Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
    265 research outputs found

    APLIKASI BIOFERTILIZER MENGANDUNG BAKTERI Azotobacter dan Pseudomonas fluorescens Indigenous DENGAN BERBAGAI BAHAN SUBSITUSI TERHADAP PRODUKSI PADI METODE SRI

    No full text
    Bahan organik dan aktivitas biotik mikroba berfungsi menciptakan dan menstabilkan struktur tanah. Penggunaan pupuk organik yang mengandung mikroba  pada  tanah sawah meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kualitas tanah dengan mempengaruhi  aktivitas dan populasi  mikroba. Tujuan  penelitian adalah mengetahui jumlah koloni bakteri dari Biofertilizer setelah inkubasi 7 hari dan memperoleh media kompos organik dengan bahan subsitusi yang tepat bagi  pupuk Biofertilizer mengandung bakteri Azotobacter dan Pseudomonas fluorescents dapat meningkatkan produksi padi metode SRI. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu: (1). B0 : Kompos, (2). B1 : Kompos + gula pasir + bakteri (Azotobacter dan P. flourescents), (3). B2 : Kompos + Molase + Bakteri (Azotobacter dan P flourescents). (4). B3 : Kompos + CMC + bakteri (Azotobacter dan P flourescents), (5). B4 : Kompos +  Arginin + bakteri (Azotobacter dan P. flourescents). (6). B5 : Kompos + Gula pasir + CMC + bakteri (Azotobacter dan P. flourescents). (7). B6 : Kompos + Molasse + Arginin + bakteri (Azotobacter dan P. flourescents). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan jumlah koloni bakteri tertinggi setelah inkubai 7 hari terdapat pada media B2 (Kompos + Molase + Bakteri (Azotobacter dan P flourescents), aplikasi pada percobaan pot diperoleh perlakuan B3 (Kompos + CMC + bakteri (Azotobacter dan P flourescents)   meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman padi metode SRI. Kesimpulan jumlah koloni bakteri tertinggi dari biofertizer pada perlakuan B2, setelah aplikasi pada percobaan pot tidak menjamin memberikan hasil terbaik. Hasil terbaik diperoleh perlakuan B3 meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman pada budiaya padi metode SRI

    RANCANG BANGUN DAN ANALISA ALAT PENGUPAS KOPI

    Get PDF
    Pengupasan kulit kopi sangat berpengaruh pada kualitas kopi yang dihasilkan. Kendala yang dihadapi dalam pengupasan kopi tradisional adalah waktu dan energi yang digunakan terlalu besar. Alat pengupas kopi berfungsi untuk mengupas atau memisahkan kulit kopi dari biji kopi dan diharapkan bisa membantu petani dalam mengupas hasil dengan maksimal dan efektif. Alat pengupas kopi berkapasitas 200 kg/jam. Hasil analisa ekonomi teknik alat pengupas kopi didapat biaya tetap Rp. 1.179.630/tahun, biaya tidak tetap Rp. 16.069/jam, biaya pokok Rp. 82/kg dan Break Event Point (BEP) 1.567 kg/tahun

    PEMANFAATAN KOMPOS KULIT KAKAO UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG

    Get PDF
    Terung (Solanum melongena L.) merupakan sayuran buah yang banyak digemari oleh berbagai kalangan karena cita rasanya yang enak dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan makanan. Terung mempunyai kedudukan cukup penting dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia dan termasuk sayuran komersial yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, bahkan terung merupakan komoditas ekspor yang cukup berarti. Kebutuhan masyarakat akan terung terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan penduduk, tetapi petani belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut.  Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan produksi terung menggunakan kompos kulit kakao.  Kandungan hara kompos yang dibuat dari kulit buah kakao adalah 1,81% N, 26,61% C-organik, 0,31% P2O5, 6,08% K2O, 1,22% CaO, 1,37 % MgO, dan 44,85 cmol/kg KTK. Tujuan Proyek Usaha Mandiri adalah mengoptimalkan produksi tanaman terung dengan menggunakan kompos kulit kakao dan dapat menganalisa kelayakan usaha budidaya tanaman terung dengan potensi pasar di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Proyek Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan September sampai bulan Desember 2015 dengan luas lahan 206 m2.  Teknologi  dalam proyek usaha mandiri ini adalah kompos kulit kakao. Berdasarkan hasil kegiatan Proyek Usaha Mandiri (PUM) didapatkan produksi terung sebanyak 359 kg dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 292.670 untuk luasan 206 m2, R.C ratio 1,36, profitabilitas 36%, BEP harga Rp 2.236/Kg, BEP hasil 259/Kg dan BEP lahan 151 m2 dan usaha ini layak untuk diusahakan. Oleh sebab itu disarankan menggunakan teknologi kompos kulit kakao untuk budidaya tanaman terun

