Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
    189 research outputs found

    HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA, KINERJA PEGAWAI, DAN PERSEPSI K3 DI IPA PDAM SAMARINDA

    Full text link
    ABSTRACT The success of a company is supported by the role of a leader with his leadership style. The application of leadership is very influential on employee work motivation because to meet their needs requires the support from a leader. Occupational safety and health (OHS) programs are very important because when employees give a good perception of occupational safety and health programs, OHS behavior tends to be good. The purpose of this study was to determine the relationship of leadership style with work motivation, employee performance, and health safety perception in Cendana Water Treatment Plant of PDAM Tirta Kencana, Samarinda City. This type of analytic survey research with cross sectional approach was conducted in July 2019. The research sample of 54 people (total sampling) and data analysis using Pearson correlation test with significance level (α<0,05). The results showed that as many as 34 employees rated the authoritarian leadership style with most employees having low and high motivation (p-value 0,022), as many as 20 employees having moderate performance (p-value 0,008), as many as 21 employees having good OHS perceptions (p-value 0,000). It was concluded that there was a relationship between leadership style with work motivation, leadership style with employee performance, and leadership style with K3 perception in Cendana Water Treatment Plant of PDAM Tirta Kencana, Samarinda City. The leader must be able to apply a more effective leadership style, for example applying a democratic leadership style that always receives input and advice from his subordinates.                                                                                                     Keywords: Leadership, Performance , Motivation, Perceptio

    Pengaruh Komunikasi Perawat Dengan Pasien Terhadap Risiko Insiden Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Kelas III

    Full text link
    Pendahuluan : Komunikasi salah satu standar keselamatan pasien di Rumah Sakit, komunikasi memberikan pengaruh terhadap keselamatan pasien. Penggunaan komunikasi antara perawat dan pasien di ruang rawat inap kelas III RSUD A. W. Sjahranie Samarinda belum sepenuhnya dilakukan  sehingga berisiko menyebabkan terjadinya insiden keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi perawat dengan pasien terhadap risiko insiden keselamatan pasien. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan studi analitik dan desain cross sectional. Populasi berjumlah 292 orang terdiri dari 7 unit pelayanan. Sampel sebanyak 58 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner komunikasi dan kuesioner risiko insiden keselamatan pasien yang telah dilakukan uji validitas. Kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil : Didapatkan nilai p = 0,003 yang menunjukan bahwa nilai Ï value < nilai α = 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai OR sebesar 5,455 artinya komunikasi perawat dengan pasien yang kurang baik memiliki risiko 5,455 kali lebih besar terhadap insiden keselamatan pasien yang pernah terjadi. Kesimpulan : Ada pengaruh komunikasi perawat dengan pasien terhadap risiko insiden keselamatan pasien. Disarankan kepada pihak perawat di Rumah Sakit terus meningkatkan komunikasi dalam memberikan perawatan di ruang rawat inap agar terhindar dari insiden keselamatan pasien.Preface : Hospital patient safety standards which one is Communication, communication give effect to patient safety. Application between communication nurse and patient in class III inpatient room is not yet fully optimized until risk of patient safety incident. Research is aimed to find out efect of  nurse communication with patient satisfacation patient safety incidents risk. Methods: Type of research is quantitative with analytic study and cross sectional design. Total population of research is 292 people that spread to 7 service units. Sample of 58 people used a purposive sampling technique. Instruments used are communication and patient safety incidents risk questionnaires validity test already do. Data analyzed using univariate and bivariate analysis with Chi Square test. Result: From tests are obtained score p = 0,004 result of p value < score α = 0,05 therefore Ho is rejected and Ha is accepted. OR Score as big 5,455 nurse communication not good with patient have risk 5,455 more big to safety incidents risk. Conclusion: There is a efect of nurse communication with patient satisfacation patient safety incidents risk. It is highly suggested for Hospital nurse to improve communication in care provide at inpatient room to prevent of patient safety incident

    PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU SADARI PADA REMAJA PUTRI DALAM UPAYA PENCEGAHAN CA MAMMAE DI SMA NEGERI 6 PEKANBARU

    Full text link
    Ca mammae is a disease caused by excessive growth of cells in the breast. Ca Mammae is the biggest case in Indonesia because the patients can experience death. The risk of Ca Mammae can caused by the lack of knowledge in teenagers. The knowledge is obtained from health educations with changing recipients behaviour purpose. SADARI is needed for teenagers to prevent the occurrence of Ca Mammae. The purpose of this research is to determine the effect of health education towards the awareness of teenage girls in the effort of preventing Ca Mammae in State High School 6 Pekanbaru. Quantitative research type is used with Pre Experimental research method with One Group Pretest-Posttest Design design with the sample of 60 students. The instrument used is questionnaires. Data Analysis uses Wilcoxon Test. P values obtained from the research result of SADARI knowledge and from SADARI behaviour is 0.000, indicates that p value < α (0.05), so there is an effect of health education to increase in knowledge and SADARI behaviour of the teenage girls in order to prevent Ca Mammae. Therefore, SADARI health education in educational institution is needed to increase the knowledge and able to form a healthy behaviour for teenagers.Ca Mammae adalah penyakit yang disebabkan karena adanya pertumbuhan berlebihan dari sel-sel yang ada pada payudara. Ca Mammae merupakan kasus terbesar di Indonesia karena penderitanya dapat mengalami kematian. Faktor resiko Ca Mammae terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan pada remaja. Pengetahuan dapat diperoleh melalui penyuluhan kesehatan yang bertujuan merubah perilaku penerimanya. Untuk mencegah Ca Mammae perlu adanya kesadaran untuk melakukan SADARI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku SADARI pada remaja putri dalam upaya pencegahan Ca Mammae di SMA Negeri 6 Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre Eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest Design dengan jumlah sampel 60 orang siswi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian pengetahuan SADARI dan hasil perilaku SADARI didapatkan p value 0.000, yang berarti bahwa p value < α (0.05), sehingga ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku SADARI pada remaja putri dalam upaya pencegahan Ca Mammae. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan kesehatan SADARI di institusi pendidikan agar meningkatkan pengetahuan dan mampu membentuk perilaku sehat pada remaja

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MERAWAT KAKI MANDIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS

    Full text link
    Patients with diabetes mellitus 25% at risk of having foot ulcers throughout their lifetime and increase the risk of amputation 34 times. This complication can be prevented by foot care, but this activity has not become a routine habit of diabetes mellitus patients in their daily lives. The purpose of this study was to analyze the factors associated with foot care behavior in diabetic patients in Sidomulyo Health  Center, Samarinda City. Respondents were taken by purposive sampling as many as 66 people in the working area of ​​Sidomulyo Health Center. Variables measured were knowledge, self-confidence, health services, health workers and cadres as independent variables. While the dependent variable is foot care behaviours. The instruments used included the Nottingham Assessment Assessment of Functional Foot Care (NAFF), Patient Interpretation Neuropathy (PIN) and Foot Care Confident Scale (FCCS). Data were analyzed through Pearson and Mann Whitney test with a significance level of 95% (α = 0.05). The results showed that factors related to foot care behaviors included knowledge (p value 0.04) and self-confidence (p value 0.03). While the factors of health workers, health services and cadres were found to have no relationship with foot care behavior. Internal factors have a direct relationship with self behavior in caring for the feet compared to external factors. For this reason, it is important to emphasize programs that increase the patient's knowledge and confidence in health care.   Keywords: diabetes mellitus, factors, foot care behaviorPasien diabetes melitus 25% beresiko mengalami ulkus kaki sepanjang masa hidupnya dan meningkatkan resiko terjadinya amputasi sebesar 34 kali. Komplikasi ini dapat dicegah dengan melakukan perawatan kaki, namun kegiatan ini belum menjadi kebiasaan rutin pasien diabetes melitus dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merawat kaki pada pasien diabetes di Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda. Responden diambil secara purposive sampling sebanyak 66 orang diwilayah kerja Puskesmas Sidomulyo. Variabel yang diukur adalah faktor pengetahuan, keyakinan diri, pelayanan kesehatan, petugas kesehatan dan kader sebagai variabel independen. Sedangkan variabel dependen adalah perilaku merawat kaki. Instrumen yang digunakan diantaranya kuesioner Nottingham Assesment of Functional Foot Care, Patient Interpretation Neuropathy dan Foot Care Confident Scale (FCCS). Data dianalisis melalui uji pearson dan mann whitney dengan taraf signifikansi 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan perilaku merawat kaki diantaranya pengetahuan (p value 0,04) dan keyakinan diri (p value 0,03). Sedangkan faktor petugas kesehatan, pelayanan kesehatan dan kader ditemukan tidak memiliki hubungan dengan perilaku merawat kaki. Hal ini menunjukkan bahwa faktor internal memiliki hubungan secara langsung dengan perilaku seseorang dalam merawat kaki dibanding faktor eksternal. Untuk itu penting menekankan program yang selalu meningkatkan pengetahuan dan keyakinan diri pasien dalam pelayanan kesehatan.   Kata kunci : diabetes melitus, faktor,  perilaku merawat kak

    DETERMINAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI

    Full text link
    Abstrak   Permasalahan :Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2016 mengatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 235 per 100.000 kelahiran hidup. Target global SDG’s (Suitanable Development Goals) adalah menurunkan AKI menjadi 70 per 100.000 KH. Mengacu pada kondisi saat ini, potensi untuk mencapai target SDG’s untuk menurunkan AKI diperlukan kerja  keras dan sungguh-sungguh untuk mencapainya. Data kesehatan menunjukkan risiko penularan HIV pada ibu hamil 0,3%, infeksi Sifilis pada ibu hamil 1,7%, dan infeksi Hepatitis pada ibu hamil 2,5%. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil ditinjau dari aspek pengetahuan ibu hamil di PMB Suciati. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan lokasi penelitian di PMB Suciati,M.Kes dengan subyek penelitian semua ibu hamil yang berkunjung pada bulan maret- mei 2019 sebanyak 40 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan acidental sampling, pengumpulan data menggunakan kuestioner dan analisa data menggunakn software computer. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan triple eliminasi rendah sebanyak 82% (33 responden), 6 responden15% (6 responden) mempunyai pengetahuan cukup dan 3% (1 responden) responden mempunyai tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan :Pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil ditinjau dari aspek pengetahuan di BPM Suciati mayoritas masih rendah (82%).   Kata kunci : triple eliminasi, ibu hami

    CT ANGIOGRAPHY PADA ANEURISMA ARTERI KOMUNIKANS ANTERIOR

    Full text link
    Aneurisma intrakranial merupakan suatu kelainan pada pembuluh darah di otak akibat adanya kelemahan pada dindingnya yang menyebabkan outpouching dinding pembuluh darah tersebut, dimana formasi aneurisma intrakranial tersebut dapat diakibatkan oleh stres hemodinamik, disfungsi endothelial dan proses inflamasi, Salah satu penunjang untuk penegakan diagnosa aneurisma pembuluh darah serebral adalah dengan pemeriksaan CT scan angiografi serebral. Laporan kasus ini menampilkan pasien perempuan 48 tahun dengan keluhan kejang dan nyeri kepala hebat. Dilakukan CT Scan dan dilakukan rekonstruksi citra sehingga didapatkan gambaran citra yang membantu menegakkan diagnosa. Didapatkan hasil pengukuran pada rekonstruksi citra sebesar 3,9 x 7,4 mm dengan leher berukuran 2,9 mm. Sehingga computed tomography scanning angiography serebral merupakan modalitas yang masih sangat bisa diandalkan dalam penegakkan diagnosa aneurisma.    &nbsp

    Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Waktu Tanggap Pada Pasien Gawat Darurat Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD A.Wahab Sjahranie Samarinda

