Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Daya Saing Cocoa Butter Sumatera Utara Ke Pasar Malaysia
Potensi peningkatan daya saing Sumatera Utara dapat dilakukan melalui ekspor cocoa butter (mentega kakao) ke Malaysia, dimana ekspor cocoa butter terbesar Sumatera Utara adalah ke Malaysia. Potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi industri pengolahan kakao Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing cocoa butter Sumatera Utara di Malaysia. Kajian kuantitatif menggunakan data sekunder berupa data volume ekspor BPS dan harga ekspor. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing cocoa butter asal Sumatera Utara di pasar Malaysia adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor volume ekspor cocoa butter Ghana, harga ekspor cocoa butter Sumatera Utara, harga ekspor cocoa butter Ghana, harga ekspor cocoa butter Pantai Gading. Kebijakan kepabeanan ekspor biji kakao memiliki pengaruh positif, dimana faktor tersebut meningkatkan daya saing cocoa butter asal Sumatera Utara di pasar Malaysia, ekspor cocoa butter asal Pantai Gading, harga dalam negeri cocoa butter. Nilai tukar rupiah Indonesia terhadap ringgit Malaysia memiliki pengaruh negatif terhadap daya saing cocoa butter, sehingga dapat melemahkan daya saing cocoa butter Sumatera Utara di pasar Malaysia
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HAYATI
Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) merupakan salah satu tanaman pangan lokal yang dapat mensubstitusi peranan beras dan gandum sebagai bahan pangan pokok, sehingga potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal yang kurang subur dan kering. Keunggulan tanaman sorgum terletak pada daya adaptasi yang luas, toleran terhadap kekeringan dan salinitas tinggi, serta lebih tahan terhadap gangguan hama dan penyakit dibanding tanaman serealia lainnya. Dalam rangka mengoptimalkan produktivitas tanah dan tanaman perlu diteliti penggunaan teknologi pupuk hayati sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian adalah melihat respon pupuk hayati sebagai pemacu pertumbuhan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas sorgum. Penelitian dilaksanakan di lahan Percobaan Tanjung Pati selama lima bulan mulai dari bulan Juni–Oktober 2021. Tahapan penelitian (1) Pembuatan pupuk hayati dengan menggunakan bakteri Pseudomonas fluorescen dan Bacillus cereus, dan (2) Aplikasi pupuk hayati pada beberapa varietas sorgum dalam polibag menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan varietas: Numbu, Pahat, Samurai 1, Bioguma 1 dan semua diulang 5 kali. Pengamatan meliputi pertumbuhan vegetatif, pertumbuhan generatif, and analisis hara pupuk hayati. Aplikasi pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, umur berbunga, umur panen, dan produksi biji kering per hektar. Pupuk hayati mengandung N total, P2O5, K2O, Ca, C/N, dan C organik yang memenuhi standar SNI tahun 2004. Masing masing varietas sorgum memberikan respon yang berbeda terhadap pemberian pupuk hayati
PENGARUH VARIASI TINGGI GENANGAN HIDROPONIK SISTEM DFT PADA TANAMAN KALE (Brassica oleracea)
Hidroponik sistem DFT adalah hidroponik yang sering digunakan untuk budidaya sayuran hijau, dimana salah satu sayuran hijau tersebut adalah tanaman Kale. Beberapa tahun terakhir tanaman kale mulai booming di Indonesia, terutama didaerah perkotaan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menghitung kebutuhan nutrisi selama pertumbuhan dan mengetahui pengaruh tinggi genangan terhadap pertumbuhan tanaman kale seperti panjang akar, berat tanaman. Ada 4 perlakuan yang digunakan pada penelitian ini dengan 10 kali ulangan pada masing-masing perlakuan, sehingga terdapat 40 satuan perlakuan. Perlakuan yang dimaksud adalah tinggi genangan 2 cm, 4 cm, 6 cm dan 8 cm. Dari pengamatan didapatkan hasil bahwa kebutuhan nutrisi pada fase awal atau minggu ke I adalah 353,8 ml/tanaman dan pada fase akhir atau minggu ke VI adalah 875,0 ml/tanaman. Dalam pengamatan tinggi genangan didapatkan bahwa perlakuan I memberikan hasil yang paling baik dibandingkan perlakuan yang lain dengan panjang akar rata-rata 24,50 cm dan berat tanaman rata-rata 108 gram. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah memperbaiki lingkungan penelitian berupa pengendalian suhu dan kelembaban agar faktor kehilangan air dapat dikendalikan
