Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
    189 research outputs found

    Identifikasi Bakteri dan Faktor Risiko Kejadian Pressure Ulcer di RSUD AWS Samarinda

    Full text link
    Adanya pressure ulcer mengganggu proses pemulihan pasien, diikuti komplikasi dengan nyeri dan infeksi sehingga menambah panjang lama perawatan. Pressure ulcer menimbulkan sebuah ancaman dalam pelayanan kesehatan karena insidennya semakin hari semakin meningkat (Spilsbury, et al, 2010). Tujuan penelitian ini, mengetahui gambaran bakteri pada pressure ulcer dan faktor  kejadian pressure ulcer di RSUD AWS Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dimana populasi adalah semua pasien yang mengalami pressure ulcer. Teknik pengambilan sampel (sampling) menggunakan metode accidental sampling dilaksanakan di RSUD AWS Samarinda pada bulan Oktober Tahun 2017 meliputi ruang HCU, stroke center, anggrek, angsoka dan flamboyan sebanyak 11 orang.  Variable dalam yang diukur penelitian ini adalah identifikasi bakteri, faktor risiko (persepsi sensori, kelembaban, aktifitas, mobilisasi, nutrisi, gesekan dan robekan).  Analisis yang digunakan adalah analisis univariat yaitu dalam bentuk data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase, meliputi karakteristik responden dan faktor risiko skala braden.  Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan kelakayan etik dari komisi etik penelitian kesehatan RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda dengan nomor 030/KEPK-AWS/XI/2017 . Hasil penelitian yang dilakukan pada 11 orang responden didapatkan: Jenis kuman gram negative paling banyak terdapat di pressure ulcer sebesar (81 %) Acinetobacter sp adalah mikroorganisme yang paling dominan terdapat diluka pressure, sebanyak 63,6 % responden  memiliki persepsi dan sensori normal, sebanyak 63,6 % kelembaban responden adalah selalu basah, sebanyak 81,8% kegiatan pasien pressure ulcer adalah bedrest, sebanyak 63,6% mobilitas responden adalah imobilisasi total, sebanyak 54,5% kondisi nutrisi responden adalah cukup, sebanyak 72,7% gesekan dan robekan reponden memiliki masalah. Bagi para pemberi pelayanan diharapkan dapat melakukan pengkajian faktor kejadian pressure ulcer serta dapat mengendalikan infeksi pada pasien dengan ketergantungan total/ bedrest sehingga angka kejadian dapat berkurang

    Studi Asuhan Kebidanan Komprehensif di Praktik Mandiri Bidan yang Terstandarisasi APN

    Full text link
    Jumlah AKI sangat tinggi di dunia, pada tahun 2016 lebih dari 216 per 100.000 kelahiran hidup perempuan meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan dan kelahiran anak, tercatat 800 perempuan meninggal setiap harinya. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan jumlah AKI di Indonesia pada tahun 2016 yaitu 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. AKI di Kaltim masih tinggi sebanyak 137 orang dari jumlah hidup lahir sebanyak 69,372 orang dan AKB sebanyak 7 bayi. Hal ini menjadi ironi karena untuk mencapai target SDG,s hingga tahun 2030 adalah mengurangi AKI dibawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan pada 2030 mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah. Untuk itu peran bidan sebagai tenaga kesehatan melakukan continuity of care yang sudah terstandarisasi APN mampu menurunkan AKI dan AKB. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif di Praktik Bidan Mandiri yang terstandarisasi APN Samarinda. Metode yang digunakan yaitu diskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah ibu hamil trimester III. Hasil penelitian yaitu asuhan komprehensif (Continuity of Care) yang diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai dengan asuhan KB berjalan normal tidak ada data yang mengarah kegawatdaruratan ataupun patologis dan tidak ada kesenjangan antara teori dengan praktik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asuhan komprehensif yang diberikan kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai dengan asuhan KB mendapatkan hasil fisiologis dan dapat mencegah kegawatdaruratan maternal dan neonatal &nbsp

