Sciscitatio (E-Journal)
Not a member yet
73 research outputs found
Sort by
Uji Sensitivitas dan Spesifitas Katrid TCM Xpert Mtb/Rif Ultra pada Sampel Cairan Pleura di RS Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga
Tuberkulosis (TB/TBC) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menimbulkan infeksi pada paru-paru (TB paru), masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Tuberkulosis sering bermanifestasi ke organ-organ lain (TB ekstraparu). Efusi pleura atau pleuritis adalah bentuk umum dari tuberkulosis ekstra paru (TB). Salah satu standar emas untuk mendiagnosis pleuritis TB secara pasti adalah deteksi Mtb dalam cairan pleura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas dan spesifitas pemeriksaan Xpert MTB/RIF Ultra pada sampel cairan pleura penderita dan suspek efusi pleura TB RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Penelitian ini dilakukan di Ruang Laboratorium Mikrobiologi RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain cross sectional, yang dilaksanakan pada Januari 2024 sampai Maret 2024. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 21 sampel. Hasil penelitian menunjukkan sensitivitas katrid MTB/RIF Ultra sebesar 66,67 %, dan spesifitas 100% untuk sampel cairan pleura, di mana sensitivitas katrid MTB RIF sebelumnya hanya sebesar 43% dan 54,8%. Dari hasil penelitian tersebut katrid MTB/RIF Ultra tidak direkomendasikan tapi dapat dipertimbangkan untuk pemeriksaan TB ekstraparu metode TCM dengan sampel cairan pleur
Produksi Gula Hidrolisat Serbuk Ampas Tebu (Saccharum officinarum L.) oleh Bakteri Selulolitik Air Lindi
Gula hidrolisat merupakan gula hasil proses hidrolisis selulosa dari bahan lignoselulosa. Gula hidrolisat memiliki banyak kegunaan dalam berbagai bidang industri, seperti sebagai pemanis makanan dan minuman, pembuatan bioplastik, serta sebagai bahan baku pembuatan biofuel. Proses hidrolisis selulosa menjadi gula hidrolisat dilakukan dengan bantuan enzim selulase. Enzim selulase ini dimiliki salah satunya oleh mikroorganisme selulolitik yang bersumber dari cairan hasil dekomposisi sampah atau disebut juga air lindi (leachate). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gula hidrolisat dari substrat ampas tebu (Saccharum officinarum L.) oleh bakteri selulolitik air lindi. Metode penelitian ini diawali dengan mengisolasi bakteri selulolitik dari air lindi yang berasal dari TPS Pasar Gegerkalong. Bakteri ditumbuhkan pada media CMC Agar untuk seleksi bakteri selulolitik. Bakteri yang diperoleh kemudian diuji nilai indeks selulolitik yang dimilikinya. Media fermentasi yang mengandung substrat ampas tebu dengan konsentrasi substrat awal 5% dan 10% (b/v) disiapkan sebagai substrat selulosa. Hasil penelitian menunjukkan kadar gula hidrolisat yang dihasilkan oleh konsentrasi substrat awal 5% dan 10% sebesar 39,7% dan 49,19%. Konsentrasi substrat awal 10% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghasilkan gula hidrolisat
Studi Keanekaragaman Tumbuhan Liar pada Lahan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang
Tumbuhan liar adalah tumbuhan yang umumnya dianggap sebagai pengganggu bagi perkembangan tanaman budidaya termasuk pada lahan cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan liar, indeks keanekaragaman jenis tumbuhan liar, dan mengetahui korelasi faktor abiotik dengan indeks keanekaragaman jenis tumbuhan liar di lahan cabai rawit di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Penelitian ini berada tiga desa yaitu Desa kidangbang dan Desa Wajak luas lahan sebesar 25. 000 m², dengan titik plot sebanyak 25 plot, Desa Blayu dengan luas lahan sekitar 20. 000 m², dengan 20 titik plot, setiap plot berukuran 1x1 m. Metode identifikasi tanaman spesies dianalisis deskriptif dalam gambar dan tabel, jumlah spesies dan jumlah individu tiap species dianalisis menggunakan rumus parameter ekologi, dan faktor abiotik suhu, pH, dan intensitas cahaya dianalisis deskriptif menggunakan rumus dan analisis indeks keanekaragaman tumbuhan liar dengan faktor abiotik menggunakan rumus regresi menggunakan Excel 2013. Hasil penelitian ditemukan 10 familia dengan 15 spesies. Frekuensi tumbuhan tertinggi di ketiga lahan cabai adalah Synedrella nodiflora Gaertn dengan nilai 100% sedangkan frekuensi keanekaragaman jenis tumbuhan liar berada di Desa Kidangbang. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman jenis tumbuhan liar yang ada di ketiga lahan cabai rawit menunjukkan kategori sendang yaitu nilai 1.93 (Desa Kidangbang), 1.71 (Desa Wajak), dan 1.60 (Desa Blayu). Hasil analisis hubungan faktor abiotik terhadap indeks keanekaragaman jenis tumbuhan liar menunjukan suhu berkolerasi negatif dengan nilai indeks keanekaragaman jenis tumbuhan liar, pH dan intensitas cahaya berkolerasi positif dengan nilai indeks keanekaragaman jenis tumbuhan liar
