Sciscitatio (E-Journal)
Not a member yet
73 research outputs found
Sort by
Identification of Riparian Plants Potential for Remediation and Water Quality Monitoring in The Downstream of Brantas River, East Java
Indonesia is home to an extraordinarily diverse range of plant and animal species, particularly in vital wetland, riparian, and aquatic areas crucial for watershed ecosystems. For example, the Brantas River system, located in East Java, plays a pivotal role in sustaining regional biodiversity. However, the river system is currently under threat from degradation and escalating river pollution. This underscores the pressing need to document and inventory its plant diversity. This study specifically focuses on the downstream area of the Brantas River, aiming to identify riparian seed-plants and assess their potential in remediating pollutants. Additionally, the research evaluates water quality in the downstream region. Conducted from November 2020 to February 2021 using an observational method with a descriptive explorative approach, the studyidentified 14 seed-bearing plant species in the downstream area. Although certain water quality parameters met established standards, elevated levels of heavy metals such as lead, copper, and chromium exceeded permissible limits. Notably, 12 out of the 14 identified plant species demonstrated the ability to absorb heavy metals from the environment
Identifikasi Morfologi Beberapa Jamur Liar di Kawasan Kampus IPB University, Bogor, Indonesia
Indonesia diketahui sebagai salah satu negara megabiodiversitas yang memiliki keberagaman tinggi termasuk jamur. Namun, sebagian besar publikasi terkait keragaman jamur di Indonesia tidak dilengkapi dengan deskripsi morfologi tubuh buah yang ditemukan. Eksplorasi dan deskripsi jamur sangat penting untuk mendata keberagaman jamur di Indonesia, tetapi data mengenai keanekaragaman jamur dengan data yang komperhensif masih sangat minim dilaporkan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi jenis jamur di berbagai tempat, salah satunya adalah kawasan kampus IPB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi jamur yang terdapat di sekitar Kawasan kampus IPB guna menambah informasi keragaman jamur Indonesia. Eksplorasi jamur mengacu pada sampling opportunistik yang dilakukan dengan menjelajahi halaman Masjid Al-Huriyah dan hutan di sekitar perumahan dosen IPB berlokasi di Kecamatan Dramaga, Jawa Barat. Identifikasi jamur dilakukan dengan melakukan pengamatan secara makroskopis (dimensi dankarakter tubuh buah) dan mikroskopis (pileipellis, basidia, spora, hifa). Sebanyak 3 genus jamur berhasil diperoleh, diidentifikasi, dan dideskripsikan pada penelitian ini yaitu Geastrum sp., Auricularia sp., dan Psilocybe sp. Seluruh jamur tersebut merupakan anggota dari filum Basidiomycota dan kelas Agaricomycetes. Deskripsi Auricularia dan Psilocybe pada penelitian ini merupakan catatan baru untuk ragam jamur IPB dan berkontribusi pada pangkalan data jamur Indonesia
The Effect of Gamal Leaf (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp)-based Liquid Organic Fertilizer on The Vegetative Growth of Lettuce (Lactuca sativa L.)
