Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
    265 research outputs found

    Analysis of Factors Affecting the Supply of Onion in Brebes Regency

    No full text
    This analysis of the supply of onion in Brebes Regency is done using the methods of descriptive and analytic, and secondary data time series for 21 years (1998-2018). This study also utilizes the analysis of multiple linear by entering the model analysis of the distributed lag model with adjustment Nerlove (Partial Adjustment Model). The supply function is estimated with the approach of total production. The results of the multiple linear regression analysis obtained the factors that affect positively to the offer of onion in Brebes Regency is a vast harvest of onion in year t, the number of onion production in year t-1, the price of onions in year t-1, the price of garlic in year t-1, the average rainfall in year t, and interest rate in year t. The factor that negatively affects the offer is the price of urea fertilizer in year t. The most influential factor to the offer of onion in Brebes Regency is a vast harvest of onion in year t with the standardized regression coefficient of 0,889. The elasticity of supply for the area variable harvesting onions in year t is positive and is elastic with E greater than 1, namely 1,328 for the short-term and 1,832 for the long term. Elasticity is inelastic with E value less than 1 is a variable amount of production in the previous year i.e. 0,275 short-term and 0,379 long-term prices of garlic in the previous year with a value of 0,105 short-term and of 0.145 long-term, the price of onions in the previous year with a value of -0,143 short-term and -0,197 the long term, the interest rate in year t, namely 0,136 and 0,188, and the average rainfall in year t with the value of -0,218 short-term and -0,301 the long term.Analisis penawaran bawang merah di Kabupaten Brebes menggunakan metode deskriptif dan analitis dan menggunakan data sekunder time series selama 21 tahun (1998-2018). Penelitian ini menggunakan analisis linear berganda dengan memasukkan model analisis lag yang didistribusikan dengan model penyesuaian Nerlove (Partial Adjustment Model). Fungsi penawaran diestimasi dengan pendekatan jumlah produksi. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh faktor yang berpengaruh positif terhadap penawaran bawang merah di Kabupaten Brebes adalah luas panen bawang merah pada tahun t, jumlah produksi bawang merah pada tahun t-1, harga bawang merah pada tahun t-1, harga bawang putih pada tahun t-1, rata-rata curah hujan pada tahun t, dan tingkat suku bunga pada tahun t. Faktor yang berpengaruh negatif terhadap penawaran adalah harga pupuk urea pada tahun t. Faktor yang paling berpengaruh terhadap penawaran bawang merah di Kabupaten Brebes adalah luas panen bawang merah pada tahun t dengan standar koefisien regresi sebesar 0,889. Elastisitas penawaran untuk variabel luas panen bawang merah pada tahun t bernilai positif dan bersifat elastis dengan nilai E>1 yaitu 1,328 untuk jangka pendek dan 1,832 untuk jangka panjang. Elastisitas yang bersifat inelastis dengan nilai E<1 adalah variabel jumlah produksi pada tahun sebelumnya yaitu 0,275 jangka pendek dan 0,379 jangka panjang harga bawang putih pada tahun sebelumnya dengan nilai 0,105 jangka pendek dan 0,145 jangka panjang, harga bawang merah pada tahun sebelumnya dengan nilai -0,143 jangka pendek dan -0,197 jangka panjang, tingkat suku bunga pada tahun t yaitu 0,136 dan 0,188, dan rata-rata curah hujan pada tahun t dengan nilai -0,218 jangka pendek dan -0,301 jangka panjang

    KARAKTERISASI MORFOLOGI PADA BIBIT PORANG (Amorphophallus oncophyllus)

    No full text
    Porang (Amorphophallus oncophyllus) adalah salah satu plasma nutfah umbi – umbian yang bernilai gizi tinggi asal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi morfologi batang dan daun pada bibit porang hasil koleksi di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021 dengan metode deskripsi dengan pengambilan sampel secara sengaja pada 15 aksesi bibit porang. Pengamatan dilakukan pada karakter kualitatif dan karakter kuantitatif pada bagian batang dan daun bibit porang. Dari hasil pengamatan morfologi batang terdapat hasil yang seragam pada pengamatan karakter tekstur tangkai, bentuk tangkai, bentuk corak pada tangkai dan arah tumbuh. Pada pengamatan morfologi daun karakter yang memiliki hasil yang sama untuk setiap aksesi bibit porang adalah karakter bentuk daun, tepi daun, pertulangan daun, tekstur permukaan daun, tipe daun, bentuk ujung dan pangkal daun, jenis helaian daun, keadaan permukaan atas dan bawah daun.  Ciri pembeda yang dimiliki tangkai porang dengan tanaman Amorphophallus lainnya adalah corak pada tangkai yang terdiri dari bentuk belah ketupat dan belah ketupat dengan garis linear

