Jurnal Online Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
753 research outputs found
Sort by
Kualifikasi Guru BK dan Keberhasilan Pelaksanaan Program di SMA Negeri 4 Sidoarjo
Bimbingan dan konseling merupakan hal pokok dalam pendidikan. Luaran bimbingan dan konseling merupakan kunci pokok dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah, untuk membentuk manusia yang seutuhnya. Kualifikasi guru BK menjadi tolak ukur kualifikasi dan keefektifan progam layanan guru BK untuk memberikan solusi yang tepat terhadap segala permasalahan yang dihadapi di sekolah terutama siswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan rumus analisis regresi untuk melihat pengaruh antara kualifikasi guru BK dengan keberhasilan pelaksanaan program layanan BK. Hasil penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kualifikasi guru BK dengan keberhasilan pelaksanaan programlayanan BK di sekolah. Karena, di dalam struktur BK sendiri, ada organisasi BK yang terdiri dari seluruh personil sekolah yang memiliki peran dan fiungsi masing-masing untuk menjalankan proses BK Sehingga, peran mereka (non guru BK) patut diperhitungkan dalam keberhasilan pelaksanaan progam layanan bimbingan konseling di sekolah
Pengembangan Alumni Santri di Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM) Pondok Modern Darussalam Gontor
Penelitian tentang Pengembangan Alumni Santri di Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat(PLMPM) Pondok Modern Darussalam Gontor ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan alumni santri di pusat latihan manajemen dan pengembangan masyarakat (PLMPM) Pondok Modern Darussalam Gontor Hasil penelitian dan analisa data menunjukkan bahwa Proses pengembangan alumni santri di pusat latihan manajemen dan pengembangan mayarakat (PLMPM) dilaksanakan melalui program-program pelatihan terstruktur dan integratif. Metode yang digunakan-pun perpaduan antara penguasaan teori dan praktek dengan 3 konsentrasi yaitu : a. training fisik dan penalaran. b. pengembangan masyarakat yang meliputi: kajia studi islam, kajian tentang teori pengembangan masyrakat, praktek pengembangan masyarakat dan magang dakwah. c. kewirausahaan( entrepreneur
Efektivitas Layanan Terapi Client Centered dalam Mengatasi Siswa tidak Percaya Diri di SMK Negeri 1 Surabaya
Client Centered merupakan terapi jang mendasari hal- hal yang menyangkut konsep diri, aktualisasi diri, teori kepribadian dan hakikat kecemasan. Dimana dalam terapi client centered ini perilaku yang bermasalah memiliki karakteristik seperti persingan, ketidak selarasan dan berperilaku yang bermasalah seperti pengasingan. Sebagaimana dengan kasus yang peneliti temukan siswa X yang selalu pendiam, menyendiri, dan tidak bisa berinteraksi dengan baik yang mengakibatkan X tersebut tidak percaya diri, sehingga dapat diberikan terapi layanan client centered. Dalam penelitian ini, masalahyang diteliti adalah bagaimana layanan tempi client centered di SMK Negeri 1 Surabaya. Hasil dari proses pelaksanaan terapi client centered dalam mengatsi sisiwa tidak percaya diri di SMK Negeri 1 Surabaya dikatakan berhasil karena X yang awalnya pendiam menyendiri, dan sulit bersosialisasi, setelah mendapatkan terapi yang diberikan oleh peneliti terdapat satu perubahan terhadap X yaitu sudah mulai bergaul dengan temannya, dan selalu periang
Upaya Kepala Madrasah dalam Mengatasi Keterbatasan Sarana Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (Studi MI. Banat Nurul Huda Kalanganyar Sidoarjo)
Tulisan ini akan lebih banyak mengupas upaya, usaha, dan gaya kepala sekolah untu mensiasati dan mengembangkan kelembagaan sarana-prasarana sekolah Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Tehnik pengumpulan data diperoleh melalui: wawancara (interview), observasi, dokumentasi. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan keterbatasan sarana pembelajaran di Ml Banat Nurul Huda Sidoarjo antara lain : sarana penunjang pendidikan belum sepenuhnya berada dalam kondisi yang memadai, tidak ada tahapan penentuan kebutuhan, kurang optimalnya perawatan. Ktndala yang dialami Kepala Madrasah, antara lain: minimnya dana, p>artisipasi wall murid dan relasi dengan masyarakat. Serta upaya Kepala Madrasah yang meliputi: Penentuan kebutuhan, Proses pengadaan,. Pemakaian atau penggunaan. Pencatatan atau pengurusan Pertanggung jawaban
 
Reintegrasi Ilmu, Islam, Agen dan Fondasi Lembaga Pendidikan Islam