The growth of lettuce depends on the interaction of growth and environmental conditions. Improper crop maintenance may cause low yield of lettuce production. Application of liquid organic fertilizer could be performed as a strategy in crop maintenance. This study aimed to determine the effect and concentration of gamal leaf (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp)-based liquid organic fertilizer (LOF) on the vegetative growth of green lettuce plants (Lactuca sativa L.). The research method used a non-factorial Randomised Group Design (RGD), with treatments consisted of P0 (control), P1 (20% gamal leaves-based LOF), P2 (40% gamal leaves-based LOF), and P3 (60% gamal leaves-based LOF). The results showed that Gamal leaves-based liquid organic fertilizer (LOF) that is produced in this research might still contain less macronutrients C, N, P and K that is stated by SNI 7763: 2018 (2-6%), but its application on lettuce as tested plants could still support their growth. Dose of P1 (20%) was the best to support lettuce growth in the form of increased plant height and leaf area index. Dose of P2 (40%) was abble to maintain showed minimum decrease on lettuce total chlorophylls content. Application of dose of P2 (40%) on lettuce growth medium supportes highest uptake of N while the application of dose of P3 (60%) showed highest uptake of P
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan Bakteriosin Bifidobacterium longum terhadap Salmonella typhi
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhi yang menyerang sistem pencernaan. Infeksi Salmonella ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan di seluruh dunia. Penyakit ini dapat diatasi dengan antibiotik, namun saat ini sudah banyak terjadi resistensi antibiotik sehingga penggunaannya kurang efektif. Temulawak merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Bacteriocin memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etanol temulawak dan bakteriosin Bifidobacterium longum terhadap pertumbuhan S. typhi. Ekstraksi temulawak dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol. Skrining fitokimia dengan berbagai reagen dilakukan untuk mengetahui senyawa yang ada di dalamnya. Kadar total fenolik diukur dengan menggunakan persamaan regresi yang dibandingkan dengan asam galat. Bakteriosin B. longum diperoleh dengan cara menambahkan NaOH pada supernatan hasil panen dan memanaskannya pada suhu tinggi. Uji aktivitas daya hambat ekstrak etanol temulawak (EET) dan bakteriosin B. longum (BBl) dilakukan dengan metode difusi disk. EET mengandung alkaloid, saponin, terpenoid, flavonoid, dan fenol dengan kadar total fenol 30,73 ± 2,81 mg GEA/g. EET memiliki aktivitas daya hambat yang rendah hingga sedang, sedangkan BBl memiliki aktivitas daya hambat yang rendah terhadap S. typhi
Analisis Kualitas Fisika dan Kimia Pada Air Sumur Gali di Kecamatan Kota Atambua Nusa Tenggara Timur
Air merupakan sumber daya penting bagi kehidupan di bumi, termasuk untuk manusia. Salah satusumber penyediaan untuk pemenuhan hidup manusia yaitu sumur gali. Air yang bersumber dari sumur gali perlu memenuhi persyaratan kualitas air agar layak dikonsumsi oleh manusia sehingga tidak menimbulkan sakit. Masyarakat di Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu telah lama menggunakan air yang bersumber dari sumur gali. Akan tetapi, pertumbuhan jumlah dan aktivitas masyarakat berpengaruh terhadap kualitas air dari sumur gali. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas air sumur gali di Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, dan menganalisis pengaruh aktivitas masyarakat terhadap kualitas air sumur gali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air dari sumur gali yang berada di Kecamatan Kota Atambua pada bulan Juni-Desember 2023. Pelaksanaan sampling dilakukan berdasarkan standar sampling untuk mengukur kualitas air dan parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, turbiditas, COD, BOD, pH, total coliform dan fecal coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dibandingkan dengan PP Nomor 22 tahun 2021 dan Permenkes Nomor 32 tahun 2017, parameter air sumur gali berupa suhu, pH, CaCO3 dan COD telah sesuai dengan standar baku mutu tersebut. akan tetapi nilai BOD dari air sumur gali yang di Kecamatan Kota Atambua belum memenuhi persyaratan untuk air konsumsi
