Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) DENGAN PEMANFAATAN KOMPOS KULIT SINGKONG
Produktivitas jagung di Kabupaten Limapuluh Kota rata-rata tahun 2018 adalah sebesar 38.839,8 ton/tahun dan mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 37.906,26 ton/tahun. Oleh karena itu, diperlukan pengaplikasian teknologi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, salah satunya dengan pemberian pupuk organik kompos kulit singkong. Kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alternatif bagi tanaman karena mengandung terdapat adanya unsur C, H, O, Mg, P, Ca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mengetahui kelayakan usaha tani budi daya jagung dengan penggunaan perlakuan kompos kulit singkong. Dosis kompos kulit singkong yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 ton/ha, penelitian dilaksanakan dari bulan September 2022 sampai Januari 2023 di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Tanjung Pati Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Ukuran lahan yang digunakan untuk kegiatan budi daya tanaman jagung adalah 150 dengan metode penelitian eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan kompos kulit singkong pada budidaya tanaman jagung secara finansial menguntungkan dan layak diusahakan dengan R/C ratio 1,36, profitabilitas 36% dan Produksi yang hasilkan 10,6 ton/ha.
Kata Kunci: jagung, kompos, singkong, usahatani
Analisis Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sayuran Hidroponik di Kota Padang
Hidroponik merupakan sayuran yang mendukung pola hidup sehat masyarakat perkotaan. Supermarket modern menjual produk sayuran hidroponik dari berbagai produsen dengan harga yang bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen terhadap pengambilan keputusan pembelian sayuran hidroponik di Kota Padang. Penelitian dilakukan bulan April-Mei 2023 di 4 supermarket di Kota Padang, kepada 100 konsumen. Variabel yang digunakan adalah tahapan proses pengambilan keputusan yang dianalisis dengan statistik deskriptif dari tabulasi distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik konsumen adalah 37% berada pada rentang umur 20-30 tahun, 85% perempuan, berpendidikan dan berpenghasilan tinggi. Perilaku konsumen sayuran hidroponik, dalam pengambilan keputusan dimulai dari tahapan pengenalan kebutuhan, yang mementingkan pola makanan sehat. Tahapan kedua, pencairan informasi dilakukan secara aktif dengan mengunjungi supermarket modern yang ada di kota Padang, karena pentingnya kepedulian konsumen terhadap konsumsi sayuran hidroponik dan keyakinan keaslian produk hidroponik. Tahapan ketiga pada evaluasi alternatif yaitu alasan tujuan pembelian menunjang pola hidup sehat masyarakat perkotaan, tahapan keempat keputusan pembelian sayuran hidroponik frekuensinya lebih dari 3 kali selama satu bulan, dan memilih supermarket modern karena nyaman untuk dikunjungi dan jam operasional supermarket lebih lama. Tahapan kelima perilaku pasca pembelian, konsumen sangat puas terhadap sayuran hidroponik yang ada di supermarket dan 82 persen akan melakukan pembelian secara rutin. Pola hidup sehat pada masyarakat perkotaan melalui konsumsi sayuran hidroponik, mendatangkan manfaat bisnis bagi produsen dan pemasok (supermarket)
PENGGUNAAN BOKASHI KOTORAN AYAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN BUDI DAYA JAGUNG (Zea mays L.)
