Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
    189 research outputs found

    Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Dempar Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat

    Full text link
    Low of visit number in Health service utilization is affected by many factors. Influencing faktors are health service user and service provider. This research aimes to know social structural factor, health belief and health assessment correlates wit health service utilization in Puskesmas Dempar. This quantitative research uses analytic survery with cross sectional approach that is done on August – September in 2018, sampling technique used a random sampling method with 299 respondents in the working area of the Dempar Health Center. Primary data collection methods (questionnaires and interviews). The statistical test used is the Chi Square test. Research result shows that on dependent variable 88.3% respondents utilized health service well, and after it is tested the correlation with independent variable is there were correlations between health assessment variable with health service utilization with significant value (p=0,004), whereas variable there are no correlations between social structure (p=0,497) and health belief (p=0,844) toward health service usage in Puskesmas Dempar. It is suggested for Puskesmas Dempar to makes knowledge improvement and attitude change through counselling about disease along with health program socialization, health officer to approach society, also by improving service well

    Pengaruh Senam Rematik Terhadap Penurunan Nyeri Osteoartritis Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda

    Full text link
    Pendahuluan: Nyeri merupakan keluhan yang paling sering dialami oleh lansia. Diperlukan penanganan baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri pada lansia. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri yaitu dengan Senam Rematik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Senam Rematik terhadap penurunan nyeri Osteoartritis pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment dengan pre and post test control group design. Metode sampling yaitu probability sampling dengan simple random sampling. Jumlah sampel pada masing-masing kelompok adalah 11 orang. Intervensi dilakukan sebanyak 7 kali seminggu. Hasil: Dari uji hipotesis dengan Wilcoxon didapatkan hasil terdapat pengaruh Senam Rematik terhadap penurunan nyeri Osteoartritis dengan p value 0,003 pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh terhadap penurunan nyeri dengan p value 0,157 Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nyeri dengan p value (0,003). Saran: Diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian dengan jumlah responden yang lebih banyak dan kurun waktu yang lebih lama serta dapat mempertimbangkan lebih banyak karakteristik yang dapat menjadi faktor perancu yang dapat membuat hasil penelitian menjadi bias. &nbsp

    Pengaruh Musa acuminata Cavendish Subgroup (Pisang Ambon) Dalam Menurunkan Tekanan Darah

