Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
    189 research outputs found

    Efektivitas Interprofessional Education (IPE) Terhadap Kompetensi Antar Profesi Kesehatan

    Full text link
    Background: Interprofessional Education (IPE) is a learning process between various students or health workers with various educational backgrounds who interact and collaborate to produce and provide promotive, preventive, curative and rehabilitative health services. Objective: The purpose of this study is to find out how effective interprofessional education is towards competantion between health profession. Method: The research method in this study is a literature study article or narrative review in the form of a study of several research journals related to the effectiveness of interprofessional education on competention between health profession obtained through Google Scholar, PubMed, and Science Direct. Results: The benefits of IPE activities are students can learn to collaborate and function in a team and bring this knowledge, skills and attitudes into future practice through enhancing several aspects such as communicating, collaborating, determining the roles and responsibilities of each profession, conflict management, decision making, sharing knowledge and skills and finally mutual respect between friends. Conclusion: Based on the cited literature review, it can be concluded that interprofessional education (IPE) on collaboration between health services can create professional health workers, can collaborate and collaborate with other professions, understand and respect inter-profession of health services.   Keywords: Interprofessional Education (IPE), Health ProfissionLatar Belakang: Interprofessional Education (IPE) merupakan proses pembelajaran antara berbagai mahasiswa atau tenaga kesehatan dengan berbagai latar belakang pendidikan yang berinteraksi dan berkolaborasi untuk menghasilkan dan menyediahkan pelayanan kesehatan yang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana efektivitas interprofessional education terhadap kompetensi antar profesi kesehatan. Metode: Metode penelitian pada studi ini adalah studi literatur artikel atau narrative review berupa kajian dari beberapa jurnal penelitian yang berhubungan dengan efektivitas interprofessional education terhadap kompetensi antar profesi kesehatan yang didapatkan melalui Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil: Manfaat dari kegiatan IPE adalah mahasiswa dapat belajar berkolaborasi dan berfungsi didalam suatu tim dan membawa pengetahuan, keterampilan dan sikap ini ke dalam praktek di masa depan melalui peningkatan beberapa aspek seperti berkomunikasi, berkolaborasi, menentukan peran dan tanggung jawab dari masing-masing profesi, memanajemen konflik, pengambilan keputusan, berbagi pengetahuan dan keterampilan dan yang terakhir rasa saling menghormati antar teman. Kesimpulan: Berdasarkan kajian pustaka yang disitasi dapat disimpulkan bahwa interprofessional education (IPE) terhadap kolaborasi antar pelayanan kesehatan dapat menciptakan tenaga kesehatan yang professional, dapat berkolaborasi dan bekerjasama dengan antar profesi, memahami dan menghargai antar profesi dari pelayanan kesehatan.   Kata Kunci: Interprofessional Education (IPE), Kompetensi, Profesi Kesehata

    PEMANFAATAN NANGKA (Artocapus heterophyllus) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DAN BIOKTIVITASNYA

    Full text link
    Artocarpus heterophyllus atau nangka merupakan salah satu species dari family Moraceae yang telah digunakan sebagai nutraceutika yaitu bahan pangan dan sekaligus bahan obat tradisional. Informasi mengenai bioaktivitas A. heterophyllus sangat diperlukan untuk pengembangannya menjadi herbal terstandart maupun fitofarmaka.  Penulisan artikel ini didasarkan pada kajian literatur berupa hasil penelitian yang terbit secara online dengan menggunakan kata kunci A. heterophyllus, uses A. heterophyllus dan bioctivities A. heterophyllus. Infomasi yang diperoleh disintesakan untuk menjelaskan manfaat dan bioaktivitas A. heterophyllus. Bioaktivitas A. heterophyllus adalah antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes mellitus, anti kanker, dan anti melanogonesis. Bioaktivitas A. heterophyllus sebagai antimelagonesis sangat potensial dikembangkan dalam industri kosmetik sebagai pemutih kulit alami sedangkan bioaktivitas sebagai anti mikroba dapat dikembangkan sebagai pengawet alami

