Sciscitatio (E-Journal)
Not a member yet
    73 research outputs found

    The Potency of Corn (Zea Mays) Cob Waste as a Prebiotic Candidate to Support the Growth of Bifidobacterium longum: a Preliminary Study

    Get PDF
    Corn cob is one of the most common agricultural wastes in Indonesia with high content of xylan. Xylan can be used to produce xylitol which cannot be digested by human digestive enzymes thus, make it a potential candidate of prebiotic. This preliminary research aimed to study the potency of corn cob in supporting the growth of Bifidobacterium longum. Corn cob was produced into powder and used as the carbon source in the growth medium of B. longum. Total plate count method was done to count the growth of B. longum in various concentrations of bacteria solution. The result showed that crude corn cob powder can support the growth of B. longum from bacterial enumeration with the value of 2.01 x 106 CFU/mL. The study indicated that corn cob has a potential to be used as prebiotic

    Kerusakan Vegetasi Akibat Pembakaran Hutan Lindung Rainawe untuk Pembukaan Lahan Baru di Wilayah Kabupaten Malaka

    Get PDF
    Hutan lindung Rainawe merupakan salah satu kawasan hutan yang ada di kabupaten Malaka yang lokasinya dekat dengan pemukiman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jenis vegetasi dan dampak yang dialami oleh vegetasi akibat pembakaran di hutan lindung Rainawe. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan pada vegetasi yang terkena api di bekas pembakaran secara langsung. Teknik pengambilan data vegetasi dengan metode plot ukuran 20 m x 20 m di lokasi yang terkena dampak, sebanyak 4 ulangan dan 1 plot pada lokasi yang tidak mengalami pembakaran. Data yang diambil antara lain nama spesies, keliling, tinggi, dan tinggi cabang pertama. Analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengamati jenis vegetasi yang terkena dampak pembakaran. Selanjutnya dilakukan perhitungan indeks nilai penting (INP) menurut masing-masing bentuk tumbuh atau growthformbaik di lokasi bekas terbakar oleh adanya aktivitas manusia (lokasi I,II,III,IV) dan lokasi kontrol (V). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan nilai INP tertinggi untuk setiap bentuk tumbuhpada setiap lokasi sebagai berikut: GF pohon (Tectona grandis L. F= 267,73), GF tiang (Cordia monoica Roxb= 300.) GF pancang (Cordia monoica Roxb= 300), GF semak (Chromolaena odorata L.= 259,65). Keempat jenis ini ada di lokasi bekas terbakar. Sebaliknya, untuk lokasi kontrol nilai GF liana dan palem (Borassus flabellifer = 300) adalah tertinggi. Pembakaran dengan skala kecil secara intensif tetap memiliki dampak besar pada jenis vegetasi di hutan lindung Rainawe, khususnya pembakaran oleh aktivitas manusia untuk membuka lahan kebun. Kajian lebih lanjut untuk mempelajari jenis vegetasi yang paling terkena dampak, luasan hutan lindung Rainawe yang terdampak pembakaran dan pengaruh aktivitas intensif masyarakat perlu dilakukan di masa mendatang

    Potensi Biofungisida Ekstrak Akar, Batang dan Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap Fusarium oxysporum

    Get PDF
    Layu Fusarium adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Jamur ini menjadi salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman hortikultura. Salah satu alternatif pengendali penyakit layu fusarium bersumber dari senyawa bioaktif yang diperoleh dari ekstrak tanaman mentimun yang diketahui mengandung beragam fitokimia dengan potensi sebagai antioksidan, antibakteri dan antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan metabolit sekunder ekstrak organ daun, batang dan akar tanaman mentimun yang berpotensi sebagai antijamur Fusarium oxysporum. Hasil uji fitokimia secara kualitatif menunjukkan ekstrak organ daun, batang dan akar mentimun mengandung kelompok senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, steroid dan tanin, sedangkan hasil uji GC-MS mendeteksi keberadaan kelompok senyawa asam lemak dari ekstrak organ mentimun. Uji aktivitas antifungi ekstrak mentimun menunjukkan bahwa semua ekstrak organ tanaman mentimun yang meliputi akar, batang dan daun dapat menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum. Konsentrasi optimal ekstrak mentimun yang dapat menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum adalah 50% dengan rerata diameter hambatan ekstrak akar mentimun 5,05 mm, ekstrak batang mentimun 5,75 mm dan ekstrak daun mentimun 7,70 mm , dan semua nilai penghambatan ini lebih besar daripada diameter zona hambat dari kontrol positif (K+

    Analisis Normalitas dan Abnormalitas Spermatozoa Segar Sapi Limousin (Bos taurus) dan Sapi Bali (Bos sondaicus) Sebelum Proses Pembekuan Di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang

    Get PDF
    Sejak digalakkan Swasembada Sapi oleh kementrian pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan hewani, dilakukanlah Inseminasi Buatan (IB). Langkah yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan IB adalah pengujian kualitas spermatozoa secara makroskopis dan mikroskopis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan normalitas dan abnormalitas spermatozoatozoa segar sapi limousin (Bos taurus) dan sapi bali (Bos sondaicus) sebelum proses pembekuan. Metode pengambilan sampel spermatozoatozoa ditampung menggunakan AV (Artivical Vagina), dilakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan IVOS II untuk mengetahui presentase normalitas dan abnormalitas spermatozoatozoa. Parameter yang dihitung diantaranya, makroskopis yaitu Warna, volume, pH dan konsentrasi, normalitas, abnormalitas. Analisis yang digunakan adalah uji t test independent. Hasil dari penelitian normalitas dan abnormalitas sapi limousin dengan sapi bali menunjukkan thit = 4,42 ; ttabel = 0,025 yaitu thitung > t(0,025). maka H0 diterima, artinya dari kedua kelompok sapi tersebut kualitas spermatozoanya tidak perbedaan nyata secara signifikan antara normalitas dan abnormalitas sapi limousin dan sapi bali sebelum proses pembekuan

    Respon Tanaman Alfalfa (Medicago sativa L.) terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung

    Get PDF
    Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan pemenuhun gizi menyebabkan permintaan akan sayur-mayur semakin meningkat. Tanaman alfalfa sebagai salah satu tanaman sayur dengan kandungan nutrisi yang lengkap, akan tetapi tanaman ini belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia . Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan tanaman alfalfa (Medicago sativa L.) terhadap pemberian pupuk organik cair (POC) NASA dan NUPOC dengan sistem hidroponik rakit apung menggunakan cahaya lampu LED cool daylight. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis pupuk organik cair (X) dan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair (Y). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 45 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan terdapat 2 tanaman, sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 90 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC NASA mendukung pertambahan panjang, luas daun, dan panjang akar tanaman yang lebih baik dibandingkan NUPOC. Sebaliknya, pemberian NUPOC memberikan respon pertumbuhan jumlah daun, jumlah akar, bobot kering dan bobot basah tanaman yang lebih baik dibandingkan POC NASA. Konsentrasi pekat dari setiap POC NASA dan NUPOC pada konsentrasi 6% dan 8% memberikan respon pertumbuhan tanaman alfalfa yang lebih baik untuk semua parameter pengamatan

    Kadar Logam Berat Timbal (Pb) pada Lipstik yang diperjualbelikan di Pasar Demangan Yogyakarta

    Get PDF
    Timbal (Pb) merupakan logam berat yang bersifat toksik bagi manusia. Cemaran timbal banyak dijumpai pada makanan, minuman dan kosmetik seperti lipstik. Dari beragam merk lipstik yang beredar di pasaran, terdapat beberapa merk yang tidak memiliki izin edar yang dikeluarkan oleh BPOM. Lipstik ilegal seperti ini banyak mengandung cemaran timbal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan timbal dalam lipstik yang dijual di Pasar Demangan Yogyakarta. Pengambilan sampel lipstik berasal dari pedagang di dalam dan luar area Pasar Demangan. Sampel lipstik yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari 5 merk berbeda dengan pilihan warna lipstik adalah merah dan merah muda untuk masing-masing merk. Analisis sampel lipstik untuk setiap merk dan warna menggunakan 5 ulangan. Deteksi timbal dilakukan dengan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil uji AAS menunjukkan bahwa lipstik yang paling banyak mengandung Pb terdapat pada kode sampel LEP dengan kadar 3,37 mg/L, sedangkan lipstik yang sedikit mengandung Pb terdapat pada kode sampel LAP dengan kadar 2,24 mg/L. Lipstik yang di jual di Pasar Demangan layak untuk di gunakan oleh konsumen karena kadar timbal yang ada pada lipstik belum melebihi standar BPOM

    Laundry Wastewater Treatment by Hybrid System of Biofilter and Vertical Surface Flow Constructed Wetland with Equisetum hyemale

    Get PDF
    Laundry activity or washing clothes is an activity that almost all people in the world do. Like other human activities, laundry activity also produces waste or filth. But, the waste is often directly disposed of any treatment to the water like rivers or lakes. It finally causes contamination to the nature, one of them is known as eutrophication or nutrition enrichment, then it will harm the growth of aquatic organisms. To overcome the problem, the laundry waste needs to be treated before it is disposed of the nature. Biofilter and Constructed Wetland are low cost systems and easily handled, so this system is suitable to be applied on small or household scale. Equisetum hyemale is a decorative plant which has already been used to treat many wastewater, and proves it’s effectiveness in reducing the pollutant in wastewater. In this research a hybrid system of Biofilter with additions of activated carbon and Constructed Wetland with Equisetum hyemale is used to treat laundry wastewater, with HRT of 4 days we found a decrease of tested parameters, TDS 346.94 mg/L (21.15 %); TSS 11.25 mg/L (88.88 %); BOD 31.86 mg/L (63.68 %); Phosphate 3.41 mg/L (83.28 %); and Detergent 1.10 mg/L (93.1 %)

    Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Nira Nusa, Nusa Tenggara Timur Menggunakan Analisis Swot

    Get PDF
    Mangrove Nira Nusa merupakan mangrove yang terletak di Desa Nira Nusa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Flores, NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan sumber daya yang tersedia diantaranya ; flora dan fauna , potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia , dan potensi sosial-budaya di Desa Nira Nusa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Proses pengambilan data menggunakan observasi lapangan, wawancara, pengisian kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk menghasilkan strategi S-O yaitu potensi sumber daya mangrove dikembangkan menjadi wisata berbasis edukasi dengan kegiatan seperti pengamatan biota/satwa dan kegiatan memancing. Strategi S-T yaitu memberikan pelatihan khusus tentang konservasi mangrove kepada pengelola dan pemerintah setempat tentang dampak membuang sampah di laut. Strategi W-O yaitu memanfaatkan tingginya minat wisatawan untuk memaksimalkan perbaikan sarana-prasarana. Strategi W-T yaitu menyelenggarakan kegiatan pembersihan lingkungan sekitar mangrove oleh pengelola, masyarakat dan lembaga pemerintahan, membuat aturan tidak menebang pohon di area hutan mangrove

    Pengaruh Konsentrasi IAA dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Biji Anggrek Dendrobium phalaenopsis secara In Vitro

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi air kelapa dan Indole- 3-AceticAcid (IAA) terhadap pertumbuhan biji anggrek Dendrobium phalaepnopsis secara in vitro. Bahan tanaman yangdigunakan adalah buah anggrek D.phalaenopsis umur 4 bulan setelah polinasi yang diperoleh dari NurseryTiti Orchid di Pakem, Yogyakarta. Perlakuan terdiri dari variasi konsentrasi air kelapa (0, 5, 10, dan 15) % danIAA (0, 0,5, 1, 1,5) ppm dalam media MS. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Pengamatan dilakukanselama 6 minggu untuk menentukan fase pertumbuhan biji dan penghitungan persentase pertumbuhanbiji anggrek D.phalaenopsis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji anggrek dapat tumbuh pada semuamedia perlakuan termasuk kontrol namun pertumbuhan hanya dapat mencapai fase 3 (embrio mengalamipembengkakan, berwarna hijau dan sudah terlepas dari testa). Selain itu, perlakuan yang menunjukkanpertumbuhan biji tertinggi adalah variasi air kelapa 10% dan IAA 1 ppm yaitu sebesar 38,75% dibandingkankontrol (24,21%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan air kelapa dan IAA padaberbagai konsentrasi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji anggrek D.phalaenopsis.Konsentrasi air kelapa dan IAA yang memberikan respon pertumbuhan biji anggrek tertinggi adalah airkelapa 10% dan IAA 1 ppm yaitu sebesar 38, 75%

    Potensi Keanekaragaman Flora Sebagai Tumbuhan Obat di Wana Wiyata Widya Karya, Sanggar Indonesia Hijau, Kabupaten Pasuruan

    Get PDF
    Tumbuhan merupakan komponen keanekaragaman hayati yang menjadikan Indonesia memiliki kekayaan alam terbesar urutan kedua di dunia. Salah satu pemanfaatan fungsi tanaman adalah sebagai tanaman obat. Tumbuhan obat adalah bahan yang berasal dari tumbuhan yang masih sederhana, murni, belum tercampur atau belum diolah, yaitu tumbuhan yang tinggal dipetik dan diracik, kemudian langsung dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang terdapat di Wana Wiyata Widya Karya, Sanggar Indonesia Hijau, Kabupaten Pasuruan dan jenis organ tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif melalui metode jelajah dan pengambilan spesies di area penelitian. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat berjumlah 55 jenis yang berasal dari 34 famili. Jenis organ tumbuhan yang berkhasiat obat teridentifikasi sebanyak 10 bagian. Presentase organ tumbuhan obat yang paling banyak digunakan untuk keperluan obat adalah daun dengan nilai 47%, buah 27%, biji 7%, rimpang 5%, getah 4%, serta kulit pohon, umbi, bunga, tangkai daun, dan batang masing-masing sebanyak 2%

    73

    full texts

    73

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sciscitatio (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