    Full text link
    Hypertension is a public health problem that happens a lot, many people do not realize that they suffer from hypertension, this is due to symptoms that are not real and in the early stages before causing serious health problems, new symptoms are clearly visible at age 50- an. Generally there have been more severe complications or diseases such as a heart attack or stroke. Because of its presence which is still difficult to detect and control, it is not surprising that hypertension has been dubbed the "the silent killer" (Julianti.2005). Based on prevalence throughout the world in 2013, hypertension spread to almost all segments of society. The high prevalence of 26.4% of hypertension makes it a high risk factor for cardiovascular disease (WHO, 2013). The chemicals contained in hypertension drugs will have an impact on the body if taken too long. Non-pharmacological therapy can be given to patients with hypertension such as Banana Ambon (Musa Acminata). Ambon banana plant (Musa acuminata Cavendish Subgroup) grows abundantly in tropical regions such as Indonesia (Yuliarti, 2011)., But its existence is only known to be only fruits and basic ingredients for making snacks and drinks. The combination of high potassium and very low salt in the flesh of Ambon banana (Musa Acuminata Cavendish Subgroup) is believed to be beneficial for people with high blood pressure and reduce the risk of coronary heart disease. Objective: To analyze the effectiveness of musa acminata against blood pressure reduction. The research method used is an experimental approach (one group) in patients with severe hypertension and then analyzed with the Wilcoxon signed ranks test technique. The results showed that in both groups the proportion of the results of the same blood pressure measurement was greater in Stage 2 hypertension (where the results of Blood Pressure measurements pengukuran 160/100 mmhg) and p-values ​​obtained in group I = 0.027 and (p <0.005 ) which means there is a difference between the results of blood pressure measurements before and after the intervention (administration of Ambon banana) while in group II the p value is 0.056 which means there is no significant difference in blood pressure measurements before and after.Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi, hal ini disebabkan gejalanya yang tidak nyata dan pada stadium awal sebelum menimbulkan gangguan yang serius pada kesehatan yang dideritanya, gejala baru terlihat jelas pada usia 50-an. Umumnya sudah terjadi komplikasi atau penyakit yang lebih berat seperti serangan jantung atau stroke. Karena kehadirannya yang masih sulit untuk dideteksi dan dikontrol, tidak heran jika hipertensi dijuluki sebagai “the silent killer†atau pembunuh tak terduga (Julianti.2005). Berdasarkan prevalensi diseluruh dunia tahun 2013, hipertensi merambah hampir ke semua golongan masyarakat. Tingginya prevalensi 26.4% hipertensi menjadikannya sebagai factor resiko penyakit kardiovaskuler yang palling tinggi (WHO, 2013). Zat kimia yang terdapat dalam obat-obatan hipertensi akan memberikan dampak terhadap tubuh bila dikonsumsi terlalu lama. Terapi non farmakologi dapat diberikan pada penederita hipertensi seperti misalnya Pisang ambon (musa acminata). Tanaman pisang ambon  (Musa acuminata Cavendish Subgroup)banyak tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia (Yuliarti, 2011)., namun keberadaannya hanya diketahui sekedar buah-buahan saja dan bahan dasar pembuatan kudapan maupun minuman. Kombinasi kalium yang tinggi dan garam yang sangat rendah pada daging pisang ambon  (Musa acuminata Cavendish Subgroup)dipercaya dapat  bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi dan menurunkan resiko penyakit jantung coroner. Tujuan: Menganalisa efektifitas musa acminata terhadap penurunan tekanan darah. Metode penelitian yang digunakan dengan tehnik pendekatan experimental (one group) pada penderita hipertensi berat dan kemudian di analisa dengan tehnik uji wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menujukkan bahwa pada kedua group memiliki proposi hasil pengukuran tekanan darah yang sama yaitu lebih banyak pada hipertensi Stadium 2 (dimana hasil pengukuran Tekanan Darah  â‰¥ 160/100 mmhg) dan diperoleh nilai p-value pada group I= 0,027 dan  (p < 0,005) yang berarti Ada perbedaan antara hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi (pemberian pisang ambon) sedangkan pada group II diperoleh nilai p value 0.056 yang berarti tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudahnya

    Hubungan kebisingan dengan kejadian Hearing Loss dan Stress Kerja diArea Produksi PT.X

    Full text link
    The industrial world is one of the biggest contributors of noise when compared with several other noise sources. This infilicted in many cases of hearing loss due noise in the industrial area. PT X is a manufacturing industry that is engaged in the production of making oil and natural gas driling equipment through several stages of the process in several parts of production that are not free from noise. This research have a purpose to know the relationship of noise with hearing loss and stress in the work area of PT. X. This research is a quantitative study with cross sectional research design. Sampling using the proportionate Statied Random Sampling method amounted to 38 people. Data analysis using Chi square test with significance level 0.05 (5%). Results showed that was a significant relationship between noise with Hearing Loss right ear (p = 0,00) Hearing Loss left ear (p = 0,007). while working stress item role - in (p=0,309), role conflicts (p = 0,703), qualitative overload (p = 0,666), career development (p = 0,703), responsibility for other (p = 0,344) is not related to noise in the production area of PT. X. It is recomended that workers use personal protective equipment such as earmuff and earplugs when working and always follow the prescribed producres of the company primarily related to the management of noise in the workplace    Keywords : Noise, Hearing Loss, StressDunia industri merupakan salah satu penyumbang kebisingan terbesar jika dibandingkan dengan beberapa sumber kebisingan lainnya. Hal ini mengakibatkan banyaknya kasus gangguan pendengaran akibat bising dikawasan perindustrian. PT X adalah sebuah industri manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi pembuatan peralatan pengeboran minyak bumi dan gas alam yang melalui beberapa tahapan proses di beberapa bagian produksi yang tidak lepas dari bahaya kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan dengan Hearing Loss dan stress kerja diarea kerja PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Statied Random Sampling  yang berjumlah 38 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan level signifikansi 0,05 (5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebisingan dengan Hearing Loss telinga kanan (p= 0,000), Hearing Loss telinga kiri (p= 0,007). Sedangkan stress kerja item ketaksaan peran (p= 0,309), konflik peran (p=0,459), beban berlebih kuantitatif (p= 0,730), beban berlebih kualitatif (p= 0,066) pengembangan karir (p= 0,730), tanggung jawab terhadap orang lain (p= 0,344) tidak berhubungan dengan kebisingan di area produksi PT. X. Disarankan pada pekerja agar menggunakan alat pelindung diri seperti earmuff maupun earplug pada saat bekerja dan selalu mengikuti prosedur yang ditetapkan perusahaan terkait manajemen kebisingan. Kata Kunci : Kebisingan, Hearing Loss, Stress Kerja. &nbsp

