunakan air kelapa sebagai ZPT pada perbanyakan setek batang jambu air merah. Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya dengan keanekaragaman tanaman. Banyak jenis tanaman yang cocok tumbuh di Indonesia, karena letaknya yang strategis. Budidaya tanaman hortikultura memiliki prospek yang menjanjikan seperti jambu air merah. Tanaman ini banyak digemari dan memiliki berbagai manfaat. Jambu air merah dapat dikonsumsi sebagai buah segar, dijadikan olahan, serta mengobati beberapa penyakit. Guna meningkatkan produksi jambu air merah dapat dilakukan berbagai jenis perbanyakan, diantaranya perbanyakan vegetatif berupa setek batang. Ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan perbanyakan tanaman. Salah satunya penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT). ZPT berperan penting dalam membantu proses pertumbuhan tanaman untuk mempercepat pertumbuhan dari masing-masing jaringan. Tujuan dari percobaan ini adalah 1) mengetahui pengaruh pemberian ZPT air kelapa dan rootone F, 2) memperoleh jenis zat pengatur tumbuh alami terbaik pada pertumbuhan setek batang jambu air merah. Percobaan telah dilakukan di BBI Lubuk Minturun selama 1,5 bulan. Percobaan ini terdiri dari beberapa perlakuan yaitu : A (Kontrol), B (ZPT Air Kelapa) dan C (ZPT Rootone F). Parameter pengamatan pada percobaan ini adalah jumlah tunas, persentase tumbuh, panjang akar dan jumlah akar. Hasil pertumbuhan setek batang jambu air merah yang tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan jumlah tunas 2,6; persentase tumbuh 100 %; panjang akar 6,8 cm dan jumlah akar 6, diikuti oleh perlakuan C dan A. Data pengamatan menunjukkan penggunaan ZPT air kelapa memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan setek batang jambu air merah. Berdasarkan kesimpulan, maka disarankan untuk menggunakan air kelapa sebagai ZPT pada perbanyakan setek batang jambu air merah
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF SETEK BATANG JAMBU AIR MERAH (Syzygium aqueum)
Tanaman jambu air (Syzygium aqueum) merupakan tanaman buah yang berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan wilayah Asia Pasifik. Tanaman jambu air merupakan tanaman tahunan yang umurnya dapat mencapai puluhan tahun. Tanamanjambu air merah saat ini dimanfaatkan sebagai tanaman TABULAMPOT di perkarangan rumah dan taman-tamankota. Selain memiliki buah yang enak, tanaman jambu airberkhasiat sebagai obat beberapa penyakit dan bermanfaatuntuk kesehatan. Perbanyakan tanaman jambu air merahdapat dilakukan dengan cara vegetatif berupa setekbatang. Pembibitan dengan cara ini merupakan salah satu cara cepat dalam memenuhi kebutuhan bahan tanamanskala besar. Proses budidaya tanaman ini jugamemerlukan media tanam dan zat pengatur tumbuh yang tepat untuk memperoleh kualitas bibit yang baik. ZPT berperan penting dalam mengontrol proses biologi dalam jaringan tanaman untuk mempercepat pertumbuhan dari masing-masing jaringan. Tujuan dari percobaan ini adalah mengetahui pengaruh berbagai jenis zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan setek batang jambu air merah dan memperoleh ZPT terbaik untuk pertumbuhan vegetatifsetek batang jambu air merah.Percobaan ini terdiri daribeberapa perlakuan yaitu; A (Kontrol), B (Ekstrak Bawang Merah), C (Rootone F), dan D (Air Kelapa). Parameter pengamatan pada percobaan ini adalah jumlahtunas, persentase tumbuh, panjang akar, dan jumlah akar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis ZPT ekstrak berpengaruh terhadap pertumbuhan setek tanaman jambu air merah. Hasil pertumbuhan setek tanaman jambu air merah yang tertinggi terdapat pada ekstrak bawang merah dengan jumlah tunas 3,4,persentase hidup 100 %; panjang akar 5,76 cm dan jumlahakar 5. Kemudian diikuti oleh perlakuan Rootone F, kontrol, dan Air Kelapa. Ekstrak bawang merah merupakan zat pengatur tumbuh alami yang terbaik terhadap pertumbuhan setek tanaman jambu air merah . Pada perbanyakan tanaman jambu air merah disarankan menggunakan ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh.
 
Comparative Analysis of Transaction Costs and Borrowers Perceptions of Credit Loan Procedures at Financial Institutions
Financial institutions have different goals and motivations; as such Cooperatives and Village-Owned Enterprises, resulting in differences in determining loan procedures, loan terms, transaction cost components, transaction costs. This condition inevitably influences customer perceptions of credit loans. This research was conducted in Sei Lambu Makmur Village, Tapung District, Kampar Regency. Borrower's perceptions analysis is measured using an ordinal scale, which is guided by the Likert's Summated Rating Scale (LSRS). The results of the study explained that there were differences in the transaction cost components of financial institutions in Desa Sei Lambu Makmur, the BUMDes Makmur Bersama Savings and Loans business unit was more efficient in determining loan transaction costs, perceptions of borrowers in the BUMDes Makmur Bersama Savings and Loans business unit and the borrowers of Mekar Jaya Palm Oil Cooperatives including into the good category.