Analisis Faktor-Faktor Penyebab, Tahapan Dan Dinamika Konflik Perkebunan Kelapa Sawit Di Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Indragiri Hulu sebagai kabupaten penyumbang konflik perkebunan nomor tiga terbesar di Riau memiliki 7 kasus konflik perkebunan, termasuk konflik perkebunan untuk komoditi kelapa sawit. Salah satu konflik lahan yaitu konflik lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Talang Jerinjing, yang terjadi sejak lama antara masyarakat desa dengan pihak PT Alam Sari Lestari. Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui faktor-faktor penyebab konflik dan menganalisis pohon konflik perkebunan, (2) menganalisis tahapan dan dinamika konflik dari konflik lahan perkebunan kelapa sawit yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengujian validasi data dilakukan secara triangulasi. Empat faktor penyebab konflik perkebunan yaitu batas lahan ber HGU milik perusahaan yang tidak jelas, perlawanan pihak masyarakat dengan perusahaan, pertentangan masyarakat dengan perusahaan berlangsung lama dan penggunaan tindakan kekerasan oleh pihak yang terlibat. Hasil analisis pohon konflik yaitu empat faktor penyebab konflik (akar konflik), tumpang tindih kepemilikan tanah (masalah inti), tidak ada kejelasan status lahan milik masyarakat, masyarakat tidak bisa mengelola lahan yang sudah digarap dan perusahaan tidak bisa menggarap lahan milik mereka (daun konflik). Tahapan konflik yaitu prakonflik (masyarakat menggarap lahan terlantar berHGU milik PT Alam Sari Lestari), konfrontasi (masyarakat menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan konflik dan mempertahankan hak mereka), krisis (perusahaan melarang masyarakat melanjutkan kegiatan penggarapan melalui LSM Laskar Melayu Riau Bersatu Kabupaten Indragiri Hulu), dan pasca konflik (konflik belum menemukan penyelesaian). Dinamika konflik menunjukkan bahwa sikap yang diambil perusahaan dengan upaya mempertahankan lahan seluas kurang lebih 4.368,27 Ha ini memunculkan sikap tidak terima dan tidak adil yang dirasakan oleh masyarakat. Perilaku keseharian masih dalam kondisi seperti biasa, sedangkan kontradiksi menghasilkan situasi yang memanas, masyarakat tetap memperjuangkan lahan yang telah digarapnya karena perusahaan tidak ingin melepaskan lahan tersebut kepada masyarakat meskipun telah melewati proses upaya penyelesaian dengan instansi
Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Wisata Alam Kapalo Banda Terhadap Tingkat Kepuasan Pengunjung
Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan nasional. Wisata alam merupakan salah satu jenis wisata yang pertumbuhannya secara global cukup pesat. Salah satu wisata alam yang terkenal di Kabupaten Limapuluh Kota adalah Kapalo Banda yang terletak di Nagari Taram. Jumlah pengunjung Wisata Alam Kapalo Banda pada tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar 81 persen dibanding tahun 2021, hal ini menunjukkan bahwa tingginya kebutuhan masyarakat akan hiburan dan rekreasi alamserta didukung oleh turunnya level PPKM di Kabupaten Limapuluh Kota ke Level 1 pada rentang waktu tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran jasa Wisata Alam Kapalo Banda terhadap kepuasan pengunjung, dan mengetahui faktor apa yang berpengaruh signifikan dari bauran pemasaran jasa terhadap kepuasan pengunjung Wisata Alam Kapalo Banda. Penelitian ini dilaksanakan di Wisata Alam Kapalo Banda dengan menggunakan pendekatan survei. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan skala likert. Teknik analisis data untuk mengukur pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap kepuasaan konsumen adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh unsur bauran pemasaran jasa yaitu unsur produk, harga, lokasi, promosi, pengelola, proses dan fasilitas fisik, secara serentak atau simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung di Wisata Alam Kapalo Banda. Secara parsial atau individual, variabel produk dan fasilitas fisik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung di Wisata Alam Kapalo Banda. Sedangkan variabel harga, lokasi, promosi, pengelola, dan variabel proses tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung di Wisata Alam Kapalo Banda
Potensi Pengembangan Ternak Ruminansia Berbasis Bahan Pakan Lokal di Kawasan Geopark Ranah Minang Silokek: The Potential of Ruminant Livestock Development Based on Local Feed in the Minang Silokek Geopark Area
