Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
    189 research outputs found

    Perbandingan Pengaruh metode Perawatan Kunjungan Rumah dan Mandiri Terhadap Kepercayaan Diri Ibu Menyusui Bayi Berat Lahir Rendah

    Full text link
    Menyusui bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan hal yang tidak mudah. Ibu dengan BBLR harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menyusui sehingga dapat memberikan respon yang positif dalam menghadapi kesulitan menyusui BBLR. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan metode kunjungan rumah dan mandiri dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri ibu menyusui BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan menggunakan rancangan kuasi eksperimental. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling di empat Rumah Sakit dan dua bidan praktik mandiri (BPM) di kota Balikpapan. Pada kelompok kunjungan rumah terpilih 32 subjek, sedangkan pada kelompok perawatan mandiri terpilih 30 subjek.  Analisis perbandingan kepercayaan diri sebelum dan setelah perlakuan dengan uji Wilcoxon dan perbandingan beda peningkatan kepercayaan diri pada kedua kelompok  dengan uji Mann Whitney menunjukkan bahwa metode kunjungan rumah dan mandiri sama baiknya dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri ibu menyusui BBL

    Dampak Hospitalisasi pada Keluarga dan Peran Perawat dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi di Perawatan Intensif

    Full text link
    Keluarga merupakan bagian integral dari perawatan pasien dimana kelu-arga memberikan dukungan terbesar bagi pasien dalam proses penyembuhannya. Keluarga dengan anggota keluarga yang dirawat di ICU berada dalam kondisi penuh kekhawatiran terhadap keadaan dan prognosis pasien. Keluarga juga mengalami berbagai risiko gangguan kesehatan fisik dan mental baik selama bahkan setelah keluar  dari ICU. Efek hospitalisasi pada keluarga dapat  berupa kurang tidur, gang-guan nafsu makan dan pencernaan, ketakutan, stress, kecemasan, depresi hingga post traumatic syndrome (PTSD). Dalam keadaan stresfull, keluarga membutuhkan   berbagai macam kebutuhan spesifik yang harus dipenuhi. Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan  harus memahami kondisi krisis yang di rasakan keluarga agar dapat menetapkan sebuah intervensi yang tepat. Peran parawat dalam memfasilitasi keluarga di area perawatan intensif dapat berupa Caring, advocator, pemberi infor-masi secara lisan disertai informasi tertulis dan edukas

    Pemanfaatan Buku KIA Untuk Peningkatan Pengetahuan, Keterampilan, dan Cakupan K4 Pada Ibu Hamil

    No full text
    Pemantaran intensif ibu hamil untuk menjaga kesehatan, persiapan persalinan dan untuk memenuhi hak atas kelangsungan hidup tumbuh kembang serta perlindungan anak oleh sebab itu diperlukan pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Salah satu upaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluaraga adalah dengan penggunaan buku kesehatan ibu dan anak (Buku KIA). Pemanfaatan Buku KIA untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan dan cakupan K4 pada ibu hamil. Isi buku KIA merupakan kumpulan materi standar penyuluhan, informasi, catatan gizi kesehatan ibu dan anak

    Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Dokumentasi Keperawatan

    No full text
    Dokumentasi keperawatan dalam bentuk dokumen asuhan keperawatan merupakan salah satu alat pembuktian atas tindakan perawat selama menjalankan tugas pela-yanan keperawatan. Walaupun dokumen asuhan keperawatan sangat diperlukan untuk kepentingan pasien maupun perawat akan tetapi pada kenyataannya perlengkapan pengisian dokumen masih kurang perhatian sehingga masih banyak dokumen asuhan keperawatan yang isinya belum lengkap.   Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsi manajemen, gaya kepemimpinan, motivasi kerja  pengertahuan, beban kerja dan upah dengan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap di RSUD  I. A. Moeis Samarinda.  Jenis penelitian adalah  deskriptif korelatif  dan desain penelitian  cross sectional  study. Populasi sebanyak 50 respon-den dengan total sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dan derajad kemaknaan α 0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara fungsi manajemen dengan pendo-kumentasian dengan P-value = 0.002, terdapat hubungan antara gaya kepe-mimpinan  dengan pendokumentasian dengan P-value = 0.011, ti-dak terdapat hubungan antara motivasi dengan pendokumentasian dengan P-value = 0.272, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan  pendokumentasian dengan P-value = 0.024, tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan dengan pen-dokumentasian P-value = 0.579, tidak terdapat hubungan antara upah  dengan pendokumentasian P-value = 0.41