Modal Sosial dalam Pengelolaan Kebun Plasma Berkelanjutan pada KUD Lubuk Karya Kabupaten Dharmasraya
Pembangunan berkelanjutan menjadi isu penting di setiap sektor termasuk sektor perkebunan. Keberlanjutan kebun plasma sering mengalami permasalahan setelah lepas dari perkebunan besar pengelolanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana modal sosial berperan dalam keberlanjutan pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat pasca plasma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey melalui wawancara mendalam dengan Ketua KUD Lubuk Karya dan 10 orang anggotanya koperasi yang dipilih secara purposive sampling. Hasil wawancara ditabulasi dan diinterprestasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berperan penting dalam keberlanjutan perkebunan pasca lepas dari plasma. Dapat disimpulkan bahwa modal sosial yang paling beperan dalam keberlanjutan perkebunan paca plasma adalah modal rasional terutama pada aspek saling percaya diantara anggota. Komunikasi, tranparansi dan aliran informasi antar aktor melahirkan hubungan positif jangka Panjang. Walaupun manajemen kebun sudah berganti dengan petani pengelola yaitu petani KUD tidak mempengaruhi keberlanjutan, karena transfer ilmu dan informasi masih tetap dilakukan melalui pemeliharaan hubungan sosial atau modal sosial.Abstrak
Pembangunan berkelanjutan menjadi isu penting di setiap sektor termasuk sektor perkebunan. Keberlanjutan kebun plasma sering mengalami permasalahan setelah lepas dari perkebunan besar pengelolanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana modal sosial berperan dalam keberlanjutan pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat pasca plasma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen kebun plasma KUD Lubuk Karya dan anggotanya. Hasil wawancara ditabulasi dan diinterprestasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berperan penting dalam keberlanjutan perkebunan pasca lepas dari plasma. Komunikasi, tranparansi dan aliran informasi antar aktor melahirkan hubungan positif jangka Panjang. Walaupun manajemen kebun sudah berganti dengan petani pengelola yaitu petani KUD tidak mempengaruhi keberlanjutan, karena transfer ilmu dan informasi masih tetap dilakukan melalui pemeliharaan hubungan sosial (modal sosial).
Kata Kunci: komunikasi, modal sosial, transparansi, kepercayaan
Identifikasi Faktor Pendorong Petani Teh Kebun Rakyat di Kabupaten Solok Bergabung dalam Koperasi
Pada masa lalu keterikatan petani dengan koperasi di Indonesia sangat kuat, namun sejak perubahan peraturan pada masa reformasi membuat ikatannya melemah, petani enggan tergabung dalam koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong petani kebun teh rakyat di Kabupaten Solok bergabung dalam koperasi KPTO Sebelas Jurai Saiyo disaat keyakinan petani terhadap koperasi mengalami kemunduran. Koperasi ini dipilih karena dalam 10 tahun telah berhasil menghasilkan teh berkualitas premium yang diekspor sebanyak 156 ton, selain itu koperasi ini juga berhasil meraih sertifikat fairtrade. Survey dilakukan kepada 30 orang anggota koperasi, kemudian data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong petani untuk tergabung dalam koperasi adalah karena adanya jaminan harga, pemasaran yang jelas dan adanya bantuan sarana produksi. Maka dengan demikian, dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan kepercayaan petani pada koperasi, koperasi harus mampu menyediakan akses terhadap sarana dan prasarana produksi, memberikan jaminan pasar dan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan anggota koperasi
PEMANFAATAN BEBERAPA LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR PADA BUDIDAYA TEMBAKAU PAYAKUMBUH
Persoalan mendasar budidaya tembakau adalah semakin menurunnya produktivitas lahan, disebabkan oleh sistem pertanian monokultur dan intensif penggunaan pupuk anorganik yang berakibat penurunan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah pertanian yaitu daun lamtoro, daun tithonia, kulit umbi singkong dan buah pepaya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tembakau serta membandingkan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan di lokasi yang sama. Penelitian menggunakan metode eksperimen, Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan, yaitu pemberian POC daun Tithonia, daun lamtoro, kulit umbi singkong dan buah pepaya dengan 10 ulangan. Data diolah menggunakan SPSS versi 26 dan uji lanjut DNMRT taraf 5%. Dari penelitian didapatkan bahwa pengaplikasian POC daun lamtoro menghasilkan tembakau dengan tinggi, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun lebih besar dibanding POC lain. Kesimpulan penelitian adalah limbah pertanian yang difermentasi menjadi pupuk organik cair dapat dimanfaatkan sebagai pupuk karena dapat menghasilkan tembakau dengan tinggi, jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan diameter batang yang tidak berbeda dengan tembakau yang diaplikasikan pupuk anorganik (pupuk buatan)