Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
Not a member yet
    265 research outputs found

    Faktor Risiko Kejadian Mastitis pada Kambing Peranakan Etawah (PE) di Kelompok Ternak Tirto, Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta: The Risk Factor for Mastitis in Peranakan Etawah (PE) Goat at Tirto Farmer Group, Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta

    No full text
    Kelompok Ternak Tirto merupakan salah satu peternakan kambing Peranakan Etawah (PE) yang cukup besar dan berada di wilayah Kulonprogo, Yogyakarta. Kambing Peranakan Etawah dikembangbiakkan untuk produksi susu. Intra Mammary Infection (IMI) atau mastitis, khususnya mastitis subklinis, merupakan salah satu penyakit yang menurunkan produksi susu kambing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya mastitis subklinis pada kambing PE di Kelompok Ternak Tirto tersebut. Data faktor risiko dikumpulkan menggunakan kuesioner. Metode kuesioner berupa wawancara langsung kepada 19 peternak anggota kelompok ternak ini dan observasi pada saat dilakukan kegiatan pemerahan. Faktor risiko pada kambing PE ditentukan dengan menggunakan odds ratio (OR). Faktor risiko yang berhubungan positif dengan mastitis subklinis pada kambing PE kelompok tani Tirto di Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta adalah kebersihan kandang (OR = 1,2) dan pembersihan ambing (OR = 8,6), sedangkan faktor risiko lainnya adalah asosiasi negatif

    Review POTENSI PEMANFAATAN BIOCHAR UNTUK MEREMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG DI INDONESIA

    No full text
    Aktivitas penambangan di lahan produktif pertanian yang dilakukan masyarakat dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, diantaranya limbah yang dihasilkan oleh aktivitas penambangan menyebabkan tanah di areal sekitar penambangan mengandung logam berat dan peningkatan degradsasi lahan. Untuk itu, perlu dilakukannya upaya remediasi lahan bekas tambang untuk memulihkan kontaminasi logam berat serta memperbaiki sifat tanah bekas tambang agar produktif kembali. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi biochar dalam upaya meremediasi lahan bekas tambang.  Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode studi pustaka dan metode analisa data yang gunakan pada literature review yaitu simplified approach. Hasil studi pustaka dari beberapa jurnal dan artikel mengungkapkan bahwa aplikasi biochar telah banyak dimanfaatkan dan memberi pengaruh yang nyata dalam menurunkan mobilitas dan ketersediaan logam berat pada tanah dan tanaman dengan berbagai mekanisme. Dan yang tak kalah penting, sebagian besar peneliti saat ini telah menunjukkan bahwa biochar merupakan inovasi terbarukan dan berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah bekas tambang hingga pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan dan prduktivitas tanaman. Dapat disimpulkan bahwa temuan peneliti-peneliti tersebut membuktikan bahwa inovasi amelioran biochar sangat menjanjikan dan bermanfaat untuk masa depan dalam meremediasi lahan bekas tambang guna mengurangi luas lahan terdegradasi dan mewujudkan keberlanjutan ketahanan pangan di Indonesia

    PENGARUH DOSIS DAN UMUR SIMPAN PUPUK ORGANO-KOMPLEKS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI METODE SRI (The System of Rice Intensification)

    No full text
    Sawah yang baru dibuka memiliki sifat fisik yang buruk dan status hara rendah, disamping gangguan Fe2+ terlarut yang tinggi pada zona perakaran apabila tergenang, sehingga dalam kurun waktu 5-10 tahun belum dapat normal dan hasil selalu rendah yaitu 1,0-2,5 t/ha dan menyebabkan kebutuhan pupuk lebih besar. Pupuk Organo-Kompleks (OK) dapat menjawab kondisi tersebut dan tidak memerlukan waktu 5-10 tahun. Karakteristik pupuk OK diuji dalam dosis dan umur simpan terhadap pertumbuhan dan produksi padi metode SRI. Penelitian dilaksanakan bulan Juni 2019 sampai bulan November 2019 di rumah plastik. Pengujian secara faktorial, faktor pertama dosis OK (A1 = 10 t/ha dan A2 = 20 t/ha) dan faktor kedua umur simpan OK, B1= maksimum 1 bulan; B2= 6 bulan dan B3= 12 bulan dengan kombinasi A1B1; A1B2; A1B3; A2B1; A2B2; dan A2B3 (4 ulangan), data pengamatan dianalisis dengan pengolah data Statistic-8 dan dengan uji lanjut BNT 5%. Peningkatan dosis OK 2x lipat (20 t/ha) dapat meningkatkan pertumbuhan (tinggi tanaman dan bobot jerami), komponen hasil (jumlah malai/rumpun, jumlah biji/malai, bobot 1000 biji, dan persentase gabah bernas) dan hasil gabah. Penyimpanan pupuk OK mampu bertahan hingga 6 bulan dan seterusnya berdampak terhadap penurunan potensinya pada tanaman. Peningkatan dosis OK tidak menaikkan hasil pada lama simpan di atas 6 bulan