    APLIKASI BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK BIO-ORGANIK CAIR (BIO-POC) PADA PADI KETAN HITAM (Oryza sativa L. Var. Glutinosa)

    No full text
    Abstrak Ketan hitam merupakan salah satu komoditas pangan yang sangat potensial sebagai sumber karbohidrat, antioksidan, senyawa bioaktif (antosianin) dan serat yang penting bagi kesehatan. Masalah utama yang dihadapi dalam berbudidaya beras ketan hitam adalah memiliki usia yang panjang bisa mencapai 5 bulanan, Bentuk tanaman yang tinggi, Hasil panen yang rendah, masalah kesuburan lahan sawah dan lain-lain.  Untuk meningkatkan produksi beras ketan hitam dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidaya dan memperbaiki kualitas lahan salah satunya  menggunakan pupuk Bio-POC cair dan tenik penanaman SRI yaitu bertanam padi sebatang untuk meningkatkan jumlah anakan yang sangat sedikit pada padi ketan hitam. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi pupuk bio-POC yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi ketan hitam.  Penelitian dilakukan di rumah kawat menggunakan Ranncangan Acak Kelompok dengan 6 tingkatan konsentrasi bio-POC yaitu A). Konsentrasi 0 %, B) Konsentrasi 10 %, C) Konsentrasi 20 % , d) Konsentrasi 30 %, e) Konsentrasi 40 % f) Konsentrasi 50 %. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan vegetatif dan produksi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi  pupuk bio-POC pada padi ketan hitan dengan metode SRI belum dapat meningkatkan jumlah anakan dan tinggi tanaman karena berbeda tidak nyata dibanding tanpa pemberian Bio-POC, akan tetapi dapat meningkatkan produksi padi ketan hitam dimana semakin tinggi konsentrasi bio-POC produksi juga semakin meningkat namun aplikasi dengan konsentrasi 10 % - 50% berbeda tidak nnyata, sedangkan konsentrasi 40 % dan 50 % berbeda nyata dengan tanpa pemberian Bio-POC menurut uji DNMRT pada taraf 5%. : Kata Kunci: konsentrasi, padi ketan hitam, pupuk bio-organik cair, SRI Abstract Black glutinous rice is one of the most potential food commodities. As a source of carbohydrates, antioxidants, bioactive compounds (anthocyanins) and fiber that are important for health. The main problems faced in cultivating black glutinous ric is to have a long life can reach 5 months, High form of plants Low yields, fertility problems of rice fields and others. To increase the production of black glutinous rice can be done by improving cultivation techniques and improving land quality, one of them can be done using liquid Bio-POC fertilizer and SRI planting technique, namely a rice field to increase the number of saplings very little in black glutinous rice. The purpose of the research is to  determine proper concentration of bio-POC fertilizers to increase the growth and production of black glutinous rice. The study was conducted from June to November 2021 in wire house. The study used a randomized block design with 6 treatments, namely A). Concentration 0%, B) Concentration 10%, C) Concentration 20%, d) Concentration 30%, e) Concentration 40%, f) Concentration 50%. Observations are made of vegetative growth and plant production.  The results showed that the application of bio-POC fertilizers in black glutinous rice with the SRI method has not been able to increase the number of saplings and plant, however, it can increase the production of black glutinous rice where the higher the concentration of bio-POC production also increases, however applications with a concentration of 10% - 50% different are not real while the concentrations of 40% and 50% differ markedly from without bio-POC  according to the duncan test at a level of 5%.   Keywords: concentration, bio-organic fertilizer, black glutinous rice, SR

    APLIKASI BOKASHI DAUN GAMAL DALAM BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.): USAHA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SERTA ANALISIS USAHA TANI

