Jurnal Online Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
753 research outputs found
Sort by
Tantangan Implementatif Budaya Korporat dalam Merubah Sistem Layanan Jasa Pendidikan
Artikel sederhana ini merupakan wujud pengembangan kajian manajemen pendidikan. Dulu, lembaga pendidikan dinilai hanya mengimplementasikan sistem manajemen tradisional yang berfokus ketaraturan administratif semata. Pemimpin memiliki peran sebagai administrator yang memperhatikan aspek-aspek mikanis-fungsional di dalam lembaga pendidikan. Kata inovasi, invansi, dan perubahan merupakan aspek yang sulit ditemukan. Namun, seiring berjalannya waktu, adaptasi lembaga pendidikan terhadap perkembangan pun pesat. Lembaga pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek internal kelembagaannya, melainkan juga memperhatikan sistem pelayanan terhadap konsumen ‘jasa pendidikan’. Oleh karenanya, mesti ada perubahan cara, pendekatan, dan sistem baru untuk bisa menyerupai layanan jasa lainnya. Rhenald Kasali, Buchari Alma, dan beberapa praktisi pendidikan lainnya, menyarankan adanya perubahan paradigmatik budaya manajemen lembaga pendidikan. Mereka menyebutnya sebagai budaya koorporat. Sebuah nilai budaya yang beorientasi pada kepuasan pelanggan. Ide besar ini, cukup sulit diimplementasikan karena di lembaga pendidikan sudah ada budaya klasik yang melekat terlalu lama. Tulisan ini akan menjelaskan beberapa tantangan budaya laten yang bisa menggagalkan proses implementasi budaya korporat di lembaga pendidika
Manajemen Satu Atap dan Anomali Competitiveness antar Lembaga Pendidikan
Tulisan ini adalah konsepsi deskriptif tentang manajemen satu atap dan anomalinya untuk persaingan antar lembaga pendidikan. Sebagaimana sumber keilmuannya, implementasi manajemen satu atap dilakukan untuk memudahkan kontrol terhadap lembagalembaga yang ada di bawahnya. Manajemen satu atap, umumnya, memiliki mikanisme koordinatif, bukan kompetitif. Budaya manajemen satu atap diselenggarakan untuk menghasilkan efektifitas dan efesiensi kelembagaan. Dan masih banyak tujuan lain yang melatar belakangi pelaksanaanya, yang intinya adalah centralisasi kewenangan. Namun, bukan berarti tidak bisa menyelenggarakan iklim kompetisi di dalamnya. Bagaimanakah iklim kompetisi itu bisa dibangun? Salah satunya adalah dengan cara mendelegasikan separuh lebih wewenang yang dimiliki oleh top manajer kepada low manajer di bawahny
Opini Stakeholder Dampak Kabijakan Sertifikasi Guru terhadap Profesionalisme Guru di Kab. Gresik
Masih banyak asumsi yang berkembang di masyarakat, bahwa kebijakan sertifikasi guru tidak banyak merubah profesionlaitas guru di dalam proses pembelajaran. Asumsi ini mungkin saja cukup beralasan. Pasalnya, perilaku guru drastis berubah setelah mendapatkan tunjangan para guru. Tulisan ini bermaksud untuk menilai profesionalisme guru tersertifikasi, atau lebih khusus bagi mereka yang mendapatkan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) di Kab., Gresik, berdasarkan pada standard mutu yang sudah ditentukan oleh peraturan pemerintah. Pasca penelitian, tim mengambil kesimpulan bahwa dampak sertifikasi guru tidak berkesinambungan terhadap kinerja guru. Guru, umumnya, berperilaku profesional hanya pada dua moment; in between process dan saat penyusunan laporan/dalam tahap pengawasan Tim Pengawas. Kesimpulan ini mengkonfirmasi beberapa penelitian terdahulu yang setidaknya menyebut bahwa sertifikasi guru, apabila diteliti menggunakan pandangan outsider (bukan guru), maka signifikansinya sangat keci
Konfirmitas dan Konseling Kelompok dalam Pendidikan Islam (Sebuah Tinjauan Konseptual)
Konformitas mendapatkan perubahan perilaku remaja sebagai usaha untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok. Konformitas adalah proses alamiah anak untuk beranjak dewasa. Di dalam dunia pendidikan, perkembangan anak tidak bisa dibiarkan begitu saja. Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah treatment khusus dalam menghadapi masalah konformitas ini. Salah satunya adalah dengan konseling kelompok, yang sesuai dengan prosedur dan aturan llmu Bimbingan dan Konseling (BK). Begitu juga ajaran Islam, sebagaimana yang dianut dalam konsep pendidikan Islam. Tulisan ini akan berupanya membentuk sebuah formulasi konseptual konformitas dalam bingkai pendidikan Islam. Tawaran penulis adalah membentuk layanan kelompok yang tadinya hanya didasari pada minat, bakat, atau integensi, dan permasalahan. Melainkan layanan kelompok sesuai dengan kelompok peserta didik yang sudah ada sebagai bahan dari konformitas
