e-Journal Institut PTIQ Jakarta
Not a member yet
295 research outputs found
Sort by
Guru PAI dan Kecerdasan Spiritual Anak Tunagrahita
Teacher\u27s presence in the learning process has an important role, the teacher\u27s role as a facilitator in the learning process, as a liaison and linking between the material to be taught to students. Students who have special need education, guidance and direction in carrying out life challenges, which are found in Islamic religious education such as children in general to increase their spiritual intelligence. One of the schools that implement the learning of Islamic Education is the YPLB Nusantara Depok. The role of the teacher in it is very influential in increasing the intelligence of children with needs especially one of them is children with intellectual disability YPLB Nusantara Depok has Islamic religious activities and learning that become habituations in daily life. The researcher raised the issue to describe how the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in improving the spiritual intelligence of mentally retarded children in YPLB Nusantara Depok. The approach used in writing is a qualitative approach, the type of research used is case study research. The results of this study can be concluded that the increased spiritual intelligence of mentally retarded children is the role of the teacher in improving the spiritual intelligence of mentally retarded children, namely as a facilitator and liaison between teachers and students, material delivery through lecture and demonstration methods. Through the material he teaches is religious material that is practiced in daily life, such as morality, prayer, ablution, recitation, memorizing the short letters of the Qur\u27an. So that the spiritual development of mentally retarded children emerges, in attitude, and behavior
Pendidikan Anak Perspektif Psikologi dan Pendidikan Islam
the concept of children\u27s education in the perspective of psychology and Islamic education. This type of library research research, data collection techniques using documentation, after the data collected and then analyzed with descriptive analysis and content analysis. The results show the first: the conception of children\u27s education in a psychological perspective has four main dimensions namely, physical, psychological, spiritual, and social-cultural. Parenting education of children must be in accordance with the psychological condition of children with authoritative style. Second: educating with the perspective of Islamic education, will make children more healthy souls namely those who have excellent physical requirements, higher intellectual mental intelligence (IQ), mental health conditions / personality that develops and is stable in their emotional emotional mentality (EQ) is high (mental-social) and have the strength of faith and Islam. Third: The important role of psychology in Islamic education is to bridge the process of delivering knowledge so that it pays more attention to the psychology of each individual or student, because this will determine the parents or educators in transferring knowledge given to children
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN:STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabah terkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakan Muhammad ‘Alī al-Ṣābūnī dalam menafsirkan surat al-Baqarah dalam karyanya Ṣafwah al-Tafāsīr. Untuk memaparkan itu, penulis menggunakan metode deskriptif analisis untuk menyajikan pola dan pendekatan yang dibangun oleh ‘Alī al-Ṣābūnī dalam memaparkan munāsabah antar ayat dalam satu surat untuk menafsirkan ayat tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah munāsabah antar ayat dalam satu surat yang diuraikan ‘Alī al-Ṣabūnī, ia lebih menitik beratkan perhatiannya untuk menghasilkan munāsabah dari segi kandungan isi ayat, dengan menggunakan pendekatan analisa kandungan ayat. Hasil dari itu ia paparkan dengan sistematis, Yaitu, pertama menemukan tema sentral dari ayat dan tema sentral berikutnya, kedua, menjelaskan dari tema sentral tersebut. hasil dari analisa dari kandungan ayat, lalu ia menetapkan hubungan sesuai dengan tema sentral yang terkandung dalam ayat, dalam memaparkan munāsabah, ‘Alī al-Ṣabūnī tidak terikat dengan jumlah ayat yang ia tafsirkan. tidak semua ayat yang ia tafsirkan terdapat munāsabah di dalamnya. Riset ini sepakat dengan temuan Ahmad Said bahwa ‘Alī al-Ṣabūnī sangat memperhatikan unsur munasabah dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an
Kritik Tafsir Hamayan al-Zâd Ilâ Dâr al-Ma’âd: Kajian Tafsir Teologis Subsekte Khawarij al-Ibadiyah
Tulisan ini bertujuan menjelaskan bagaimana munculnya aliran Khawarij serta menjelaskan beragam macam sekte aliran di dalam Khawarij. Adapun yang menjadi fokus pada kajian ini adalah sekte Al-Iba>d}iyyah yang merupakan salah satu aliran Khawarij. Kajian ini hanya menganalisis beberapa tema tertentu dalam kitab tafsir Hamayan al-Zad Ila Dar al-Ma’ad yang penulisnya merupakan seorang Khawarij dari sekte Al-Iba>d}iyyah, seperti hakikat iman, syafa\u27at, ru’yatullah, perbuatan hamba, pelaku dosa dan pengampunan dosa. Riset ini menggunakan teori mazhab tafsir yang dipopulerkan oleh Ignaz Goldziher terkait munculnya sektarian dalam tafsir Al-Qur’an yang disebabkan oleh faktor intern dan ekstern. Kajian ini menghasilkan bahwa kitab Tafsir Hamayan al-Zad Ila Dar al-Ma’ad dari aliran Al-Iba>d}iyah terkadang menggunakan pandangan aliran lain dalam menafsirkan suatu ayat, seperti aliran al-Mu’tzailah dan Al-Asy’ariyah. Dalam menukil, ditemukan bahwa mufasir terkadang sependapat dengan pandangan aliran lain dan terkadang berbeda pendapat dengan Khawarij. Riset ini sekaligus membuktikan bahwa mufasir tidak terkekang dalam mazhab tafsirnya sebagai faktor ekstern yang bisa berpengaruh pada muara tafsir yang dihasilkan. Sehingga riset ini membenarkan pendapat para ulama yang melihat sekte ini sebagai aliran yang cukup moderat, meskipun terdapat beberapa catatan pemikiran yang dikritik tajam atau tidak disepakati. Namun dalam temuan penulis Tafsir Hamaya>n al-Za>d Ila> Da>r al-Ma’a>d tidak murni keseluruhan isinya membela kepentingan mazhab dan aliran al-Iba>d}iyyah.