    No full text
    Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan salah satu tanaman pangan yang terpenting selain beras.  Permintaan jagung manis terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan meningkatkan industri pangan dengan bahan baku jagung manis.  Pada tahun 2020 permintaan jagung manis di Kabupaten Limapuluh Kota sebesar 567.617 ton/tahun, sedangkan penawaran hanya sebesar 3.530,54 ton/tahun.  Berdasarkan data tersebut jagung manis di Kabupaten Limapuluh Kota perlu upaya peningkatan produksi.  Untuk meningkatkan produktifitas jagung manis yaitu salah satunya dengan pemberian pemupukan menggunakan pupuk bokashi daun gamal.  Budi daya jagung manis ini dilakukan di lahan praktek Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Februari sampai dengan Mei 2022. Lahan yang digunakan seluas 250 m2 dibagi dua bagian yaitu 125 m2 dengan perlakuan bokashi daun gamal dan 125 m2 tanpa perlakuan bokashi daun gamal.  Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji t 5% dan 1%, berdasarkan hasil pengamatan dan uji t perlakuan bokashi daun gamal memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (high significant/hs) terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol dan panjang tongkol.  Hasil yang diperoleh pada lahan perlakuan mencapai 163kg/125m2 (13,04 ton/ha), sementara hasil pada lahan tanpa perlakuan hanya 130kg/125m2 (10,4ton/ha). Kata Kunci: jagung manis, pupuk bokashi daun gama

    Tanaman tomat merupakan salah sa PENGARUH BEBERAPA KOMPOSISI PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DI BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN LEMBANG JAYA: PENGARUH BEBERAPA KOMPOSISI PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DI BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN LEMBANG JAYA

    No full text
    Tanaman tomat merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Salah satu hal yang harus dipersiapkan dalam aspek budidaya tanaman tomat adalah bibit. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjamin ketersediaan tomat dalam jumlah yang baik dan efisien dapat ditempuh melalui pemilihan media yang tepat, pemupukan, zat pengatur tumbuh tanaman dan budidaya yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh beberapa komposisi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan bibit tanaman tomat (Lycopersion esculentum Mill), (2) Memperoleh komposisi pupuk kandang ayam yang terbaik untuk pertumbuhan bibit tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill. penelitian ini dimulai pada tanggal 15 Maret 2022 sampai tanggal 12 April 2022 di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Lembang Jaya. Perlakuan penelitian ini adalah (A) kontrol, (B) tanah dan pupuk kandang ayam 1:1, (C) tanah dan pupuk kandang ayam 1:2, (D) tanah dan pupuk kandang ayam 1:3 dengan masing – masing perlakuan sebanyak 30 tanaman serta parameter pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, persentase hidup/viabilitas dan vigor. Berdasarkan hasil pengamatan perlakuan (C) dengan komposisi tanah dan pupuk kandang ayam 1:2 merupakan media yang terbaik untuk pertumbuhan bibit tomat serta komposisi tanah dan pupuk kandang ayam 1:2 memberikan pengaruh terhadap tinggi, jumlah daun, persentase hidup/viabilitas dan vigor bibit tomat.  Tanaman tomat merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Buah tomat termasuk buah yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia mulai dari anak-anak sampai dewasa karena rasanya yang lezat dan dapat memelihara kesehatan tubuh. Sementara itu, produksi tomat di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga permintaan terhadap tomat terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Dalam aspek budidaya tanaman tomat, salah satu yang harus dipersiapkan petani adalah bibit. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjamin ketersediaan tomat dalam jumlah yang baik dan efisien dapat ditempuh melalui pemilihan media yang tepat, pemupukan, zat pengatur tumbuh tanaman dan budidaya yang tepat. Tujuan percobaan ini adalah (1) Mengetahui pengaruh beberapa komposisi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan bibit tanaman tomat (Lycopersion esculentum Mill), (2) Memperoleh komposisi pupuk kandang ayam yang terbaik untuk pertumbuhan bibit tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill. Percobaan ini dimulai pada tanggal 15 Maret 2022 sampai tanggal 12 April 2022 di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Lembang Jaya. Perlakuan percobaan ini adalah (A) kontrol, (B) tanah dan pupuk kandang ayam 1:1, (C) tanah dan pupuk kandang ayam 1:2, (D) tanah dan pupuk kandang ayam 1:3 dengan masing – masing perlakuan sebanyak 30 tanaman serta parameter pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, persentase hidup/viabilitas dan vigor. Berdasarkan hasil pengamatan perlakuan (C) dengan komposisi tanah dan pupuk kandang ayam 1:2 merupakan media yang terbaik untuk pertumbuhan bibit tomat serta komposisi tanah dan pupuk kandang ayam 1:2 memberikan pengaruh terhadap tinggi, jumlah daun, persentase hidup/viabilitas dan vigor bibit tomat. &nbsp

    Peran Opinion Leader dalam Komunikasi pada Petani Kelapa Sawit di Desa Surya Indah Kabupaten Pelalawan

