Husada Mahakam: Journal of Health
Not a member yet
189 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan Wanita Pekerja Seks Komersial Tentang HIV/AIDS dengan Partisipasi Mengikuti Voluntary Counselling and Test (VCT)
AIDS merupakan salah satu penyakit dengan jumlah penderita terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, hingga saat ini lebih dari 25 juta orang meninggal. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kalimantan Timur hingga juli 2007 mencapai 2.070 orang, di Kota Samarinda hingga September 2011 sudah tercatat 381 orang terinfeksi HIV dari 4713 orang yang diperiksa, sedangkan di kabupaten Kutai Kertanegara hingga saat ini terdapat sebanyak 44 orang penderita penyakit HIV/AIDS. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah deteksi dini melalui Voluntary Counselling and Testing (VCT) pada Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan wanita PSK tentang HIV/AIDS dengan partisipasi mengikuti VCT di lokalisasi di kilometer 10 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling pada 133 responden. Analisa data dengan menggunakan distribusi frekuensi dan uji statistik Chi Square (X2) pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan P value < α (0.000<0.05) dan (X2)hitung > dari (X2)tabel (26,432 > 5,591) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan partisipasi melakukan VC
Hubungan Pengetahuan Ibu Dan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Kunjungan Anak Balita Ke Posyandu
Posyandu merupakan wadah titik temu antara pelayanan profesional dari tenaga kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah ke-sehatan masyarakat. Sebagai salah satu sasaran terpenting, balita dapat menjadi in-dikator untuk mengetahui tingkat pemanfaatan posyandu oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang posyandu dan dukungan keluarga dengan perilaku kunjungan balita ke posyandu Suka Damai di Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 109 responden dengan menggunakan simple random sampling. Uji statistik dengan menggunakan Pearson Chi Square didapatkan P-value 0,181 (α=0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu tentang posyandu de-ngan perilaku kunjungan balita ke posyandu, namun ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku kunjungan balita ke posyandu dengan P-value 0,039 (α=0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan, tokok masyarakat, dan instansi terkait hendaknya meningkatkan paparan tentang Posyandu kepada masya-rakat untuk meningkatkan revitalisasi Posyand
Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas IV Sekolah Dasar
The onset of menstruation might be a traumatic event for some young women who do not prepare themselves in advance. Deviate behavior can harm themselves because ignorance of the changes herself when have got menstrual, and they do not ready to obligation when he was menarche.This report is written with the purpose of mengeetahui relations knowledge grade student iv primary schools with better prepare for menarche in Primary Schools muhammadiyah 1 Samarinda 2012. Design of the research is analytic by cross sectional approach. The sample overall sampling on 97 respondents , the data analysis by using the t-test followed by continuity correction showed p-value = 0,001 at standard significant α = 0,05, so that it can be concluded that there is a significant relation exists between knowledge of fourth grade menstrual about with readiness face menarche in Primary School Muhammadiyah 1 Samarinda.Permulaan menstruasi mungkin akan menjadi peristiwa yang traumatik bagi beberapa remaja putri yang tidak mempersiapkan terlebih dahulu. Perilaku menyimpang dapat merugikan mereka sendiri yang disebabkan karena ketidakpahaman tentang perubahan diri saat sudah mendapat menstruasi, dan ketidaksiapan diri terhadap kewajiban ketika mengalami menarche. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeetahui hubungan pengetahuan siswi kelas IV SD dengan kesiapan menghadapi menarche di SD Muhammadiyah 1 Samarinda tahun 2012. Desain dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel secara total sampling pada 97 responden, Hasil analisa data dengan menggunakan uji t-test dilanjutkan dengan Continuity Correction menunjukkan p-value = 0,001 pada taraf signifikan α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan siswi kelas IV SD tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche di SD Muhammadiyah 1 Samarind
