Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Analisis Nilai Tambah Produk Aren di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota
Lareh Sago Halaban sub-district is one of the largest Aren producers in Lima Puluh Kota Regency; however, it is famous as Nagari Tuak which sells Aren to produce palm wine. Palm sugar processing is generally carried out into molded sugar, while granulated palm sugar is still limited. This study aimed to analyze the added value of palm sugar products in Lareh Sago Halaban sub-district by comparing the added value of molded sugar with granulated palm sugar products. The research area was determined purposively, 30 molded palm sugar processors and five granulated palm sugar processors as respondents. The study was conducted in November-December 2020. The data were processed using the Hayami method. The added value of molded palm sugar is IDR 960 (the add-value ratio is 26percents), and the added value of granulated palm sugar is IDR 2.452 (the add-value ratio is 46percents). The added value of granulated palm sugar is in the high category (greater than 40percents) and molded sugar is in the medium category (15-40percents). The highest percentage of owner compensation factor of production for molded palm sugar is received by workers (44percents), meanwhile, for granulated palm sugar is obtained by owners of capital (processors if owned by themselves) is percents.Kecamatan Lareh Sago Halaban merupakan salah satu penghasil aren terbesar di Kabupaten Lima Puluh Kota, namun, dikenal sebagai Nagari Tuak yang menjual aren dalam bentuk air aren. Pengolahan aren umumnya dilakukan menjadi gula cetak, sedangkan gula semut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah produk olahan aren di Kecamatan Lareh Sago Halaban dengan membandingkan nilai tambah produk gula aren cetak dengan produk gula semut. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan responden 30 orang pengolah gula aren cetak dan 5 orang pengolah gula semut. Pengambilan data dilakukan pada bulan November-Desember 2020. Metode analisis data yang digunakan adalah metode Hayami. Nilai tambah produk gula semut Rp 2.452,- dengan rasio nilai tambah sebesar 46%; sedangkan gula aren cetak memiliki nilai tambah sebesar Rp 960,- dengan rasio 26%. Nilai tambah gula semut tergolong tinggi (> 40%). Persentase terbesar balas jasa faktor produksi untuk pengolahan gula cetak diterima oleh tenaga kerja dengan pendapatan 44%, sedangkan balas jasa faktor produksi pengolahan gula semut lebih dinikmati oleh pemilik modal (pengolah jika modal milik sendiri) sebesar 41%
RESPON PERTUMBUHAN IN-VITRO KECAMBAH TEMBAKAU (Nicotiana tabacum) VARIETAS KEMLOKO TERHADAP PEMBERIAN NANOSILIKA PADI DAN PASIR
Modifikasi komposisi media kultur perlu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan in-vitro tanaman. Silika (Si) merupakan mineral yang ditambahkan dalam media kultur dengan pertimbangan akan meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman abiotik sehingga akan diperoleh bahan tanam dengan daya hidup yang tinggi pada tahap aklimatisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tembakau (Nicotiana tabacum) yang ditumbuhkan pada media kultur dengan penambahan nanosilika padi dan pasir (silika dalam ukuran nano yang bersumber dari bahan baku sekam padi dan butir pasir). Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan INSTIPER Yogyakarta, pada bulan Februari sampai Juni 2019. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah jenis nanosilika (padi dan pasir) dan faktor kedua adalah konsentrasi nanosilika (0g, 0,06g, 0,12g, 0,18g, 0,24g), masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap unit percobaan terdiri atas 5 bibit tembakau. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, dan berat segar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan DMRT dengan jenjang nyata 5% untuk menganalisis dosis nanosilika terbaik, serta digunakan uji t untuk analisis macam nanosilika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit tembakau mampu tumbuh optimal pada media kultur dengan penambahan nanosilika sebesar 0,06 g/L. Nanosilika padi dan pasir menunjukkan pengaruh yang berbeda, yaitu nanosilika padi mempengaruhi penambahan tinggi sedangkan nanosilika pasir mempengaruhi berat segar bibit