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi Pada Klien di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kecamatan Sebulu Tahun 2010

    No full text
    Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri, satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur. Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian  yang tinggi (high case fatality rate) juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung pada penderita. Perlu pula diingat hipertensi berdampak juga bagi penurunan kualitas hidup (Admin, 2010). Menurut dr. Achmad Hardiman, orang yang beresiko terkena hipertensi adalah pria berusia 45 tahun atau wanita diatas usia 55 tahun serta ada riwayat keturunan. Faktor lainnya yaitu kegemukan (obesitas), meroko, minum alkohol, mengkonsumsi garam berlebih, kurang berolah raga, menderita diabetes mellitus, stress dan lain-lain. (Ruhyana, 2010). Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi pada klien di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kec. Sebulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analitik, dimana peneliti ingin mengetahui adakah hubungan antara merokok, pola makan dan berat badan terhadap hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel 55 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pengolahan dan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi Square (X2) pada taraf signifikan α = 5 %, perhitungan statistik dilakukan dengan menggunakan program Software Computer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April s.d bulan juli 2010 dengan hasil Faktor Merokok, Diet dan Berat Badan mempengaruhi kejadian hipertensi dan dapat disimpulkan : Faktor merokok mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,010, Faktor diet mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,0035, Faktor diet mempengaruhi terjadinya hipertensi dengan nilai p value = 0,006 sedangkan faktor yang paling mempengaruhi dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Desa Senoni Kecamatan Sebulu Tahun 2010 adalah riwayat merokok (OR= 24,182) diikuti oleh faktor diit (OR= 11,681), dan faktor berat badan (OR= 5,157). Oleh sebab iti disarankan bagi pengelola Puskesmas hendaknya meningkatkan program promosi kesehatan tentang program hidup sehat, terutama untuk mengurangi penggunaan rokok, pola diit yang baik dan upaya menurunkan berat badan bagi mereka yang obesitas

    Hubungan HBA1c Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD. Abdul Wahab Syahranie Samarinda

    Full text link
    Kadar HbA1c yang semakin tinggi menimbulkan  komplikasi. Diabetes Control and Complications Trial (DCCT) dan United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) mengungkapkan bahwa penurunan HbA1c akan banyak sekali memberikan manfaat. Setiap penurunan HbA1c sebesar 1% akan mengurangi risiko kematian akibat diabetes sebesar 21%, serangan jantung 14%, komplikasi mikrovaskular 37% dan penyakit vaskuler perifer 43%, untuk itu pada penyandang Diabetes kadar HbA1c  ditargetkan kurang dari 7%. Tolak ukur terkendali tidaknya DM adalah dengan memeriksa HbA1c dalam darah. Pemeriksaan kadar HbA1c memiliki banyak keunggulan dibanding pemeriksaan glukosa darah, antara lain tidak perlu puasa, tidak dipengaruhi perubahan gaya hidup jangka pendek, lebih stabil dalam suhu kamar dibanding glukosa plasma. Tolak ukur terkendali tidaknya DM adalah dengan memeriksa HbA1c dalam darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan kadar glukosa darah pada penderita DM  rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Jenis penelitian ini adalah survei  analitiki dengan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain cross-sectional  untuk mengetahui menghubungkan kadar Hba1c dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus pasien rawat jalan di RSUD. Abdul Wahab Syahranie Samarinda, semua responden DM yang memeriksakan kadar HBA1c, glukosa darah puasa atau sewaktu di bulan September 2016. Terdapat hubungan antara kadar HBA1c  terhadap kadar gula darah puasa (GDP) dan gula darah sewaktu (GDS) dengan nilai p-Value 0,01<0,05. Kenaikan kadar HBA1c akan mempengaruhi kadar glukosa darah puasa dan sewakt

    Analisis Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenatal Care dengan Perilaku Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan Di Puskesmas