Gambaran Penyakit Menular Seksual pada PSK di Lokalisasi X Kabupaten Kutai Kartanegara
Penyakit Menular Seksual (PMS) memiliki probabilitas signifikan penularan antar manusia melalui perilaku seksual, termasuk hubungan seks vagina, seks oral, dan seks anal. Di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2011 terjadi pening-katan yang cukup signifikan hampir 5 kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu seba-nyak 143 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penyakit menular seksual di lokalisasi Km.10 Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kabu-paten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, pengambilan sampel dengan cara total sampling terhadap 179 Pekerja Seks Komersial (PSK). Analisa data dengan statistik deskriprif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pe-nelitian didapatkan PSK yang memiliki tanda dan gejala penyakit PMS terbanyak pada kelompok umur > 24 tahun dengan pendidikan SD. 51 PSK memiliki kecende-rungan mengalami PMS gonore, diikuti kandidiasis genitalia 44 orang, limpogranulo-ma venereum 17 orang, dan sifilis 14 orang, sisanya diduga mengalami PMS lainnya dengan jumlah dibawah 10 orang untuk tiap penyakit PMS, satu diantaranya AID
Analisa Bakteri Udara Sebagai Upaya Pemantauan dan Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit
Analisa bakteri udara sebagai upaya pemantauan dan pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui cara pemantauan dan pengendalian infeksi nosokomial di rumah sakit dengan mengukur kualitas udara ditinjau dari parameter biologi sehingga memenuhi standar baku sesuai KEPMENKES RI nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan lingkungan Rumah Sakit. Pengelolaan lingkungan dalam upaya pencegahan infeksi nosokomial yaitu dengan cara menghilangkan kuman penyebab infeksi dari sumber infeksi dan mencegah kuman tersebut mencapai penderita dan menjauhkan penderita yg rentan dg cara isolasi sumber kuman . Pemantauan lingkungan untuk parameter Biologi yang dianalisa adalah jumlah total bakteri/jamur dan identifikasi bakteri /jamur patogen, sebaiknya dilakukan minimal 2 (dua) kali setahun. Cara pemeriksaan total bakteri yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan alat Microbiological Air Sampler (MAS), sedangkan untuk identifikasi mikroorganisme patogen dengan cara kultur dan uji biokimia
Hubungan Pijat Oksitosin Dengan Kelancaran Pengeluaran ASI pada Ibu Post Partum hari ke 1-2
Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. Banyak hal yang dapat mempengaruhi produksi ASI anatara lain prolaktin dan oksitosin. Pijat oksitosin dapat merangsang refleks oksitosin dan let down reflex. Jenis Penelitian ini adalah quasi experimen dengan rancangan post test only design and with control group, Polulasi dalam penelitian ini adalah ibu yang melahirkan normal di BPM dengan menggunakan non probability sampling yaitu dengan consecutive sampling sebanyak 24 responden setiap kelompok. Hasil analisis dengan menggunakan Chi Square diperoleh p-value 0.042 yang artinya ada perbedaan pengeluaran ASI antara kelompok ibu yang mendapat pijat oksitosin dengan ibu yang tidak dipijat oksitosin. Dari hasil nilai OR (95% CI) diperoleh angka sebesar 3.552 (1.217-12.128) yang bermakna bahwa ibu postpartum normal yang mendapat pijat oksitosin berpeluang memiliki pengeluaran ASI yang lancar sebanyak 3.552 kali dibandingkan kelompok ibu postpartum kontro
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Lama Hari Rawat Pasien Diabetes Miletus Tipe II
Lama hari rawat adalah salah satu unsur atau aspek asuhan dan pela-yanan di rumah sakit yang dapat dinilai atau diukur. Dengan meningkatnya pre-valensi penderita diabetes melitus berimplikasi pada peningkatan jumlah penderita diabetes melitus yang dirawat di rumah sakit yang disebabkan karena kurangnya kemampuan melakukan selfcare management DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pasien Diabetes Melitus tipe II yang dirawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Balikpapan tahun 2012. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 53 responden dengan menggunakan teknik consecutive sampling dan proporsional sampling. Hasil analisis statistik de-ngan independen t tes dan statistik chi kuadrat didapatkan faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pasien diabetes melitus tipe II adalah : usia (p = 0,794), kepatuhan diet (p = 0,568) dan peran keluarga (p = 0,384). Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya tenaga kesehatan dan keperawatan untuk selalu meningkatkan kualitas layananan dalam merawat pasien khususnya pasien diabetes melitus tipe II sehingga dapat mengurangi nilai Average Length of Stay (aLOS