    No full text
    In carrying out their farming activities, farmers are strongly influenced by their own characteristics and the information they receive. Information relating to the improvement of oil palm farming is obtained by farmers by communicating with actors who act as sources of information. Subaryadi is the central actor who is often contacted by other farmers to get information related to oil palm farming in Surya Indah Village. This study aims to identify farmers characteristics and analyze the role of opinion leader. This study used a survey method and the sampling used a random sampling technique with a total sample of 33 oil palm farmers. The farmer characteristics were analyzed descriptively, while the role of the SB actor as an opinion leader used a likert scale. The results showed that the characteristics of farmers with the largest percentage were in productive age (54-60 years old on average) with an equivalent high school education level, 4 ha of land area, and high cosmopolitan. Farmers actively participate in extension activities with high accuracy of information channels and complete sources of information. Actor SB carry out his role as opinion leader when implementing the replanting program with a value of 3.33.Petani dalam melakukan kegiatan usahataninya sangat dipengaruhi oleh karakteristik petani itu sendiri dan informasi yang diterimanya. Informasi yang berkaitan dengan peningkatan usahatani kelapa sawit didapatkan petani dengan melakukan komunikasi kepada aktor yang berperan sebagai sumber informasi. Aktor SB menjadi aktor sentral yang sering dihubungi oleh petani lainnya untuk mendapatkan informasi terkait usahatani kelapa sawit di Desa Surya Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik petani dan menganalisis peran opinion leader. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang petani kelapa sawit. Karakteristik petani dianalisis secara deskriptif, sedangkan peran aktor SB sebagai opinion leader menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani dengan persentase terbesar berada pada usia produktif (rata-rata berusia 54-60 tahun) dengan tingkat pendidikan SLTA sederajat, luas lahan yang dimiliki 4 ha, dan memiliki kekosmopolitan yang tinggi. Petani aktif mengikuti kegiatan penyuluhan dengan ketepatan saluran informasi yang tinggi dan sumber informasi yang lengkap. Akt opinion leader saat dilaksanakannya program replanting yaitu dengan nilai sebesar 3,33

    Karakteristik Petani Sagu Dan Peran Kearifan Lokal Dalam Menangani Kebakaran Lahan Gambut Di Desa Tanjung Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui karakteristik dari petani sagu di Desa Tanjung. (2) Mengetahui peran kearifan lokal dan bentuk kearifan lokal yang masih ada di Desa Tanjung dalam menangani kebakaran lahan gambut. (3) Mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lahan gambut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan bantuan kuisioner yang telah disiapkan. Populasi pada penelitian ini berjumlah 120 orang petani dengan sampel berjumlah 30 orang petani. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani sagu dan peran kearifan lokal di Desa Tanjung berjalan dengan baik. Kearifan lokal yang terdapat didalamnya mulai dari proses budidaya tanaman sagu hingga penanganan kebakaran lahan gambut, serta berbagai upaya yang dilakukan guna mempertahankan kearifan lokal mulai dari apek ekologis, sosial budaya dan ekonomi.Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui karakteristik dari petani sagu di Desa Tanjung. (2) Mengetahui peran kearifan lokal dan bentuk kearifan lokal yang masih ada di Desa Tanjung dalam menangani kebakaran lahan gambut. (3) Mengetahui upaya-upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lahan gambut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan bantuan kuisioner yang telah disiapkan. Jumlah populasi pada penelitian ini ada 120 orang petani dengan jumlah sampel 30 orang petani. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Snowball Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa karakteristik petani sagu dikategorikan sudah cukup baik, peran kearifan lokal sudah dilakukan dengan sangat baik, mulai dari kearifan lokal dalam budidaya tanaman sagu maupun kearifan lokal dalam menangani kebakaran lahan gambut, dan upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kearifan lokal guna kelestarian gambut adalah dengan aspek ekologis, sosial budaya, dan ekonomi

    Pemanfaatan Ekstrak Buah Andaliman Suplementasi Monensin Terhadap Mitigasi Gas Metan Pada Ternak Kambing