    Hubungan Menyusui dan Pola Makan dengan Kanker di RSUD AW Sjahranie Samarinda

    Full text link
    Non contagious disease which is the main cause of death now is cancer. The most common cancer types are breast, lung, colon, rectum, stomach and liver cancer. Breast cancer is the main cause of death in women due to cancer, while lung cancer is the leading cause of death in men. Some of the risk factors for cancer are breastfeeding, diet, age, genetics, smoking and alcohol. The purpose of this study was to analyze the relationship between breastfeeding and diet towards cancer in RSUD AW Sjahranie Samarinda. The number of respondents was 125 who were chosen with purposive sampling. The instrument used was questionnaire. Chi square test were used with a significance level of 95% (α = 0.05). The results of this study indicate that the following variables includes; breastfeeding  has a p value of = 0.000, and diet with a value of p = 0.003. This shows that breastfeeding  and dietary factors has a correlation with the type of cancer. It is necessary to improve health through counseling on the importance of breastfeeding for up to 2 years for mothers who have babies and everyone should consume healthy food every day. Keywords: breastfeeding , diet, cancerPenyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian saat ini adalah kanker,  Jenis kanker yang paling banyak terjadi ialah kanker payudara, paru – paru, kolon rektum, lambung dan hati . Penyebab utama kematian pada wanita karena kanker  ialah kanker payudara dan penyebab utama pada pria ialah kanker paru paru. Beberapa faktor risiko terjadinya kanker adalah lama menyusui, pola makan, usia, genetik, merokok, alkohol. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan lama menyusui dan pola makan dengan kanker di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Jumlah responden sebanyak 125 yang diambil secara pusposive sampling. Instrumen  menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji chi square dengan taraf signifikansi 95 % (α = 0,05 ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada variabel menyusui didapatkan nilai p = 0,000, dan pada variabel pola makan dengan nilai p= 0.003. Hal menunjukkan bahwa faktor menyusui dan pola makan mempunyai hubungan dengan jenis kanker. Perlu dilakukan peningkatan kesehatan melalui penyuluhan tentang pentingnya menyusui sampai 2 tahun bagi ibu yang memiliki bayi dan setiap orang hendaknya mengkonsumsi makanan yang sehat setiap hari. Kata kunci :  menyusui, pola makan, kanke

    Fungsi Manajemen Kepala Ruangan dan Karakteristik Perawat Dengan Penerapan Identifikasi Pasien

    Full text link
    One of the goals of patient safety is patient identification. The mistakes in identifying patients can increase KTD cases which have an impact on decreasing the service quality. This study aimed to see the relationship between the management function of the nursery room leader and the characteristics of nurses toward the application of patient identification. The research method used was quantitative research, with a cross sectional study approach. The respondents in this study amounted to 51 people. The data analysis technique used univariate analysis and bivariate analysis. The results showed that the application of patient identification in the nurses at Padang Hospital was still lacking.Salah satu sasaran keselamatan pasien adalah identifikasi pasien. Kesalahan dalam mengidentifikasi pasien dapat meningkatkan kasus Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) yang berimbas pada penurunan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan fungsi manajemen kepala ruangan dan karakteristik perawat dengan penerapan identifikasi pasien. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional study. Responden pada penelitian ini berjumlah 51 orang. Teknik analisa data yang digunakan meliputi Analisa univariat dan Analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukan penerapan identifikasi pasien pada perawat pelaksana di RSUD dr Rasidin Padang masih kurang