Geopark Ranah Minang Silokek telah menjadi ikon baru pariwisata di Kabupaten Sijunjung. Pengembangan kawasan agribisnis berbasis pertanian dan peternakan merupakan salah satu alternatif program yang diharapkan dapat menjawab tantangan dan tuntutan pembangunan. Pengembangan ini dapat mengurangi pengangguran yang ada di Nagari Silokek. Oleh karena nya, perlu dilakukan kajian potensi terlebih dahulu yang merupakan salah satu langkah untuk penyediaan informasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ketersediaan pakan lokal dan daya tampung wilayah untuk pengembangan ternak ruminansia di Kawasan Geopark Ranah Minang Silokek. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sijunjung pada bulan Desember 2019-Januari 2020 dengan metode kualitatif yang bersifat studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan total potensi ketersediaan pakan lokal untuk ternak ruminansia: 557 ton bahan kering tercerna (BKC)/tahun. Pakan yang dibutuhkan: 25,9 ton BKC/tahun. Didapatkan nilai IDD lahan: 21,4, artinya berada di wilayah AMAN dalam pengembangan peternakan ruminansia karena memiliki IDD besar dari 2. Kemampuan wilayah dalam menampung ternak ruminansia yaitu 330 ST. Saat ini populasi ternak ruminansia: 31 ST. Dengan demikian di Nagari Silokek masih bisa dilakukan penambahan populasi ternak ruminansia sebesar 299 ST. Jika mengambil asumsi struktur populasi ternak ruminansia yang ada saat ini, maka penambahan populasi dapat dilakukan sebesar 194 ST kerbau, 78 ST sapi dan 27 ST kambing
Analisis Efektifitas Pemasaran Online terhadap Penjualan Produk-produk Olahan Hasil Ternak di Kota Payakumbuh
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pemasaran online dalam peningkatan penjualan produk-produk olahan peternakan oleh UMKM di Kota Payakumbuh. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan 30 orang responden UMKM yang memproduksi produk olahan peternakan, yaitu rendang, frozen food (nugget, sosis, bakso), susu dan es krim susu kambing, bakso goreng, telur omega, kerupuk kulit dan pupuk organik. Metode penelitian adalah metode survey menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi. Variabel yang diukur adalah desain iklan, ide konten, komunikasi verbal, originalitas dan penjualan. Data yang digunakan diukur dengan skala likert, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain iklan, ide konten, komunikasi verbal, dan originalitas pada promosi online tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan, karena semua nilai signifikansinya besar dari 0,05. Angka R2 pada analisis regresi sebesar 0.09 juga menunjukkan bahwa desain, ide konten, komunikasi verbal, dan originalitas hanya 10% mempengaruhi penjualan. Efektifitas pemasaran menggunakan promosi online masih pada tahap membuat konsumen sadar akan merek (brand awareness)
PENGARUH PERENDAMAN SETEK PADA BERBAGAI KONSENTRASI AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT LADA
Lada merupakan tanaman rempah yang populer di dunia, memiliki prospek pasar yang sangat bagus sehingga komoditi tanaman lada cukup menjanjikan apabila usaha budidayanya dapat dikembangkan. Untuk memperoleh bibit tanaman lada dapat dilakukan perbanyakan tanaman lada secara vegetatif dengan cara setek. Namun perbanyakan tanaman lada dengan cara setek memiliki kendala yang mana akarnya sulit muncul sehingga tingkat keberhasilannya rendah, untuk merangsang terbentuknya akar setek lada dan mempercepat pertumbuhan tanaman maka dapat dilakukan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) baik sintetik maupun organik. ZPT sintetik memiliki harga relatif mahal sehingga dianjurkan penggunaan ZPT organik seperti air kelapa muda. Penelitian ini menguji beberapa konsentrasi air kelapa muda untuk perendaman setek lada. Konsentrasi tersebut terdiri dari 5 perlakuan yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap. Pertumbuhan setek lada diukur berdasarkan parameter saat munculnya tunas pertama, jumlah tunas, jumlah daun, persentase hidup setek jumlah akar, panjang akar terpanjang dan berat basah akar. Data hasil pengamatan yang diuji dengan analisis sidik ragam menunjukan bahwa perendaman berbagai konsentrasi air kelapa muda berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pertumbuhan setek tanaman lada yang diamati.