Deteksi Gen Resisten Kloramfenikol (cat) pada Isolat Klinik Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli dengan Metode Polymerase Chain Reaction
Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli adalah patogen oportunistik dari kelompok bakteri gram negatif yang menyebabkan infeksi pada tubuh manusia. Kedua spesies tersebut sering ditemukan telah resisten terhadap beberapa antibiotik. Kloramfenikol merupakan antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut, salah satu gen pengendali resistensi kloramfenikol adalah gen cat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gen resistensi kloramfenikol (cat) pada isolat klinik P. aeruginosa dan Escherichia coli. Bakteri diisolasi dari kasus infeksi di Rumah Sakit. Kemudian dilakukan identifikasi dengan metode uji biokimia, isolasi DNA, kemudian diamplifikasi dengan metode Polymerase Chain Reaction, dengan menggunakan dua pasang primer spesifik untuk kedua bakteri tersebut, dilanjutkan visualisasi hasil PCR dengan menggunakan elektroforesis. Hasil uji menunjukkan bahwa semua isolat P. aeruginosa terdeteksi adanya gen cat (100%), sedangkan E. coli terdeteksi gen cat sebesar 71,4
Comparative Analysis of Mitragynine Content in Kratom Leaves (Mitragyna speciosa Korth) from Kabupaten Kapuas Hulu Using HPLC Method
Opioid drugs are common analgesics for managing chronic pain, but they have significant short- and long-term side effects. Despite this, opioid consumption continues to rise in high-income countries, raising concerns about dependency. Kratom (Mitragyna speciosa Korth), which has opioid-like effects, shows potential as an analgesic with fewer side effects. This study aimed to explore and compare the mitragynine content in Kratom leaves from various regions in Kabupaten Kapuas Hulu, Indonesia, using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Kratom leaves from 14 regions in Kapuas Hulu were collected, dried, and ground. Mitragynine was extracted using 70% ethanol and analyzed with HPLC. The yield percentage and mitragynine content in both the powdered simplisia and ethanol extract were measured and compared. The study showed that the average ethanol extract yield was 28%, with the highest yield from Elis Menendang (31.20%) and the lowest from Nanga Lauk (23.86%). Mitragynine content was significantly higher in the ethanol extract (3.22%) compared to the powdered simplisia (1.46%). Samples from Lanjak, Jongkong, Bunut, and Putussibau Kota showed mitragynine content exceeding 4% in the ethanol extract. HPLC analysis indicated that ethanol extraction significantly increases the mitragynine content in Kratom leaves compared to powdered simplisia, up to twice as much
Karakteristik Nata De Soya dari Whey Tahu dengan Penambahan Gula Semut Aren Menggunakan Acetobacter xylinum
Tahu merupakah produk olahan kedelai yang menghasilkan limbah berupa padatan dan cairan. Limbah cair atau Whey yang tidak diolah berpotensi untuk mencemari lingkungan sehingga perlu adanya pengolahan terhadap limbah tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pembuatan Nata de Soya berbahan dasar limbah cair tahu dengan metode fermentasi bakteri Acetobacter xylinum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Nata de Soya yang dihasilkan dari limbah cair tahu dengan penambahan gula semut aren. Karakterisasi Nata de Soya dilakukan dengan pengujian kadar serat kasar menggunakan metode gravimetri, kadar air dengan metode thermogravimetri, ketebalan dengan pengukuran jangka sorong, rendemen dengan perhitungan berat dan volume bahan, Total Coliform dengan metode Chromocult Coliform Agar (CCA), serta Food Security dengan metode Colorimetric dan Colorimetric-Sulfanilic Acid. Variasi penambahan gula semut aren adalah 2,8%(b/v), 4,2% (b/v), dan 4,6% (b/v). Nata de Soya dengan variasi gula 4,6% (b/v) memiliki kadar air paling maksimal yaitu 97,82%, rendemen 21,20%, dan tebal 0,45 cm. Kadar serat maksimal dihasilkan pada variasi gula 2,8% (b/v) sebesar 1,18%. Nata de Soya menunjukkan kadar Coliform sebanyak 7 g dan positif mengandung nitrit pada uji Food Security
Seleksi Bakteri dengan Aktivitas Fibrinolitik yang Diisolasi dari Tanah Rumah Potong Ayam