Peningkatan Kemandirian Keluarga Setelah Intervensi Pelayanan Home Care
Penyakit stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung koroner dan penyakit kanker. Kemandirian keluarga sangat dibutuhkan untuk merawat anggota keluarga pasca stroke. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pelayanan home care terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga pasca stroke di Kota Samarinda. Desain penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan Non Randomized Control Group Pretest and Posttest Design. Jumlah sampel sebanyak 60 responden dengan menggunakan teknik consecutive sampling, 30 responden kelompok perlakuan dan 30 responden kelompok kontrol. Intervensi pelayanan home care dilaksanakan selama 7 hari. Uji pengaruh intervensi pelayanan home care terhadap tingkat kemandirian keluarga menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil penelitian intervensi pelayanan home care berpengaruh secara bermakna terhadap tingkat kemandirian keluarga didapatkan nilai p < 0,05. Simpulan, terdapat pengaruh yang bermakna pelayanan home care terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga pasca strok
Pengaruh Teman Sebaya terhadap Perilaku Seksual pada Remaja di SMA Negeri 8 Samarinda Tahun 2010
Remaja sebagai manusia yang sedang tumbuh dan berkembang terus melakukan interaksi sosial baik antara remaja maupun terhadap lingkungan lain. Pergaulan remaja mulai meluas dengan terbentuknya kelompok teman sebaya (peer group) sebagai wadah penyesuaian diri. Remaja berusaha mencari berbagai informasi dari berbagai sumber tentang perkembangan organ-organ biologis. Informasi dari teman sebaya pada umumnya didapat lebih mudah dan terbuka dan lebih banyak mengandung unsur-unsur pengalaman seksual, maka hal ini dapat membawa remaja untuk melakukan perilaku seksual yang menyimpang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh teman sebaya terhadap perilaku seksual pada siswa kelas 11 di SMAN 8 Samarinda. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Dengan menggunakan Simple Random Sampling pengumpulan data dilakukan terhadap 128 siswa, selanjutnya dianalisa dengan uji statistik Chi Square (X2) pada taraf signifikan a 5 % menggunakan program komputerisasi dan perhitungan manual dengan menggunakan rumus Chi Square (X2). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara teman sebaya terhadap perilaku seksual pada remaja. Dengan nilai X2hitung = 5.22 > X2tabel = 3,841 dengan Pvalue = 0,023 dan nilai Odds ratio (OR) = 0,282. Adanya teman sebaya yang memberikan pengaruh negatif tentang seksual, remaja cenderung untuk melakukan perilaku seksua
Pengaruh Family Psychoeducation Theraphy Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Pasien Skizofrenia Dengan Halusinasi di Kota Samarinda Kalimantan Timur
Keluarga merupakan salah satu faktor pencetus timbulnya masalah kesehatan mental klien sebagai akibat sikap keluarga yang tidak terapeutik sehingga tidak mampu mendukung dalam perawatan klien. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh Family Psychoeducation Therapy (FPE) terhadap kemampuan keluarga merawat klien skizofrenia dengan halusinasi. Penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan pre post test without control group design dengan intervensi Family Psychoeducation. Jumlah sampel 25 keluarga (total sampling) yang memiliki pasien skizofrenia dengan halusinasi. Hasil: ditemukan peningkatan kemampuan kognitif keluarga (p=0,0001 ; α=0,05) dan peningkatan kemampuan psikomotor keluarga merawat (p=0,0001 ; α=0,05) dalam merawat pasien skizofrenia. Terapi ini direkomendasikan sebagai terapi yang bisa meningkatkan kemampuan kluarga dalam merawat pasien skizofrenia dengan halusinas