    Full text link
    Emergency Department (ED) is the gateway for entry of patients experiencing emergency department. The services provided by the emergency room are services that require fast, precise and careful handling in determining the emergency priorities of patients to prevent disability and death. The purpose of this research is to analyze the factors related to the response time of emergency patients in ED Hospital A.W Syahranie by using observational or descriptive designs. The design of this study was cross-sectional with accidental sampling method with a sample size of 323 respondents. The results of the study were analyzed univariate, bivariate and multivariate to look for the dominant factor in emergency response time in the emergency room at A.W Syahranie Hospital Samarinda. Univariate analysis looking for percentage and bivariate analyzed with Chi Square test while multivariate with logistic regression. The results obtained P value> 0.05 for factors of payment methods, attendance of staff, staff placement patterns, availability of brankers, and shifts and the value of P <0.05 for factors of patient arrival time, patient priorities, nurse tenure and nurse education level. The conclusion from the multivariate test found that the most dominant factor related to response time was the length of service of the nurse. Keywords: factors, response tim

    GAMBARAN PENGARUH PERINGATAN PERINGATAN KESEHATAN BERGAMBAR PADA KEMASAN ROKOK TERHADAP PERILAKU MEROKOK REMAJA DI SMKN 1 KOTA GIANYAR TAHUN 2019

    Full text link
    Latar Belakang:Merokok merupakan kebiasaan perilaku hidup seseorang yang dapat mengganggu kesehatan untuk diri nya sendiri maupun untuk orang disekitarnya. Prevalensi merokok di Indonesia sangat tinggi diberbagai lapisan masyarakat, terutama pada laki-laki mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa. Kecendrungan merokok terus meningkat dari tahun ke tahun baik pada laki-laki dan perempuan, hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan kita semua. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi merokok pada remaja  di SMAKN 1 Kota Gianyar, Menilai pemahaman, remaja tentang bahaya merokok sesuai dengan Peringatan Kesehatan Bergambar (PKB) di satu SMAKN 1 di Kota Gianyar, Menilai pengaruh PKB, bahaya merokok terhadap perilaku merokok pada remaja di Kota Gianyar. Metode Penelitian: ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja laki-laki di SMKN 1 Gianyar, selama bulan Agustus 2019. Sampel dipilih secara random. Pengumpulan data melalui wawancara tersetruktur menggunakan kuisioner yang telah diuji sebelumnya, kemudian dianalisis secara Deskriptif. Hasil : Rerata responden berusia 15,9 tahun,  100 % laki-laki, berpendidikan Sekolah Menengah Atas, 97%-99 % responden sudah tau bahaya tentang merokok, 74% responden mencoba-coba merokok dan rerata usia mencoba rokok pertama kali 14,2 tahun, kemudian 68% setelah adanya PKB merasa takut untuk merokok dan 30% yang tetap ingin merokok. Kesimpulan:Sebagian besar remaja SMAKN 1 di Kota Gianyar memiliki keinginan untuk berhenti merokok, maka dari  itu penting ditindaklanjuti guna memperbaiki PKB agar dapat membantu mereka dalam hal mewujudkan keinginan untuk berhenti merokok. &nbsp

    ANALISIS STATUS GIZI, KEBIASAAN MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA KESEHATAN DENGAN PENDEKATAN MIX-METHOD

