E-Jurnal Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Not a member yet
2536 research outputs found
Sort by
Analisis Pengendalian Kualitas Produk pada Damper GB4 dengan Metode Six Sigma Di PT. Fitria Jaya Lestari
PT. Fitria Jaya Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur rubber. Terdapat tingkat kecacatan tingkat tertinggi pada bulan September 2020 yaitu sebesar 4,24% dan tingkat kecacatan terendah pada bulan Juni 2020 yaitu sebesar 3,32%. PT. Fitria Jaya Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur rubber, yaitu dengan tingkat kecacatan sebesar 4,24% seharusnya dapat ditekan, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya tingkat produk cacat terendah sebesar 3,32% berarti perusahaan mampu melakukan proses produksi dengan tingkat kecacatan sebesar 3,32%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya produk cacat damper GB4 dan menentukan perbaikan produk yang harus dilakukan untuk meminimalkan terjadinya defect produk damper GB4 dengan fase DMAIC pada six sigma. Penelitian ini menggunakan metoe kualitatif, dengan menggunakan sumber data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan menggunakan DPMO proses merupakan jumlah kemungkinan terjadinya defect per 1.000.000 produksi dengan nilai 9,291 dalam upaya perbaikan. Pada tahap measure menggunakan tools SIPOC, CTQ, Pareto diagram, pada tahap measure menggunakan Data Collection Plan, Gage Reproducibility and Repeatability,Capability Analysis, menghitung DPMO, control chart, pada tahap analyze menggunakan fishbone diagram, Nominal Group Technique, pada tahap improve menggunakan 5W+1H dan implementasi solusi secara menyeluruh, pada tahap control menggunakan Checksheet Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan faktor-faktor yang paling dominan yaitu Kurangnya pemahaman/kemampuan pada pekerja, Lalai dalam mengukur bahan baku dan bahan baku yang kurang baik tidak sesuai standar. Perbaikan yang dilakukan memberikan pelatihan guna mengasah keterampilan bekerja, mengadakan kegiatan training terkait pekerjaan yang akan dilakukan, dan menyesuaikan bahan baku dengan formula yang ada pada standar perusahaan dengan memilih supplier yang tepat
Strategi Pemasaran Destinasi Wisata Gunung Cilik Park Desa Wajakkidul Melalui Media Sosial Tiktok
This study aims to determine how Gunung Cilik Park tourist destination marketing strategies utilize TikTok social media as a marketing tool. This study was conducted at Gunung Cilik Park tourist destination, Wajakkidul Village, Boyolangu Subdistrict, Tulungagung Regency. This study used a field study method with a qualitative approach. The qualitative approach collects data through interviews and relevant documents as supplementary materials. The results of this study indicate that the marketing strategies implemented by Gunung Cilik Park as a tourist destination are still not optimal. The strategies currently in place rely solely on word of mouth and personal posts from visitors themselves. This approach is deemed insufficiently effective in the marketing process. A solution to address this challenge could involve promoting the destination through social media platforms like TikTok to enhance branding and attract more visitors to Gunung Cilik Park
Sistem Infomasi Geografis (SIG) Untuk Penyewaan Truck Angkel Menggunakan Metode Extreme Programming
A well-prepared abstract enables the reader to identify the basic content of a document quickly Information technology is currently growing rapidly in various fields, one of which is in the field of transportation. In Indonesia, especially in the city of Bekasi, transportation has become a daily necessity for entrepreneurs, home industries and traders are needed, looking for safe transportation and economical prices is one of the main choices for entrepreneurs, then how do we get transportation costs at low prices, that is by finding the shortest or fastest path to get to the destination by Utilizing Geographic Information Systems. The purpose of this research is to make it easy for company admins to order online ordered by clients, this is where this idea emerged. This research is calculated using one method. Hire Truck rental rental, to be more efficient and accurate. The results of this research can be implemented in the form of a website-based geographic information syste
Peran Work Engagement dalam Memediasi Kecerdasan Emosional, Spiritual, dan Intelektual terhadap Kinerja Dosen: Efek Moderasi Dukungan Organisasi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan intelektual memengaruhi kinerja seorang dosen; keterlibatan di tempat kerja dianggap sebagai variabel moderasi, dan dukungan organisasi dianggap sebagai variabel mediasi. Temuan sebelumnya yang tidak konsisten tentang kontribusi ketiga kecerdasan tersebut terhadap kinerja adalah masalah utama. Ini terutama berlaku untuk perguruan tinggi swasta. Studi ini melakukan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 130 dosen tetap yang dipilih secara purposive. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstandar yang telah dimodifikasi, meliputi tes kecerdasan emosional, spiritual, intelektual, skala keterikatan kerja, persepsi dukungan organisasi, dan indikator kinerja dosen. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual berdampak negatif terhadap keterikatan kerja, sedangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual berdampak positif. Karena keterikatan kerja tidak mempengaruhi kinerja dosen secara signifikan, peran mediasi hanya muncul secara parsial melalui jalur kecerdasan spiritual. Terbukti bahwa kinerja dosen dipengaruhi secara langsung oleh dukungan organisasi; namun, hubungan antara keterikatan kerja dan kinerja tidak diperkuat. Penelitian ini menemukan bahwa meningkatkan kecerdasan emosional dan intelektual dosen, menyelaraskan nilai spiritual dengan tujuan kinerja, dan mendapatkan dukungan organisasi yang lebih besar sangat penting. Secara teoritis, penelitian ini membantu mengembangkan model Job Demands–Resources di institusi pendidikan tinggi swasta. Namun, secara praktis, temuan-temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk kebijakan manajemen sumber daya manusia di perguruan tinggi.