    Penerapan Relaksasi Autogenik dan Relaksasi Benson Terhadap Nyeri Pasien Fraktur

    Full text link
    Penelitian ini adalah penelitian quasy experimental, bertujuan untuk mengidentifikasi   penerapan Relaksas Autogenik dan Relaksasi Benson terhadap nyeri pada pasien fraktur di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Kabupaten Paser. Pengambilan data  dilaksanakan pada  bulan November 2020. Responden berjumlah 38   yang terdiri atas kelompok perlakuan dengan relaksasi Autogenik 19 responden dan kelompok intervensi Relaksasi Benson 19 responden, diambil dengan pendekatan  probability sampling (simple random sampling). Responden pada kedua kelompok   dilakukan pengukuran nyeri sebelum diberikan intervensi untuk mengetahui nyeri sebelum diberikan intervensi. Setelah itu kedua kelompok diberikan intervensi masing-masing kelompok 1 diberi intervensi relaksasi Autogenik dan kelompok 2 diberi intervensi relaksasi Benson, lalu kepada kedua kelompok diukur nyeri untuk mengetahui tingkat nyeri setelah diberikan intervensi.   Data hasil penelitian pre dan pasca perlakukan dianalisis dengan uji t berpasangan.  Responden yang menjadi partisipan dalam penelitian ini   terdiri dari 22 laki-laki dan 16 orang perempuan.    Hasil  uji statistik terhadap nilai nyeri fraktur yang diberikan tindakan relaksasi Autogenk dan Relaksasi Benson berpengaruh  menurunkan tingkat nyeri dengan nilai P=0,000<0,05, artinya terdapat perbedaan bermakna skor nyeri pasien fraktur antara sebelum dan setelah diberi relaksasi autogenic dan Benson. Hasil Uji T Independen untuk mengetahui perbedaan skor nyeri antara kedua kelompok, diperoleh nilai P=0,000<0,05, Rerata skor nyeri pada kelompok Relaksasi Autogenik 5,42, sedangkan rerata skor nyeri kelompok relaksasi Benson 2,95 dengan selisih 2,47 (skor nyeri 0-10).  Kelomok yang diberikan relasasi Benson menunjukkan penurunan nyeri lebih baik dibandingkan dengan kelompok yang diberikan relaksasi autogenic. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan untuk menggunakan tehnik relaksasi Benson sebagai terapi non farmakologi untuk menurunkan nyeri, khususnya pada pasien fraktur. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi instansi pelayanan keperawatan sebagai masukan dalam membuat kebijakan intervensi non farmakologi untuk mengatasi nyeri. Bagi institusi pendidikan keperawatan berguna sebagai masukan dalam pengembangan bahan ajar bagi mahasiswa.     Kata Kunci : Autogenik, Benson, Relaksasi

    PIJAT EFFLEURAGE PADA NYONYA WDALAM ASUHAN KEBIDANAN MASA KEHAMILAN DI KLINIK PRATAMA WIDURI SLEMAN

    Full text link
    Background: Physiological adaptation to the musculoskeletal system is one of the changes that are often complained of by pregnant women, namely changes in posture, especially in the third trimester of pregnancy. There are 60-80% of pregnant women in various regions of Indonesia who experience back pain (back pain) in their pregnancy. The midwife's efforts to improve services in accordance with the professional code of ethics, midwives began to develop complementary therapeutic innovations in Indonesia. One of the complementary therapies that are often used to reduce back pain during pregnancy is effleurage massage. Objectives: To apply effleurage massage to reduce back pain in obstetric care during pregnancy in Ny. W at the Primeric Widuri Sleman Clinic. Method: This research uses descriptive analytic method, by describing the facts of the study obtained from interviews and direct observations on Mrs. W by involving the respondent's husband for 7 days conducted in October 2019. Results: After effleurage massage was done on Mrs. W, for 10-15 minutes a day, there was a change in Ny W from moderate pain to mild pain, from pain scale number 6 to number 3. Conclusion: Effleurage massage is effective for reducing back pain in pregnant women in the third trimester at the Primeric Widuri Sleman Clinic Keywords: Pregnancy Care, Back Pain, Effleurage Massag

    Peran Orang Tua, Lingkungan Pergaulan dan Konsep Diri Terhadap Kenakalan Remaja di Kelurahan Graha Inda