    AKTIVITAS DAN EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Bacillus cereus

    Full text link
    Ciplukan leaf (Physalis angulata L.) is one of the plants used by the community as an alternative to avoid side effects of antibiotics. This plant has traditionally been used to cure various diseases. Potential leaf ciplukan as medicinal plants suspected due to the active compounds active ingredients contained in it. This study aims to test the activity and effectiveness of the antibacterial ethanol extract of ciplukan leaf on the growth of  Bacillus cereus. Ciplukan leaf were extracted by maceration method using ethanol 96%. Each concentration was tested for antibacterial activity against B.cereus using  disc diffusion method. The determination of minimum inhibitory concentrations by solid dilution. Data were analyzed with ANOVA at 95% confidence level. The test results showed that ciplukan leaf ethanol extract (P. angulata L.) had activity and effectiveness on B. cereus growth in vitro. The most effective concentration of ciplukan leaf ethanol extract can inhibit the growth of B. cereus is 30 mg/mL with inhibit zone of 24.2 mm. The minimum  inhibitory concentration of ciplukan leaf ethanol extract on B. cereus growth was 5 mg/mL.Daun ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif untuk menghindari efek samping antibiotik. Tanaman ini secara tradisional mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Potensi daun ciplukan sebagai tanaman obat diduga karena adanya kandungan senyawa aktif berkhasiat yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas dan efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun ciplukan dalam menghambat pertumbuhan Bacillus cereus. Daun ciplukan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 mg/mL. Setiap konsentrasi tersebut dilakukan uji aktivitas antibakterinya terhadap B.cereus dengan menggunakan metode difusi kertas cakram. Penentuan konsentrasi hambat minimum menggunakan metode dilusi padat. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ciplukan (P. angulata L.) memiliki aktivitas dan efektivitas terhadap pertumbuhan B. cereus secara in vitro. Konsentrasi paling efektif ekstrak etanol daun ciplukan yang dapat menghambat pertumbuhan B. cereus yaitu 30 mg/mL dengan zona hambat sebesar 24,2 mm. Konsentrasi hambat minimum ekstrak etanol daun ciplukan terhadap pertumbuhan B. cereus yaitu 5 mg/mL

    Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Kadar Gula Darah Klien Diabetes Mellitus

    Full text link
    Diabetes Mellitus (DM) is a medical disorder is a collection of symptoms caused by elevated levels of sugar or due to insulin resistance. DM is a non-communicable diseases. Riskesdas 2007 in Central Kalimantan diabetes prevalence of 0.9%, but were diagnosed by health personnel by 0.6%. While in the city of Palangkaraya. Prevalence of diabetes of 1.4%, but were diagnosed DM client just as much as 1.1%. This study aims to determine the relationship of the level of anxiety with increased blood sugar levels in diabetes mellitus clients in the region of Bukit Pukesmas Hindu city of Palangkaraya. Methods descriptive analytic cross sectional study design. The research sample as many as 65 people. The results showed that the DM Client Anxiety in Puskesmas Bukit Hindu city of Palangkaraya that her blood sugar levels <200 mg / dl was 23.1% mild anxiety and 24.6% were worried. Anxiety DM client that blood glucose levels> 200 mg / dl was 21.5% mild anxiety, and 30.8% were worried. Obtained a significant relationship between the level of anxiety with increased levels of sugar in clients with diabetes mellitus, where respondents blood sugar> 200 mg / dl with a moderate level of anxiety has peluag 5.787 times greater risk than the volunteers were mild anxiety level

