Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6- 12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBU KECAMATAN BALAESANG KABUPATEN DONGGALA
Giving Complementary feeding (MP-ASI) is a reliable means to establish a Human Resources (HR) quality. However, there are many mothers who have difficulty in providing breast milk for her baby. The culture of the community that feeds bananas to infants before 6 months of age. It is very dangerous for infants because of its digestive not ready to receive food other than breast milk. The purpose of this research is knowing the factors associated with the accuracy of feeding companion action (MP-ASI) in infants aged 6 -12 months in Puskesmas Tambu Balaesang District of Donggala.
This type of research is an analytic study with cross sectional design population in this research is all mothers with babies aged 6-12 months as many as 119 people. The sample size is calculated using the formula Slovin is numbered, 54 people. The sampling technique is done by proportional random sampling. The data analysis is done of univariate and bivariate using Chi-square test.
The result showed mothers aged ≥ 25 years (66.7%). Low education (51.9%), a mother with a good knowledge about the provision of complementary feeding (51.9%), good attitude about the MP-ASI (75.9%), low motivation in providing breast milk (61.1% ), giving breast milk is not appropriate (53.7%), results of the statistical test Chi Square age p-value = 0.005, p = 0.003 education, knowledge of the value of p = 0.000, p = 0.004 attitudes and motivational value of p = 0.000.
The conclusion of the research is no correlation between age, education, knowledge, attitudes and motivation of mothers with precision giving complementary feeding in infants aged 6-12 months. Advice for health center staff Tambu Balaesang District of Donggala so routinely providing information on complementary feeding (MP-ASI) so that the mothers can provide complementary feeding (MP-ASI) is appropriate
Ventilator-Assocoated Pneumonia dan Pencegahannya
Ventilator-associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi pernafasan yang beresiko untuk terjadi pada pasien yang di rawat di ICU yang terpasang selang trakeal dan / atau ventilator. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan harus mengetahui dan melakukan intervensi yang dapat mencegahnya. VAP dicegah dengan VAP bundle care terkini terdiri dari : 1) Elevasi kepala 45o jika memung-kinkan, jika tidak, pertimbangkan untuk mempertahankan posisi kepala lebih dari 30o; 2) Evaluasi harian terhadap kesiapan ekstubasi; 3) Penggunaan endotrakheal tube dengan drainage sekresi subglottic; 4) Perawatan mulut dan dekontaminasi dengan chlorhexidine dan; 5) Nutrisi enteral yang aman secara dini dalam 24-48 jam setelah masuk ICU. VAP bundle care terus mengalami perbaikan melalui fakta-fakta terbaru mengenai intervensi yang tepat dalam mencegah VA
KEYAKINAN DIRI (self efficacy) DAN PROSES BERUBAH PADA IBU HAMIL UNTUK PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI SAMARINDA
oai:http://husadamahakam.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/Home/oai:article/1Deklarasi Innoncenti tahun 1990 oleh WHO bertujuan memberi dukungan pada program ASI ekslusif . Dukungan sebaya akan memfasilitasi proses berbagi pengalaman, terjadi proses berubah menurut teori the transtheoritical model (TTM) kearah memberi ASI dan Ibu mempunyai keyakinan diri (self efficacy)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sebaya (peer support) dan suami dengan kelas edukasi menyusui pada ibu hamil terhadap pengetahuan, proses berubah menurut teori The Transtheoritical Model (TTM), keyakinan diri (self-efficacy).
Jenis penelitian eksperimen semu . Rancangan penelitian Non – Equivalent Control Group. Tehnik Sampel Non random dengan Accidental Sampling yang memenuhi kriteria inklusi .Besar sampel 20 kasus dan 20 kontrol.
Variabel Independen :Intervensi dukungan sebaya (peer support) dan suami dengan kelas edukasi menyusui pada ibu hamil Variabel Dependen :Keyakinan diri dan proses berubah. Analisis bivariat : Paired t test, Independent t test, Regression. Analisis Multivariat :Multiple regresion, uji realibilitas dengan Cronbach alpha keyakinan diri 0,852 proses berubah 0,956.
Hasil penelitian pengetahuan p = 0,001, proses berubah p = 0,002 dan Keyakinan diri self efficacy p = 0,007.
Kesimpulan terdapat pengaruh dukungan sebaya dan suami pada ibu hamil terhadap pengetahuan, proses berubah dan keyakinan diri untuk menyusui.
