Sciscitatio (E-Journal)
Not a member yet
73 research outputs found
Sort by
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Informasi mengenai keamanan penggunaan rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) sebagai obat tradisionalmasih terbatas. Uji keamanan melalui uji toksisitas penting untuk dilakukan sebelum dilakukan uji manfaatlebih lanjut. Salah satu uji toksisitas akut yang dapat dilakukan sebagai uji toksisitas tahap awal adalah ujitoksisitas akut dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Daun rumput Knop diekstrak dengan penyarietanol dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun rumput Knop dengan konsentrasi 1000, 500, 250, 125 dan62,5 µg/ml dipaparkan pada larva Artemia salina (L.) selama 24 jam. Tingkat toksisitas ditentukan berdasarkannilai LC50 yang diperoleh berdasarkan jumlah larva yang mati, melalui analisis probit. Kandungan fitokimiaekstrak etanol daun rumput Knop diuji melalui uji fitokimia kualitatif. Nilai LC50 ekstrak etanol daun rumputKnop sebesar 183,91 µg/ml. Ekstrak etanol daun rumput Knop mengandung alkaloid dan steroid
Aktivitas Hidrolisis Ekstrak Kasar Lipase dari Kecambah Biji Kesambi (Schleichera oleosa L) dengan Variasi Waktu Perkecambahan
Biji kesambi mengandung beberapa jenis asam lemak seperti asam miristat, asam palmitat, asam stearat,asam arakidat, asam oleat dan asam linoleat. Proses perkecambahan merupakan tahap awal perkembangantumbuhan berbiji yang didukung oleh peran enzim. Enzim lipase berperan untuk mengatur kecepatanpemecahan lemak dan sintesis lemak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas hidrolisis ekstrakkasar lipase kecambah biji kesambi dan kadar protein dalam ekstrak kasar lipase kecambah biji kesambi. Hasilpenelitian ini menunjukan aktivitas hidrolisis ekstrak kasar lipase kecambah biji kesambi tertinggi adalah harike 13 sebesar 41,3 U/ml, kadar protein tertinggi pada hari ke 13 sebesar 1,11 gr/mL, aktivitas spesifik tertinggipada hari ke 11 sebesar 69,20 U/gr, sehingga penggunaan kecambah biji kesambi pada usia kecambah 11 haridirekomendasikan sebagai sumber lipase
Studi Karakteristik Sarang Orangutan (Pongo pygmaeus morio) di Resort Sangatta dan Resort Sangkima Taman Nasional Kutai
Orangutan (Pongo pygmaeus morio) merupakan satwa langka yang harus dikonservasi melalui pelestarian Taman Nasional Kutai (TNK). Studi karakteristik sarang orangutan merupakan bagian dari upaya pelestarian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jalur transek dengan menghitung sarang orangutan serta mencatat karakteristik sarang orangutan yang meliputi kelas sarang, posisi sarang, tinggi sarang, tinggi pohon, diameter pohon dan jenis pohon sarang. Pada lokasi penelitian ditemukan sebanyak 173 sarang orangutan yang terdiri dari 84 sarang di resort Sangatta dan 89 sarang di resort Sangkima. Jenis sarang didominasi oleh kelas sarang C dan D dengan posisi sarang sebagian besar terdapat pada ujung dahan (UD) di resort Sangatta, posisi sarang terbanyak ada pada ujung dahan (UD) dan pucuk pohon (PP) di resort Sangkima. Rata-rata tinggi sarang orangutan adalah 12,2 - 40,2 m, diameter pohon 17,4 - 110 cm, dan tinggi pohon 12,2 - 40,2 m di resort Sangatta. Pada resort Sangkima rata-rata tinggi sarang orangutan adalah 10,2 - 24,2 m dengan diameter pohon 20 - 109,4 cm dan rata-rata tinggi pohon 14-28,6 m. Karakteristik sarang orangutan menjadi indikator kondisi habitat orangutan yang ada di TN