    No full text
    Dalam rangka mengatasi emisi gas metan pada sektor peternakan ruminansia dan permasalahan rendahnya produktivitas ternak ruminansia di tingkat peternak rakyat maka perlu dilakukan perubahan dalam pola pemberian pakan. Hal ini memerlukan alternatif penanganan gas secara langsung pada rumen ternak ruminansia melalui pemberian pakan yang mengandung bahan aktif defaunasi mikroba pembentuk gas dalam rumen, salah satu pakan alternatif yang biasa digunakan untuk promotor pertumbuhan adalah buah andaliman yang disuplementasi monensin. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pengaruh ekstrak buah andaliman suplementasi monensin dalam ransum memitigasi produksi gas metan pada ternak kambing. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan A (Konsentrat 40% + 60% rumput lapangan), perlakuan B (Konsentrat 40% + 5% buah andaliman + 55% rumput lapangan), perlakuan C (Konsentrat 40% + 1% monensin + 59% rumput lapangan), perlakuan D (Konsentrat 40% + 5% buah andaliman + 1% monensin + 54% rumput lapangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah andaliman yang disuplementasi monensin pada perlakuan D berpengaruh dalam menurunkan gas metan sebesar 26,64%. Kesimpulan bahwa perlakuan D dapat menunjukkan kestabilan penurunan gas metan dari penambahan ekstrak buah andaliman yang disuplementasi monensin dalam ransum ternak kambing

    Performa Reproduksi Sapi Perah Friesien Holstein Di Ciawitali Farm Pangalengan Bandung Jawa Barat: Reproduction Performance of Friesian Holstein Dairy Cattle at Ciawitali Farm Pangalengan Bandung West Java

    No full text
    Sapi perah adalah jenis ternak yang menghasilkan susu dan memberikan sumbangan protein untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Produksi susu tinggi ditentukan dengan performa reproduksi yang baik pula. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi sapi perah Friesian Holstein di Ciawitali Farm Pangalengan Bandung Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif. Objek penelitian yaitu catatan reproduksi sapi perah yang lengkap pada laktasi 1 sampai dengan laktasi 2 dari tahun 2016-2017. Variabel yang diamati pada penelitian adalah kawin pertama setelah beranak, jumlah kawin perkebuntingan, masa kosong, selang beranak, dan periode kawin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa reproduksi sapi perah FH berproduksi susu di Ciawitali Farm kawin pertama setelah beranak selama 67,15±16,67 hari, jumlah kawin perkebuntingan sebesar 3,01±2,34 kali, periode kawin selama 106,75±69,10 hari, masa kosong selama 169±70,46 hari dan selang beranak selama   387±63,87 hari. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa performa reproduksi sapi perah FH berproduksi susu tinggi belum optimal

    EKSPLORASI ANGGREK EPIFIT DI KABUPATEN REJANG LEBONG

    No full text
    Memiliki bunga yang indah, mempesona, dan khas membuat anggrek menjadi salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kabupaten Rejang Lebong salah satu pusat pertanian di Provinsi Bengkulu yang berada pada ketinggian 500 – 1300 meter di atas permukaan air laut (mdpl) sehingga potensi pengembangan anggrek untuk Kabupaten Rejang Lebong sangat memungkinkan. Hal ini didukung dengan adanya ketersediaan plasma nutfah anggrek di daerah tersebut yang tumbuh berdasarkan habitatnya yaitu mulai dari anggrek epifit, terestrial, litofit, dan saprofit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi jenis-jenis dan keragaman tanaman anggrek khususnya anggrek epifit di sekitar Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2021. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan teknik survei untuk mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis anggrek yang ada. Pengumpulan data mengenai anggrek yang ditemukan diidentifikasi, didokumentasikan dengan kamera. Hasil eksplorasi sementara ini ditemukan anggrek epifit sebanyak 14 genus dan 19 spesies anggrek epifit dalam 63 individu.Memiliki bunga yang indah, mempesona, dan khas membuat anggrek menjadi salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kabupaten Rejang Lebong salah satu pusat pertanian di Provinsi Bengkulu yang berada pada ketinggian 500 – 1300 meter di atas permukaan air laut (mdpl) sehingga potensi pengembangan anggrek untuk Kabupaten Rejang Lebong sangat memungkinkan. Hal ini didukung dengan adanya ketersediaan plasma nutfah anggrek di daerah tersebut yang tumbuh berdasarkan habitatnya yaitu mulai dari anggrek epifit, terestrial, litofit, dan saprofit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi jenis-jenis dan keragaman tanaman anggrek khususnya anggrek epifit di sekitar Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2021. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan teknik survei untuk mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis anggrek yang ada. Pengumpulan data mengenai anggrek yang ditemukan diidentifikasi, didokumentasikan dengan kamera. Hasil eksplorasi sementara ini ditemukan anggrek epifit sebanyak 14 genus dan 19 spesies anggrek epifit dalam 63 individu

    106

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