Kata Kunci : air kelapa muda, lada, setek, ZPT
INTRODUKSI TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) HONAN DAN KATING DI PT INDMIRA YOGYAKARTA
Perkembangan tanaman bawang putih di Indonesia saat ini mengalami penurunan yang sangat tajam. Beberapa kultivar bawang putih lokal sulit dijumpai baik di lahan petani maupun di pasaran domestik. Salah satu penyebab utama adalah kehadiran bawang putih impor yang kualitas umbinya diakui lebih baik dibandingkan dengan umbi bawang putih lokal dengan harga yang terjangkau oleh konsumen. Kebutuhan bawang putih masyarakat di Indonesia sangat tinggi pada tahun 2019 dengan jumlah sebanyak 600.000 ton (Kementan, 2019). Sedangkan jumlah panen bawang putih pada tahun 2019 dengan jumlah 88.817 ton (Kementan, 2019), belum mencukupi kebutuhan masyarakat di Indonesia. Selama ini kekurangan bawang putih tersebut ditutupi oleh bawang putih impor dari Tiongkok sebanyak 465,34 ribu ton (BPS, 2019). Untuk mencukupi kebutuhan angka komsumsi bawang putih di Indonesia, diperlukan usaha untuk meningkatkan hasil panen bawang putih di Indonesia, salah satunya dengan introduksi jenis unggul dari Cina seperti honan dan kating. Tujuan dari percobaaan ini adalah mengetahui persentase tumbuh tanaman bawang putih varietas honan dan kating, serta mengetahui laju pertumbuhan tinggi tanaman bawang putih varietas Honan dan Kating di PT Indmira Yogyakarta. Hasil percobaan menunjukkan bahwa persentase laju pertumbuhan tanaman varietas honan pada usia 20 HST lebih baik dibandingkan kating. Sedangkan pertumbuhan tinggi tanaman bawang putih varietas honan juga lebih baik dari pada kating. Perkembangan tanaman bawang putih di Indonesia saat ini mengalami penurunan yang sangat tajam. Beberapa kultivar bawang putih lokal sulit dijumpai baik di lahan petani maupun di pasaran domestik. Salah satu penyebab utama adalah kehadiran bawang putih impor yang kualitas umbinya diakui lebih baik dibandingkan dengan umbi bawang putih lokal dengan harga yang terjangkau oleh konsumen. Kebutuhan bawang putih masyarakat di Indonesia sangat tinggi pada tahun 2019 dengan jumlah sebanyak 600.000 ton (Kementan, 2019). Sedangkan jumlah panen bawang putih pada tahun 2019 dengan jumlah 88.817 ton (Kementan, 2019), belum mencukupi kebutuhan masyarakat di Indonesia. Selama ini kekurangan bawang putih tersebut ditutupi oleh bawang putih impor dari Tiongkok sebanyak 465,34 ribu ton (BPS, 2019). Untuk mencukupi kebutuhan angka komsumsi bawang putih di Indonesia, diperlukan usaha untuk meningkatkan hasil panen bawang putih di Indonesia, salah satunya dengan introduksi jenis unggul dari Cina seperti honan dan kating. Tujuan dari percobaaan ini adalah mengetahui persentase tumbuh tanaman bawang putih varietas honan dan kating, serta mengetahui laju pertumbuhan tinggi tanaman bawang putih varietas Honan dan Kating di PT Indmira Yogyakarta.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa persentase laju pertumbuhan tanaman varietas honan pada usia 20 HST lebih baik dibandingkan kating. Sedangkan pertumbuhan tinggi tanaman bawang putih varietas honan juga lebih baik dari pada kating
KAJIAN PEMANFAATAN BEBERAPA JENIS POC URIN TERNAK PADA BUDIDAYA PAKCOY (Brassica rapa L.) ORGANIK
Sayuran pakcoy merupakan sayuran yang bernilai ekonomi tinggi dan cocok dibudidayakan di Indonesia. Hal tersebut merupakan peluang bagi petani untuk membudiayakan sayuran pakcoy tersebut, tetapi petani pada saat ini sangat tergantung pada pemberian pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Salah satu solusi peningkatan produksi sayuran pakcoy yaitu memakai pupuk organik yang ramah lingkungan berupa pupuk organik cair (POC). Pembuatan POC bisa dibuat dari limbah ternak seperti urin. Urin ternak yang bisa dibuat POC yaitu urin kelinci, urin sapi, dan urin kambing yang mengandung unsur hara makro dan mikro cukup tinggi dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman. Tujua dari kajian POC urin ternak ini yaitu untuk mengetahui POC terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy. Laporan Tugas Akhir ini dibuat selama 3 bulan yang berlangsung dari bulan April sampai Juli 2020 di Perpustakaan Politeknik Pertanian Negeri Paykumbuh. Pembuatan laporan tugas akhir dengan menggunakan alat dan bahan yaitu seperti Smart phone, Laptop, komputer, buku, majalah pertnian, dan beberapa hasil diskusi dengan dosen. Kajian pengumpulan data yang mengambil dari sumber ilmiah seperti buku, artikel online, jurnal, dan majalah pertanian dengan nantinya pengolahan dibandingkan dengan semua data yang diproleh dari studi literatur dan menelaah hasil kajian para ahli dari data sesuai dengan hasil penelitian. Berdasarkan hasil dari data perbandingan POC urin ternak didapatkan hasil POC Urin kelinci yang terbaik bagi pertumbuhan tanaman pakcoy dengan tinggi tanaman 62,19 cm, jumlah daun 16 helai dan produksi tanaman 255,72 gram/m2 atau setara 44 ton/ha. Disarankan penggunaan POC urin kelinci sebagai pupuk organik pada budidaya tanaman pakcoy