Jurnal Online Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
753 research outputs found
Sort by
Strategi Pengembangan Pondok Pesantren melalui Usaha Kecil Masyarakat
Tulisan ini, merupakan kajian kepustakaan penulis tentang kerangka konsepsional pengembangan lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren. Sebagai wujud konsepsi, maka tulisan ini hanya mendiskusikan beberapa elemen penting, baik itu operasional pengembangan secara umum ataupun pengembangan dalam konteks pendidikan pesantren. Pada intinya, penulis ingin mengeksaminasi beberapa keunggulan pesantren sebagai bagian basis pengembangan masa depan. Tulisan ini terfokus pada usaha kecil masyarakat yang di kelola bersama oleh pesantren. Sehingga, pesantren bisa mengaktualisasikan peranannya sebagai pemberdaya masyarakat dan sekaligus memberikan sumbangsih real terhadap kebutuhan-kebutuhan materia
Terapi Behaviour melalui Strategi Modeling Partisipan untuk Mengatasi Siswa yang tidak Berani Mengemukakan Pendapat di Kelas (Study kasus pada siswa ‘X’ di SMPN 1 Kokop Bangkalan)
Fokus masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah bagaimana terapi behaviour melalui strategi modeling partisipan untuk mengatasi siswa yang tidak berani dalam mengemukakan pendapat dikelas (studi kasus siswa X di SMP Negeri 1 Kokop Bangkalan). Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan analisis domain. Pertama-tama mengumpulkan data melalui hasil observasi, interview, dokumentasi dan menganalisis. Menganalisis terapi behaviour melalui strategi modeling partisipan yang telah dilakukan konselor di SMP Negeri 1 Kokop Bangkalan. Dan bagaimanakah siswa yang tidak berani dalam mengemukakan pendapat dikelas. Kesimpulannya setelah proses terapi selesai dan di evaluasi oleh konselor siswa X ini mengalami perubahan, hal ini terlihat dalam aktivitasnya dikelas, dia sudah mulai berani dalam mengemukakan pendapat dikelas serta tidak merasa takut atapun malu untuk mengeluarkan ide-ide dan gagasannya
Implikasi Kajian Comparative Education terhadap Lembaga Pendidikan Nikmatus Shalihah
Tulisan ini akan mengeksplorasi tentang disiplin ilmu perbandingan pendidikan. Sebuah disiplin ilmu yang tidak banyak menjadi concern pakar pendidikan. Perbandingan pendidikan hanya menjadi hantaran sesaat dan jarang didalami oleh para akademisi. Tulisan ini pun juga tidak akan membahas detail seluruh komponen yang ada di dalam kajian perbandingan pendidikan. Tulisan ini akan berbicara tinjauan umum disiplin ilmu dari kacamata pengertian, pendekatan, dan karakteristik lainnya. Terakhir, penulis akan menguraikan implikasinya terhadap lembaga pendidikan secara spesifi
Pengelolaan Program Keaksaraan Fungsional untuk Memberantas Buta Aksara di Petissari, Babaksari, Dukun, Gresik
Penelitian ini, mungkin saja, memiliki perbedaan daripada kajian kelembagaan pendidikan secara umum. Penelitian ini lebih fokus pada aspek kelembagaan sosial yang berperan untuk memberantas buta aksara di masyarakat. Sebagaimana diketahui, pemerintah sedang menggalakkan program penghilangan buta aksara (illiteracy). Sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Masyarakat (SDM) yang tertinggal. Penelitian merupakan penelitian lapangan, yang mengambil tempat di Kec. Babaksari, Kab. Gresik. Sebagaimana disiplin ilmu penulis, penelitian ini berbasis pada pandangan manajerialisme sekolah atau lembaga pendidikan non-formal yang ada di masyarakat. Hasil peneliian ini menunjukkan bahwa sistem manajerial yang diselenggarakan berdasarkan regulasi dan mikanisme yang sudah ditentukan oleh pemerintah, baik skala nasional ataupun provins
Konsep Terapi Perilaku dan Self-Efficacy
Bimbingan Konseling di sekolah, saat ini, mungkin tidak bisa disamakan dengan paradigma klasik yang mengandalkan pada proses pembelajaran semata. Teoriteori Bimbingan Konseling selalu berkembang menyesuaikan dengan rumpun ilmunya, yakni psikologi. Oleh sebab itulah, ada beberapa hasil kajian psikologis yang juga menjadi alat atau instrument Guru BK di sekolah dalam menyelenggaran praktek konseling. Salah satunya adalah dengan Terapi Perilaku untuk menumbuhkan kepercayaan diri terhadap peserta didik. Tulisan ini akan mengulas banyak tentang apa makna terapi perilaku dan self efficacy dalam pengertian teoritik, dan apa saja yang menjadi komponen penting pelaksanaan terapi in
Pemahaman Kepala Sekolah terhadap Empat Pilar Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah: (Studi Action Research di Sekolah/Madrasah Sasaran Program MEDP di Kab. Bangkalan)
Pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama, selalu mendorong perkembangan dan peningkatan mutu madrasah dengan berbagai usaha yang dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan. Departemen Agama menjalin kerjasama dengan berbagai departemen, lembaga bantuan internasional, pemerintah daerah dan masyarakat agar kualitas pendidikan Islam dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Karena itu, Departemen Agama senantiasa melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Departemen Pendidikan Nasional dalam memenuhi standar nasional pendidikan dan mengimplementasikan amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang tersebut, madrasah memperoleh kedudukan yang sama dengan sekolah yangkonsekuensinyamadrasah perlu memperoleh kesamaan pelayanan, program dan anggaran agar dapat menampilkan kualitas pendidikan yang lebih bai
Konseling Behavior dalam Mengatasi Siswa dengan Motivasi Belajar Rendah (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Suboh – Situbondo)
Perilaku yang negatif, pada dasarnya, dapat dirubah dengan pemberian bantuan konseling, untuk pendekatan yang sesuai untuk digunakan yakni dengan pendekatan konseling behavior. Penelitian ini, akan membahas tentang pendekatan konseling behavior bisa memotivasi belajar rendah siswa di SMA Negeri 1 Suboh Situbondo dan bagaimanakonseling behavior dalam mengatasi siswa dengan motivasi belajar rendah (siswa X) di SMA Negeri 1 Suboh Situbondo. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan siswa X dengan motivasi belajar rendah di SMA Negeri 1 Suboh Situbondo, untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Suboh Situbondo dan untuk mengetahui konseling behavior dalam mengatasi siswa dengan motivasi belajar rendah (siswa X) di SMA Negeri 1 Suboh Situbondo.Hasil dari proses konseling behavior dalam mengatasi siswa dengan motivasi belajar rendah (siswa X) di SMA Negeri 1 Suboh Situbondo dapat dikatakan berhasil, hal ini dapat dilihat dari perubahan sikap dari siswa X yaitu tidak ramai di kelas, jarang mengganggu teman-temannya, tidak lagi meninggalkan pelajaran dan terlihat mau membuat catatan di sekola
Penggunaan Konseling Islam dalam Mengatasi Psikopatologi Siswa di Madrasah Aliyah Islamiyah Senori Tuban
Artikel sederhana ini merupakan wujud pengembangan kajian konseling pendidikan. Seperti yang kita ketahui gangguan kepribadian ini sering diidentikkan dengan akhlak tercela, yaitu perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama. Namun, seiring berjalannya waktu permasalahan yang muncul psikopatologi yang terkadang mengarah pada perilaku abnormal, prilaku maladaptif, gangguan mental, penyakit jiwa, gangguan prilaku, penyakit mental dan ketidakwarasan. Dalam hal ini konselor dituntut mempunyai pandangan akademis, apa yang dimaksud dengan gangguan kejiwaan. Pada umumnya para pemula pengamal psikoterapi di indonesia kurang memperhatikan dasar filosofis suatu metode atau tehnik terapi karena terbenam dengan praktik kegiatannya. Psikopatologi dalam islam dapat dibagi dalam dua kategori; yaitu bersifat duniawi dan ukhrawi.Macam-macam psikopatologi yang termasuk dalam kategori bersifat duniawi berupa gejala-gejala atau penyakit kejiwaan sebagimana di sebutkan dalam psikologi kontemporer, sedangkan psikopatologi bersifat ukhrawi, berupa penyakit akibat penyimpangan terhadap norma-norma atau nilainilai moral, spritual, dan agam
Membaca Nature of Leadership dalam Perspektif Warren Bennis
Corak penelitian ini adalah kajian kepustakaan tentang cara lain memandang teori kepemimpinan. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa kepemimpinan dimaknai sebagai proses mempengaruhi orang lain. Pada konteks selanjutnya, pengaruh tersebut dikonsepsikan sebagai sebuah terminologi baru. Ada pengaruh yang diakibatkan oleh kekuatan otoritatif, maka tipe pemimpin ini disebut sebagai pemimpin otokratis. Adapula yang mendelegasikan sebagian kewenangannya kepada bawahan, maka tipe pemimpin ini disebut sebagai pemimpin demokratis. Tulisan ini tidak ingin menjelaskan tipologi-tipologi kepemimpinan yang berasal dari kajian tentang seseorang. Tulisan ini akan menjelaskan bagaiman seorang Warren Bennis memberikan tips-tips untuk menjadi pemimpin yang sukses di dalam organisasi. Jadi, konsep kepemimpinan yang akan diarahkan pada aspek praktis, dibandingkan teoritis semat