    Full text link
    Nutritional intake for adolescents was needed to increase activity and creativity to developt human resources in future. The main causes of nutritional problems in adolescents was poor eating habits, consumtion of low food quality, and the application of sedentary life. The research purpose was to identify and explore the description of nutritional status, eating behavior, and physical activity of students at the Faculty of Public Health, Mulawarman University. The research used sequential explanatory of mixed method, eating behavior was measured by using a questionnaire and the intensity of physical activity was measured using (IPAQ-SF), nutritional status was based on BMI with a sample size of 116 respondents. In collecting qualitative data through FGD to 21 informants. Quantitative data analysis by descriptive and qualitative by content analysis. The results showed that 50.9% of respondent in malnutrition and overnutrition status, 30.2% of respondents in over BMI had consuming high-calorie drinks, 34.7% of respondents in over BMI had low physical activity and often left breakfast. The conclusion of this research was these students' lifestyle category was eating fastfood and also consuming high-calorie drinks which are currently in sales such as milk, coffee, boba drinks, and chocolate drinks with relatively low physical activity intensity.Asupan gizi pada remaja sangat dibutuhkan guna meningkatkan keaktifan dan kreatifitas dalam rangka menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing. Penyebab utama masalah gizi pada remaja salah satunya diakibarkan oleh kebiasaan makan yang buruk, kualitas pangan rendah, dan penerapan sedentary life. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengeksplorasi gambaran status gizi, kebiasaan makan, dan aktivitas fisik pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman. Metode penelitian sequential explanatory of mixed method, perilaku makan diukur menggunakan kuisoner dan intensitas aktivitas fisik diukur menggunakan (IPAQ-SF) sedangkan status gizi berdasarkan nilai IMT dengan jumlah sampel 116 responden. Pada pengambilan data kualitatif melalui diskusi kelompok terarah (FGD) pada 21 informan. Analisis data kuantitatif berupa deskriptif dan kualitatif content analysis. Hasil penelitian yaitu 50.9% mengalami masalah gizi kurang dan gizi lebih, sebanyak 30.2% responden dengan gizi lebih memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman berkalori tinggi, 34.7% responden dengan gizi lebih memiliki aktivitas fisik rendah dan sering meninggalkan sarapan. Kesimpulan penelitian yaitu katagori gaya hidup mahasiswa yakni gemar memakan makanan siap saji dan juga mengkonsumsi minuman tinggi kalori yang saat ini sedang menjamur penjualannya seperti minuman susu, minuman kopi, minuman boba, dan minuman cokelat lainnya dengan intensitas aktivitas fisik relatif rendah

    Hubungan Usia Menarche dengan Kejadian Kanker Ovarium

    Full text link
    Ovarian cancer is the 7th most common cancer and the 8th most common cause of death in women worldwide.  In the year 2012, Indonesia constitute as a country with the 3rd largest amount of cases of ovarian cancer in Asia; with mortality rate of 7,075 out of a total of 10,238 patients nationwide. There are several factors that are thought to influence the risk of ovarian cancer, one of them is the age of menarche. This study aims to determine the effect of menarche age on the incidence of ovarian cancer in Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda. This research is an observational analytic study with cross sectional design using purposive sampling technique. The research instrument was carried out using medical records. The results obtained as many as 82 respondents who met the inclusion and exclusion criteria where there were 20 patients diagnosed with ovarian cancer and 62 patients who were not diagnosed with ovarian cancer. The data was analysed using the Somer's d test. The results showed that there was no influence of age of menarche on the incidence of ovarian cancer with the value of p = 0.323 (p> 0.05).   Keywords : Age of Menarche, Ovarian CancerKanker ovarium adalah kanker ke-7 yang paling umum dan penyebab kematian ke-8 paling umum pada wanita di seluruh dunia. Pada tahun 2012, Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah kasus kanker ovarium tertinggi ke tiga di Asia dengan jumlah kasus sebanyak 10.238 pasien dan jumlah mortalitas akibat kanker ovarium sebanyak 7.075 pasien. Terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memengaruhi risiko terjadinya kanker ovarium, salah satunya ialah usia menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia menarche terhadap kejadian kanker ovarium di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian dilakukan dengan menggunakan rekam medik. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 82 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dimana terdapat 20 pasien yang didiagnosis kanker ovarium dan 62 pasien yang tidak didiagnosis kanker ovarium. Analisis data menggunakan uji Somer’s d. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh usia menarche terhadap kejadian kanker ovarium dengan nilai p=0,323  (p>0,05).   Kata Kunci : Usia Menarche, Kanker Ovariu

    158

    full texts

    189

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Husada Mahakam: Journal of Health
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