E-Jurnal Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Not a member yet
2536 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Restorative Justice sebagai Implementasi Asas Kepentingan Terbaik bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Tawuran
Fenomena meningkatnya kasus tawuran di kalangan pelajar menunjukkan lemahnya peran lembaga sosial dan hukum dalam melindungi anak sebagai pelaku maupun korban. Dalam konteks ini, Restorative Justice hadir sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian perkara pidana anak yang menekankan pada pemulihan, bukan pembalasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Restorative Justice sebagai wujud penerapan asas kepentingan terbaik bagi anak pelaku tindak pidana tawuran di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan yuridis normatif, yaitu dengan menelaah peraturan perundang-undangan yang berlaku, literatur ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, penerapan Restorative Justice telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), yang menekankan penyelesaian perkara anak melalui mekanisme diversi. Namun, secara empiris pelaksanaannya masih menghadapi kendala, antara lain kurangnya pemahaman aparat penegak hukum terhadap prinsip keadilan restoratif, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta masih kuatnya stigma negatif masyarakat terhadap anak pelaku. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelaksanaan Restorative Justice merupakan bentuk konkret penerapan asas kepentingan terbaik bagi anak, karena menempatkan anak sebagai subjek yang perlu dibina, bukan dihukum. Diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mewujudkan sistem peradilan anak yang humanis, edukatif, dan berkeadilan sosial.
Analisis Yuridis Penanganan Strategi Deradikalisasi Digital Oleh Densus 88 Anti Teror Polri Dalam Mencegah Rekrutmen Terorisme Di Media Sosial
Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah melahirkan pola baru dalam penyebaran ideologi radikal serta rekrutmen jaringan terorisme di Indonesia. Fenomena pemanfaatan ruang siber oleh kelompok ekstrem, seperti yang terlihat dalam kasus Bahrun Naim, JAD, dan jaringan ISIS, menunjukkan bahwa propaganda, koordinasi, hingga pendanaan teror dapat dilakukan secara tersembunyi dan lintas batas melalui fitur enkripsi dan akun anonim. Kondisi ini menimbulkan tantangan yuridis, khususnya terkait efektivitas asas legalitas dan kepastian hukum dalam menindak pelanggaran yang terjadi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan deradikalisasi digital yang dijalankan oleh Densus 88 Anti Teror Polri serta menelaah bagaimana penegakan hukum terhadap tindak pidana terorisme berbasis media sosial dapat dilakukan tanpa melanggar prinsip legalitas. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan menelaah Undang-Undang Terorisme, Undang-Undang ITE, serta kebijakan operasional Densus 88. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi deradikalisasi digital memiliki urgensi besar dalam menanggulangi propaganda ekstrem, namun kerangka hukum yang ada belum sepenuhnya adaptif terhadap karakteristik kejahatan digital yang bersifat terdesentralisasi dan terenkripsi. Penegakan hukum yang efektif membutuhkan harmonisasi regulasi, penguatan kewenangan pemantauan digital, serta mekanisme pencegahan dini yang tetap selaras dengan asas legalitas dan perlindungan hak asasi manusia
Perlindungan Hukum Anak Dari Tindak Pidana Pengemisan diwilayah Kabupaten Karawang
Abstrak: Anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dilindungi agar tidak menjadi korban eksploitasi atau praktik sosial yang merugikan. Di Kabupaten Karawang, fenomena anak jalanan yang terlibat pengemisan menjadi masalah serius karena hak-hak dasar mereka, seperti hak hidup, tumbuh, dan berkembang, sering terabaikan. Masalah ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta keterbatasan implementasi hukum perlindungan anak di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap anak jalanan korban pengemisan di Kabupaten Karawang dan mengidentifikasi faktor penyebab praktik tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang dan observasi langsung anak-anak pengemis di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak pengemis merupakan korban eksploitasi ekonomi oleh keluarga mereka. Penanganan Satpol PP masih bersifat administratif dan preventif, sehingga anak-anak yang terjaring razia sering kembali ke jalanan. Implementasi hukum perlindungan anak juga terbatas karena fasilitas rehabilitasi kurang memadai, koordinasi antarinstansi lemah, dan sanksi bagi pelaku eksploitasi masih ringan. Penulis menyimpulkan bahwa pengemisan anak bukan sekadar masalah ketertiban umum, tetapi isu hak anak dan keadilan sosial. Perlindungan hukum yang efektif memerlukan pendekatan terpadu, termasuk penegakan hukum, pemberdayaan ekonomi keluarga, rehabilitasi sosial, dan peningkatan kesadaran masyarakat