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditi strategis kedua setelah padi. Komoditas jagung mempunyai fungsi yang sangat penting untuk bidang pangan, pakan, bahan bakar, dan bahan baku industri. Rendahnya produksi jagung disebabkan karena penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus yang berdampak pada penurunan tingkat kesuburan tanah baik fisik, biologi, maupun kimia tanah. Salah satu upaya dalam meningkatkan hasil produksi jagung dengan meningkatkan kesuburan tanah dengan menggunakan bokashi kotoran ayam. Tujuan dari percobaan ini yaitu (1) mengetahui pengaruh penggunaan bokashi kotoran ayam terhadap produksi budi daya jagung (Zea mays L.) dan (2) mengetahui pendapatan budi daya jagung dengan penggunaan bokashi kotoran ayam (Zea mays L.). Budi daya jagung dilaksanakan di lahan praktek Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dari bulan Februari hingga Juni 2022, dengan luas lahan 300 m2 dimana 150 m2 menggunakan teknologi bokashi kotoran ayam dan 150 m2 tanpa teknologi. Pengamatan yang dilakukan antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, jumlah baris/tongkol, jumlah biji/baris, bobot biji/tongkol, dan bobot 100 biji. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji t 5% dan 1%. Pengamatan dilakukan pada masing-masing perlakuan dengan mengambil 20 sampel secara acak baik pada lahan teknologi bokashi kotoran ayam dan tanpa bokashi kotoran ayam. Berdasarkan hasil pengamatan dan uji t, teknologi bokashi kotoran ayam memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, jumlah baris/tongkol, jumlah biji/baris, bobot biji/tongkol, dan bobot 100 biji. Hasil yang diperoleh dari budi daya jagung menggunakan teknologi bokashi kotoran ayam adalah 176 kg/150 m², sementara tanpa bokashi kotoran ayam sebanyak 137 kg/150 m². Berdasarkan hasil analisis finansial budi daya jagung dengan pemberian bokashi kotoran ayam diperoleh R.C ratio sebesar 2,04 dan profitabilitas sebesar 104%, sementara tanpa bokashi kotoran ayam diperoleh R/C ratio sebesar 1,96 dan profitabilitas 96%. Pemberian bokashi kotoran ayam pada budi daya tanaman jagung layak untuk dilakukan karena dapat meningkatkan produksi dan pendapatan usaha tani.
Kata kunci : jagung, bokashi, kotoran aya
Pengelompokan Kabupaten/Kota di Jawa Timur Berdasarkan Kajian Karakteristik Petani Tahun 2022
Sektor pertanian mempunyai peranan yang strategis dalam memajukan perekonomian Indonesia termasuk di Provinsi Jawa Timur sebagai Provinsi yang potensial di sektor pertanian. Akan tetapi, dalam dekade terakhir terjadi penurunan jumlah petani yang disebabkan adanya permasalahan regenerasi yaitu fenomena petani usia tua atau aging farmer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan karakteristik petani tahun 2022 sehingga dapat dilihat gambaran umum dari kondisi petani di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan analisis K-Means Cluster berdasarkan sembilan variabel meliputi umur, pendidikan, pengalaman kerja, jam kerja, status berusaha, penggunaan teknologi, internet, penghasilan serta pembukuan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 5 kabupaten/kota tergolong kedalam cluster 1, terdapat 5 kabupaten/kota tergolong kedalam cluster 2, serta terdapat 28 kabupaten/kota pada cluster 3. Kabupaten/Kota yang tergolong kedalam cluster 3 mempunyai kondisi karakteristik petani cukup rentan atau kurang baik meliputi rata-rata penghasilan petani yang paling rendah, tingkat pendidikan petani berada pada jenjang SD, persentase petani yang menggunakan teknologi, internet dan melakukan pembukuan keuangan yang masih rendah serta pengalaman kerja yang paling lama. Ketiga cluster mempunyai kesamaan karakteristik yakni memiliki rata-rata usia petani dalam kategori tua atau aging farmer. Kondisi karakteristik petani pada Cluster 3 menjadi penyebab adanya keengganan masyarakat untuk melanjutkan bekerja di sektor pertanian, sehingga menimbulkan adanya penurunan jumlah petani dalam dekade terakhir khususnya yang terjadi di Provinsi Jawa Timur
PEMANFAATAN AIR KELAPA SEBAGAI PERANGSANG PERTUMBUHAN SETEK PUCUK NILAM (Pogostemon cablin Bent.)