    Desain Program Pendampingan Optimasi Remittance Rumah Tangga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Desa Migran Produktif Mojorejo, Karangmalang, Sragen

    Get PDF
    Mojorejo village is one of the productive migrant villages (DESMIGRATIF) in Indonesia. This study aims to determine the alternative way to increase TKI household productivity of through optimization of remittances and to desain a remittance optimization program in building a constructive financial management for TKI households in Mojorejo Village, Karangmalang, Sragen.  This study uses a descriptive analysis with qualitative and systematic review approach.  Data collection techniques were carried out by review the previous research and empowerement, observation through field survey, interview with informan and secondary data searching.  The results show that the problem on increasing TKI household productivity is unoptimal remittance management and it tends to use for consumptive activities.  Lack of public awareness to allocate remittances for investment and productive business causes the stagnant economic growth and does not lead to economic improvement in the surrounding environment. Therefore, remittance optimization can be done through the community empowerment that focus in four activities, namely financial planning training for TKI households, entrepreneurship training and business plan simulations, training in processing, packaging and marketing of rice rambak crackers, and managing mini tourism object of reservoir and selfies of Kembangan Bersolek in  Mojorejo Village, Karangmalang, Sragen.Desa Mojorejo merupakan salah satu desa migran produktif (DESMIGRATIF) di Indonesia. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif peningkatan produktivitas rumah tangga TKI melalui optimasi remittance dan mendesain program optimasi remittance dalam membangun pola keuangan yang konstruktif pada rumah tangga TKI di Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen. Dalam kajian ini digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan systematic review. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengkaji penelitian dan pemberdayaan sebelumnya, observasi dengan field survey dan wawancara dengan key informan serta penelusuran data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa kendala dalam peningkatan produktivitas rumah tangga TKI ini adalah remittance management yang kurang optimal dan cenderung digunakan untuk kegiatan konsumtif. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengalokasikan remittance kepada investasi dan usaha produktif menyebabkan pertumbuhan ekonomi bersifat stagnant dan tidak membawa perbaikan ekonomi pada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, optimasi remittance dapat dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan empat fokus kegiatan yakni, pelatihan perencanaan keuangan bagi rumah tangga TKI, pelatihan kewirausahaan dan simulasi business plan, pelatihan pengolahan, pengemasan dan pemasaran kerupuk rambak beras, serta pengelolaan mini objek wisata waduk dan swafoto “Kembangan Bersolek” di Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen

    PENGARUH PENGGUNAAN UBI KAYU (Manihot utillisima) DALAM PEMBUATAN KWETIAU

    No full text
    Kwetiau adalah sejenis mi berwarna putih yang berasal dari Tionghoa namun dengan ukuran yang lebih lebar. Mi ini berbahan baku tepung beras, dengan karakteristik tidak kenyal seperti mi biasa dari terigu.  Hal ini  memungkinkan kita untuk mengganti pati dari tepung beras dengan pati dari ubi kayu.  Walaupun demikian penggantian bahan ini diharapkan tidak mengurangi nilai gizi  pada kwetiau yang dihasilkan.  Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk melihat kandungan gizi yang terkandung pada kwetiau yang dihasilkan.  Jumlah ubi kayu yang ditambahkan dimulai dari 0-40%.  Penambahan ubi kayu akan mengurangi penggunaan tepung beras. Pada penelitian ini ada 5 perlakuan dengan 1 kontrol tanpa penambahan ubi kayu dan ulangan 3.  Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan uji lanjutan  Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Pengamatan yang dilakukan adalah uji proksimat.  Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa perlakuan terbaik adalah (D) penambahan ubi kayu 30%

    KAJIAN FENOLOGI BUNGA DAN UJI RESEPTIVITAS STIGMA SERTA MORFOLOGI POLEN ANGGREK KALAJENGKING (Arachnis flosaeris ) DI MAGUWOHARJO, SLEMAN