Tulisan ini diawali oleh pemikiran bahwa ada kecenderungan konsep definitif pendidikan Islam selalu didominasi oleh para cendikiawan dan akademisi. Akhirnya, konsep-konsep tersebut membentuk konstruksi pembatas antara pendidikan dan ajaran Islam. Ada anggapan bahwa pendidikan Islam adalah lawan-berbeda dan sistem pendidikan modem. Namun, bagi penulis, pluralitas kebudayaan yang dimiliki Indonesia memberikan wama tersendiri terhadap konstruksi pemikiran pendidikan. Lembaga pendidikan Islam di Indonesia lebih progresif dan mampu menyemai persoalan dikotomis yang diwarisi sgarah masa lalu. Salah satunya penulis dapatkan dan pemikimn KH. Hasyim Muzadi. Pemahaman dan pengelaman beliau bisa kita jadikan rujukan untuk konsep pendidikan masadepan. Salah satu pemikirannya adalah integrasi ilmu melalui agent (orang/ilmuan) bukan jokus pada aspek-aspek normatif semata. Tulisan ini akan berusaha mendeskripsikan, merangkai, dan membedah kembali tentang konsep pendidikan Islam dalam pemikiran KH. Hasyim Muzadi
Manajemen Kidspreneur Center di Yayasan Al-Madinah Surabaya
Ada hal yang akan dikaji dalam tulisan ini; penerima pelaksanaan manajemn, efektifitas serta jaktor-faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan manajemen Kidspreneur Center dalam membentuk jiwa entrepreneurship pada anak yatim di Yayasan Al- Madinah Surabaya. Untuk menjawab permasalahan tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan. Pertama, manajemen Kidspreneur Center dalam membentuk jiwa entrepreneurship pada anak yatim di yayasan Al-Madinah Surabaya masih belum efektif. Kedua, meskipun manajemen Kidspreneur Center yang ditetapkan yayasan Al-Madina masih belum efektif Kidspreneur Center telah mampu membentuk jiwa entrepreneurship pada anak yatim walaupun belum secara optimal. Ketiga, faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan kegiatan Kidspreneur Center adalah ketersediaan dana, mentor atau tenaga pengajar program kegiatan Kidspreneur Center Surabaya yang telah memilik basic entrepreneurship, dan sarana dan prasarana.
 
Analisis Pengaruh Moving Class dan Peningkatan Prestasi Siswa (Studi Kasus di SMA 2 Muhammadiyah Surabaya)
Tulisan ini mengkaji pengaruh pengelolaan kelas pada moving class terhadap prestasi belajar dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kelas pada moving class di SNIA Muhammadiyah 2 Surabaya, untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, dan sejauh mana pengaruh pengelolaan kelas pada moving class terhadap prestasi belajar siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pengelolaan kelas pada moving class telah dilakukan dengan sangat baik. Ini terbukti dari hasil prosentase yang menunjukkan nilai 87,6. Dan prestasi belajar siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya tergolong baik. Ini terbukti dengan data nilai akhir semester siswa yang rata-rata adalah 7
Pengelolaan Kelas Inklusi di Sekolah Dasar Muhammadiyah 20 Surabaya
Pendidikan untuk semua, itu merupakan amanat seluruh halnya kita yakini kebenarannya, mulai dari landasan agma, sosial, dan tanggung jawab individu sebagai manusia. Oleh karnanya, tak satupun di dunia ini yang diperkenankan untuk tidak mendapatkan pendidikan, termasuk anak berkehutuhan khusus. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji pelaksanaun pembelajaran dan pengelolaan kelas untuk siswa yang memiliki kebutuhan khusus tersebut. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai tambahan referensi implementasi dalam proses pendidikan. Metode yung digunakan adalah kuantitatif-deskriptif. Hasil penelitiannya menyebutkan adanya sirategi, model, dan desain yang cukup efektif yang dilakukan oleh SD Muhammadiyah 20 Surabaya. Meskipun di dalamnya juga terdapat hambatan-hambatan kecil
Homeroom Technique dan Pengembangan Interpersonal-Intelegnce Siswa (Studi Kasus di SMA Gita Kirti 2 Surabaya)
Tulisan ini mengkaji bagaimana cara mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa melalui teknik Homeroom yang mana kecerdasan interpersonal termasuk dalam 8 multiple inteligences dipelopori oleh Howerd Gardner. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dalam hal ini penelili memberikan tes skala kecerdasan interpersonal setelah itu melaksanakan teknik Homeroom yang diisi dengan permainan berupa pengembangan kecerdasan interpersonal Berdasarkan dari penelitian ini adalah adanya respon balik terhadap pengembangan kecerdasan siswa melalui teknik Homeroom, sebelum dilaksanakannya teknik Homeroom siswa lebih memilih bersama teman satu kelomponya saja, apabila dikumpulkan dengan kelompok yang lain! tempat yang lain siswa enggan untuk berinteraksi, siswa memilih untuk menutup diri, basil ini diperoleh dari instrumen sebelum melakukan teknik Homeroom berupa menulis teman dekatnya. Sedangkan setelah melakukan teknik Homeroom siswa bisa lebih terbuka dengan teman yang lain mereka saling memberi umpan balik seperti ketika siswa saling shering tentang dirinya yakni menilai sifat positif dan negatif pada diriny