E-Jurnal Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Not a member yet
2536 research outputs found
Sort by
Perlindungan Hukum Atas Merek Produk UMKM Di Indonesia : Studi Kasus Desa Kedung Pengawas Babelan
Perlindungan produk UMKM meliputi kekayaan materiil dan immateriil, khususnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti merek yang berfungsi sebagai identitas produk. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 mengatur perlindungan merek, memberikan hak eksklusif kepada pemilik untuk mencegah peniruan dan penyalahgunaan. Penyuluhan hukum di Desa Kedung Pengawas, Bekasi, dilakukan secara tatap muka untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pendaftaran merek, proses, biaya, serta sanksi hukum bagi pelanggar. Metode ceramah dan diskusi efektif meningkatkan kesadaran peserta. Perlindungan merek penting untuk menjaga identitas produk, memberikan kepastian hukum, dan meningkatkan daya saing UMKM. Kegiatan ini diharapkan mendorong peningkatan pendaftaran merek, perlindungan hukum yang kuat, dan pengembangan usaha UMKM yang berkelanjutan
Pemberdayaan Potensi Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Kecamatan Rancabali
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai wadah melakukan pemberdayaan potensi masyarakat dalam mengelola objek wisata yang ada di wilayahnya diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pengelolaan perkembangan spasial baik fasilitas pariwisata maupun objek wisata serta aktifitas dan program-program wisata yang melibatkan pada aktivitas masyarakat sekitar objek wisata dan memanfaatkan keunggulan prosuk hasil pertanian di daerah tersebut. Upaya nyata dilakukan melalui pola penyebara fasilitas pariwisata berkaitan dengan makin berkembangnya kawasan wisata . dalam penelitian ini ditemukan bahwa persebaran fasilitas pariwisata belum merata dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata juga belum maksimal. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran objek wisata dan mengidentifikasi perkembangan setiap fasilitas, pengelolaan pariwisata, pertumbuhan jumlah pengunjung objek wisata dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan potensi wisata di Kecamatan Rancabali
Redefining Indonesia “Bela Negara” in the Context of Digital Era: Deeper Meaning on National Security Concept
This paper explores how the concept of Bela Negara (state defense) in Indonesia must be redefined in light of evolving global security dynamics, especially amid digital transformation and the rise of hybrid threats (HT) and hybrid warfare (HW). Through a normative juridical and comparative approach, the study examines legal frameworks in Indonesia and other countries such as Singapore, Sweden, and the United States, highlighting differences in how citizen participation, resilience, and national security are framed. It argues that Bela Negara in Indonesia remains heavily tied to a traditional, militaristic understanding of security and must shift toward a more holistic model rooted in national resilience. Such a model includes individual, community, and institutional capacities to resist digital disinformation, violent extremism, and hybrid campaigns. Drawing lessons from total defense models and international frameworks on human rights and security, the article suggests aligning Bela Negara with democratic values, critical digital literacy, and a whole-of-society approach. This reconceptualization is necessary to ensure that Indonesian national security frameworks remain adaptive and inclusive in facing both conventional and emerging threats
Optimasi Real-Time Sistem Pengendalian Informasi Berbasis IoT dan Barcode: Simulasi AnyLogic untuk Manajemen Pasar dan Sustainability
This study designs a real-time simulation model using AnyLogic to evaluate the impact of IoT and barcode systems on inventory efficiency and sustainability in Indonesian retail (case study: Indomaret). Data were collected from 15 outlets in West Java over 12 months (2023), including IoT sensor readings (temperature, humidity) and 15,000 barcode transactions. Simulation results indicate IoT integration reduces stock loss by 40% and logistics carbon emissions by 18% via route optimization. The barcode system improves inventory accuracy to 98% and cuts stocktake time from 8 hours to 3 hours per outlet. These findings provide a technical framework for data-driven market management and support SDGs’ sustainability goals
Efektivitas Pembuatan Kompos Berbahan Dasar Serasah Daun Dengan Penambahan Bioaktivator Di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Tingginya jumlah serasah daun yang dihasilkan di lingkungan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, sekitar 20,8 kg/hari, belum dikelola dengan baik dan hanya dibakar, yang menyebabkan pencemaran udara serta emisi gas rumah kaca. Kondisi ini mendorong dilakukannya penelitian untuk mengolah serasah daun menjadi kompos berkualitas menggunakan bioaktivator EM4 dan M-21. Metode eksperimen diterapkan dengan membandingkan hasil kompos menggunakan bioaktivator dan tanpa bioaktivator berdasarkan parameter kualitas sesuai SNI-19-7030-2004, seperti rasio C/N, pH, suhu, dan kandungan unsur hara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bioaktivator secara signifikan mempercepat proses pengomposan, menghasilkan kompos yang lebih matang dengan karakteristik pH dan suhu yang stabil serta kandungan unsur hara yang lebih baik. Sebaliknya, kompos tanpa bioaktivator menunjukkan hasil yang kurang optimal. Penelitian ini menawarkan solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan kampus, mendukung upaya pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan
ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU BANNER DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI PT. PURWO CREATIVE INDONESIA
PT. Purwo Creative Indonesia sebagai salah satu perusahaan di industri digital printing, ada macam-macam produk yang dihasilkan seperti banner/spanduk, brosur, kalender, buku katalog, stiker, dan merchandise lainnya. Produk utama di perusahaan ini adalah banner. Salah satu permasalahan yang dihadapi PT. Purwo Creative Indonesia yakni terletak pada perencanaan persediaan bahan baku banner yang belum optimal. PT. Purwo Creative Indonesia mengalami kekurangan stok bahan baku untuk produksi banner flexy 280 pada periode Januari 2023 sampai dengan Juni 2024 sebanyak 9 roll flexy 280, 7 galon tinta cyan, 9 galon tinta magenta, 8 galon tinta yellow, 3 galon tinta black. Penelitian ini menggunakan metode MRP digunakan untuk memastikan bahwa material yang diperlukan tersedia pada waktu yang tepat dan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung proses produksi. Berdasarkan penerapan metode MRP dengan perhitungan lot sizing Metode LFL, EOQ, POQ didapatkan hasil bahwa metode POQ menunjukkan biaya persediaan bahan baku yang efisien dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp219.712.545 untuk periode Juli sampai dengan September 202