"Normative Convergence and Divergence: A Comparison of Digital Cyberbullying Evidence Laws between Indonesia and Singapore in the Digital Era"
This research examines the validity of digital evidence in cyberbullying cases through a comparative normative legal study between Indonesia and Singapore. Cyberbullying, as a troubling form of cyber violence, leaves a significant digital footprint, making it key evidence in legal proceedings. This study aims to compare the legal frameworks, validity standards, and verification methods for digital proof related to cyberbullying in the two countries, as well as their legal implications for ensuring legal certainty and protecting victims. The research method used is normative law, by analyzing laws and regulations such as the KUHAP and ITE Law in Indonesia, and the Evidence Act in Singapore, along with related jurisprudence and legal doctrine. The results show significant differences in the legal framework of digital evidence. Singapore, with its Evidence Act, has a more explicit and structured legal framework that emphasizes the reliability of digital evidence, providing higher legal certainty. Indonesia, while recognizing digital evidence through the interpretation of "Surat" in KUHAP and the ITE Law, has a more general and flexible legal norm, with potential challenges in verification and legal certainty. This research concludes that Singapore\u27s more advanced legal framework can serve as a reference supports the advancement of Indonesia\u27s legislation pertaining to digital evidence, especially in light of efficiently addressing cyberbullying. This research contributes to the
Optimalisasi Durasi Pelaksanaan Proyek Pembangunan Distribusi Jaringan Pipa Perumahan Menggunakan Critical Path Method
PT MUTP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi pembangunan jalur distribusi jaringan pipa. Pada proses pelaksanaan proyek di Perumahan Puri Persada Cibarusah terjadi keterlambatan penyelesaian proyek dari jadwal perencanaan yang telah dibuat. Hal tersebut mengakibatkan penambahan durasi waktu penyelesaian proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jalur kritis pada proyek pembangunan distribusi jaringan pipa dengan menggunakan metode critical path method (CPM). CPM merupakan salah satu metode dalam manajemen proyek yang memprioritaskan peluang waktu sebagai obyek yang akan dianalisa. Hasil dari penelitian ini terdapat sembilan jalur kritis yaitu pada aktivitas A-C-D-F-H-I-J-K-L. Adapun faktor penyebab lain terjadinya keterlambatan adalah faktor lingkungan dan cuaca, faktor para pekerja yang kurang disiplin, serta faktor dari beberapa peralatan dan permesinan yang sudah berusia cukup tua, sehingga sering terjadi kerusakan
Sosialisasi Pencegahan Bullying Bagi Siswa Sekolah di SMP Negeri 80 Jakarta
Bullying behavior is a behavior that harms people or other parties. Bullying usually occurs in schools. Victims of bullying usually experience academic decline and mental damage and hopes for the future. In the socialization activity of bullying prevention for school students carried out at SMP Negeri 80 Jakarta. The purpose of this activity is so that students at the school are able to prevent and overcome the dangers of bullying in schools through the understanding provided by the speakers. As is known, along with the development of the era and different economic levels, it creates a gap for each person\u27s status as a basis for carrying out bullying. Then there is the process of delivering material in this activity through lectures, discussions and questions and answers and conducting evaluations through Pre-Tests and Post-Tests. With this activity, it is hoped that students will have sufficient knowledge about bullying and the legal regulations that govern it so that they are careful in their attitudes and are able to work together with their classmates. The continuity and peace of a school in principle requires cooperation between the school community and parents in providing understanding and coordinating each other to create intelligent and high-achieving students in the future
Penyuluhan Hukum Bahaya Seks Bebas Dan Pencegahan Pernikahan Dini Di SMA Sekolah Rakyat Bekasi
Pernikahan merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan manusia. Hal ini sering terjadi di belahan bumi manapun dan terjadi kapanpun. Pernikahan itu sendiri merupakan proses bersatunya dua orang insan manusia yang saling berkomitmen dan mengikat. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur usia pernikahan yang dianjurkan 19 tahun baik wanita maupun pria. Salah satu fenomena kehidupan remaja yang sangat menonjol adalah terjadinya peningkatan minat dan motivasi terhadap seksualitas. Hal ini dapat terjadi, karena remaja kompleks dengan permasalahan dan untuk melepaskan diri khususnya dari ketegangan seksual, remaja mencoba mengekspresikan dorongan seksualnya dalam berbagai bentuk tingkah laku seksual, mulai dari melakukan aktivitas berpacaran, berkencan, bercumbu, sampai dengan melakukan kontak seksual. Untuk pernikahan dini, remaja dapat mengetahui apa saja dampak dan upaya pencegahan dari pernikahan dini serta Remaja juga dapat mengetahui tentang HIV/AIDS dan perilaku seks bebas. Penyuluhan yang dilaksanakan di SMA Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Pada Tanggal 21 Mei 2025 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya Bahaya Seks Bebas dan Pernikahan Dini Khususnya di SMA Sekolah Rakyat dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran para pelajar dan siswi tentang akibat negatif dari pernikahan dini dan seks bebas. Penyuluhan dilakukan dengan metode tatap muka berisi paparan, diskusi, dan tanggung jawab. Karena kasus pernikahan dini dan seks bebas cukup tinggi di kalangan remaja. Maka diperlukan upaya pencegahan melalui kegiatan penyuluhan