EFEK RESIDU BIOCHAR SEKAM DAN KOMPOS JERAMI PADI SEBAGAI BAHAN PEMBENAH TANAH PADA MUSIM TANAM KEDUA TERHADAP PERTUMBUHAN PADI DI ULTISOL
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek residu biochar sekam dan kompos jerami terhadap pertumbuhan tanaman padi di Ultisol pada musim tanam kedua. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Abang Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian disusun dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu (1) 0 % Biochar sekam + 0 % Kompos jerami padi, (2) 100 % Biochar sekam + 0 % Kompos jerami padi, (3) 75 % Biochar sekam + 25 % Kompos jerami padi, (4) 50 % Biochar sekam + 50 % Kompos jerami padi dan (5) 25 % Biochar sekam + 75 % Kompos jerami padi. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian disidik ragam dengan uji F dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT taraf nyata 5 %. Dari penelitian diperoleh bahwa adanya pengaruh dari residu biochar sekam dan kompos jerami padi terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan tanaman padi. Residu terbaik dengan komposisi 75 % Biochar sekam + 25 % Kompos jerami padi karena mampu mempengaruhi nilai pH, N-total dan P-total paling tinggi serta menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun paling baik
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI MORFOLGI HANJELI (Coix lacryma-jobi L) DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Hanjeli (Coix lacryma –jobi L) adalah tanaman serealia yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan dan pakan. Penelitian eksplorasi dan karakterisasi hanjeli bertujuan untuk mendapatkan informasi karakter fenotipik hanjeli di Kabupaten Limapuluh Kota sebagai data awal dan untuk pelestarian plasma nutfah hanjeli. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2016, diawali dengan eksplorasi dan dilanjutkan dengan karakterisasi morfologi hanjeli. Data dari setiap sampel dianalisis secara statistik kemudian dibandingkan dengan sampel lainnya. Data morfologi ditampilkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pada 74 aksesi yang diperoleh dari delapan kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki bentuk batang bulat dengan permukaan licin dan arah tumbuh tegak, daun tanaman hanjeli merupakan daun lengkap, bunga hanjeli merupakan bunga sempurna tidak lengkap karena tidak memiliki bagian calix dan carolla
STRATEGI RETAIL MIX DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN BERBELANJA PADA PASAR MODEREN DI KOTA PAYAKUMBUH
Perkembangan pasar moderen di Kota Payakumbuh tidak terlepas dari respon konsumen yang tinggi, walaupun demikian peran strategi retail mix yang di laksanakan oleh manajemen masing-masing pasar moderen dapat menentukan keberlangsungan usaha tersebut, maka penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk berbelanja di pasar moderen dengan variabel bebas yaitu: location (X1), marcandise assortments (X2), pricing (X3), costomer service (X4), store design and display (X5), dan communication mix (X6). Uji instrumen penelitian menggunakan 30 responden, dari uji Validitas didapatkan 1 item tidak valid (LKS-2 pada variabel X1) maka dikeluarkan dan uji realibilitas didapatkan nilai cronbach's alpha sebesar 0,953, maka instrumen penelitian dianggap realib karena nilainya lebih besar dari 0,60. dari hasil uji instrumen ini maka penelitian ini dapat menggunakan instrumen ini pada kondisi yang sebenarnya sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis dari 118 responden didapatkan bahwa koefisien determinasi sebesar 51,4%, sedangkan uji hipotesis didapatkan 4 variabel tidak signifikasn yaitu location (X1), marcandise assortments (X2), pricing (X3), costomer service (X4). kemudian dua variabel signifikan yaitu store design and display (X5), dan communication mix (X6). signifikan. Rekomendasi responden untuk memilih minimarket juga terpengaruhi oleh bentuk dan layout minimatket yang memberikan kenyamanan dan tampilan beserta promisi yang dilakukan oleh minimarket berupa plang merek dan iklan-iklan yang dibuat minimarket
PENGARUH PENGGUNAAN ZPT ALAMI DAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN DELIMA (Punica granatum L.)
