Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
    189 research outputs found

    HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RESIKO KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

    Full text link
    Meningkatnya kejadian diabetes melitus mengakibatkan pula meningkatnya komplikasi, salah satunya kaki diabetik. Kaki diabetik dapat disebabkan oleh berbagai faktor resiko diantaranya adalah faktor kegemukan yang ditandai dengan tingginya indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan resiko kaki diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 68 orang yang diambil secara purposive sampling. Indeks massa tubuh diperoeh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dihitung melalui rumus BB/TB2.  Sedangkan resiko kaki diabetik diambil melalui pemeriksaan skrining resiko kaki diabetik dengan Screening Tools Inlow’s 60 second diabetic foot dari Canadian Association of Wound Care. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT ≥ 23 (73,5%) dan beresiko rendah terjadinya kaki diabetik (67,6%). Analisis statistik dengan uji Chi square diperoleh tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan resiko kaki diabetik (p value 0,245). Meskipun beresiko rendah  untuk mengalami kaki diabetik, namun terdapat beberapa faktor resiko yang dimiliki oleh pasien diantaranya penggunaan alas kaki yang salah, adanya kesemutan dan neuropati. Sehingga perlu dilakukan pengendalian kadar gula darah melalui pengontrolan berat badan dan perawatan kak

    ANALISIS DETERMINAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SISWA SD NEGERI 141 PALEMBANG TAHUN 2017

    Full text link
    Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar dan kesehatan peserta didik. Kegiatan UKS harus menitik beratkan pada upaya promotif-preventif, dengan didukung upaya kuratif-rehabilitatif yang proporsional dan bermutu. Pelaksanaan UKS yang bermutu perlu dilaksanakan di semua sekolah, termasuk Sekolah Dasar. Sekolah sebagai institusi masyarakat yang terorganisasi dengan baik merupakan sarana yang efektif untuk pemberian pendidikan kesehatan dalam upaya mengubah perilaku dan kebiasaan anak-anak sekolah agar menjadi lebih sehat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional, dimana data dikumpulkan secara bersamaan dan dalam waktu yang bersamaan, dengan tujuan diketahuinya analisis determinan perilaku personal hygiene siswa SD Negeri 141 Palembang Tahun 2017. Hasil penelitian tentang determinan perilaku personal hygiene siswa  SDN 141 Palembang Tahun 2017 didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene siswa di SDN 141 Palembang dengan p Value = 0,007, ada hubungan antara sikap dengan perilaku personal hygiene siswa di SDN 141 Palembang dengan p Value = 0,033, tidak ada hubungan antara dukungan guru dengan perilaku personal hygiene siswa di SDN 141 Palembang dengan p Value = 0,128 dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku personal hygiene siswa di SDN 141 Palembang dengan p Value = 0,006. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap perilaku personal hygiene siswa. Namun tidak ada hubungan antara dukungan guru terhadap personal hygiene siswa SDN 141 Palembang. Disarankan untuk meningkatkan dukungan guru dalam membimbing, mengarahkan dan memberikan informasi pentingnya personal hygiene berupa selalu memeriksa kebersihan personal hygiene siswa berupa pemeriksaan kebersihan kuku yang sudah panjang dan kotor, kebersihan, rambut, dan kerapian pakaian, dl

    PENGARUH PENDAMPINGAN KELUARGA DIABETIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI PUSKESMAS WONOREJO

    Full text link
    PENGARUH PENDAMPINGAN KELUARGA DIABETIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI PUSKESMAS WONOREJ

    PENGARUH PENKES TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR PADA SISWA KEPERAWATAN TINGKAT 2 DI SMK MEDIKA SAMARINDA TAHUN 2017