Fisikokimia Dasar Yoghurt Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata)
Jagung manis (Zea mays L. Saccharata) merupakan salah satu tanaman pangan yang ketersediaannya melimpah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) namun belum dimanfaatkan secara optimal. Berbagai produk olahan berbahan dasar jagung telah dikembangkan, akan tetapi penggunaannya untuk produk probiotik seperti yoghurt nabati sebagai pangan fungsional belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia dasar yoghurt jagung manis ditinjau dari parameter kandungan protein, lemak, karbohidrat dan kadar asam laktat pada yoghurt jagung manis dengan variasi konsentrasi starter yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen yang meliputi pembuatan yoghurt, uji proksimat dan uji kadar asam laktat. Pembuatan yoghurt jagung manis dilakukan dengan 4 perlakuan berupa kontrol (10 % starter), K1 (20 % starter), K2 (30 % starter), dan K3 (40 % starter). Hasil analisis proksimat menunjukkan kandungan protein tertinggi sebesar 6,50 % dan kandungan karbohidrat tertinggi sebesar 12,73 % terdapat pada yoghurt K1 dan kadar lemak terendah yaitu 0,87 % pada yoghurt K1. Yoghurt jagung manis yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki karakteristik fisikokimia berupa tekstur semi padat, warna putih, aroma normal, dan rasa asam
Potensi Kombinasi Sistem Biofilter dan Constructed Wetland Menggunakan Kana Air (Thalia geniculata) dalam Pengolahan Limbah Industri Tahu
Tahu merupakan produk pangan berbahan dasar kedelai yang diolah melalui proses pengendapan atau penggumpalan. Sebagian besar industri tahu belum memiliki sarana dalam pengolahan air limbah sehingga limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi biasanya langsung dialirkan ke badan air seperti parit dan sungai. Limbah cair yang dihasilkan industri tahu mengandung padatan tersuspensi yang akan mengalami perubahan fisika, kimia, dan biologi. Perubahan ini berpotensi menghasilkan zat beracun yang dapat mencemari lingkungan. Salah satu solusi pengolahan yang dapat diterapkan untuk mengolah limbah cair industri tahu adalah penggunaan metode biofilter yang dikombinasikan dengan sistem constructed wetland yang menggunakan tanaman tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas kombinasi sistem biofilter dan constructed wetland yang menggunakan Kana Air (Thalia geniculata) dalam pengolahan limbah cair industri tahu. Penelitian dilakukan dengan metode ekperimental skala laboratorium. Biofilter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi batu dan kerikil, sedangkan tanaman yang digunakan dalam constructed wetland adalah Kana Air (Thalia geniculata). Efektivitas kombinasi sistem biofilter dan constructed wetland untuk mengolah limbah cair tahu dilihat dari nilai BOD, COD, TSS, TDS, nitrat, dan fosfat sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan limbah cair Tahu dengan kombinasi reaktor menghasilkan efisiensi penyisihan nilai BOD 41,31%, COD 46,95%, TSS 84,83%, TDS 10,85%, nitrat 86,13% dan fosfat 6,93
Pelestarian Mangrove sebagai Upaya Meningkatkan Keberlanjutan Tambak Ikan Etuwain di Kabupaten Malaka
Hutan mangrove memiliki fungsi ekologi sebagai pendukung habitat biota dan fungsi ekonomi sebagai pendukung kesejahteraan masyarakat. Distribusi dan kemelimpahan hutan mangrove Etuwain di Desa Lakekun, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka mempengaruhi aktivitas tambak yang diusahakan oleh masyarakat setempat di lokasi hutan mangrove tersebut. Kekurangpahaman masyarakat setempat dalam konversi mangrove menjadi tambak dengan cara yang ramah lingkungan berpotensi mengganggu kelestarian mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi penting hutan mangrove Etuwain yang akan mendukung pengelolaan tambak ikan Etuwain dan menganalisis dampak kegiatan penghijauan yang dilakukan di lokasi. Metode survei-observasi diterapkan untuk menemukan dan menentuan titik lokasi tanpa mangrove akibat penebangan, dan metode partisipasi diterapkan dengan mengajak masyarakat untuk menanam anakan mangrove (propagule) khususnya di titik yang tidak memiliki pohon mangrove. Analisis SWOT diterapkan dalam penyusunan strategi