Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
Hubungan Minat Penggunaan Teknomolgi Informasi (Internet) Dengan Tingkat Prestasi Belajar
Teknologi informasi (internet) merupakan salah satu fasilitas yang digunakan sebagai media pembelajaran secara mandiri. Penggunaan internet di kalangan mahasiswa saat ini sangat meningkat. Pencarian, membaca, mengunduh materi-materi kuliah melalui internet dapat meningkatkan prestasi belajar dan kua-litas lulusan disamping keterampilan yang harus dimiliki dan dikuasai. Tujuan pene-litian ini adalah untuk menganalisis hubungan minat penggunaan teknologi informasi (internet) dengan tingkat prestasi belajar pada mahasiswa Tk. II Jurusan Kepe-rawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini des-kriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 40 mahasiswa yang diambil secara probability sampling dengan metode sistematik random sampling. Uji statistik menggunakan chi square ditemukan adanya hu-bungan yang bermakna antara minat penggunaan teknologi informasi (internet) dengan prestasi belajar mahasiswa dimana P value = 0.012 (α=0.05
Effect Of The Nurses Verbal Statements Toward The Patient
Pengamatan di ruang Teratai (ruang VIP) Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie menunjukkan adanya keluhan-keluhan pasien terhadap pelayanan yang diberikan yang seharusnya bisa diatasi dengan komunikasi terapeutik dari perawat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses komunikasi terapeutik dan mengungkapkan cara pasien menginterpretasikan/menafsirkan ucapan-ucapan perawat dalam komunikasi terapeutik di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie, Samarinda serta menguraikan efek yg dirasakan oleh pasien ketika mendapatkan komunikasi terapeutik dari perawat. Metode yang digunakan, yaitu metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara mendalam dan tehnik merekam. Sampel penelitian, yaitu dialog antara perawat dan pasien. Tehnik penyampelan yang digunakan, yaitu sampel purposif tidak acak. Data dianalisis berdasarkan teori teks denotasional (denotational text). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat mempunyai peranan besar dalam proses komunikasi terapeutik untuk meringankan dan menyembuhkan pasien secara nonmedis melalui sapaan, empati, pengamatan dan penyelidikan, penawaran informasi, dan sapaan penutup untuk menghargai dan menghibur pasien. Selanjutnya interpretasi yang paling dominan digunakan oleh pasien, interpretasi figuratif (prinsip berpikir umum). Efek yang dirasakan oleh pasien dari komunikasi terapeutik, yakni mereka merasa lebih nyaman, percaya diri, dan merasa santai
Pengaruh Latihan Mengunyah dan Menelan Tertrukstur Terhadap Kemampuan Mengunyah dan Menelan Dalam Konteks Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Dengan Disfagia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Stroke adalah kumpulan gejala klinis akibat hilangnya fungsi otak sebagian atau keseluruhan, secara tiba-tiba yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah. Salah satu penyebab kematian pasien stroke adalah aspirasi pneumonia yang berhubungan dengan disfagia. Penanganan yang baik terhadap disfagia dapat membantu mencegah komplikasi, mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh latihan mengunyah dan menelan terstruktur terhadap kemampuan mengunyah dan menelan dalam konteks asuhan keperawatan pasien stroke dengan disfagia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Desain penelitian ini adalah quasy eksperiment, khususnya conrol group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 64 orang (32 orang kelompok intervensi yang diberikan perawatan standar dan latihan mengunyah dan menelan terstruktur 7 hari dan 32 orang kelompok kontrol yang diberikan perawatab standar), yang diambil dengan metode consecutive sampling. Evaluasi kemampuan mengunyah dan menelan dilakukan pada hari pertama dan ketujuh baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Hasil penelitian diperoleh adanya peningkatan kemampuan mengunyah dan menelan secara bermakna (p=0,000 α=0,05), artinya latihan mengunyah dan menelan terstruktur berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan mengunyah dan menelan pasien stroke dengan disfagia. Manfaat penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi mandiri keperawatan dalam menangani pasien stroke dengan disfagia sehingga meningkatkan mutu asuhan keperawatan, mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi serta memperkaya keilmuan keperawatan. Rekomendasi penelitian ini perlu adanya penelitian lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perawat Dalam Pelaksanaan Manajemen Nyeri Non-Farmakologi Pada Pasien Pasca Operasi
Nyeri merupakan keluhan yang paling sering diungkapkan pasien pasca operasi. Perawat hendaknya mampu mengelola nyeri dengan manajemen dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam pelaksanaan manajemen nyeri non-farmakologi pada pasien pasca operasi di ruang Cempaka RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Rancangan penelitian ini adalah descriptive correlation dengan metode pendekatan cross sec-tional. Jumlah sampel sebanyak 36 perawat yang diambil secara total sampling. Hasil uji statistik chi-square dengan a = 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang sig-nifikan antara pengetahuan dan motivasi perawat dengan pelaksanaan manajemen nyeri non-farmakologi pasien pasca operasi (p = 0,024 dan 0,000), sedangan hu-bungan beban kerja perawat dengan pelaksanaan manajemen nyeri non-farmakologi pasien pasca operasi, tidak terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,192
Hubungan Asap Rokok Dengan Kejadian Faringitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Klandasan Ilir Balikpapan
Faringitis adalah salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang terjadi di seluruh dunia. Puskesmas Klandasan Ilir Balikpapan mencatat peningkatan jumlah pasien faringitis selama 3 tahun terhitung sejak tahun 2012 jumlah pasien faringitis sebanyak 250 orang, tahun 2013 sebanyak 627 orang dan tahun 2014 sebanyak 1024 orang. Asap rokok merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya faringitis. Di Balikpapan jumlah perokok meningkat setiap tahun, tahun 2013 jumlah perokok di Balikpapan mencapai 3,8% dari total keseluruhan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asap rokok dengan kejadian faringitis di wilayah kerja Puskesmas Klandasan Ilir Balikpapan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional dengan α = 0,05, jumlah sampel 46 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Variabel bebas adalah asap rokok sedangkan variabel terikat adalah kejadian faringitis. Hasil analisis Fisher exact asap rokok pada perokok pasif diperoleh hasil Ï value = 0,011< α = 0,05.
Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa asap rokok pada perokok pasif berhubungan dengan kejadian faringitis di wilayah kerja Puskesmas Klandasan Ilir Balikpapan. Berdasarkan hasil tersebut maka Puskesmas harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintah Kelurahan Klandasan Ilir dan Klandasan Ulu untuk menyediakan ruang khusus bagi perokok sehingga asapnya tidak menyebar dan tidak merugikan orang lain yang tidak merokok serta memberikan sanksi tegas kepada warganya yang merokok di tempat umum
Pengaruh Pembelajaran Remedial dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Biokimia Mahasiswa Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Depkes Kalimantan Timur
Abstra
Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien di Ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda
Peningkatan Jumlah penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh sumbatan koroner meningkat secara bertahap di seluruh dunia pada populasi dewasa disebabkan karena terjadinya perubahan pada pola hidup. Secara global penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab utama kematian di dunia yaitu sebesar 31% sebagai penyebab kematian, sedangkan di Indonesia penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit stroke.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko kejadian PJK pada pasien yang dirawat di Ruang ICCU RSUD. A.W. Sjahranie Samarinda.
Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel manggunakan non random sampling dengan convenience sampling. Analisis data yang digunakan adalah chi square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami PJK berusia < 60 tahun (60,7%), memiliki riwayat hipertensi (78,6%), tidak merokok (53,6%), memiliki dislipidemia (60,7%), tidak obesitas (75%) dan memiliki riwayat keluarga PJK (78,6%). Dari hasil uji multivariat menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian PJK yaitu usia (P Value : 0,041) dengan OR (13,16), dislipidemia (P Value : 0,017) dengan OR (0,055), dan riwayat keluarga dengan PJK (P Value : 0,001) dengan OR (0,08)
Kesimpulan penelitian ini bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah usia, dislipidemia dan riwayat keluarga dengan PJK
Hubungan Stress Dengan Siklus Menstruasi pada Usia 18-21 tahun
Siklus menstruasi idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu antara 21-35 hari setiap kali periode menstruasi. Menstruasi pada wanita teratur setelah mencapai usia 18 tahun. Hasil penyelidikan terhadap 4000 wanita, hanya 3% diantaranya yang mempunyai siklus menstruasi yang teratur. Hampir semua wanita mengalami siklus menstruasi yang kurang teratur dari bulan yang satu ke bulan yang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi, salah satunya adalah stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa jalur umum usia 18-21 tahun di Prodi D-III Kebidanan Balikpapan Poltekkes Kemen-kes Kaltim. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan usia 18-21 tahun dengan jumlah mahasiswa 197 orang. Pengambilan sampel dengan cara stratified random sampling yaitu berjumlah 132 orang. Metode pengum-pulan data menggunakan angket dengan instrumen pengumpulan data yaitu kuisoner. Teknik analisa data menggunakan uji statistik chi square (X2) dengan CI =95% dan α = 0,05. Perhitungan statistik menggunakan program computer. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara stres dengan siklus menstruasi dengan Pvalue = 0,001 < nilai α = 0,05 dengan X2 hitung = 14,915 > X2 tabel = 3,841
Studi Deskriptif Pengetahuan Klien Tentang Tata Cara Salat Selama Rawat Inap Dalam Pemenuhan Kebutuhan Spiritual
Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat tidak terlepas dari aspek spiritual yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang meliputi aspek bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Bagi seorang muslim, salat adalah kebu-tuhan spiritual yang harus tetap ditunaikan, yang merupakan salah satu kebutuhan spiri-tual. Tata cara salat dalam keadaan sakit berbeda dengan tata cara salat orang yang dalam keadaan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengetahuan klien tentang tata cara salat dalam keadaan darurat sakit selama rawat inap dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien di Ruang Flamboyan RSUD. Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental dengan metoda deskriptif, sampel penelitian berjumlah 46 orang, diambil secara total sampling. Alat pengukur data adalah kuesioner tentang pengetahuan. Hasil analisa data dilakukan dengan analisa univariat menggunakan program software computer menun-jukkan hampir setengah responden (44,7%) berpengetahuan kurang tentang tata cara salat selama rawat inap. Pengetahuan klien kurang berhubungan dengan pendidikan rendah (57,9 % pendidikan SD), 50% berusia middle age, 76,3% tidak mempunyai pe-ngalaman melaksanakan salat saat sakit dan berhubungan juga dengan lingkungan yang tidak mendukung, kesadaran pribadi kurang, rendahnya motivasi pribadi dan kei-manan seseoran
Analisis Kualitas Dosen Dan Perkembangannya
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen peningkatan kualitas dosen di Jurusan Kebidanan Samarinda. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu memperian makna atau gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai data berdasarkan fenomena yang diamati. Teknik pengumpulan data dan analisis responden penelitian dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian ini adalah 1)Pengembangan Jurusan Kebidanan yaitu dengan adanya otonomisasi, tantangan dan tuntutan masa depan dan permintaan dari dunia kerja dan permintaan lahan, 2)Perencanaan kebutuhan dosen baru terdapat dua aspek yaitu kualitas dan kuantitas, 3)Peningkatan kualitas dosen memiliki 2 jenjang pendidikan yaitu formal dan informal, 4)Dalam manajemen peningkatan kualitas dosen terdapat faktor internal dan eksterna