School Culture-Management and Spatial Theory
Artikel ini merupakan refleksi diri dari proses pemberlakuan budaya organisasi di lembaga pendidikan. Budaya organisasi dan pendidikan, diideombkan menjadi budaya sekolah. Sebuah budaya yang didasari pada nila-nilai keyakinan, histori, dan ideologi lembaga pendidikan. Namun, permasalahannya budaya sekolah dimaknai sebagai proses yang sempit. Yaitu, menciptakan kebudayaan yang dapat membedakan satu lembaga yang satu dengan lainnya. Beium ada pembahasan tentang proses konstruksionis dan pembudayaan secara sustainable yang dibahas. Oleh karenanya, artikel ini, akan menghadirkan budaya sekolah sebagai "kata kerja" yang bermakna "how it becoming culture and on activeprocess". Artinya, budaya organisasi sebagai nilai yang tentu ditekankan dan diperkenalkan kepada elemen sekolah. Penulis akan mengkajinya dengan metode spatial teori- sebuah teori tentang tempat, teritori, dan waktu '.Intinya, artikel ini, adalah tamran untuk memberlakukan budaya organisasi di lembaga pendidikan berbasis teori sosial dan manajemen
Pembelajaran Tematik Terpadu: Membimbing Anak Mengintegrasikan Pengetahuan dan Pandangan tentang Kehidupan dan Dunia Nyata
Sama halnya dengan kurikulum, proses pembelajaran merupakan aspek esensial dalam pendidikan. Proses pembelajaran sangat menentukan karakteristik outcome peserta didik. Saat ini, pemerintah, melalui Kemendikbud, mencanangkan kurikulum dan sistem pembelajaran yang tematik terpadu. Sebuah konsep yang dapat mengantarkan peserta didik memahami psengetahuan dan mendalami peranannya dalam kehidupan nyata. Tulisan ini, sebenartrya, hanya merupakan kajian rejlektif penults tentang pembelajaran tematik-terpadu. Tulisan ini pula, hatya ingin mendeskripsikan ungensitas model pembejaran tersebut, berdasarkan paradigma teoritik.. In the end, parapendidik mampu memahami subtansi pembelajaran tematik terpadu secara umum, dan mampu mengimplementasikannya
Strategi Pemasaran Madrasah di Era Kompetisi Global
Salah satu dampak dari gencamya arus globatisasi adalah munculnya kompetisi di segala bidang, termasuk di dalamnya kompetisi di dunia pendidikan. Madrasah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, secara tidak langsung memiliki posisi, peluang dan tantangan yang sama untuk masuk dalam pergulatan kompetisi global. Selama ini keberadaan madrasah sering dianggap sebagai lembaga pendidikan pilihan kedua setelah sekolah. Kebanyakanmasyarakat lebih menggantungkan harupan akan pendidikan anak-anaknya melalui jalur sekolah. Ketidakmampuan madrasah dalam mengemas kualitas produk, dalam bentuk layanan peendidikan bagi para konsumen (pengguna jasa pendidikan), akan semakin meminggirkan posisi madrasah dari ruang kompetisi. Untuk itu, madrasah perlu didorong agar mampu membangun sistem pemasaran pendidikan secara efektif, sehingga dapat metyadi satuanpendidikan yang unggul dan kompetiti
Strategi Pengembangan PP. Sidogiri melalui Lembaga Sidogiri Network Forum (SNF)
Paper ini akan lebih banyak membahas tentang model pengembangan pondok pesantren, baik itu secara tradisional maupun modern. Pengembangan Pesantren, dalam konteks tradisional, biasanya bermodalkan atau mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDM) yang ada di sekitar Pondok Pesantren dibandingkan dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Sedangkan, pola pengembangan Pondok Pesantren Modern, pada umumnya, menggunakan dua model sekaligus; yaitu mengoptimalkan modal social dan alam yang dimiliki Pondok Pesantren, dan diimbangi oleh Sumber Daya Manusia yang sangat terlatih dan mumpuni. Paper ini mengambil studi kasus di PP. Sidogiri Pasuruan yang sudah sangat terkenal memiliki pola pengembangan yang sangat modem, baik itu secara SDM maupun pengolahan SDM yang dimiliki oleh PP. Sidogiri. Model pengembangan yang paling baru adalah Sidogiri Network Forum (SNF)