Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
Perawatan Mata pada Pasien Koma di Intensive care Unit
Mata merupakan organ penting dan sering kurang diperhatikan pada saat pasien mengalami penurunan kesadaran dan menggunakan ventilator untuk bernafas. Pencegahan terjadinya gangguan pada mata sangat penting dengan cara melindungi mata dengan lapisan yang menutupi permukaan mata dan seca-ra rutin memeriksa mata pada pasien-pasien di ICU. Pasien yang mendapatkan obat-obatan sedatif kuat terjadi ketidakmampuan untuk menutup kelopak mata dengan sempurna. Akan tetapi fenomena perawatan mata yang diabaikan (ne-gelected eye care) ternyata masih terjadi, karena kemungkinan dampak nega-tifnya tidak terlihat langsung pada pasien seperti halnya hemodinamik pasien yang tidak stabil, dampaknya dapat secara langsung terlihat cepat. Dampaknya akan terlihat setelah pasien pulih dari masa kritisnya, mulai dampak yang ringan sampai ancaman kebutaa
Aktivitas Fisik pada Pasien Diabetes Miletus Tipe 2
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronik yang mem-butuhkan perawatan medis dan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut dan menemukan resiko komplikasi jangka panjang. Faktor gaya hi-dup yang berhubungan dengan obesitas, perilaku makan, dan aktifitas fisik me-mainkan peran utama dalam pencegahan dan pengobatan diabetes tipe 2. Aktifitas fisik terstruktur yang terdiri dari latihan aerobik, latihan daya tahan, atau gabungan keduanya dapat menurunkan HbA1c pada pasien dengan diabetes tipe 2. Latihan fisik yang dilakukan selama 30 menit dalam sehari minimal 5 kali dalam seminggu dapat mengendalikan kadar gula dara
Perubahan Iklim, Dampak Terhadap Kesehatan Masyarakat dan Metode Pengukurannya
Indonesia adalah negara yang rawan bencana termasuk bencana akibat perubahan iklim. Sepuluh kejadian terbesar di Indonesia yang terjadi selama periode tahun 1907 hingga 2007 sebagian besar merupakan bencana yang terkait dengan iklim (hydrometeoro-logical related disasters). Begitu luasnya dampak perubahan iklim ter-hadap berbagai aspek kehidupan manusia termasuk dampaknya terhadap kesehatan masyarakat sehingga diperlukan langkah-langkah pengukuran, pengendalian, penang-gulangan dan adaptasi yang komprehensif sehingga dampak yang lebih buruk bisa dihindari. Tulisan ini bermaksud memberikan gambaran tentang dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat serta berbagai metode pengukuranny
Hubungan Pengetahuan dengan Tanda dan Gejala Hipoglikemia yang Dipersepsikan Pasien Diabetes Melitus yang Dirawat di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Selama ini orang lebih banyak fokus pada masalah kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) karena bisa memicu komplikasi dalam jangka panjang. Tapi sebenarmya memiliki kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia), juga bisa berbahaya bagi pasien karena bisa menyebabkan dirinya mengalami koma (hilang kesadaran). Faktor predisposisi: pengurangan/keterlambatan makan, kesalahan dosis obat, pelatihan jasmani yang berlebihan, perubahan tempat penyuntikan insulin, penurunan kebutuhan insulin, penyakit hati berat dan gastroparesis diabetic. Pada bulan Januari sampai April 2010, ditemukan 188 kasus hipoglikemia, 47 orang diantaranya diperoleh dari Register IRD RSUD Abdul Wahab Sjahranie (RSUD.AWS) Samarinda. Rancangan penelitian: descriptive analytic, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian: pasien DM yang dirawat di ruang Flamboyan dan Anggrek RSUD AWS. Sampel penelitian: semua pasien DM yang dirawat di ruang Flamboyan dan Anggrek dalam bulan Juni hingga Juli 2010. Hasil penelitian mengacu pada taraf nilai α = 0,05 dan x²tab = 3,84, menunjukan terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dengan kejadian hipoglikemia dengan nilai x²hit = 6,937 (p-Value ; 0,008). Selain itu, diperoleh pula nilai OR sebesar 0.098, yang diartikan bahwa responden yang berpengetahuan tinggi berpeluang 0,098 kali memahami tanda dan gejala hipoglikemia dari pada responden yang berpengetahuan renda
Perilaku Pemeriksaan Rutin Kadar Gula Darah pada Penderita Diabete
Keberhasilan pemantauan kadar gula bergantung pada perilaku pen-derita diabetes mellitus dalam menjalaninya. Perilaku kesehatan dipengaruhi oleh bagaimana seseorang percaya pada kemampuannya dalam menjalani kehidupan, psikososial, dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan. Tujuan penelitaian ini untuk menganalisa hubungan faktor-faktor determinan perilaku penderita diabetes mellitus melakukan pemeriksaan rutin kadar gula darah di laboratorium RSUD. A.W. Syahranie Samarinda Tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan ada-lah obsevasional dengan rancangan cross sectional study, pengambilan sampel secara random sampling pada penderita diabetes di laboratorium sebanyak 142 responden. Hasil Penelitian menunjukan bahwa umur P-value 0,003, pendidikan P-value 0,049, penghasilan P-value 0,003, pengetahuan P-value 0,019 dan si-kap P-value 0,001. Responden penderita Diabetes dengan umur ≥ 45 tahun, pendidikan perguruan tinggi, penghasilan tinggi, pengetahuan cukup dengan si-kap yang setuju memeriksakan kadar gula darah mempunyai peluang 10,56% untuk rutin melakukan pengukuran kadar gula dara