Analisis Penerapan Lean Manufacturing untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Produksi di Industri Otomotif menggunakan metode VSM
Industri otomotif di Indonesia terus berkembang pesat, dengan meningkatnya permintaan terhadap sparepart berkualitas tinggi. PT HCI, sebagai produsen clip hardness untuk merek otomotif ternama, menghadapi tantangan dalam mencapai target produksi akibat berbagai pemborosan dalam proses produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Lean Manufacturing dengan pendekatan Value Stream Mapping (VSM) dalam meningkatkan efisiensi produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Lean Manufacturing berhasil mengurangi lead time sebesar 30%, inventori work-in-process (WIP) sebesar 40%, dan meningkatkan produktivitas hingga 30%. Teknik seperti 5S, Kanban System, SMED, Cellular Manufacturing, dan Total Productive Maintenance (TPM) terbukti efektif dalam mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi proses. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi, seperti resistensi terhadap perubahan dan investasi awal yang besar, hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas produk, efisiensi biaya, dan kepuasan pelanggan
The Effect of Plyometric Training Program on Increasing Vertical Jump Ability in Volleyball Players
Purpose – This study aims to examine in depth the effect of plyometric training programs on improving vertical jumping ability in volleyball players. Design/methodology/approach – The research approach used in this study is a quantitative approach This type of research is a quasi-experimental, This research method involves a pre-test and post-test design with a control group. The population in this study is all high school level volleyball athletes in Bekasi city. Sample of 30 students. The data collection techniques used include vertical jump ability The data analysis techniques used are descriptive and inferential statistical analysis. Findings – This study proves that a plyometric training program significantly improves vertical jumping ability in high school level volleyball athletes in Bekasi city. The experimental group who underwent plyometric training showed a significantly greater increase in vertical jump height compared to the control group who underwent conventional training. These findings support the theories of muscle adaptation and the stretch-approach cycle, and are consistent with previous research showing the effectiveness of plyometric training in improving athletic performance. Limitasi/Novelty- Although this study has limitations, such as the small sample size and short duration of the intervention, the results provide strong empirical evidence that plyometric exercises can be an important component in volleyball training programs to optimize vertical jump performance
Pengaruh Komunikasi Interpersonal terhadap Optimalisasi Komunitas Belajar Sakura XVI Sekolah Dasar Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal terhadap optimalisasi komunitas belajar berbasis sekolah dasar di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kolaborasi dalam komunitas belajar yang optimal sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Komunikasi interpersonal memiliki peran sentral dalam menciptakan interaksi yang efektif dan mendukung kolaborasi antar anggota komunitas belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel acak sederhana dimana semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel penelitian. Adapun sampel penelitian yang diambil sebanyak 30 orang guru anggota komunitas tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner melalui googleform. Analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 6,788 lebih besar dari t tabel sebesar 2,048, sehingga hipotesis alternatif diterima. Nilai konstanta sebesar 2,249 dan koefisien regresi sebesar 0,890 menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari komunikasi interpersonal terhadap optimalisasi komunitas belajar. Dengan kata lain, setiap peningkatan satu satuan dalam komunikasi interpersonal akan meningkatkan optimalisasi komunitas belajar sebesar 89%. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan penguatan komunikasi interpersonal sebagai strategi utama dalam mengoptimalkan komunitas belajar
The Impact of The Amount of The South Sulawesi Koni Grant Budget on The XXI PON Aceh-Sumut 2024
A This study aims to analyze the impact of grant funding allocations on the performance of athletes from South Sulawesi in preparation for the 2024 National Sports Week (PON XXI) in Aceh–North Sumatra. The research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation from various online news sources, including KONI South Sulawesi. The findings reveal that although a total grant of IDR 31.5 billion was allocated for PON XXI—IDR 17.5 billion for KONI South Sulawesi and IDR 14 billion for the South Sulawesi Youth and Sports Office (Dispora)—athlete performance declined, with South Sulawesi ranking 16th out of 39 provinces. In contrast, during PON XIX in West Java in 2016, a budget of IDR 80 billion resulted in 12 gold medals and a 12th-place finish out of 34 provinces. At PON XX in Papua in 2021, with a budget of IDR 30 billion, South Sulawesi earned 11 gold medals and ranked 11th out of 34 provinces. Several factors were found to affect the effectiveness of grant utilization, including delayed fund disbursement, lack of transparency, and insufficient strategic planning in athlete development and training program implementation. Moreover, weak coordination among local government, KONI, and sports federations led to inefficiencies in the distribution and use of funds. The study concludes that the amount of grant funding does not necessarily correlate with improved athletic performance unless supported by an effective, transparent, and accountable management system