    KARAKTERISTIK MORFOLOGI PLASMA NUTFAH SORGUM DARI BEBERAPA DAERAH POTENSIAL SUMATERA BARAT: morfologi, plasma nutfah, sorghum, varietas

    No full text
    Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) is a cereal plant that has the potential to be cultivated and developed as a source of carbohydrates. The research objective was to identify the morphology and varieties of sorghum plants from several potential areas of West Sumatra, such as Limapuluh Kota Regency, Payakumbuh City, and Sijunjung Regency be used as a source of germplasm. The research was carried out in Limapuluh Kota District, Payakumbuh City, and Sijunjung Regency for six months starting from June-November 2020. The research was carried out with stages beginning with a survey of the location of sorghum planting, identification of plant morphological characteristics, identification of varieties/cultivars/lines, and collection of germplasm sources. Observations were made on the morphological characteristics of plants in the vegetative and generative phases based on the sorghum plant description book. The results showed differences between morphological features in the field and existing descriptions in terms of plant properties, plant height, leaf color, leaf bone, panicle density, panicle shape, panicle length starting from the neck of the panicle, shape, and color of the neck of the panicle

    Analisis Hubungan Karakteristik Individu dengan Jaringan Komunikasi Petani Karet Pola Swadaya di Desa Lubuk Terentang

    Get PDF
    The purpose of this study is to describe the characteristics of individual rubber farmer self-help pattern in Lubuk Terentang Village and analyze the relationship between individual characteristics of farmers with communication networks in spreading farming information. Gunung Toar is a district famous for its rubber plantations which can be seen from the consistency of its farmers in producing and marketing their products through rubber auctions. most related to the communication network of farmers formed in the progress of rubber farming in the Lubuk Terentang Village. This research was conducted using snowball sampling to find the actors involved. Furthermore, the actors involved are measured by three communication network indicators namely local centrality, global centrality and togetherness. The next, individual characteristics are tested with Spearman Rank correlation. The results of this study describe the age of farmers in the category of capable and educated, have family dependents and experienced in difficult fields, land area and the level of moderate category of cosmopolitan. While the intensity of counseling, the accuracy of extension channels and the number of sources of information are in the high category. The characteristics of individual farmers who have a relationship with communication network indicators are age, education, family responsibilities, farming experience, land area, cosmopolitanism, intensity of counseling, accuracy of extension channels, and the number of sources of information.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik individu petani karet pola swadaya di Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau serta menganalisis hubungan antara karakteristik individu petani dengan jaringan komunikasi dalam menyebarkan informasi usahatani. Kecamatan Gunung Toar merupakan satu kecamatan yang terkenal dengan perkebunan karetnya yang potensial dilihat dari kekonsistenan petaninya dalam berproduksi dan memasarkan hasil produksinya melalui lelang karet, Desa Lubuk Terentang adalah desa yang memiliki gapoktan terbaik di kecamatan tersebut sehingga dari kemajuan desa tersebut perlu dilakukan penelitian karakteristik individu yang paling berhubungan dengan jaringan komunikasi petani yang terbentuk dalam kemajuan pertanian karet di Desa Lubuk Terentang Tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengambilan sampel menggunakan snowball sampling untuk mencari aktor yang telibat, selanjutnya aktor-aktor yang terlibat diukur dengan tiga indikator jaringan komunikasi yaitu sentralitas lokal, sertralias global dan kebersamaan. Selanjutnya karakteristik petani diuji dengan menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan bahwa umur petani umumnya berada pada kategori produktif dan berpendidikan, memiliki tanggungan keluarga serta berpengalaman dalam berusahatani, luas lahan serta tingkat kekosmopolitan kategori sedang. Sedangkan intensitas penyuluhan, ketepatan saluran penyuluhan dan jumlah sumber informasi berada pada kategori tinggi. Adapun karakteristik individu petani yang memiliki hubungan dengan indikator jaringan komunikasi yaitu umur, pendidikan, tanggungan keluarga, pengalaman usahatani, luas lahan, kekosmopolitan, intensitas penyuluhan, ketepatan saluran penyuluhan dan jumlah sumber informasi