Tingginya permintaan akan minyak nilam dunia harus diiringi dengan peningkatan produksi. Penyediaan bahan tanam dalam waktu singkat dan jumlah banyak merupakan komponen utama penentu produksi. Telah dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh lama perendaman setek pucuk nilam dalam air kelapa terhadap jumlah daun, tinggi tunas, volume akar, panjang akar dan bobot basah setek, pada bulan Januari sampai dengan Juni 2022 di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan lama waktu perendaman setek dalam air kelapa yaitu, P0 (tanpa perendaman), P1 (30 menit), P2 (60 menit), P3 (90 menit), P4 (120 menit), dan P5 (150 menit). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali masing-masing dengan 8 sampel. Data diolah menggunakan Program Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 26 dengan uji lanjut Least Significant Difference (LSD) taraf 5%. Dari pengamatan dan pengolahan data didapatkan hasil bahwa penambahan lama waktu perendaman setek dalam air kelapa mulai dari P0 sampai dengan P3 (tidak berbeda dengan P4) perpengaruh terhadap peningkatan jumlah daun, tinggi tunas, volume akar, panjang akar dan bobot basah setek, tapi pada P5 pertumbuhan menurun. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah lama perendaman setek nilamdalam air kelapa yang dapat memberikan pengaruh terbaik pada beberapa parameter pengamatan yang dilakukan adalah 90 menit.
Kata kunci: air kelapa, auksin, giberelin, minyak nilam, sitokini
PEMANFAATAN KOMPOS KOMBINASI LIMBAH KULIT KAKAO DAN PUPUK KANDANG AYAM UTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.)
Buncis merupakan salah satu sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang merupakan jenis tanaman sayuran polong dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Produksi Buncis dapat dioptimalkan dengan cara mengaplikasikan bahan organik padaa lahan tanam salah satunya dengan kompos kombinasi kulit kakao dan pupuk kandang ayam. Kandungan hara mineral kulit kakao cukup tinggi, khusunya hara Kalium dan Nitrogen. Tujuan dari Proyek Usaha Mandiri ini adalah pemanfaatan kompos limbah kulit kakao untuk mengoptimalkan produksi tanaman kacang buncis serta menganalisis kelayakan usaha budidaya tanaman buncis dengan potensi pasar di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan telah dilakukan selama 4 bulan di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Parameter yang diamati adalah total produksi buncis per luas lahan 250 m², serta analisa finansial kelayakan usaha buncis yaitu, total penerimaaan, total biaya, perbandingan laba rugi, profitabilitas dan nilai titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian kompos kombinasi kulit kakao dan pupuk kandang ayam mampu mengoptimalkan produksi buncis Berdasarkan hasil Proyek Usaha Usaha Mandiri diperoleh produksi buncis sebanyak 532 kg dari 250 m² luas lahan yang digunakan, dengan pendapatan sebesar Rp.1.947.000, dan total biaya yang digunakan sebesar Rp.1.025.300, dan keuntungan sebesar Rp 948.700 dengan RC ratio 1,92 dan profitabilitas 92,5%, BEP harga Rp.1.920/kg, BEP hasil 218,1 kg dan BEP lahan sebesar 129,8 m²
APLIKASI KOMPOS KOMBINASI KOTORAN KAMBING DENGAN KOTORAN AYAM UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)
Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan tanaman pangan yang menduduki urutan ketiga setelah gandum dan padi. Permasalahan yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi jagung manis adalah rendahnya kesuburan fisik, biologi, dan kimia tanah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan fisik, biologi dan kimia tanah adalah dengan aplikasi kompos kombinasi kotoran kambing dengan kotoran ayam. Kompos kombinasi kotoran kambing dengan kotoran ayam merupakan pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, karena dapat memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman dalam jumlah yang cukup. Kotoran ayam mengandung unsur hara N dan P lebih tinggi dibanding kotoran hewan lainnya, sedangkan kotoran kambing mengandung unsur hara K lebih tinggi dibanding kotoran hewan lainnya. Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi kompos kombinasi kotoran kambing dengan kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Budi daya jagung manis ini dilaksanakan pada Bulan Februari-Mei 2022 di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Dosis kompos kombinasi kotoran kambing dengan kotoran ayam adalah 20 ton/ha. Pertumbuhan tanaman diamati dan data hasil pengamatan diuji secara statistik menggunakan uji t dengan taraf nyata 5% dan 1%. Aplikasi kompos kombinasi kotoran kambing dengan kotoran ayam memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanamana, panjang daun, diameter tongkol, panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot, dan bobot tongkol tanpa kelobot, serta berbeda nyata terhadap pertumbuhan lebar daun, akan tetapi berbeda tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah tongkol/batang, jumlah baris/tongkol dan jumlah biji/baris.