Delima (Punica granatum L.) adalah tanaman yang berasal dari Persia (Iran), Afganistan dan wilayah pegunungan Himalaya yang biasa dimanfaatkan sebagai tanaman pekarangan dan obat-obatan, dimana buahnya mengandung berbagai nutrisi dan vitamin yang dimanfaatkan untuk kesehatan dan berbagai jenis penyakit. Perbanyakan vegetatif stek tanaman delima dilakukan untuk menyediakan bibit tanaman dalam jumlah yang lebih banyak dan dalam waktu yang singkat serta memiliki sifat yang sama seperti induknya. Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diberikan berperan dalam mengatur percepatan pertumbuhan stek dengan kandungan auksin dan sitokinin. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk: mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis ZPT terhadap pertumbuhan stek tanaman delima, mendapatkan jenis ZPT yang terbaik terhadap pertumbuhan stek tanaman delima. Percobaan tugas akhir ini dilakukan pada tanggal 24 Februari sampai 11 April 2020 di kebun percobaan UPTD BBI PPH SUMBAR. Parameter yang diamati dari percobaan ini: persentase tumbuh (%), jumlah tunas, panjang akar dan jumlah akar. Hasil dari percobaan ini adalah persensate tumbuh yang baik terdapat pada perlakuan buah pisang dan rapid root yaitu 80%, jumlah tunas terbanyak pada perlakuan buah pisang 2,6 tunas, panjang akar yang terpanjang pada perlakuan air kelapa 1,4 cm, jumlah akar terbanyak pada perlakuan air kelapa 6 akar. Kesimpulan dari perbanyakan ini adalah Penggunaan berbagai jenis ZPT memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan stek delima, penggunaan ZPT buah pisang memiliki hasil yang baik pada persentase tumbuh dan jumlah tunas. ZPT air kelapa memiliki hasil yang baik untuk panjang dan jumlah akar yang diamati hingga 5 minggu setelah tanam. Berdasarkan kesimpulan disarankan untuk menggunakan ZPT rapid root.Delima (Punica granatum L.) adalah tanaman yang berasal dari Persia (Iran), Afganistan dan wilayah pegunungan Himalaya yang biasa dimanfaatkan sebagai tanaman pekarangan dan obat-obatan, dimana buahnya mengandung berbagai nutrisi dan vitamin yang dimanfaatkan untuk kesehatan dan berbagai jenis penyakit. Perbanyakan vegetatif stek tanaman delima dilakukan untuk menyediakan bibit tanaman dalam jumlah yang lebih banyak dan dalam waktu yang singkat serta memiliki sifat yang sama seperti induknya. Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diberikan berperan dalam mengatur percepatan pertumbuhan stek dengan kandungan auksin dan sitokinin. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk: mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis ZPT terhadap pertumbuhan stek tanaman delima, mendapatkan jenis ZPT yang terbaik terhadap pertumbuhan stek tanaman delima. Percobaan tugas akhir ini dilakukan pada tanggal 24 Februari sampai 11 April 2020 di kebun percobaan UPTD BBI PPH SUMBAR. Parameter yang diamati dari percobaan ini: persentase tumbuh (%), jumlah tunas, panjang akar dan jumlah akar. Hasil dari percobaan ini adalah persensate tumbuh yang baik terdapat pada perlakuan buah pisang dan rapid root yaitu 80%, jumlah tunas terbanyak pada perlakuan buah pisang 2,6 tunas, panjang akar yang terpanjang pada perlakuan air kelapa 1,4 cm, jumlah akar terbanyak pada perlakuan air kelapa 6 akar. Kesimpulan dari perbanyakan ini adalah Penggunaan berbagai jenis ZPT memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan stek delima, penggunaan ZPT buah pisang memiliki hasil yang baik pada persentase tumbuh dan jumlah tunas. ZPT air kelapa memiliki hasil yang baik untuk panjang dan jumlah akar yang diamati hingga 5 minggu setelah tanam. Berdasarkan kesimpulan disarankan untuk menggunakan ZPT rapid root
PENERAPAN BEBERAPA SISTEM TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.)