    KONDISI PENYIMPANAN BERBAGAI PRODUK HORTIKULTURA DENGAN PENDINGINAN

    No full text
    Pendinginan adalah suatu metode pasca panen komoditas sayur dan buah, untuk menahan atau mengurangi kejadia pembusukan produk hortikultura tersebut. Penyimpanan dingin mempunyai pengaruh terhadap bahan yang didinginkan seperti kehilangan berat, kegagalan untuk matang, dan kebusukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan “kondisi produk hortikultura (alpukat, apel, jeruk, mangga, pisang, tomat) pada metode penyimpanan suhu rendah dan suhu ruang”. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Hortikultura Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dari tanggal 14-21 Desember 2021.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hortikultura yang disimpan dalam suhu dingin hanya sedikit mengalami kehilangan berat dan tidak terjadi kebusukan, sedangkan produk hortikultura yang disimpan dalam suhu ruangan mengalami susut bobot yang cukup banyak dan mengalami kelayuan dan kebusukan setelah seminggu disimpan.Pendinginan adalah suatu cara untuk penanganan sayur dan buah, karena dapat menahan atau mengurangi penyebab-penyebab pembusukan. Penyimpanan dingin mempunyai pengaruh terhadap bahan yang didinginkan seperti kehilangan berat, kegagalan untuk matang, dan kebusukan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian “Kondisi Penyimpanan Berbagai Produk Hortikultura Dengan Pendinginan”. Penelitian ini telah dilakukan di Labor Hortikultura Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dari tanggal 14-21 Desember 2021.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, produk hortikultura yang disimpan dalam suhu dingin hanya sedikit mengalami kehilangan berat dan tidak terjadi kebusukan, sedangkan produk hortikultura yang disimpan dalam suhu ruangan mengalami susut bobot yang cukup banyak dan mengalami kelayuan dan kebusukan setelah 1 Minggu disimpan.   &nbsp

    Status Kerbau Lokal Di Kecamatan Waeapo Berdasarkan Struktur Populasi dan Laju Silang Dalam: The Status of Local Buffalo in District Waeapo Based on Population Structure and Inbreeding Rate

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status populasi kerbau lokal didasarkan pada struktur populasi dan laju silang dalam per generasi. Survey dilakukan pada dua desa yang masih memelihara kerbau di Kecamatan Waeapo, dan pengambilan data dengan metode sensus terhadap semua peternak kerbau. Variabel yang diamati meliputi struktur populasi, populasi aktual, populasi efektif dan laju silang dalam per generasi. Hasil penelitian menunjukkan populasi kerbau yang terdapat di Kecamatan Waeapo sebanyak 374 ekor dengan komposisi berikut anak jantan 8,56% ; anak betina 7,49% (1,14 : 1), muda jantan 11,5% ; muda betina 10,96% (1,05 : 1), dan dewasa jantan 18,72% ; dewasa betina 42,78% (1 : 2,29). Ukuran populasi aktual kerbau lokal adalah 230 ekor, dengan ukuran populasi efektif sebesar 194 ekor. Laju silang dalam (inbreeding) per generasi adalah 0,26%. Mengindikasikan bahwa belum terjadinya tekanan silang

    Fermentasi Litter Broiler dengan Lama Inkubasi yang Berbeda dan Pengaruhnya terhadap Produksi Protein Total dan Kecernaan Protein secara In-Vitro: Broiler Litter Fermentation with Different Incubation Time and Its Effect on Total Protein Production and Protein Digestbility In-Vitro

    No full text
    Litter broiler dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ruminansia karena kandungan nutrien yang masih baik. Penelitian bertujuan mengkaji produksi protein total dan kecernaan protein dari litter broiler fermentasi dengan lama inkubasi yang berbeda secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 4 perlakuan  dan 4 ulangan. Perlakuan lama inkubasi adalah T0 = fermentasi 0 minggu (0 hari), T1 = fermentasi 3 minggu (21 hari), T2 = fermentasi 6 minggu (42 hari), dan T3 = fermentasi 9 minggu (63 hari). Parameter penelitian meliputi produksi protein total dan kecernaan protein litter broiler. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan lama fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh berbeda nyata (p kecil dari 0,05) terhadap produksi protein total dan kecernaan protein kasar. Produksi protein total litter broiler berturut-urut T0, T1, T2, dan T3 adalah 666 mg/g, 822 mg/g, 914 mg/g, dan 934 mg/g. Kecernaan protein litter broiler berturut-urut T0, T1, T2, dan T3 adalah 47%, 51,3%, 53,2% dan 53%. Kesimpulan dari penelitian adalah semakin lama inkubasi litter broiler fermentasi meningkatkan produksi protein total dan kecernaan protein. Fermentasi litter broiler terbaik pada lama inkubasi 6 minggu