Integrasi Digitalisasi Dalam Hukum Administrasi Pertanahan: Rekonstruksi Tata Kelola Agraria Di Era Transformasi Digital
Transformasi digital telah mengubah paradigma hukum administrasi, termasuk dalam pengelolaan agraria dan pertanahan yang menjadi fondasi hubungan sosial-ekonomi suatu negara. Digitalisasi administrasi pertanahan tidak hanya berimplikasi pada efisiensi birokrasi, tetapi juga menimbulkan kebutuhan rekonstruksi hukum administrasi agar mampu menjamin kepastian hukum, keadilan sosial, dan perlindungan hak agraria di ranah digital. Kajian ini menganalisis secara konseptual integrasi digitalisasi dalam hukum administrasi pertanahan melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka terhadap praktik e-land governance di berbagai yurisdiksi, termasuk konteks Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanahan menuntut perubahan paradigma hukum administrasi dari sistem yang bersifat hierarkis dan prosedural menuju sistem yang berbasis interoperabilitas data, transparansi, serta partisipasi publik digital. Rekonstruksi tata kelola agraria harus didasarkan pada prinsip good governance digital yang menekankan akuntabilitas, integritas data, dan perlindungan privasi, sehingga hukum administrasi pertanahan berfungsi adaptif terhadap teknologi sekaligus responsif terhadap keadilan sosial. Dengan demikian, digitalisasi bukan sekadar inovasi teknologis, tetapi juga transformasi normatif yang mendefinisikan ulang hubungan antara negara, warga, dan hak atas tanah di era digital
Intervensi Kekuasaan Eksekutif Dalam Peradilan Pidana: Tantangan Terhadap Independensi Kekuasaan Peradilan Pidana
Intervensi eksekutif terhadap peradilan pidana muncul akibat desain konstitusional yang menempatkan Presiden pada posisi strategis dalam rantai penegakan hukum, termasuk melalui kewenangan prerogatif seperti amnesti, abolisi, grasi, dan rehabilitasi, serta kontrol administratif atas kepolisian dan kejaksaan. Penelitian ini mengkaji intervensi kekuasaan eksekutif dalam proses peradilan pidana di Indonesia serta dampaknya terhadap independensi dan integritas lembaga yudisial. Analisis menunjukkan bahwa kewenangan tersebut membuka ruang legal maupun politis bagi eksekutif untuk memengaruhi proses penyidikan, penuntutan, hingga koreksi putusan pengadilan. Kasus Hasto Kristiyanto, Tom Lembong, dan Ira Puspadewi memperlihatkan bagaimana intervensi dapat menimbulkan kontroversi, menciptakan ketimpangan perlakuan hukum, dan melahirkan preseden yang mengancam prinsip negara hukum. Dampaknya tidak hanya merusak due process of law, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik, melemahkan moralitas peradilan, serta memperkuat persepsi bahwa hukum berpihak pada kekuasaan. Temuan ini mendorong perlunya pembatasan normatif yang lebih ketat, transparan, dan akuntabel dalam penggunaan kewenangan prerogatif, serta penguatan mekanisme pengawasan dan integritas lembaga penegak hukum agar peradilan tetap menjadi benteng keadilan yang bebas dari pengaruh politik
The Effect of Leadership Style and Work Environment on Worker Performance at PT XYZ With Work Motivation As Intervening Variable
This think about points to look at the impact of leadership style and work environment on worker performance with work motivation as an interceding variable at PT XYZ. Quantitative strategy with Structural Equation Model (SEM) approach utilizing Fractional Slightest Square (PLS) was utilized in this ponder. Information were collected through surveys dispersed to workers of PT XYZ. The comes about appeared that leadership style and work environment have a noteworthy impact on worker performance, with work inspiration demonstrating to intervene the impact. This finding shows the significance of consideration to authority fashion, a conducive work environment, and expanding representative inspiration to make strides their execution. This inquire about makes hypothetical commitments to the human asset administration writing and commonsense as a approach reference for PT XYZ
Employee Performance Determinants: Work Environment, Leadership, Reward System