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan penerapan sistem tanam padi konvensional, padi tanam sebatang (PTS), sistem tanam jajar legowo 2:1, dan sistem tanam hazton. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 satuan percobaan, setiap satuan percobaan terdiri dari 5 sampel.Perlakuan terdiri dari: A = Kontrol (sistem tanam konvensional), B = Sistem Tanam Padi Tanam Sebatang (PTS), C = Sistem Tanam Jajar Legowo 2:1, dan D = Sistem Tanam Teknologi Hazton. Hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan uji F dari hasil analisa bila F hitung 5% > F tabel 5% dilanjutkan dengan uji Duncans New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman, jumlah anakan total, dan jumlah anakan produktif) dan pertumbuhan generatif (Panjang malai, berat 1000 bulir, dan hasil gabah basah panen per ha). Hasil penelitian yang didapatkan dari keempat sistem tanam yang diterapkan, penanaman dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 dan PTS memberikan hasil tertinggi terhadap tinggi tanaman, pembentukan jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan hasil gabah basah panen per ha. Hasil gabah basah panen per ha pada sistem tanam jajae legowo 2:1 adalah sebesar 15,60 ton dan PTS sebesar 12,60 ton
PENGARUH DOSIS PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.)
Sawi hijau (Brassica juncea L.) adalah salah satu jenis tanaman hortikultura yang cukup populer dan banyak dikonsumsi masyarakat. Sawi hijau memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan cocok untuk dikembangkan didaerah subtropis maupun tropis. Kendala yang sering ditemukan dalam budidaya tanaman sawi adalah hama dan penyakit tanaman serta kesuburan tanah. Penggunaan pupuk anorganik dalam jangka panjang dapat mengakibatkan tanah mengeras, kurang mampu menyimpan air dan menurunkan pH tanah yang pada akhirnya akan menurunkan hasil produksi tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan pupuk organik, seperti pupuk guano. Pupuk guano adalah pupuk yang berasal dari kotoran kelelawar dan sudah mengendap lama di dalam gua dan telah bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. Pupuk guano ini mengandung Nitrogen, Fosfor dan Kalium yang sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar, memperkuat batang tanaman, serta mengandung semua unsur mikro yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penggunaan pupuk guano ini yaitu : mengetahui pengaruh dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau serta mendapatkan dosis pupuk guano terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau. Artikel ini disusun berdasarkan studi literatur . Berdasarkan hasil studi literatur pupuk guano berpengaruh baik dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau, terlihat pada parameter jumlah helai daun, dan produksi tanaman. Pemberian pupuk guano dosis 600 g/m2 menunjukkan hasil tertinggi untuk semua parameter pengamatan, Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau diajurkan menggunakan pupuk guano dengan dosis 600 g/m2.Sawi hijau (Brassica juncea L.) adalah salah satu jenis tanaman hortikultura yang cukup populer dan banyak dikonsumsi masyarakat. Sawi hijau merupakan tanaman dari keluarga Brassicaceae yang cukup diminati karena mengandung protein, lemak, Ca, P, Fe, Vitamin A, B, C, E dan K. Sawi hijau memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan cocok untuk dikembangkan didaerah subtropis maupun tropis. Kendala yang sering ditemukan dalam budidaya tanaman sawi adalah hama dan penyakit tanaman serta kesuburan tanah. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat sangat mengandalkan penggunaan pupuk anorganik. Pupuk merupakan salah satu sumber nutrisi utama yang diberikan pada tumbuhan. Namun, penggunaan pupuk anorganik dalam jangka panjang dapat mengakibatkan tanah mengeras, kurang mampu menyimpan air dan menurunkan pH tanah yang pada akhirnya akan menurunkan hasil produksi tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan pupuk organik, seperti pupuk guano. Pupuk guano adalah pupuk yang berasal dari kotoran kelelawar dan sudah mengendap lama di dalam gua dan telah bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. Pupuk guano ini mengandung Nitrogen, Fosfor dan Kalium yang sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar, memperkuat batang tanaman, serta mengandung semua unsur mikro yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penggunaan pupuk guano ini yaitu : Mengetahui pengaruh dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau, Mendapatkan dosis pupuk guano terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau.