Saran ibu hamil dan suami perlu melakukan sharing pengalaman tentang menyusui untuk peningkatan pengetahuan, proses berubah dan keyakinan diri
Kurang Energi Kronis (KEK) Ibu Hamil Dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami kurang energi kronis (KEK) cenderung melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). Jumlah ibu hamil yang mengalami KEK di wilayah kerja Puskesmas Kamonji pada tahun 2015 sejumlah 290 ibu hamil dan kelahiran BBLR sebanyak 58 bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara KEK pada Ibu Hamil dengan BBLR.
Jenis penelitian ini adalah penelitian Analitik deskriptif dengan rancangan Kohort Retrospectif. Populasi penelitian adalah semua ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Kamonji tahun 2015. Pengambilan sampel menggunakan Tehnik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 290 ibu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase ibu hamil yang mengalami KEK 69 ibu (23,8%) dan BBLR sebanyak 58 bayi (20%). Terdapat hubungan yang bermakna antara KEK pada ibu hamil dengan BBLR dengan nilai p=0,000. KEK merupakan Faktor Risiko terhadap kejadian BBLR dengan nilai RR= 4,215 (RR > 1).
Kesimpulan bahwa ada hubungan antara KEK pada ibu hamil dengan BBLR. Ibu hamil dengan KEK memiliki risiko 4 kali untuk melahirkan bayi dengan BBLR. maka disarankan agar meningkatkan deteksi terhadap ibu hamil dengan melakukan pengukuran LILA secara Rutin pada ibu hamil serta melakukan penanganan segera dan optimal pada ibu hamil dengan KEK
Studi Pengetahuan Perawat Dalam Penanganan Syok Hipovolemik Pada Pasien DHF di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Tahun 2010
Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti, dari 10 orang perawat di ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD de. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan hanya 4 orang yang menyatakan tahu tentang penanganan syok hypovolemik pada pasien DHF sedangkan 6 lainnya menyatakan kurang mengetahui. Dari 4 orang yang tahu penangan syok hypovolemik pada pasien DHF, menyatakan bahwa penanganan syok hypovolemik ini hanya bersifat sebentar/sementara tidak secara tuntas, sehingga untuk observasi/pemantauan beberapa jam berikutnya diserahkan kepada ruang perawatan yang lain seperti di ruang intensif Care Unit (ICU). Melihat fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti “Studi Tingkat Pengetahuan Perawat Dalam Penanganan Syok Hipovolemik Pada Pasien DHF di RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010â€.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat dalam penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF di RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Adapun yang menjadi populasi adalah seluruh perawat di IRD RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan berjumlah 29 orang.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pernah mendapat informasi tentang penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF sebanyak 25 orang (86,2%).
Kesimpulan Penelitian ini adalah dari hasil penelitian ini, sebagian besar pengetahuan perawat di Instalasi Rawat Darurat RSUD dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2010 tentang penanganan syok hipovolemik pada pasien DHF adalah cukup, yaitu sebanyak 20 orang (69,9%
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil Resiko Tinggi
Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care (ANC) pada ibu hamil resiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Sempaja Samarinda yang dilakukan dari tanggal 26 September-18 Oktober 2014. Desain yang digunakan dalam penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian adalah ibu hamil resiko tinggi berjumlah 55 respoden yang diambil secara total sampling. Hasil analisis data dengan menggunakan Uji Korelasi Tau Kendal pada taraf signifikan α = 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan paritas, pengetahuan dengan pemanfaatan pelayanan ANC nilai p value=0,275, p value = 0,062 > 0,05. Ada hubungan dukungan suami dengan pemanfaatan pelayanan ANC diperoleh nilai p value = 0,004 < α = 0,0
Pengaruh Waktu terhadap Hasil Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus
Ketepatan prosedur pemeriksaan sangat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan. Setiap tahap prosedur pemeriksaan mulai dari proses pengumpulan darah dalam tabung, pengendapan (inkubasi) dan pemisahan serum melalui pemusingan memungkinkan terjadinya metabolism glukosa oleh sel - sel darah. Suhu lingkungan tempat darah disimpan sebelum pemisahan juga mempengaruhi tingkat glikolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh waktu terhadap hasil pemeriksaan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Dengan Jenis penelitian eksperimental, sampel diambil secara acak dari penderita diabetes mellitus yang melakukan pemeriksaan di laboratorium patologi klinik RSU A.W. Syahranie Samarinda mulai bulan Juni sampai Oktober 2010. Data dianalisa dengan menggunakan T-test dan ANOVA. Hasil Penelitian ini menggambarkan 319 penderita DM yang kontrol mempunyai kadar glukosa antara 200 – 300 mg% (79,75%). Mean perbedaan glukosa darah pada pemeriksaan pertama (15 menit) dan kedua (30 menit) adalah 0,9258 mg% (±0.412mg%). Mean perbedaan glukosa darah pada pemeriksaan pertama dan ketiga (45 menit) adalah 1.84 mg% (±0.538mg%), sedangkan mean perbedaan glukosa darah pada pemeriksaan pertama (15 menit) dan keempat (60 menit) adalah 2.722 mg% (±0.67mg%). Terdapat hubungan antara lama pemeriksaan (30 menit, 45 menit dan 60 menit) dengan penurunan kadar glukosa darah dengan p-value .000. Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan penurunan kadar glukosa darah sehubungan dengan semakin lamanya waktu pemeriksaan yang dilakuka
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi dan Tingkat Stres Pada Klien Hipertensi di Klinik Islamic Center Samarinda
Latar belakang: Hipertensi menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg) yang menetap.