    PENGARUH INDEK HEMOLISIS TERHADAP PENINGKATAN KADAR SERUM GLUTAMATE OXALOACETAT TRANSAMINASE (SGOT)

    Full text link
    Serum Glutamate Oxaloacetat Transaminase (SGOT) adalah salah satu enzim aminotransferase yang berada di sel hati. Kadar SGOT dapat meningkat karena nekrosis sel-sel hati seperti sirosis tetapi dapat juga disebabkan karena ketidak-akuratan pada saat pra-analitik, salah satunya hemolisis. Hemolisis dapat menyebabkan peningkatan ketidak-akuratan pada pemeriksaan SGOT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indek hemolisis dan melihat adanya pengaruh indek hemolisis terhadap peningkatan kadar SGOT.Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Sampel pada penelitian ini sebanyak 10 sampel. Masing-masing sampel dimasukkan kedalam 7 tabung, satu tabung tanpa hemolisat dan enam tabung lainnya ditambahkan hemolisat dengan indek hemolisis H1 sampai H6. Seluruh sampeln kemudian diperiksa kadar SGOT. Hasil penelitian ini diuji statistik dengan uji Kolmogorov Smirnov, kemudian dianalisa dengan menggunakan uji korelatif Pearson.Dari hasil penelitian ini didapatkan rata-rata indek hemolisis sebesar 1,55 mg/dl dan peningkatan kadar SGOT pada sampel yang ditambahkan indek hemolisis H1 sampai H6 berturut-turut yaitu 25,63 U/L; 28,96 U/L; 37,37 U/L; 64,88 U/L; 79,08 U/L; 109,45 U/L. Peningkatan kadar SGOT setelah ditambahkan enam indek hemolisis besar 4%, 7%, 16%, 43%, 58% dan 88 %.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh indek hemolisis terhadap peningkatan kadar SGOT.Serum Glutamate Oxaloacetat Transaminase (SGOT) is an enzyme of the liver and heart cells. If the levels of SGOT in the blood increases, it was caused by the liver or heart damage. Increased levels of SGOT can be caused by pre-analytic inaccuracies, one of them was haemolysis. The hemolysis can inaccuracies in SGOT examination. The purpose of this study was to know effect of hemolysis for the increases of SGOT levelThis study was experimental study. The sample of this study were ten health blood donors. The blood was taken 5 ml. The sample was insert into seven tubes, one tube without hemolysis and six other tubes were added hemolysis that had different hemolysis index. The level of hemolysis index that used are  H1-H6. After that, the sample was examination at SGOT level. This study data tested normality with Kolmogorov Smirnov test, then analyzed by using Pearson correlative test.The average of hemolysis index is 1.55 mg / dl and after addition of six hemolysis index, the SGOT level was increase respectivly as much 25,63 U/L; 28.96 U/L; 37.37 U/L; 64.88 U/L; 79.08 U/L; 109.45 U/L. The increased levels of SGOT after added six hemolysis index  4%, 7%, 16%, 43%, 58% and 88%.The conclution of this study  that there was an influence of hemolysis index on the increase of SGOT level.    &nbsp