Laporan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan studi literatur yang dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2020 dengan judul “Pengaruh Dosis Pupuk Guano Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.). Studi literatur ini dilakukan di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Berdasarkan hasil studi literatur pupuk guano berpengaruh baik dan dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau, terlihat pada parameter jumlah helai daun, dan produksi tanaman. Pemberian pupuk guano dosis 600 g/m2 menunjukkan hasil tertinggi untuk semua parameter pengamatan, Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau diajurkan menggunakan pupuk guano dengan dosis 600 g/m2
INVENTARISASI PENYAKIT TANAMAN PADI DI SEKITAR POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
Penyakit tanaman merupakan salah satu faktor penghambat untuk meningkatkan produksi tanaman. Hal ini juga menurunkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman dan menyebabkan penurunan pendapatan petani, bahkan menyebabkan kehilangan hasil. Pengendalian penyakit tanaman harus dilakukan dengan tepat agar tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan input yang rendah pula. Oleh karena itu, petani harus mengidentifikasi dan memastikan tingkat keparahan penyakit tanaman sebelum melakukan pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah inventarisasi penyakit tanaman padi di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Metode purposive sampling dan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian, beberapa penyakit yang ditemukan di lahan sawah yaitu bercak coklat (Helminthosporium oryzae), bercak coklat sempit (Cercospora oryzae), blas (Pyricularia grisea), hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae), dan smut (Ustilagonoidea virens)
TEKNIK PENGGUNAAN PUPUK METODE TEMPEL MISEL ORGANIK-ANORGANIK PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DENGAN PENGUJIAN BERBAGAI DOSIS DI ZONA AKAR: inkubasi, kacang hijau, kompos, misel, organik-anorganik
Penggunaan pupuk yang tepat gunan dan efisien memerlukan teknik sederhana yaitu metode tempel misel organik-anorganik dengan proses inkubasi. Metode ini sudah terbukti pada praktek penanaman padi metode SRI (the Sistem of Rice Intensification) pada sawah bukaan baru. Pembuktian untuk tanaman kacang hijau sangat diperlukan sebagai karakter tanaman berumur pendek pada jenis leguminosa. Fungsi tanaman kacang hijau tidak dapat diragukan apalagi pada kondisi pandemic Covid-19 saat ini, karena ada kandungan asam amino Lysine yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus. Metode tempel misel organik-anorganik berasal dari hasil kompos dalam hal ini kompos asal feses sapi melalui inkubasi 21 hari. Pembuatan 1 t.ha-1 pupuk diperlukan 80% kompos, 20% tanah lempung berliat, dan berturut-turut Urea, SP-36 dan KCl sebanyak 15, 12.5, dan 7.5 kg. Perlakuan dosis pupuk di zona akar berturut-turut 0, 1, 2, 3 dan 4 t.ha-1 dengan pengulangan sebanyak 4 kali dalam media tanam polibag 6 kg tanah Ultisol. Pengujian dapat memberikan informasi bahwa (1) berbagai dosis pupuk metode tempel organik-anorganik mampu meningkatkan pertumbuhan dan komponen hasil tanaman kacang hijau, (2) penggunaan dosis pupuk 2 t.ha-1 menunjukkan hasil terbaik terhadap pertumbuhan tanaman, komponen hasil dan hasil biji kacang hjau, dan (3) penggunaan dosis pupuk metode tempel organik-anorganik berlebihan sebesar 3-4 t.ha-1 cenderung melambatkan waktu berbunga termasuk penundaan waktu panen, meningkatkan tinggi tanaman dan bahkan menurunkan hasil biji. Karena pengujian ini pada skala pot terbatas, maka disarankan untuk penerapannya di lapangan pada luasan tertentu (125 m2