Pola Enzim Lactate Dehydrogenese (LDH) Hati Pada Hipoksia Sistemik Kronik : Hubungannya dengan Metabolisme Glukosa
Hipoksia adalah kondisi suplai oksigen yang tidak mencukupi keperluan sel, jaringan atau organ. Sebagai respon terhadap hipoksia, terjadi peningkatan glikolisis anaerob yang ditandai dengan peningkatan enzim laktat dehidrogenase (LDH). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari konsumsi glukosa, aktivitas spesifik LDH dan pola isozim LDH pada kondisi hipoksia sistemik kronik. Penelitian dilakukan terhadap hati tikus yang diinduksi hipoksia sistemik kronik 1, 3, 7 dan 14 hari. Konsumsi glukosa diukur dengan metode enzimatik Trinder. Aktivitas spesifik LDH diukur dengan metode German Society of Clinical Chemistry (DGKC). Pola isozim LDH dianalisis dengan elektroforesis Titan Gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi glukosa pada hipoksia sistemik kronik cenderung meningkat walaupun tidak berbeda dengan kontrol. Aktivitas spesifik LDH ditemukan paling tinggi pada hipoksia 3 hari sedangkan pola elektroforesis isozim LDH menunjukkan perbedaan pada hari ke-3 dan ke-7 hipoksia dengan kontrol. Tidak terdapat hubungan antara konsumsi glukosa dengan aktivitas spesifik LD
Faktor-faktor Penyebab Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia
Salah satu jenis gangguan jiwa yang berat yaitu skizofrenia. Prognosis skizofrenia pada umumnya kurang begitu menggembirakan. Kekambuhan pasien biasanya terjadi jika keluarga tidak siap dan kurang memiliki informasi yang memadai untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang cukup besar dengan kehadiran anggota keluarga yang mengalami skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi keluarga pasien yang menjalani rawat inap di Unit Rawat Inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, jumlah sampel sebanyak 51 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa penyebab utama kekambuhan pada pasien skizofrenia adalah regimen terapeutik tidak efektif (62,7%), sikap keluarga kurang baik terhadap pasien skizofrenia (54,9%) dan perilaku keluarga yang buruk terhadap pasien ski-zofrenia (60,8%
Konseling Sebagai Upaya Mengurangi Unmet Need KB
Program keluarga berencana di Indonesia telah menunjukkan hasil yang nyata dengan turunnya angka fertilitas, namun tetap menghadapi tantangan masih tingginya angka unmet need di Indonesia yaitu 9,1%. Unmet need yang tinggi akan mengakibatkan kemungkinan peningkatan kembali TFR sehingga terjadi ledakan peningkatan jumlah penduduk. Selain itu, unmet need dapat meningkatkan kejadian kehamilan tidak diinginkan yang dapat berujung pada aborsi yang tidak aman dan kematian akibat infeksi. BKKBN berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait untuk mendukung program keluarga berencana. Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki peran yang penting dalam membantu me-nyukseskan program keluarga berencana. Pendekatan yang dapat dilakukan Bidan adalah dengan memberikan konseling. Langkah-langkah konseling yang dianjurkn untuk dilakukan adalah GATHER atau SATUTUJU yaitu singkatan dari salam, tanya, uraikan, bantu klien, jelaskan, dan kunjungan ulang atau ruju
Kadar Testosteron Serum dan Caspase-3 Aktif Sel Leydig pada Tikus Jantan Sprague Dawley Diabetes Melitus Akibat Pemberian Suspensi Bubuk Kacang Kedelai Kuning (Glycin Max)
Diabetes melitus merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia karena komplikasi-komplikasi yang ditimbulkan. Kompliksi kronis pada system reproduksi pria yang sering adalah penurunan kadar testosteron. Hormon ini diproduksi di dalam sel Leydig. Kacang kedelai kuning (G. max) mengandung berbagai komponen nutrisi yang dapat sebagai antidiabetik, antikolesterol, antiosteoporosis dan antikanker prostate. Kacang kedelai kuning juga mengandung fitoestrogen yang merupakan estrogenik eksogen yang dapat menurunkan kadar testosteron. Penelitian ini bertujuan menilai kadar serum testosteron dan caspase-3 aktif sel Leydig pada tikus jantan SD diabates yang diinduksi STZ akibat pemberian suspensi bubuk kedelai kuning. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan design pre and post test control group. Penelitian ini dilakukan pada tikus jantan SD sebanyak 30 ekor terbagi dalam 5 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah pemberian suspensi bubuk kacang kedelai kuning (G. max) 400mg/kgBB/hr, 800 mg/kgBB/hr dan 1600 mg/kgBB/hr selama 4 minggu tidak meningkatkan kadar testosteron serum secara signifikan (p>0,05) dan tidak menghambat caspase-3 aktif sel Leydig secara signifikan (p>0,05) setelah pemberian suspensi bubuk G. max. Suspensi bubuk G. max tidak memberikan efek terhadap kadar testosteron serum dan tidak menghambat caspase-3 aktif sel Leydig pada tikus jantan SD diabetes yang dinduksi ST