Tujuan: Tujuan Umum penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang hipertensi dan tingkat stres pada klien hipertensi di klinik Islamic Center Samarinda
Metode Penelitian: Dalam penelitian ini penulis menggunakan desain deskriptip sederhana dengan jumlah sampel 78 orang. Di Klinik Islamic Center, analisa univariat diteliti dengan menggunakan distribusi frekuensi.
Hasil Penelitian: Didapatkan gambaran responden berdasarkan umur sebagian besar berusia 56-65 tahun sebanyak 33 orang (42.3%), jenis kelamin mayoritas laki-laki sebanyak 48 orang (61.5%), pendidikan sebagian besar SMA sebanyak 29 orang (37.2%), pekerjaan sebagian besar Wiraswasta sebanyak 35 orang (44.9%), tingkat pengetahuan sebagian besar mimeliki tingkat pengetahuan sedang sebanyak 35 orang (44.9 %) dan tingkat stress manyoritas memiliki tingkat stress sedang sebanyak 58 orang (74%).
Saran: Disarankan kepada klien hipertensi dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi agar dapat menghindari pemicu timbulnya hipertensi seperti menghindari terjadinya stress
Hubungan Pijat Oksitosin Dengan Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Post Partum Seksio Sesarea hari ke 2-3
Salah satu faktor pendukung dalam kesuksesan Millenium Development Goals (MDGs) adalah pemberian ASI. Banyak ibu menyusui yang kesulitan dalam memperbanyak produksi air susunya bahkan mereka mengalami dilema air susunya tidak keluar di hari–hari pertama setelah melahirkan. Karena itulah sebuah alternatif diupayakan untuk meningkatkan jumlah produksi ASI yakni dengan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pijat oksitosin dengan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum seksio sesarea hari ke 2 - 3. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan sampel sebanyak 48 responden. Teknik analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisia bivariat dengan uji statistik chi square (X2) pada taraf signifikan α 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pijat oksitosin dengan kelancaran produksi ASI (nilai X2 hitung = 8,765 > X2tabel 3,841, Pvalue = 0,003). Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diberikan kepada rumah sakit adalah tetap menerapkan intervensi pijat oksitosin bagi ibu post partum untuk meningkatkan produksi ASI
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK AL-JAWAHIR SAMARINDA
Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhir masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan orang dewasa. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. Sehingga pengetahuan dan peranan ibu sangat bermanfaat bagi proses perkembangan anak secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang stimulasi terhadap perkembangan anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan total sampiling yang berjumlah 82 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner dan melakukan observasi langsung terhadap anak. Kemudian diolah dengan analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan Chi Square (X2) dengan tingkat kepercayaan 95% melalui sistem komputerisasi. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value = 0.000, sedangkan nilai α = 0.05 dan (X2)hitung = 42.6 dengan (X2)tabel = 3.48, maka dapat dilihat bahwa P Value < α = (0.000 < 0.05) dan (X2)hitung >(X2)tabel = (42.6 > 3.48) sehingga bisa disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang stimulasi terhadap perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Al-Jawahir Samarinda tahun 2015. Kemudian dari nilai OR = 52.889 dan CI = 95% (11.939-234.295), berarti ibu yang berpengetahuan baik mempunyai peluang 52 kali lebih besar untuk anaknya mengalami perkembangan normal sesuai usia dibandingkan ibu yang berpengetahuan rendah. Hal ini dapat dilihat dari uji bivariat dari 82 responden 56 (68.3%) responden yang memiliki anak dalam kategori perkembangan normal sesuai usia adalah responden yang memiliki pengetahuan yang baik pula. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diberikan kepada petugas kesehatan agar lebih menyosialisasikan kepada ibu-ibu bahwa pentingnya memperhatikan tahap-tahap perkembangan buah hati dengan tetap memberikan stimulasi yang sesuai berdasarkan usia anak