Kata Kunci: jagung manis, kompos, kotoran kambing, kotoran aya
PRODUKSI SERTA ANALISA KELAYAKAN USAHA BAWANG MERAH DENGAN APLIKASI KOMPOS KOMBINASI AMPAS KELAPA DAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditi sayuran umbi yang memiliki harga cukup stabil dipasaran. Meningkatnya kebutuhan bawang merah dari tahun ke tahun memerlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan produksi. Usaha pengoptimalan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan, yaitu memanfaatkan bahan-bahan organik yang ada di lingkungan sekitar, seperti kompos kombinasi dari ampas kelapa dan pupuk kandang ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi bawang merah serta menganalisa kelayakan usaha budidaya bawang merah dengan mengaplikasikan kompos kombinasi dari ampas kelapa dan pupuk kandang ayam. Penelitian berlokasi di kebun pecobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan metode Demonstrasi Plot seluas 318,65 m2 yang belangsung selama 4 bulan. Parameter yang diamati adalah bobot produksi per luas lahan, serta analisa financial kelayakan usaha bawang merah yaitu, total penerimaan, total biaya, perbandingan laba rugi, profitabilitas dan nilai titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian kompos kombinasi ampas kelapa dan pupuk kandang ayam belum mampu mengoptimalkan produksi bawang merah. Akan tetapi, analisa finansial memperlihatkan hasil bahwa usaha budidaya bawang merah dengan teknologi ini layak untuk diusahakan dengan bobot umbi konsumsi 167 kg per 318,65 m2; total penerimaan Rp. 3.482.000; total biaya Rp. 2.228.865, keuntungan Rp. 1.253.135; Profitabilitas sebesar 56,22 %; R.C rasio 1,56.Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditi sayuran umbi yang memiliki harga cukup stabil dipasaran. Meningkatnya kebutuhan bawang merah dari tahun ke tahun memerlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan produksi. Usaha pengoptimalan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan mmengaplikasikan teknologi ramah lingkungan, yaitu memanfaatkan bahan-bahan organik yang ada di lingkungan sekitar, seperti kompos kombinasi dari ampas kelapa dan pupuk kandang ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi bawang merah serta menganalisa kelayakan usaha budidaya bawang merah dengan mengaplikasikan kompos kombinasi dari ampas kelapa dan pupuk kandang ayam. Penelitian berlokasi di kebun pecobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan metode Demonstrasi Plot seluas 318,65 m2 yang belangsung selama 4 bulan. Parameter yang diamati adalah bobot umbi konsumsi bawang merah per luas lahan, serta analisa financial kelayakan usaha bawang merah yaitu, total penerimaan, total biaya, perbandingan laba rugi, profitabilitas dan nilai titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian kompos kombinasi ampas kelapa dan pupuk kandang ayam belum mampu mengoptimalkan produksi bawang merah. Akan tetapi, analisa finansial memperlihatkan hasil bahwa usaha budidaya bawang merah dengan teknologi ini layak untuk diusahakan dengan bobot umbi konsumsi 167 kg per 318,65 m2; total penerimaan Rp. 3.482.000; total biaya Rp. 2.228.865, keuntungan Rp. 1.253.135; Profitabilitas sebesar 56,22 %; R.C rasio 1,56
Pemanfaatan kombinasi kompos tithonia dan pupuk kandang bebek untuk mengoptimalkan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.)
Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang tergolong dalam sayuran umbi. Pada budidaya bawang merah, biasanya petani menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus. Hal Ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk organik seperti kompos kombinasi daun tithonia dan pupuk kandang bebek pada budidaya tanaman bawang merah.Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengoptimalkan produksi bawang merah dan menganalisis kelayakan usaha budidaya bawang merah di kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Desember 2022 di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Kegiatan yang telah dilakukan adalah pembuatan kompos, pengadaan umbi bibit, persiapan lahan, pengaplikasian kompos, pemasangan mulsa, persiapan dan penanaman umbi bibit, pemeliharaan yaitu penyiraman, penyulaman, penyapuan, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen serta pemasaran. Produksi bawang merah pada kegiatan proyek usaha mandiri, mencapai 201 kg/250 m² setara 8 ton/Ha, produksi belum optimal jika dibandingkan produksi bawang merah di Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar 12,06 ton/Ha setara dengan 301,5 kg/250 m². Harga jual rata-rata Rp. 20.731 per kg sehingga memperoleh pendapatan Rp. 4.167.000, biaya yang dikeluarkan untuk proyek usaha mandiri Rp. 1.787.978 dengan RC ratio 2,3 dan profitabilitas 133 %. Dengan demikian proyek usaha mandiri memperoleh keuntungan dan layak untuk diusahakan.Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang tergolong dalam sayuran umbi. Bawang merah memiliki nilai ekonomi, karena digunakan sebagai bumbu penyedap dan obat-obatan. Pada budidaya bawang merah, biasanya petani menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus. Hal Ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk organik seperti kompos kombinasi daun tithonia dan pupuk kandang bebek pada budidaya tanaman bawang merah. Pupuk kompos digunakan sebagai teknologi dalam budidaya bawang merah karena dapat menambah unsur hara, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi pada tanah, serta bahan utamanya mudah didapatkan. Tujuan kegiatan proyek usaha mandiri adalah untuk meningkatkan produksi bawang merah dan menganalisis kelayakan usaha budidaya bawang merah di kabupaten Lima Puluh Kota. Proyek usaha mandiri dilaksanakan selama 5 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai Desember 2022 di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Kegiatan yang telah dilakukan adalah pembuatan kompos, pengadaan umbi bibit, persiapan lahan, pengaplikasian kompos, pemasangan mulsa, persiapan dan penanaman umbi bibit, pemeliharaan yaitu penyiraman, penyulaman, penyapuan, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen serta pemasaran. Produksi bawang merah pada kegiatan proyek usaha mandiri, mencapai 201 kg/250 m² setara 8 ton/Ha, produksi belum optimal jika dibandingkan produksi bawang merah di Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar 12,06 ton/Ha setara dengan 301,5 kg/250 m². Harga jual rata-rata Rp. 20.731 per kg sehingga memperoleh pendapatan Rp. 4.167.000, biaya yang dikeluarkan untuk proyek usaha mandiri Rp. 1.787.978 dengan RC ratio 2,3 dan profitabilitas 133 %. Dengan demikian proyek usaha mandiri memperoleh keuntungan dan layak untuk diusahakan.Kata kunci : Bawang merah, daun tithonia, kompos, pupuk kandang bebek
EFEKTIVITAS FORMULASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PRODUKSI STRAWBERRY (Fragaria x ananassa) DAN KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA TANAH PERTANIAN
Penggunaan pupuk anorganik (Urea, SP36, Dolomit) tanpa manajemen yang baik dan tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik (Pukan) dapat menyebabkan degradasi tanah yang berujung penurunan produktivitas tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula dosis pupuk terbaik pada pertanaman strawberry, dan untuk mencari dampak yang diakibatkan formula dosis pupuk (Formula POA 1, Formula POA 2, Formula POA 3, Formula POA 4) terhadap perubahan sifat fisika dan kimia tanah. Penelitian dilakukan pada bulan September – Desember 2022 di lahan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Metode yang dipakai dalam pengambilan sampel tanah adalah purposive sampling. Penelitian juga menggunakan Analisa Multiple Regression, Korelasi, Estimasi penggunaan pupuk dan Rumus-rumus sifat fisika tanah. Pupuk yang digunakan berupa pupuk anorganik yaitunya Urea, SP36, Dolomit dan pupuk organik yaitu pupuk kandang. Parameter yang di ukur adalah data pertumbuhan dan produksi tanaman. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh formula yang diberikan oleh pupuk anorganik dan organik terhadap hasil produksi dan sifat fisika kimia tanah. Percobaan terbaik menghasilkan 225g buah strawberry dengan penggunaan Formula POA 2 yang dilakukan pada plot 1m x 1m dengan pengaruh sifat fisika kimia tanah yang terlihat yaitu % Qvr, % Qms, TDS, % Qm, % Ø (porositas) serta pengaruh pupuk anorganik dan organi