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pada siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain penelitian exsperimen semu dengan rancangan one group pre and post test design, waktu yang digunakan ialah cross sectional. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ialah total sampling yaitu seluruh siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda Tahun 2017 dengan jumlah 40 sample. Data yang diperoleh dengan membagikan kusioner tentang bantuan hidup dasar (BHD) kemudian pemberikan penkes tentang BHD setelah itu membagikan kembali dan responden mengisi kembali kusioner yang sama untuk menilai pengaruh penkes terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatn tentang bantuan hidup dasar. Uji yang digunakan dalam menilitan ini adalah uji Wilcoxon Test Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dibandingkan sebelum pendidikan kesehatan, dengan nilai minimal sebelum penkes 9, maxsimal 14 dan nilai minimal sesudah penkes 24, maxsimal 28. sebelum penkes didapatkan sebagian besar siswa dengan pengetahuan kurang 20 siswa (50%) dan sebagian kecil pengetahun baik 3 siswa (7.5%). setelah penkes didapatkan hasil sebagian besar dengan pengetahuan baik 31 siswa (77.5%) dan sebagian kecil pengetahun kurang 3 siswa (7.5%).Hasil penelitian uji analisis Wilcoxon test menunjukan nilai p-value = 0.000 dimana lebih kecil dari nilai α = p<0.05 yaitu  terdapat pengaruh yang signitifikan penkes terhadap tingkat pengetahuan tentang BHD. Ada Pengaruh Penkes terhadap tingkat pengetahuan pada siswa keperawatan tingkat 2 di SMK Medika Samarinda Tahun 2017, p-value = 0.00

    Gambaran Sanitasi Jamban di Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kecamatan Kikim Timur Tahun 2016

    Full text link
    ABSTRAK Salah satu pembinaan dan pengembangan sekolah sehat adalah melalui pembinaan dan penilaian pada keadaan lingkungan fisik sekolah, sebanyak 145 ribu Jamban di sekolah dasar seluruh Indonesia tidak hygienis, kondisi Jamban yang seadanya dan kurang perhatian menjadi alasan Jamban adalah sarana penyakit bagi anak-anak di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisa secara univariat. Penelitian ini dilakukan di 27 Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Kikim Timur yang dilakukan dengan observasi untuk melihat sanitasi Jamban di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kikim Timur pada Bulan November 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 Sekolah Dasar Negeri di Wilayah Kecamatan Kikim Timur, sekolah dasar yang memiliki jamban yang memenuhi syarat sebanyak 10 sekolah dasar dan tidak memenuhi syarat syarat sebanyak 17 sekolah dasar, sekolah dasar yang memiliki sumber air bersih yang memenuhi syarat sebanyak 12 sekolah dasar dan tidak memenuhi syarat 15 sekolah dasar, memiliki Septic Tank memenuhi syarat ada 8 sekolah dasar dan tidak memenuhi syarat 19 sekolah dasar serta sekolah dasar yang memilki pembuangan air limbah yang memenuhi syarat sebanyak 9 sekolah dasar dan tidak memenuhi 18 sekolah dasar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada 27 sekolah dasar di Kecamatan Kikim Timur yang memiliki Jamban yang memenuhi syarat sebanyak 10 sekolah dasar, sekolah dasar yang memiliki sumber air bersih yang memenuhi syarat sebanyak 12 sekolah dasar, memilki Septic Tank memenuhi syarat 8 sekolah dasar dan sekolah dasar yang memiliki pembuangan air limbah yang memenuhi syarat sebanyak 9 sekolah dasar. Kata Kunci: Sanitasi, Jamban, Sekolah Dasa

    Tindak Tutur Imperatif Tenaga Kesehatan Pada Pasien (Keluarga Pasien) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda (Tinjauan Pragmatik)

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menjelaskan tindak tutur imperatif Tenaga Kesehatan pada pasien (Keluarga Pasien) dan dampak tindak tutur imperatif tenaga kesehatan terhadap persepsi (perilaku) pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data  menggunakan tehnik wawancara mendalam dan tehnik merekam.  Sampel penelitian, yaitu dialog antara tenaga kesehatan dan pasien. Tehnik penyampelan yang digunakan, yaitu  sampel purposif. Data dianalisis berdasarkan teori speech act/tindak tutur (kajian Pragmatik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 19 jenis tindak tutur imperatif tenaga kesehatan pada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda, yakni : persilahan, permintaan, ajakan, harapan, larangan, desakan, perintah, bujukan, umpatan, anjuran, penolakan, menginformasikan, menunjukkan arah, penegasan, himbauan, suruhan, kesanksian, pemberian sugesti, dan meminta kesiapan. Kemudian dampak tindak tutur imperatif tenaga kesehatan terhadap persepsi (perilaku) pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda terdiri dari 2 kategori yakni perilaku berbahasa (tindak tutur) sopan dan perilaku berbahasa (tindak tutur) tidak sopan. Kata Kunci: Tenaga Kesehatan, Tindak Tutur Imperatif, Pasien/Keluarga Pasien