    Analisis Daya Saing dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ekspor Nenas Indonesia

    No full text
    Pineapple is one of the leading commodities of the Indonesian horticultural sub-sector which has been known around the world and has the potential to be used as a mainstay export commodity in international trade. This research aims to analyze the competitiveness and factors that affect Indonesian pineapple exports in the international market. The analytical methods used are quantitative methods, namely estimation of competitiveness and factors that affect Indonesia's pineapple exports in several destination countries using Export Product Dynamic (EPD), multiple linear regression analysis, and classic assumption deviation tests. Indonesia's pineapple export destinations are Bahrain, Japan, Kuwait, Qatar, Singapore, and United Arab Emirates. Based on the estimated export product dynamic index (EPD) shows that the Indonesian pineapple export destination market position has strong competitiveness and occupies a Rising Star position so that it can continue to maintain its marketing, then occupy the position of Retreat then not potentially export due to the decrease in export share and declining export demand compared to competitive countries, namely Thailand and the Philippines. Then, based on the estimated multiple linear regression it is shown that Indonesian pineapple price to US dolar has a significant effect on Indonesian pineapple export volume, while Indonesian pineapple productivity and Indonesian pineapple export value have no significant effect on Indonesian pineapple export volume.Nenas merupakan salah satu komoditas unggulan sub sektor hortikultura Indonesia yang telah dikenal di seluruh dunia dan sangat potensial untuk dijadikan sebagai komoditas andalan ekspor dalam perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor nenas Indonesia di pasar internasional. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data time series selama 6 tahun yaitu dari tahun 2013 sampai tahun 2018. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif, yaitu estimasi daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor nenas Indonesia di beberapa negara tujuan menggunakan Export Product Dynamic (EPD), analisis regresi linier berganda, dan uji penyimpangan asumsi klasik. Adapun negara tujuan ekspor nenas Indonesia, yaitu: Bahrain, Jepang, Kuwait, Qatar, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Berdasarkan hasil estimasi indeks Export Product Dynamic (EPD) menunjukkan bahwa posisi pasar tujuan ekspor nenas Indonesia memiliki daya saing yang kuat dan menempati posisi Rising Star, sehingga dapat terus dipertahankan pemasarannya, kemudian menempati posisi Retreat maka tidak berpotensi ekspor karena terjadinya penurunan pangsa ekspor dan permintaan ekspor yang menurun dibandingkan dengan negara daya saing, yaitu Thailand dan Filipina dan berdasarkan hasil estimasi regresi linier berganda menunjukkan bahwa harga nenas Indonesia terhadap US$ berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor nenas Indonesia, sedangkan produktivitas nenas Indonesia dan nilai ekspor nenas Indonesia tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor nenas Indonesia

    Analysis of Production Factors Influences of Pineapple Farming in Kualu Nenas Village Tambang Sub-District, Kampar Regency

    No full text
    Kualu Nenas Village is a center of pineapple production in Tambang District, Kampar Regency. Pineapple production and productivity for the last seven years in Tambang District were fluctuating and decreasing every year. Pineapple farming is the main source of income in the village and has not been managed properly by using its production factors. This study aims to describe the performance of pineapple cultivation by farmers and to analyze the effect of the number of production factors on pineapple productivity. This research was conducted in Kuala Nenas Village. The method of analysis using descriptive statistics and multiple linear regression analysis. The data used is time-series data in the form of cross-section data from pineapple production data in Kualu Nenas Village for a period of four months, starting from November 2019 to February 2020 from direct interviews with 35 farmers using the purposive sampling method. The results of the study conclude that the management of pineapple cultivation at of loosening the soil, weeding, controlling pests and diseases, fertilizing, giving ethrel, thinning tillers, and harvesting activities. The results of the analysis show that the variation in the total productivity of each farmer is 86,20percents due to differences in the use of production factors per hectare. Of the seven production factors that are thought to affect the productivity of the pineapple, only three production factors have a statistically significant effect, namely the use of pineapple staple population with a production elasticity of 0,398percents, the labor usage with a production elasticity of 0,325percents and the use of amount ethrel with a production elasticity of 0,103percents. While, four factors production which did not significantly influence the productivity of pineapples namely the amount of KCL fertilizer, urea fertilizer, ash fertilizer, and ZA fertilizer because the elasticity of production is less than 1 percent. The Return to Scale (RTS) condition of the business is in the Decreasing Return to Scale (DRS) condition with a value of 0,885

    106

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal :: Agricultural State Polytechnic of Payakumbuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