pengembangan hutan mangrove Etuwain secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove Etuwain mendukung fungsi sebagai habitat bagi dekapoda dan ikan. Akan tetapi, ada beberapa titik di lokasi hutan mangrove yang memerlukan penghijauan dengan wajib mempertimbangkan jenis mangrove yang ditanam dan fisiografi lokasi tambak ikan Etuwain. Upaya penghijauan mangrove, khususnya jenis Rhizophora stylosa, dilakukan dengan teknik penanaman yang menggabungkan sistem alat pemecah ombak (APO) dan hybrid engineering. Keterlibatan masyarakat lokal dan berbagai pihak diperlukan dalam menjaga kelestarian mangrove Etuwain. Pertambahan jenis dan jumlah mangrove serta perluasan hutan mangrove Etuwain akan memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat setempat secara berkelanjutan
Identifikasi Keragaman Jenis dan Senyawa Fitokimia Mikroalga dari Pantai Sepanjang Gunungkidul Yogyakarta
Mikroalga banyak ditemukan di perairan pantai Kabupaten Gunungkidul, namun hingga saat ini belum banyak diketahui keragaman dan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mikroalga yang terdapat di Pantai Sepanjang dan kandungan senyawanya yang dapat dimanfaatkan berbagai bidang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2022 di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul. Pengambilan sampel mikroalga dilakukan menggunakan plankton net pada kedalaman yang bervariasi meliputi Stasiun I (pesisir Pantai) , dan Stasiun II (plot 0 – 10 meter, plot 10 – 20 meter dan plot 20 – 30 meter. Jenis mikroalga diidentifikasi berdasarkan ciri morfologi, sedangkan kandungan senyawanya diidentifikasi secara kualitatif dan menggunakan GC-MS. Identifikasi mikroalga menunjukkan adanya 11 spesies yang berasal dari kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae dengan indeks keanekaragaman jenis mikroalga tergolong sedang. Indeks keseragaman pada stasiun 1 didominansi oleh suatu spesies tertentu sedangkan pada stasiun 2 menunjukkan nilai seimbang. Indeks dominansi pada stasiun 1 dan stasiun 2 tidak menunjukkan adanya dominansi jenis tertentu. Hasil uji fitokimia pada kultur mikroalga dari stasiun II menunjukkan kandungan senyawa alkaloid, flavonoid dan tritepenoid, sedangkan Uji GC-MS ekstrak mikroalga dari stasiun I mendeteksi keberadaan 8 senyawa berupa fatty acid, lactone, pyrimidine nucleoside, palmitic acid, organic compound, catalytic compoud, aromatic compound, dan palmitoleic acid, sedangkan 6 senyawa berupa alkane, organic compound, aromatic compound, saturated fatty acid, palmitic acid, dan fatty acid merupakan kandungan dominan mikroalga di stasiun II
Pemanfaatan Kombinasi Sistem Slow Sand Filter dan Constructed Wetland dengan Menggunakan Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam Pengolahan Limbah Cair di Bank Sampah Toli- Toli Mandiri
Keberadaan Bank Sampah Toli-Toli Mandiri (BSTM) telah menjadi fasilitas pengolahan sampah bagi masyarakat Toli-Toli dan sekitarnya. Proses pengolahan sampah di tempat ini meliputi pengumpulan, pemilahan dan konversi sampah. Lokasi BSTM berdekatan dengan sungai Kalangkangan yang menerima luaran langsung berwujud limbah cair dari BSTM. Pengolahan limbah cair berupa lindi potensial dilakukan menggunakan sistem filtrasi dan sistem constructed wetland yang dapat membantu menurunkan kontaminan berupa padatan tersuspensi dan patogen, serta menurunkan ragam kadar parameter kimia limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat efektivitas dari kombinasi sistem slow sand filter dan constructed wetland sub-surface flow (CW-SSF) yang menggunakan tanaman melati air (Echinodorus palaefolius)dalam pengolahan limbah cair di Bank Sampah Toli-Toli Mandiri. Pengolahan limbah cair dimulai dengan pembuatan reaktor dengan desain yang terdiri dari sistem slow sand filter menggunakan pasir halus dan sistem constructed wetlands menggunakan Echinodorus palaefolius, tanah sawah, serta batu kerikil yang berukuran, 1 – 3 mm, 5 – 10 mm, 15 – 30 mm. Efisiensi penurunan parameter limbah cair BSTM setelah pengolahan dengan kombinasi sistem slow sand filter dan constructed wetland meliputi nilai COD 7,74%, TDS 62,56%, TSS 98,28%, dan fosfat 23,30%. Penggunaan sistem filtrasi slow sand filter dan constructed wetland dapat menghasilkan penurunan polutan limbah cair.