The Influence of Work Environment, Leadership, and Reward System on Employee Performance" is a scientific article based on library research aimed at building research hypotheses regarding the influence between variables that will be used in subsequent studies, within the scope of Human Resource Management and Organizational Behavior.The method of writing this article is the library research method, sourced from online media such as Google Scholar, Mendeley, and various other academic online media.The results of this article show that: 1. The work environment affects employee performance; 2. Leadership affects employee performance; and 3. The reward system affects employee performance.The Influence of Work Environment, Leadership, and Reward System on Employee Performance" is a scientific article based on library research aimed at building research hypotheses regarding the influence between variables that will be used in subsequent studies, within the scope of Human Resource Management and Organizational Behavior.The method of writing this article is the library research method, sourced from online media such as Google Scholar, Mendeley, and various other academic online media.The results of this article show that: 1. The work environment affects employee performance; 2. Leadership affects employee performance; and 3. The reward system affects employee performance
Dampak Celebrity Endorsement, Positioning dan Customer Relationship Management terhadap Minat Beli
Purchase interest is an urge that arises after someone gets a stimulus from a product they see, thus creating a desire to buy and own it. This study aims to analyze the variables of Celebrity Endorsement, Positioning, and Customer Relationship Management that influence purchase interest of Arinna Hijab products. This type of research uses exploratory research with a quantitative descriptive approach. The population in this study are consumers who want or have purchased Arinna Hijab products. The number of samples used in this study was 115 respondents using purposive sampling techniques and data collection methods using questionnaires. The data analysis used was multiple linear regression analysis using SPSS software version 26. The findings of this study indicate that the variables of Celebrity Endorsement, Positioning have a significant positive effect partially or simultaneously on Purchase Interest of Arinna Hijab Products, while the variable Customer Relationship Management has a negative and significant effect on Purchase Interest of Arinna Hijab Products. Further research is recommended to explore other variables outside of celebrity endorsement, positioning, and customer relationship management, as well as consider demographic factors or certain types of industries to broaden understanding of consumer purchase interest.Minat beli merupakan dorongan yang muncul setelah seseorang mendapatkan rangsangan dari suatu produk yang dilihatnya, sehingga menimbulkan keinginan untuk membeli dan memilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel Celebrity Endorsement, Positioning, dan Customer Relationship Management berpengaruh terhadap minat beli produk Arinna Hijab. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksplorasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang ingin atau yang pernah membeli produk Arinna Hijab. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 115 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS versi 26. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Celebrity Endorsement, Positioning berpengaruh positif signifikan secara parsial maupun simultan terhadap Minat Beli Produk Arinna Hijab, sedangkan variabel Customer Relationship Management berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Minat Beli Produk Arinna Hijab. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain di luar celebrity endorsement, positioning, dan customer relationship management, serta mempertimbangkan faktor demografis atau jenis industri tertentu untuk memperluas pemahaman terhadap minat beli konsumen
Peran Sertifikasi Halal, Kualitas Produk, dan Inovasi Proses terhadap Minat Pembelian Produk Kuliner UMKM di Belitung
Purpose – This study aims to examine the influence of halal certification, product quality, and process innovation on consumer purchase interest in culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Belitung. The research seeks to determine which of these three factors exerts the most significant impact on consumer behavior, particularly within the context of a predominantly Muslim island economy undergoing tourism development.
Design/methodology/approach – A quantitative, explanatory approach was employed using a structured questionnaire distributed to Muslim consumers who had purchased from culinary MSMEs in Belitung. Data were collected from 160 respondents, meeting the minimum sample size requirement based on the number of indicators. Multiple linear regression analysis using SPSS was conducted to test the individual and simultaneous effects of halal certification, product quality, and process innovation on purchase interest.