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Kelelahan Mata Pada Pengrajin Sarung Tenun Kota Samarinda

    Full text link
    Eyestrain is affected by several factors as follows the factor from the artisan itself, work factor and working environment factor. This research aims to know correlated factors with eyestrain symptom on woven sarong artisan of Samarinda City. Quantitative research with cross-sectional approach is done on September – October 2018 with total samples of 50 artisans (total sampling). Measuring instruments which are used are questionnaire and lux meter type DX-100. Data analysis uses Phi correlation test with a = 0.05. Research result shows woven sarong artisan who experiences eyestrain symptom as many as (64%), and  woven sarong artisan who does not experience eyestrain symptom (36%). There are correlation between age (p = 0.000) and work time (p = 0.003). There are no correlation between daily working time (p = 0.090) and lighting intensity (p= 0.486). It is suggested to artisans to use toolkit such as magnifiying glass, to manage working time, and break time to minimize eyestrain occurrence. For artisan who uses lamp as main lighting source to pay attention lighting level which is used, in this case is lux lighting

    Perilaku Warga Peduli AIDS terhadap Penanggulangan HIV dan AIDS Di Kota Kupang

    Full text link
    The AIDS Tackling Committee (KPA) of KupangCity has been running several programs handling over the AIDS and HIV. One of the program is involving ordinary member of the society through AIDS Care Community Member. This research aim is to describe knowledge, attitude, and behavior of AIDS Care Community Members towards HIV and AIDS Tackling Program. This research is a survey, descriptive in nature. It was held from October 2017 to March 2018. The research population is 625. By using Slovin formula and simple random sampling technique, the sample is 93. The research results are as follows: the majority of the community member possessed a good knowledge (74%), all of the community members (100%) showed a positive attitude on the effort and 60,2% of the members of the community have conducted supportive acts towards the effort.  Therefore, it is suggested that, there should be some upgrading’s on cadres capacity, especially their active involvement in mobilizing the society to conduct some supportive acts. Finally, it is expected that the overall society participation in tackling HIV and AIDS should be uplifted. &nbsp

    Hubungan Komunikasi Keluarga dengan Angka Kekambuhan pada Remaja Pengguna Napza di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda

    No full text
    Keluarga dengan anak remaja, komunikasi dan saling pengertian antara orang tua dan anak perlu dikembangkan, agar keutuhan keluarga, kesibukan keluarga dan hubungan interpersonal dapat terjalin dengan baik. Komunikasi dikatakan penting khususnya pada keluarga dengan anak remaja, karena merupakan kunci pokok dimana keperdulian orang tua untuk menjadi teladan yang baik dalam hal bersikap, tutur kata dan perilaku agar menjadi model yang patut diikuti oleh remaja. Tujuan penelitian ini adalah Hubungan komunikasi keluarga dengan angka kekambuhan pada remaja pengguna napza. Penelitian ini adalah desain deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi keluarga dengan tingkat kekambuhan pada remaja pengguna napza dengan cara mengajukan pertanyaan tertutup melalui kuisioner yang akan dijawab oleh remaja pengguna napza. Jumlah sampel 30 responden (total sampling) remaja pengguna napza. Hasil: ditemukan bahwa keluarga dengan komunikasi tak efektif ada 15 (75%) responden dengan angka kekambuhan tinggi, sedangkan keluarga dengan komunikasi efektif terdapat 7 (70%) responden dengan angka kekambuhan rendah. Uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p sebesar 0,045 lebih kecil daripada nilai alpha (0,05), dengan demikian hipotesis nol ditolak. Artinya secara statistik terdapat hubungan antara komunikasi dengan angka kekambuhan pada remaja pengguna napza. Nilai Odds Ratio (OR) didapatkan angka sebesar 7,00 yang artinya remaja yang memiliki komunikasi tak efektif memiliki odds ratio sebesar 7 kali lebih besar untuk kekambuhan tinggi dibandingkan dengan remaja yang memiliki komunikasi efektif

    Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Aminah Amin Samarinda Tahun 2018

    Full text link
    Abstract   Background: Anemia of pregnancy is called "potential danger to mother and child" so that anaemia requires serious attention from all concerned parties in terms of health services (Manuaba, 2010). Impact of anaemia in pregnant women is increasing morbidity rate including bleeding, premature rupture of membrane, risk of low birth weight babies (BBLR), and is one of the main causes of maternal deaths that originate in anaemia (Arisman, 2010). Based on the results of preliminary studies at Aminah Amin Clinic in July - December 2017 there are 513-trimester pregnant women III and 74 pregnant women have anaemia. Objective:This study aims to determine the relationship of nutritional status with the incidence of anaemia in trimester pregnant women III Amin Sininda Aminah Clinic in 2018. Method: the design of this study is crossectional, the population is pregnant women who visit at Aminah Aminah Clinic. Sampling technique with total sampling of 53-trimester pregnant women III. Results: The results of this study showed that there was a significant relationship between nutritional status and the incidence of anaemia in the third-trimester pregnant women (p-value =0,004) with α = 0,05. Conclusion: There is a significant correlation between nutritional status and the incidence of anaemia in pregnant mother of trimester III at Aminah Aminah Clinic in 2018.   Keywords: Nutritional status, incidence of anaemia, pregnant mother of third trimeste

    Pelatihan Dengan Metode Role Play Efektif Terhadap Kader PMO-TB Tentang Penemuan Kasus Baru TB Paru

    Full text link
    Latar belakang : Kasus TB Indonesia diperkirakan ada  1.020.000,  namun dilaporkan Kemenkes (2017) hanya 420.000 . Data Case Detection Rate (CDR) Dinas Kesehatan Kota Samarinda (2018), per triwulan yang masih mengalami fluktuasi yang dapat terlihat hingga triwulan ketiga. Estimasi penemuan TB di Samarinda, (Bachtiar, R, 2018) tahun 2018, yaitu,  3957 orang, ( 39 % ) Target minimal harus dicapai adalah 1575 orang. Data bagian surveilen Puskesmas Lempake Samarinda Utara per Juli 2018 ditemukan kasus TB hanya 30 kasus dari 720 suspek. Tujuan : Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan perilaku kader PMO-TB sebelum dan setelah pelatihan penemuan kasus baru TB Paru dengan metode role play di wilayah kerja Puskesmas  Lempake Samarinda Utara Tahun 2018. Metode Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen, dengan rancangan one group pretest-posttest.  tanpa kelompok control,dan telah melewati uji etik sebelum dilakukan eksperimen . Populasi seluruh kader PMO TB di wilayah kerja Puskesmas Lempake sebanyak 30 orang. Instrumen menggunakan kuesioner dengan variabel pengetahuan, sikap dan tindakan PMO-TB dalam menemukan kasus baru TB Paru. Hasil : Pengetahuan PMO-TB sesudah diberikan pelatihan metode role play, menjadi baik sebanyak 22 orang (73,3%), Sikap PMO-TB sesudah diberikan pelatihan  metode role play, menjadi positif sebanyak 16 orang (53,3%), Tindakan PMO-TB sesudah diberikan pelatihan  metode role play,  menjadi baik sebanyak 18 orang (60%). Simpulan : Ada peningkatan perbaikan signifikan pengetahuan, dan sikap, namun tidak signifikan pada tindakan PMO-TB  setelah pelatihan metode role play di wilayah kerja Puskesmas Lempake Samarinda Utara 2018. Saran : Diharapkan Puskesmas Lempake  khususnya pemegang program TB Paru meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan kader PMO-TB paru dalam menemukan kasus baru TB paru, menggunakan metode role play. &nbsp

    158

    full texts

    189

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Husada Mahakam: Journal of Health
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