    Efektifitas Penggunaan Metode Smart Energy (REIKI) Sebagai Alternatif Preventif Hyperglikemia Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Full text link
    DM affects many people in the world and is one of the biggest problems for the nation. Some treatments ranging from medical to non-medical (alternative actions) have been carried out by each individual to be able to recover from the disease. Alternative and complementary therapies are therapies that are in great demand by people throughout the world, not least in Indonesia because they are relatively cheap and safe. One alternative therapy that can be done is by the "Smart Energy" Method. Therefore, research on the use of the "Smart Energy" Method as a preventive alternative for reducing blood sugar levels in DM patients is very important. The purpose of this study was to find out and evaluate the effectiveness of using the "Smart Energy" Method as a preventive alternative for reducing blood sugar levels in DM patients. The design used in this study used a pre-experimental method with the one-group pretest-posttest design (before and after) approach. Each research subject becomes control of himself. The research was conducted at the DM Rehab Club. Taking blood samples as well as carrying out the therapy and evaluation is done on the same day. The duration of therapy is ± 20-30 minutes and carried out for 30 days with 2 methods namely direct therapy (therapist and respondent are in the same place) and long distance (therapist and respondent are not in the same place) but the principle of therapy remains the same. The implementation of Reiki therapy is assisted by a certified Reiki therapist. There was a significant difference between the examination of blood sugar levels before and after Reiki therapy. The average value of blood sugar levels before therapy is 294 mg / dl while after 30 days of therapy 266,635 mg / dl is obtained. There is effective use of the "Smart Energy" Method as a preventive alternative for reducing blood sugar levels in DM patients.DM mempengaruhi banyak orang di dunia dan merupakan salah satu masalah terbesar bagi bangsa. Beberapa perawatan mulai dari medis hingga non-medis (tindakan alternatif) telah dilakukan oleh setiap individu untuk dapat pulih dari penyakit. Terapi alternatif dan komplementer adalah terapi yang sangat diminati oleh orang-orang di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia karena harganya relatif murah dan aman. Salah satu terapi alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan Metode "Smart Energy". Oleh karena itu, penelitian tentang penggunaan "Energi Cerdas" Metode sebagai alternatif pencegahan untuk mengurangi kadar gula darah pada pasien DM sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi efektivitas penggunaan Metode "Energi Cerdas" sebagai alternatif pencegahan untuk mengurangi kadar gula darah pada pasien DM. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain satu kelompok pretest-posttest (sebelum dan sesudah) pendekatan. Setiap subjek penelitian menjadi kontrol terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini dilakukan di DM Rehab Club. Pengambilan sampel darah serta melaksanakan terapi dan evaluasi dilakukan pada hari yang sama. Durasi terapi adalah ± 20-30 menit dan dilakukan selama 30 hari dengan 2 metode yaitu terapi langsung (terapis dan responden berada di tempat yang sama) dan jarak jauh (terapis dan responden tidak di tempat yang sama) tetapi prinsip terapi tetap sama. Pelaksanaan terapi Reiki dibantu oleh terapis Reiki bersertifikat. Ada perbedaan yang signifikan antara pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan sesudah terapi Reiki. Nilai rata-rata kadar gula darah sebelum terapi adalah 294 mg / dl sedangkan setelah 30 hari terapi 266.635 mg / dl diperoleh. Ada penggunaan efektif dari "Energi Cerdas" Metode sebagai alternatif pencegahan untuk mengurangi kadar gula darah pada pasien DM

    Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Schistosomiasis di Puskesmas Wuasa Kabupaten Poso