PRAKTIK SUAP VS TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PELAYANAN DI LEMBAGA PERADILAN MENUJU GOOD COURT GOVERNANCE
Judicial institutions tend to avoid using information technology. The phenomenon of rampant bribery in judicial institutions, which is often used to speed up the process of handling cases, is often the main source of income for court officials. This condition makes some officials reluctant to adopt information technology. This descriptive research aims to find out the reasons behind the rampant practice of bribery - which is included in the category of judicial corruption - amidst the efforts of the Supreme Court, as one of the pinnacles of judicial power, to carry out digital transformation in services for justice seekers. The results show that legal morality is no longer the main guideline for some law enforcers. Monopolistic factors, greed, and protection from certain leadership hinder the optimization of digital transformation as a supporting system for Good Court Governance (GCG). As a result, services to the justice-seeking public have not been maximized. Bribery is clearly contrary to the principles of GCG, while digital transformation is precisely the core element to realize it.Lembaga peradilan cenderung menghindari penggunaan teknologi informasi. Fenomena maraknya praktik suap dalam lembaga peradilan, yang sering digunakan untuk mempercepat proses penanganan perkara, kerap menjadi sumber pendapatan utama bagi aparat pengadilan. Kondisi ini membuat sebagian aparat enggan mengadopsi teknologi informasi. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui alasan di balik masih maraknya praktik suap—yang termasuk kategori judicial corruption—di tengah upaya Mahkamah Agung, sebagai salah satu puncak kekuasaan kehakiman, melakukan transformasi digital dalam pelayanan bagi pencari keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moralitas hukum tidak lagi menjadi pedoman utama bagi sebagian penegak hukum. Faktor monopolistik, sifat tamak (greedy), dan perlindungan dari kepemimpinan tertentu menghambat optimalisasi transformasi digital sebagai sistem pendukung Good Court Governance (GCG). Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan belum maksimal. Suap jelas bertentangan dengan prinsip GCG, sedangkan transformasi digital justru merupakan elemen inti untuk mewujudkannya
ANALISA AKAR PENYEBAB CACAT PADA PRODUK CONTAINER AKI TIPE NH 44 SMFD MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT KBI
PT. KBI adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam sektor injeksi plastik, khususnya dalam produksi spareparts plastik. Salah satu produk yang dihasilkan di PT KBI adalah jenis Container aki dengan tipe NH 44 SMFD untuk kendaraan roda empat yang memiliki presentase cacat yang tinggi sebesar 3,23%, melebihi batas toleransi sebesar 2%. Adapun jenis cacat yang memiliki jumlah tertinggi adalah jenis cacat short mold sebanyak 292 pcs dan cacat silver sebanyak 286 pcs. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan tujuan untuk mencari akar penyebab cacat yang paling dominan dan memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan 5W+1H. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa akar masalah yang paling dominan adalah faktor mesin untuk cacat shortmold dengan nilai RPN sebesar 77% dengan penyebab kegagalan adalah kurang perawatan dan pengecekan pada mold yang menyebabkan hasil cetakan menjadi tidak sempurna, tidak ada penjadwalan perawatan nozzle secara berkala yang mengakibatkan terjadinya nozzle tersumbat. Dari faktor metode penyebabnya yaitu kurangnya pengawasan terhadap operator sehingga settingan mold menjadi tidak sesuai. Untuk jenis cacat silver dengan nilai RPN sebesar 80% penyebab kegagalan dari faktor mesin dikarenakan kondisi mesin yang sudah tua mengakibatkan performa mesin menjadi menurun/berkurang dan faktor material dikarenakan terlalu banyak material recycle mengakibatkan komposisi material menjadi tidak sesuai. Oleh karena itu diberikan usulan perbaikan dengan melakukan pengecekan dan perawatan mesin dan mold secara berkala, membuat Checkseet inspeksi pengesahan dan perawatan mold, membuat laporan harian pengecekan serta perawatan pada mesin injection dan mengadakan pengawasan terhadap operator serta pemberian edukasi SOP untuk standar settingan mold