    Full text link
    Abstract Juvenile delinquency is an important issue today. Indonesia is one of the countries that have high juvenile delinquency. The purpose of this study is to know the influence of parenthood, social environment, and self-concept on juvenile delinquency in Graha Indah Balikpapan Village. The research design is cross-sectional by using analytical descriptive research with Observational Survey. Samples in this study as many as 95 teenagers in Graha Indah Village using precision proportion formula. Data analysis using simple linear regression test  and Multiple Linear Regression analysis. The results showed there is an influence of the role of parents on juvenile delinquency with a value of p-value 0.000, There is an influence of the social environment on juvenile delinquency with a value of p-value 0.000, There is an influence of self-concept on juvenile delinquency with a value of p-value of 0.000. There is an influence of parental role, social environment, and self-concept on juvenile delinquency with a value of p-value of 0.000. To provide education to adolescents related to juvenile delinquency, the importance of parental roles and environmental roles, and community roles to prevent delinquency in adolescents.   Keywords : Teenager, Parent role, Social environment ,self concept, delinquency TeenAbstrak Kenakalan remaja menjadi isu penting saat ini. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki tingkat kenakalan remaja yang tinggi. tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh peran orang tua, lingkungan pergaulan dan konsep diri terhadap kenakalan remaja di Kelurahan Graha Indah Balikpapan. Desain dan rancangan penelitiannya yang digunakan cross sectional dengan menggunakan jenis penelitian deskriftif analitik dengan survey Observasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 remaja di Kelurahan Graha Indah menggunakan rumus proporsi presisi menurut Lameshow. Analisa data menggunakan analisa Univariat dengan tendesi sentral, analisa Bivariat dengan uji regresi linear sederhana dan analisa Multivariat dengan analisis Regresi linear Berganda. Hasil Penelitian menunjukan Ada pengaruh peran orang tua terhadap kenakalan remaja   dengan nilai p value 0,000, Ada pengaruh lingkungan pergaulan terhadap kenakalan remaja dengan nilai p value 0,000,          Ada pengaruh konsep diri terhadap kenakalan remaja dengan nilai p value 0,000.           Ada pengaruh peran orang tua, lingkungan pergaulan dan konsep diri terhadap kenakalan remaja dengan nilai p value 0,000. Sehingga memberikan edukasi kepada anak Remaja terkait dengan kenakalan remaja,pentingnya peran orang tua dan peran lingkungan serta peran masyarakat untuk mencegah kenakalan pada Remaja.   Kata Kunci : Remaja, Peran orang tua, Lingkungan pergaulan ,konsep diri & kenakalan Remaj

    Terapan Perawatan Restoratif Berbasis Kelompok (PRBK) Meningkatkan Penerimaan dan Efikasi Diri Lansia Keterbatasan Fisik

    Full text link
    Pendahuluan: Peningkatan proporsi populasi lansia perlu diwaspadai, karena prevalensi penurunan kapasitas fungsional ï¬sik atau disabilitas ï¬sik pada lansia akan meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peningkatan penerimaan dan efikasi diri pada lansia dengan keterbatasan fisik setelah diberikan Perawatan Restoratif Berbasis Kelompok  (PR-BK). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomise pre and post test group design.Penentuan sampel berdasarkan kriteria inklusi sampai jumlah sampel minimal terpenuhi. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok masing – masing 28 responden. Penentuan kelompok menggunakan tabel randomize kemudian dilakukan pre test pada kedua kelompok dengan menggunakan Skala Penerimaan Diri dan The Stroke Self Efficacy Questinnaire (SSEQ) modification. Kelompok 1 diberikan intervensi Perawatan Restoratif Berbasis Kelompok  (PR-BK). sedangkan kelompok 2 kontrol. Intervensi Perawatan Restoratif Berbasis Kelompok  (PR-BK) diberikan selama 4 bulan kemudian dilakukan post test. Data dianalisis menggunakan anova repeated measure. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan p= 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna pada intervensi PRBK, dan efektif dalam peningkatan penerimaan diri dan efikasi diri lansia dengan keterbatasan fisik Kesimpulan: Terdapat perbedaan dan efektif dalam peningkatan penerimaan diri dan efikasi diri, dengan nilai p value = 0,000 ( p < 0.05).   Kata Kunci: PRBK, Penerimaan Diri, Efikasi Diri, Lansi

    Efektivitas Pijat Loving Armet Laktasi Terhadap Volume Asi dan Intensitas Nyeri pada Payudara