Bakteri fibrinolitik mampu melisiskan fibrin, suatu bekuan darah yang terbentuk dari fibrinogen melalui proses penghancuran protein oleh trombin. Akumulasi fibrin yang berlebihan tanpa keseimbangan hemostatis menyebabkan trombosis, dapat mengakibatkan kelainan serebrovaskular dan kardiovaskular. Enzim fibrinolitik dari bakteri mempunyai potensi sebagai agen obat trombosis. Tujuan penelitian ini mendapatkan bakteri yang unggul dalam menghasilkan enzim fibrinolitik. Isolat bakteri diseleksi berdasarkan Indeks Aktivitas Enzim (IAE) proteolitik pada skim milk agar dan IAE fibrinolitik pada fibrin plate agar. IAE diperoleh dengan membagi diameter zona jernih di sekeliling koloni bakteri dengan diameter koloni bakteri. Dua puluh delapan isolat bakteri mempunyai aktivitas proteolitik , empat belas isolat diantaranya mempunyai aktivitas fibrinolitik. Lima isolat bakteri mempunyai IAE fibrinolitik 4,0. Isolat tersebut teridentifikasi sebagai anggota Bacillu
Aktivitas Antifungi Ekstrak Metanol Sarcotheca diversifolia (Miq) Hallier F terhadap Pertumbuhan Candida albicans
Asam Kalimbawan (Sarcotheca diversifolia (Miq) Hallier F.) merupakan tumbuhan liar yang berpotensi sebagai tanaman obat dan diketahui sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi antifungi ekstrak metanol buah Sarcotheca diversifolia terhadap Candida albicans. Ekstraksi buah asam kalimbawan (S. diversifolia) dilakukan dengan metode maserasi pada pelarut metanol pro analis. Pengujian antifungi menggunakan metode difusi lubang sumuran di media Saboraud Dextrose Agar. Konsentrasi ekstrak metanol buah S. diversifolia yang diujikan adalah 0,2; 0,4; 0,6; dan 0,8 g/ml, kontrol positif ketokonazol 2%, dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ekstrak metanol buah asam kalimbawan (S. divesifolia) dapat menghambat pertumbuhan C. albicans melalui pembentukan zona bening di sekitar sumuran. Daya hambat ekstrak metanol buah asam kalimbawan pada ketiga konsentrasi termasuk dalam kategori sedang dengan sifat daya hambat fungistatik. Kekuatan daya hambat dari ekstrak metanol buah asam kalimbawan tersebut memiliki 29-28% dibandingkan dengan daya hambat 2% ketokonazol dengan kategori kuat. Semua konsentrasi uji bersifat fungistatik di jam ke 48. Metabolit sekunder yang terdeteksi pada ekstrak metanol buah S. diversifolia terdiri atas alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin, dan tanin. Buah asam kalimbawan (S. divesifolia) diduga berpotensi sebagai fungistatik berbasis bahan alam
Aktivitas Antimikroba Larutan Antiseptik Dari Garbage Enzyme Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Pengolahan sampah yang belum optimal menimbulkan berbagai masalah pencemaran lingkungan yang belum dapat diatasi. Berbagai upaya pengolahan sampah, terutama dari jenis organik dilakukan untuk menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Istilah garbage enzyme (GE) mengacu kepada hasil fermentasi sisa sayuran dan buah yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai purifikato air yang tercemar, pupuk organik, dan mengurangi bau tidak sedap pada timbunan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antimikroba larutan antiseptik dari GE terhadap Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi konsentrasi larutan antiseptic GE yaitu 0%, 15%, 30%, 45% dan 60%. Metode uji aktivitas antimikroba adalah metode difusi agar yang mengukur diameter zona bening yang menunjukan penghambatan pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat aktivitas antimikroba pada larutan antiseptik GE dengan rata-rata diameter zona bening adalah 14-21,3 mm untuk E. coli, dan 14,3-25,9 mm untuk S. aureus. Aktivitas antimikroba larutan antiseptik GE terhadap E. coli dan S. aureus meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi larutan antiseptik GE, dimana konsentrasi 45 % dan 60% memiliki aktivitas antimikroba yang kuat dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus
Isolasi, Skrining dan Identifikasi Fungi Selulolitik Asal Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rempoah, Kabupaten Banyumas
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rempoah, Kabupaten Banyumas memiliki timbunan sampah organik melimpah yang dikomposkan secara alami. Sampah organik dapat terdegradasi secara alami oleh beberapa mikroba, salah satunya adalah fungi selulolitik yang dapat mendegradasi selulosa dengan mekanisme enzimatis. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan sampah organik yang melimpah adalah mengeksplorasi mikroba yang memiliki potensi dalam menguraikan sampah organik dengan efektif dan cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh isolat fungi yang memiliki potensi selulolitik asal TPST Rempoah. Penelitian ini terdiri dari tahap pengambilan sampel; isolasi dan pemurnian fungi; skrining fungi selulolitik dengan menggunakan media CMC; dan identifikasi isolat fungi secara morfologi. Hasil penelitian didapatkan 6 isolat fungi selulolitik yang berasal dari Genus Aspergillus yang berhasil diisolasi dari TPST Rempoah. Nilai indeks selulolitik tertinggi dimiliki isolat Aspergillus RB1 dengan nilai IS sebesar 1,33