    No full text
    Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenologi bunga dan uji reseptivitas stigma serta morfologi polen anggrek Kalajengking (Arachnis flosaeris). Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah sebagai salah satu upaya untuk mengetahui waktu persilangan atau penyerbukan yang tepat bagi tanaman anggrek Kalajengking. Penelitian ini dilakukan di KP2 Institut Pertanian STIPER Yogyakarta, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode percobaan yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu fase stadium bunga dari mulai anthesis hingga gugur (hari) dengan unit percobaan sebanyak 20 tanaman. Data yang diperoleh selama pengamatan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif komparatif dengan foto untuk menunjukkan hasil pengamatan fenologi bunga berdasarkan tingkat kesegaran bunga. Data kuantitatif dari parameter jumlah gelembung oksigen pada stigma reseptif dan jumlah morfologi polen dianalisis dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga anggrek Kalajengking yang telah anthesis dapat bertahan selama rentang waktu 21 hari setelah itu apabila bunga tidak mengalami penyerbukan maka akan layu, mengering dan gugur. Waktu bertahannya bunga berlangsung cukup lama, sehingga tahap optimal reseptivitas stigma anggrek Kalajengking terjadi pada saat bunga di stadium H+12 setelah anthesis. Dari data hasil penelitian didapatkan unit morfologi polen amorf lebih banyak dibandingkan dengan unit morfologi polen tetramorf

    TATA RUANG AGROFORESTRY LAHAN KAMPUS II POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH JORONG BATU KABAU NAGARI SITANANG

    No full text
    Land management with an agroforestry system aims to maintain the amount and diversity of land production, so that it has the potential to provide social, economic and environmental benefits (Senoadji, 2012). In the concept of agroforestry spatial planning on campus land II Payakumbuh State Agricultural Polytechnic is quite possible to be implemented by collaborating between current agricultural activities with standing trees (forests) that are beneficial to ecology and sustainability, comforting the surrounding environment. From the results of the study obtained five plant and fisheries species composition in the land of Campus II Payakumbuh State Agricultural Polytechnic, namely estate crops (rubber, sugar cane), fruit trees (guava, matoa, mango, orange), food plants (lowland rice) ), fodder grass (elephant grass) and fisheries (tilapia, tilapia fish and carp). Two agroforestry systems that can be applied for soil and water conservation on the land of Campus II Payakumbuh State Agricultural Polytechnic, namely Agrisilvikultur and Agrosilvofishery, which are respectively: 62,770 M ^ 2 and 12,128 M ^ 2

    Klasterisasi Petani Padi Sawah di Kota Metro Provinsi Lampung Menggunakan Algoritma K-Means Cluster dan Elbow Method

    Get PDF
    Metro City is one of the administrative cities in Lampung province, Indonesia and also one of important rice producing regions in Lampung. Application of intensive agriculture in trend of  declining area, low quality of land and differences of farmers internal characteristics that requires special treatment as solutions. Clustering farmers using the K-Means Cluster algorithm and Elbow Method can be used to facilitate policy makers determine programs and activities must be taken. Results showed that farmers are ideally grouped into 5 clusters (C1, C2, C3, C4 and C5). C1 members having  most family members (4,54 persons). C2 members are the oldest age (68 years old) with longest farming experience (52.00 years) but have lowest formal education (7.67 years), least family members (3.33 person) and lowest total area (0.37 hectare). C3 having highest formal education (14.60 years) and largest paddy fields (0.80 hectare) but don't use any pesticides in paddy cropping management. Whereas farmers in C4 have largest family members helped (2.00 people). Farmers in C5 are the youngest (45.50 years old) and having the shortest experience (29.50 years) but use the most types (4 brands) and amounts of pesticides (400.00 mm.hectare.rotation-1 ) in paddy field management practices in Metro City.  Kota Metro adalah salah satu kota administratif di provinsi Lampung dan juga salah satu daerah penghasil beras terpenting. Permasalahan berupa tren penurunan luas lahan, kualitas tanah yang rendah dan perbedaan karakteristik internal petani padi sawah memerlukan perlakuan khusus sebagai solusi. Klasterisasi petani padi sawah berdasarkan karakteristiknya masing-masing dapat digunakan untuk memfasilitasi pembuat kebijakan menentukan program dan kegiatan yang harus diambil tepat sasaran. Metode Purposive sampling digunakan dan sebanyak 30 orang petani padi sawah dari 5 kecamatan di Kota Metro dengan kriteria tertentu diambil menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara untuk mengetahui karakteristik para responden. Analisis data dilaksanakan teknik tabulasi data dan pengelompokan data menggunakan algoritma K-Means Cluster dan Elbow Method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi sawah di Kota Metro secara ideal dapat dibagi menjadi 5 kelompok (C1, C2, C3, C4 dan C5). Anggota C1 adalah petani padi sawah dengan anggota keluarga terbanyak (4,54 orang). Anggota C2 adalah usia tertua (68 tahun) dengan pengalaman bercocok tanam terpanjang (52,00 tahun) tetapi memiliki pendidikan formal terendah (7,67 tahun), anggota keluarga paling sedikit (3,33 orang) dan total luas terendah (0,37 hektar). C3 memiliki pendidikan formal tertinggi (14,60 tahun) dan sawah terluas (0,80 hektar) tetapi tidak menggunakan pestisida dalam pengelolaan pertanaman padi. Sedangkan petani padi sawah di C4 memiliki anggota keluarga terbesar yang membantu (2,00 orang). Petani padi sawah di C5 adalah yang termuda (45,50 tahun) dan memiliki pengalaman terpendek (29,50 tahun) tetapi menggunakan jenis terbanyak (4 merek) dan jumlah pestisida terbanyak (400,00 mm.hektar.tanam) dalam praktik manajemen sawah di Metro Kota. &nbsp