    Analisis Risiko Paparan Sulfur Dioksida(SO2) Terhadap Risiko Non Karsinogenik Pada Pekerja Penyapu Jalan di Kota Samarinda

    No full text
    ABSTRAK Tingginya aktivitas dan kepadatan populasi manusia di perkotaan telah menyebabkan polutan udara perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Polusi udara perkotaan dapat bersumber dari kendaraan bermotor dan industri berbahan bakar fosil yang menghasilkan NO2, SO2, SO3, Ozon, CO, HC, dan partikel debu. Pekerja penyapu jalan terpapar berbagai polutan udara setiap hari sehingga berisiko tinggi terkena dampak kesehatan karsinogenik maupun non karsinogenik terutama gangguan pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kesehatan akibat paparan SO2 pada pekerja penyapu jalan di Kota Samarinda. Penelitian deskriptif dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) telah dilakukan terhadap 74 orang responden. Pengambilan sampel SO2 dilakukan di simpang empat Jembatan Dua, simpang empat Air Putih, dan simpang empat Masjid Darussalam Kota Samarinda. Pengukuran konsentrasi SO2 dengan metode spectrofotometer dan risiko kesehatan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan metode ARKL. Hasil penelitian menunjukkan intake paparan < RfC SO2 (0,0125 mg/kg/hari) dengan konsentrasi SO2 sebesar 0,0043 mg/m3 dan nilai RQ £ 1. Belum ditemukan adanya risiko kesehatan nonkarsinogenik berdasarkan durasi pajanan realtime dan lifetime. Diperlukan upaya pencegahan berupa peningkatan kesehatan, pencegahan spesifik, deteksi dan pengobatan dini untuk mencegah dan mengatasi gangguan pernapasan. Kata Kunci : Risiko kesehatan, SO2, Penyapu Jalan

    Pola Asuh Anak dan Remaja di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Juanda Samarinda

    Full text link
    ABSTRAK Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun di dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan dirinya terhadap segala rangsang baik yang datang dari lingkungan maupun yang berasal dari dirinya sendiri. Fenomena anak dan remaja saat ini terkadang tumbuh di luar kontrol moral dan etika, tekanan dan tuntunan kehidupan mengakibatkan banyak individu mudah melakukan perilaku kekerasan, penyimpangan perilaku, kriminal, gangguan kejiwaan yang ringan hingga gangguan kejiwaan yang berat. Hal tersebut tidak muncul tiba-tiba tetapi sudah  terpola dalam proses pikir anak sebagai akibat dari perkembangan kepribadian yang dibentuk sejak dini yang sangat besar pengaruhnya yaitu pola asuh orang tua. Untuk mendapatkan gambaran pola asuh anak di puskesmas Juanda Samarinda, penulis melakukan penelitian yang berjudul “Gambaran pola asuh anak dan remaja di wilayah kerja Puskesmas Juanda Samarindaâ€. Responden dalam riset ini adalah ibu-ibu  atau orang tua yang memiliki anak dan remaja yang berjumlah 111 responden. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan statistis distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk tabel, rerata usia responden adalah 22 tahun – 68 tahun rerata 37,9 tahun, jenis kelamin responden laki-laki 24 (1,6%), perempuan 87 (78%), tingkat pendidikan tidak sekolah 8 (7,2%), pendidikan kurang dari SMA 40 (36,0%) pendidikan SMA/SMK 40 (36.0%), pendidikan PT 23 (20.0%), Status pekerjaan responden tidak bekerja 72 (64.9%), bekerja 39 (35,1%) penghasilan < Rp. 2.000.000, 84 (75%), Rp. 2.000.000 0 Rp. 5.000.000 23 (20,7%), penghasilan > Rp. 5.000.000 4 (3,6%) jumlah anak satu (32,4%) , dua (34,2%) , tiga (21,6%) lebih dari tiga (11,7%) sedangkan hasil penelitian terhadap pola asuh anak yaitu pola asuh pemanja atau permisif 12 (10,8%), pola asuh demokratis yaitu 99 (89,2%). Penelitian ini sesuai dengan harapan yaitu orang tua mengasuh anak dengan pola demokratis atau autoritatif adalah pola asuh anak yang mendorong anak dan remaja bebas tetapi tetap memberikan batasan dan  mengendalikan dengan tindakan mereka. Pola asuh yang diterapkan oleh ibu-ibu atau orang tua diwilayah kerja puskesmas Juanda sudah baik, kiranya dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Kata kunci : Pola asuh anak dan remaj