    Full text link
    Schistosomiasis is a disease caused by Schistosoma japonicum worms that require an intermediary animal called Snail Oncomelania Hupensis Lindoensis. In the working area of Primary Health Care of ​​Wuasa is the focus area of ​​snails (habitat snail) which most of the inhabitants are migrants who open rice fields and plantations. Eradication of Schistosomiasis disease has not reached the target to <1%, because there are still many local communities have less supportive behaviors in terms of prevention. The objective of this study was to know knowledge and attitude of community in effort of prevention of Schistosomiasis disease at Health Primary Care of Wuasa, Poso District. Descriptive study was conducted with 99 people of North Lore District. Variable in this research is knowledge and attitude of community in effort of prevention of Schistosomiasis disease. Data were collected by questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistic. The result of descriptive statistic showed that 77.8% of respondents had good knowledge and 52,5% of respondents had good attitude in preventing Schistosomiasis. Conclusion in this research is knowledge and attitude of community in effort of prevention of disease of Schistosomiasis at Primary Health Care of Wuasa, Poso District in good category. Based on these findings, the health workers should be to raise awareness of local communities in supporting the prevention of Schistosomiasis disease. Keywords: Knowledge, attitude, Schistosomiasis. Latar Belakang: Schistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Schistosoma japonicum yang memerlukan hewan perantara yaitu keong yang disebut Oncomelania Hupensis Lindoensis. Di wilayah kerja Puskesmas Wuasa merupakan daerah fokus keong (habitat keong) yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang yang membuka lahan persawahan maupun perkebunan. Pemberantasan penyakit Schistosomiasis sampai saat ini belum mencapai target <1%, disebabkan masih banyak masyarakat setempat memiliki perilaku yang kurang mendukung dalam hal pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit Schistosomiasis di Puskesmas Wuasa Kabupaten Poso. Jenis penelitian adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit Schistosomiasis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Kecamatan Lore Utara. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling berjumlah 99 responden. Hasil analisis univariat menunjukan 77,8% responden memiliki pengetahuan yang baik dan 52,5% responden memiliki sikap yang baik dalam upaya pencegahan Schistosomiasis. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit Schistosomiasis di Puskesmas Wuasa Kabupaten Poso dalam kategori baik. Saran kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat setempat dalam mendukung pencegahan penyakit Schistosomiasis.   &nbsp

    Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Pekerja Penggilingan Padi Kabupaten Penajam Paser Utara

    Full text link
    Rice milling is an informal sector which still lacks attention in terms of occupational health and safety aspects. Health problems experienced by one of them are complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) which have an impact on decreasing work productivity. This study aims to determine the factors that influence complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in rice milling workers in Sepaku Sub-district, Penajam Paser Utara Regency. This research is a quantitative study with cross sectional research design. Sampling using purposive sampling method that amounted to 35 people. Data analysis used the rank-spearman test with a significance level of 0.05 (5%). The results showed that there was a significant relationship between work posture (p = 0,000) and the risk of manual handling material (MMH) (p = 0.005), with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs). Whereas in the physical workload, there was no association with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) (p = 0.095). It is suggested for workers to do material manual handling (MMH) with the correct procedure, reduce awkward work postures during work and stretch the muscles before working and adequate rest so as to reduce fatigue and perceived muscle tension

    Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Umur 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji

    Full text link
    ABSTRAK Pneumonia merupakan pembunuh utama balita di dunia dan di Indonesia. Di Indonesia pneumonia merupakan penyebab dari 15% kematian balita yaitu diperkirakan sebanyak 922.000 balita di tahun 2015. Puskesmas Kamonji merupakan puskesmas yang mempunyai angka kejadian pneumonia tertinggi di kota Palu yaitu berjumlah 422 kasus pada tahun 2015. Berdasarkan bukti bahwa factor risiko pneumonia adalah kurangnya pemberian ASI eksklusif, gizi buruk, polusi udara dalam ruangan (indor air pollution), bayi berat lahir rendah (BBLR), kepadatan penduduk, dan kurangnya imunisasi campak. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia, yaitu pemberian ASI Eksklusif dan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR). Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita 12-59 bulan yang ada di Wilayah Kerja Puskemas Kamonji berjumlah 70 sampel yang terdiri dari 35 sampel kasus dan 35 sampel kontrol. Penelitian ini mengunakan analisis uji statistik Chi-square dengan tingkat kesalahan 5% (α=0,05) dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pemberian ASI Eksklusif (P Value=0,147) dan bayi berat lahir rendah (P Value =1,000) tidak memiliki hubungan dengan kejadian pneumonia pada balita umur 12-59 bulan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian pneumonia dan tidak ada hubungan antara bayi berat lahir rendah dengan kejadian pneumonia. Saran untuk Petugas Kesehatan agar terus memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku hidup sehat mengajarkan kepada masyarakat bagaimana pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun serta menjaga status gizi balita selalu baik.  Kata Kunci: ASI Eksklusif, BBLR, Pneumoni