    Full text link
    Setiap ibu hamil wajib melakukan antenatal care untuk mengetahui perkembangan janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil trimester tiga tentang antenatal care dengan perilakuk kunjungan pemeriksaan kehamilan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif terhadap ibu hamil trimester tiga yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Sempaja Samarinda dengan sampel 64 responden secara accidental sampling. Terhadap hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan perilaku kunjungan pemeriksaan antenatal car

    Analisa Kadar Hemoglobin Ditinjau Dari Indeks Masa Tubuh, Pola Makan, dan Lama Jam Kerja Paa Wanita Pekerja Dinas Pertamanan

    Full text link
    Hemoglobin merupakan senyawa protein yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh sebagai zat pembakar untuk menghasilkan energi, sehingga kadar hemoglobin menggambarkan produktivitas seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin  yang ditinjau dari Indeks Masa Tubuh (IMT), Pola Makan, dan lama jam kerja pada wanita pekerja pada Dinas Pertamanan Kota Samarinda.  Jenis penelitian ini adalah survey yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah tenaga kerja wanita di Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Samarinda sebanyak 86 orang, dengan  sampel  43 responden yang di peroleh secara sample random sampling. Teknik analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan presentase.  Hasil penelitian   menunjukkan  Kadar Hemoglobin tenaga kerja wanita di tinjau dari Indek Masa Tubuh (IMT) masih rendah dan mengalami anemia, Kadar Hemoglobin tenaga kerja wanita di tinjau dari Pola Makan masih rendah dan mengalami anemia dan Kadar Hemoglobin tenaga kerja kerja di tinjau dari Lama Jam Kerja masih rendah dan mengalami anemi

    Etika Professi sebagai “Landasan†bagi Praktik Professi Keperawatan

    Full text link
    Pelayanan Keperawatan ada-lah manifestasi dari praktik keperawatan dan merupakan bagian integral dari Pelayanan Kesehatan. Untuk pelayanan di Rumah Sakit (RS), Pelayanan ini dianggap sebagai sentral pelayanan. Hal ini terjadi akibat interaksi yang secara terus menerus antara Perawat dan Pasien. Perawat bekerja selama 24 jam sehari dan  7 hari dalam seminggu (Loveridge dan Cuming, 1996). Menurut Gillies (1994), bahwa 40 persen sampai 60 persen  tenaga kesehatan yang bekerja di RS adalah tenaga Perawat. Bahkan sumber lain sudah menggambarkan proporsinya melebihi angka 70 persen. Dengan demikian, berarti Perawat merupakan indeks terpenting dalam menentukan citra baik atau buruk suatu pelayanan di RS (Depkes; Rijadi, 1994). Untuk itu, sosok Perawat yang memiliki kompetensi yang memadai dan berperilaku professional, termasuk etis  dalam bekerja, adalah pilihan yang tidak bisa ditawar keber-adaanny

    Efektivitas Massage dengan virgin coconut oil Terhadap Pencegahan Luka Tekan di Intensive Care Unit

    Full text link
    Di Indonesia, kejadian luka tekan pada pasien yang dirawat di ruangan ICU mencapai 33%, perawatan kulit berupa massage dengan minyak kelapa murni dapat mencegah terjadinya luka tekan. Tujuan penelitian mengidentifikasi efektifitas massage dengan VCO terhadap pencegahan luka tekan pada pasien di ICU. Metode: Penelitian Quasi Eksperimental dengan time series design. Jumlah sampel 34 orang, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan massage efflurage dengan VCO, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan pencegahan luka tekan sesuai SOP ruangan/rumah sakit. Dilaksanakan kurang lebih selama 3 bulan di ICU RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Kalimantan timur. Kejadian luka tekan sebagian besar terjadi di post test hari ke 12 pada kelompok kontrol. Hasil Uji analitik dengan Mann Whitney pada pengukuran hari ke 12 diperoleh nilai p = 0,001 sehingga ada perbedaan kejadian luka tekan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Ada pengaruh perawatan kulit dengan massage effleurage dan VCO untuk mencegah kejadian luka teka

    158

    full texts

    189

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Husada Mahakam: Journal of Health
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