    Full text link
              Breastfeeding is the process of giving milk to a baby or small child with breast milk from the mother's breast. Let down reflex (reflex release of the hormone prolactin for milk production and oxytocin) for milk flow can be smooth. Another effect is an increase in Haemoglobin levels.          This study aims to analyze the effect of Loving Armet Lactation Massage on the smooth production of breast milk, breast pain. This research was conducted on breastfeeding mothers in the first week of delivery with marmet massage and oxytocin as control and Loving Armet Lactation Massage as treatment.       The research method used in this study was a queasy experimental design with a non-equivalent control group pre-post test design, the number of respondents was 15 cases and 15 controls. The massage was carried out on the 7th day postpartum.        The results of the study there was an increase in milk production in both cases and controls, there was no difference in marmet massage, P-value 0.52, and there was a difference in cases with a P-value of 0.000. Pain reduction occurs in marmet massage and Loving Armet massage. level of 0.910.       Conclusion Loving Armet massage is effective in increasing breast milk production, reducing breast pain. Loving Armet massage advice is applied in service settings and is an entrepreneurial opportunity

    HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PENGHARGAAN TERHADAP KEPATUHAN PEKERJA DALAM PENGISIAN (HAZARD OBSERVATION CARD) DI SALAH SATU PERUSAHAAN PENYIMPANAN BAHAN KIMIA DI KALIMANTAN TIMUR

    Full text link
    HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PENGHARGAAN TERHADAP KEPATUHAN PEKERJA DALAM PENGISIAN (HAZARD OBSERVATION CARD)  DI SALAH SATU PERUSAHAAN PENYIMPANAN BAHAN KIMIA DI KALIMANTAN TIMUR Ria Purnama Sari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Samarinda Kalimantan Timur Email : [email protected]   ABSTRACT   Work accidents could occur due to unsafe working conditions and unsafe work behavior. Reporting dangerous events and accidents is a method and procedure that can be done to prevent dangerous events or accidents that recur. Bird's theory states that recurring nearmiss is mostly caused by unsafe behavior that can increase the risk of work accidents. Identification of unsafe behavior can be done with the Behavior Base Safety (BBS) approach, namely through the filling of hazard observation cards. This type of research used quantitative methods with cross sectional design. The number of samples studied was 76 workers with total sampling from workforce population. The study was conducted in July - August 2019. Data analysis in this study used the Spearman Rank test with a value of (α = 0,05). The results showed there were a relationship between attitude variables (Pvalue = 0,013) and awardin (Pvalue = 0,016. It is suggested to improve system of reward in order to increase worker motivation, make safety instructions regarding the obligation to fill a hazard reporting card, discussion forums or meetings related to the STOP Card program, design a interesting safety media communications focused on observing safe and unsafe condition in the work place.   Keywords : Hazard Observation Card, Behavior Based Safety    ABSTRAK   Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat adanya kondisi kerja dan perilaku kerja yang tidak aman. Pelaporan kejadian berbahaya dan kecelakaan merupakan suatu metode dan prosedur yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian berbahaya maupun kecelakaan terulang kembali. Teori Bird menyebutkan nearmiss yang terus berulang kebanyakan disebabkan unsafe behavior yang dapat meningkatkan resiko kecelakaan kerja. Identifikasi perilaku tidak aman dapat dilakukan dengan pendekatan Behavior Base Safety (BBS) yaitu melalui pengisian kartu observasi bahaya.Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti adalah seluruh anggota populasi tenaga kerja berjumlah 76 orang sehingga penelitian ini menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2019. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Rank Spearman dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara variabel sikap (Pvalue = 0,013) dan pemberian penghargaan (Pvalue = 0,016). Saran bagi perusahaan perlunya meningkatkan sitem reward untuk meningkatkan motivasi pekerja, membuat safety instruction mengenai kewajiban pengisian kartu pelaporan bahaya, melakukan diskusi dalam forum atau meeting terkait program STOP Card, mendesain media komunikasi K3 terkait langkah-langkah atau prosedur pengamatan kondisi aman dan perilaku tidak aman di lingkungan kerja.   Kata Kunci  : Kartu Observasi Bahaya, Keselamatan Berbasis Perilak

    158

    full texts

    189

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Husada Mahakam: Journal of Health
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