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI PUSKESMAS WONOREJO SAMARINDA

    Full text link
      Pendahuluan : Imunisasi adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja memberikan kekebalan (imunitas) pada bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit. Imunisasi juga merupakan upaya pencegahan primer yang sangat efektif untuk menghindari terjangkitnya penyakit infeksi Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel dimana variabel independen dan variabel dependen diidetifikasi pada satu waktu (point time approach). Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan sebanyak 57 responden yang dibatasi kriteria inklusi dan ekslusi dengan wawancara dan pengisian kuisioner sebagai instrumen penelitian. Hasil : hasil yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan dianalisa menggunakan uji statistik uji Chi  Square dengan taraf signifikasi (p= 0.05). Hasil hubungan pengetahuan tentang imunisasi dengan perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar Ï = 0,030, hubungan sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar Ï = 0,058, hubungan dukungan petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi dasar Ï = 0,094, dan hubungan dukungan tokoh masyarakat dengan pemberian imunisasi dasar Ï = 0,016. Kesimpulan : Penelitian ini adalah pada α = 0,05, ada hubungan pengetahuan tentang imunisasi dengan pemberian imunisasi dasar, dan dukungan tokoh masyarakat dengan pemberian imunisasi dasar. pada α = 0,05, tidak ada hubungan sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar, dan dukungan petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi dasar. Kata kunci : Imunisasi, Pengetahuan, sikap, petugas kesehatan, tokoh masyarakat

    PENGARUH PENYULUHAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SISWA KELAS III DI SDN 027 SAMARINDA

    Full text link
    Perilaku mencuci tangan adalah suatu aktivitas, tindakan mencuci tangan yang di kerjakan oleh individu yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan, salah satunya adalah kebiasaan mencuci tangan pakai sabun. Teknik cuci tangan yang salah dapat menyebabkan diare dan ISPA pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan media audio visual video terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa SDN 027 Samarinda. Desain penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasy eksperimen) dengan rancangan one group pretest-posttest. Total sampel 56 responden, dengan jumlah kelompok eksperimen sebanyak 28 responden dan kelompok kontrol sebanyak 28 responden. Instrumen yang digunakan adalah checklist. Sebelum dilakukan analisa data, dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk. Uji yang digunakan mann whitney dan wilcoxon signed ranks test. Hasil uji statistik dengan Mann Whitney Test menunjukkan bahwa pada uji pre test kontrol dan eksperimen sebesar 0,083 > 0,05, uji post test kontrol dan eksperimen sebesar 0,001 < 0,05. Hasil uji statistik pretest dan posttest kelompok eksperimen dengan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa nilai 0,001 < 0,05 (ada perbedaan yang bermakna). Sedangkan, pada kelompok kontrol dengan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa nilai 0,173 > 0,05 (tidak ada perbedaan yang bermakna). Bagi praktisi pendidikan  media ini dapat menjadi alternatif dalam mengajarkan perilaku cuci tangan pakai sabun dan diharapkan dapat meningkatkan perilaku cuci tangan pakai sabun tidak hanya di sekolah tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-har

    158

    full texts

    189

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Husada Mahakam: Journal of Health
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