Findings – The findings reveal that all three variables—halal certification, product quality, and process innovation—have significant and positive influences on purchase interest. Among them, process innovation shows the strongest influence (Beta = 0.195), followed by product quality (Beta = 0.090) and halal certification (Beta = 0.081). The regression model is statistically significant; however, it explains a modest 5.7% of the variance in purchase interest, suggesting that other factors may also contribute to consumer behavior in this context.
Research limitations/implications – The study is limited by its geographic focus on Belitung and its exclusive sampling of Muslim consumers, which may affect the generalizability of findings to other regions or mixed-religion markets. The modest R² value indicates the need to explore additional variables such as price sensitivity, digital literacy, or tourism influence in future research.
Practical implications – The results offer practical guidance for culinary MSMEs and local policymakers in Belitung, emphasizing the importance of investing in process innovation, maintaining consistent product quality, and simplifying halal certification processes. These strategies can enhance consumer trust and support the growth of the halal culinary sector as part of Belitung’s broader tourism economy.
Originality/value – This study contributes to the literature by integrating halal certification, product quality, and process innovation within the Theory of Planned Behavior and Consumer Perceived Value frameworks, specifically in the underrepresented island context of Belitung. It provides both theoretical and actionable insights for MSME development and halal ecosystem enhancement in regional Indonesia.Purpose – This study aims to examine the influence of halal certification, product quality, and process innovation on consumer purchase interest in culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Belitung. The research seeks to determine which of these three factors exerts the most significant impact on consumer behavior, particularly within the context of a predominantly Muslim island economy undergoing tourism development.
Design/methodology/approach – A quantitative, explanatory approach was employed using a structured questionnaire distributed to Muslim consumers who had purchased from culinary MSMEs in Belitung. Data were collected from 160 respondents, meeting the minimum sample size requirement based on the number of indicators. Multiple linear regression analysis using SPSS was conducted to test the individual and simultaneous effects of halal certification, product quality, and process innovation on purchase interest.
Findings – The findings reveal that all three variables halal certification, product quality, and process innovation have significant and positive influences on purchase interest. Among them, process innovation shows the strongest influence (Beta = 0.195), followed by product quality (Beta = 0.090) and halal certification (Beta = 0.081). The regression model is statistically significant; however, it explains a modest 5.7% of the variance in purchase interest, suggesting that other factors may also contribute to consumer behavior in this context.
Research limitations/implications – The study is limited by its geographic focus on Belitung and its exclusive sampling of Muslim consumers, which may affect the generalizability of findings to other regions or mixed-religion markets. The modest R² value indicates the need to explore additional variables such as price sensitivity, digital literacy, or tourism influence in future research.
Practical implications – The results offer practical guidance for culinary MSMEs and local policymakers in Belitung, emphasizing the importance of investing in process innovation, maintaining consistent product quality, and simplifying halal certification processes. These strategies can enhance consumer trust and support the growth of the halal culinary sector as part of Belitung’s broader tourism economy.
Originality/value – This study contributes to the literature by integrating halal certification, product quality, and process innovation within the Theory of Planned Behavior and Consumer Perceived Value frameworks, specifically in the underrepresented island context of Belitung. It provides both theoretical and actionable insights for MSME development and halal ecosystem enhancement in regional Indonesia
Sistem Literature Review: Analisis Penyebab Cerai Gugat Pada Keluarga Muslim di Indonesia Akibat KDRT
Perceraian cerai Gugat di Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan disebabkan oleh berbagai faktor, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, ekonomi, pendidikan, perselingkuhan, dan faktor lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab cerai gugat, keluarga muslin di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review berdasar big data melalui dan publish or perish Google Scholar dengan visualisasi VOS viewer. Penelitian ini berdasarkan pengkajian 1200 artikel penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2020-2023.
Hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari beberapa data, Analisis data menggunakan analisis kualitatif, artinya menguraikan data yang diolah secara rinci ke dalam bentuk kalimat- kalimat (deskritif). Analisis kualitatif dan analisis Yuridis normatif. Dan data tersebut juga didapat langsung dari lembaga Pengadilan Agama seluruh Indonesia khususnya Pengadilan Agama rangkasbitung, yang menunjukan penyebab cerai gugat keluarga Muslim di Indonesia secara signifikan dipengaruhi oleh prilaku kekerasan dalam rumah tangga.