    PEMERIKSAAN KUALITAS BIJI SEBAGAI FAKTOR KEBERHASILAN PERBANYAKAN ANGGREK PADA PRAKTIKUM MAHASISWA DI LABORATORIUM KULTUR JARINGAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH

    No full text
    Tabur Biji Anggrek adalah salah satu materi praktikum yang diajarkan kepada mahasiswa Budidaya Tanaman Pangan dan Manajemen Pertanian. Masalah yang ditemukan yaitu rendahnya persentase  biji yang berkecambah setelah dilakukan penaburan biji dalam media agar, sehingga media dan bahan lainnya terbuang.  Penelitian ini bertujuan menemukan  solusi untuk meningkatkan keberhasilan perkecambahan biji dan pertumbuhan bibit anggrek yang ditanam secara kultur jaringan dalam praktikum Tabur Biji Anggrek. Penelitian dilakukan di Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh  pada bulan April 2017 sampai September 2019. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap  dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan. Data diambil dari hasil praktikum mahasiswa. Perlakuan A tanaman induk tidak terpelihara baik, tidak ada pemeriksaan kualitas biji, perlakuan B tanaman induk terpelihara, tidak ada pemeriksaan kualitas biji, dan perlakuan C tanaman induk terpelihara baik, 1 bulan sebelum panen dipelihara  dilaboratorium dan dilakukan pemeriksaan kualitas biji dengan mikroskop. Hasil terbaik didapat pada perlakuan C, dengan persentase perkecambahan biji sekitar 90%, setelah 9 bulan disimpan dalam botol kultur planletnya dapat disubkultur dan diaklimatisasi

    KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) NASA DAN TEKNIK APLIKASI TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

    No full text
    Budidaya tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) di wilayah Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang masih terbatas dan belum dibudidayakan secara intensif karena petani belum menggunakan pupuk organik. Pupuk organik dapat diberikan dalam bentuk cair dan perlu diperhatikan konsentrasi serta cara aplikasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan teknik aplikasi yang memberikan hasil tertinggi pada tanaman mentimun serta menganalisis interaksi antara konsentrasi dan teknik aplikasi pupuk organik cair terhadap hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2019 di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, dengan ketinggian tempat 382 m dpl, jenis tanah Latosol dan pH 6,6. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan faktorial (4 x 2) yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga blok. Faktor pertama konsentrasi pupuk organik cair : 0, 2, 4, dan 6 ml/L. Faktor kedua teknik aplikasi pupuk : disemprot dan dikocor. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial dan uji BNT untuk faktor pertama dan uji – t untuk faktor kedua. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair 2 ml/L memberikan hasil tertinggi pada parameter panjang tanaman, berat per buah, panjang buah dan volume buah. Perlakuan teknik aplikasi pupuk organik cair dan interaksi antara konsentrasi dan teknik aplikasi pupuk organik cair memberikan hasil yang berbeda tidak nyata pada semua parameter

    106

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