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD AW SJAHRANIE

    Full text link
    Kinerja perawat merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan pelayanan keperawatan dan cerminan mutu pelayanan yang diberikan. Sebagai ujung tombak pelayanan keperawatan di rumah sakit, kinerja perawat merupakan nilai bersama dalam kerangka sistem budaya mutu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan budaya organisasi dengan kinerja perawat pelaksana di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional study. Perawat pelaksana yang berjumlah 110 orang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Sampel  di setiap ruangan ditentukan secara proporsional dan  diambil secara simple random sampling. Budaya organisasi dan 7 dimensi pendukungnya merupakan variabel bebas sedangkan variabel terikat adalah kinerja perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi berpengaruh secara bermakna dengan kategori kuat terhadap optimalisasi kinerja perawat pelaksana. Dimensi budaya organisasi  yang  paling berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana adalah perhatian hal hal yang detail setiap melakukan pekerjaan dan orientasi terhadap manusia. Manajemen rumah sakit diharapkan dapat mensosialisasikan pendekatan unsur budaya organisasi dalam setiap penerapan kegiatan keperawatan di lingkungan kerjanya

    Anemia Kehamilan dan Jarak Persalinan dengan Kejadian Perdarahan Postpartum di RSUD Undata Palu Propinsi Sulawesi Tengah

    Full text link
    ABSTRAK Perdarahan post partum akibat anemia dan jarak persalinan yang terlalu dekat jumlahnya semakin bertambah. Jarak persalinan yang terlalu dekat dapat meningkatkan resiko pada kehamilan seperti anemia dan sebagai penyulit saat persalinan karena kondisi rahim ibu belum pulih sempurna Hal ini dapat terlihat dari data RSUD Undata tahun 2016 kasus dengan perdarahan pada ibu post partum terdapat 67 kasus (13%). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan anemia kehamilan dan jarak persalinan dengan kejadian perdarahan post partum. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah semua ibu postpartum yang tercatat dalam Rekam Medik Rumah Sakit Undata Palu periode tahun 2016 yaitu sebanyak 67 orang (kasus) dan 67 orang (kontrol), jadi total sampel sebanyak 134 orang.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Ibu yang mengalami perdarahan postpartum lebih berisiko terjadi pada ibu yang mengalami anemia dalam kehamilan dan jarak persalinan < 2 tahun. Hasil analisis bivariat diperoleh ada hubungan antara anemia dalam kehamilan (nilai p: 0,000) dan jarak persalinan (nilai p: 0,000) dengan kejadian perdarah postpartum. Ibu yang anemia memiliki risiko 28 kali untuk mengalami perdarahan postpartum (OR= 28,571) sedangkan ibu yang jarak persalinan < 2 tahun memiliki risiko 19 kali untuk mengalami perdarahan postpartum (OR=19,3). Kesimpulan ada hubungan antara anemia dalam kehamilan dan jarak persalinan dengan kejadian perdarahan post partum. Diharapkan agar petugas kesehatan dapat aktif dalam pengawasan ibu selama hamil, keluarga aktif dalam menjaga kesehatan ibu selama hamil dan ibu dapat mengatur jarak persalinannya. Kata Kunci: Anemia kehamilan, Jarak Persalinan, Perdarahan Post Partu

    158

    full texts

    189

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Husada Mahakam: Journal of Health
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