DIALEKTIKA PEMAHAMAN HADIS TENTANG ISBAL: DARI KONFIGURASITEKSTUALIS KE TRANSFORMASI KONTEKSTUALIS
Polemik pemahaman hadis tentang isba>l memiliki implikasi langsung dalam pola praktik keseharian umat Islam, sehingga implikasi dari polemik pemahaman tersebut terkadang menyebabkan mereka saling salah-menyalahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menekankan pada beberapa aspek yang terlibat dalam memahami serta menggali makna hadis isba>l, seperti faktor pemahaman tekstual dan kontekstual, asba>b al-wuru>d mikro dan makro, serta aspek extra-relationshif text. Untuk menerapkan metode tersebut dalam artikel ini melakukan studi kolaborasi serta studi analisis terhadap sebuah hadis yang benar-benar melarang isba>l dan hadis yang lain yang mengizinkan isba>l dengan syarat. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dialektika pemahaman tentang isba>l terletak pada prinsip moral dasar untuk menghindari sifat sombong. Sehingga, apakah melarang atau mengizinkan/mentolerir isba>l, keduanya akan tetap bertentangan dengan tujuan perintah hadis tersebut selama dalam isba>l dimotivasi oleh kesombongan
TINJAUAN KETIDAKSETIAAN Al-QURANUL KARIMTARJAMAHAN TAFSIRIYAH MMI TERHADAP TAFSIR AL-QURAN AL-ADIM KARYA IBNU KATSIR DAN IMPLIKASINYA DALAM MEMAKNAI AYAT QITAL
Terjemahan Al-Quran adalah bagian integral dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Salah satu terjemahan yang signifikan melakukan proyek ini adalah hasil karya Muhammad Thalib yang diterbitkan oleh Majelis Mujahidin Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketidaksetiaan terjemahan Al-Quran dalam Tarjamah Tafsiriyah oleh Majelis Mujahidin Indonesia terhadap penafsiran Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anal-Adhim. Artikel ini menggunakan metode analisis teks untuk mengevaluasi ketidaksetiaan Tarjamah Tafsiriyah terhadap Tafsir Al-Qur’anal-Adhim karya Ibnu Katsir dengan mengambil studi kasus pada ayat qitâl. Adapun relasi antara keduanya itu karena eksistensi tafsir Ibnu Katsir populer dikalangan Islamis Indonesia. Hasil riset ini berkesimpulan bahwa Muhammad Thalib pada ayat-ayat qita>l ini tidak sepenuhnya setia dengan penafsiran Ibnu Katsir. Pada kasus Q.S. Al-Baqarah: 216, Muhammad Thalib menerjemahkannya sebagai “perintah agama”, sedangkan Ibnu Katsir menafsirkannya sebagai perang. Selain itu, dalam Q.S. Al-Baqarah: 217, terdapat kalimat seruan, Muhammad Thalib menerjemahkan dengan menyebut langsung Muhammad sebagai yang diseru, sedangkan Ibnu Katsir tidak menafsirkan seruan itu. Adapun dalam Q.S. Ali Imran: 167, Muhammad Thalib menerjemahkan perkataan orang-orang munafik sebagai ungkapan tidak ingin mengikuti perang, sedangkan Ibnu Katsir menafsirkan bahwasanya orang-orang munafik itu tidak mengikuti perang sebab tidak mengetahui adanya perang, padahal mereka mengetahui. Adapun relasi keilmuan yang terjalin antara keduanya, karena MMI merupakan kelompok islamis yang mengidolakan tafsir karya Ibnu Katsir
Peran Guru Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini Di RA Al Hikmah Duri Kosambi Cengkareng
Self-confidence is important for children, because a lack of confidence in their abilities will make children afraid and not confident to do something. feelings of doubt, anxiety, and lack of confidence that can interfere with various aspects of life. Someone who experiences this tends to have negative thoughts about themselves. Teachers play a very important role in helping the development of students to realize their life goals optimally. This study aims to analyze the role of teachers in increasing children\u27s self-confidence in early childhood at RA Al Hikmah, West Jakarta. The methods used for data collection are observation, interviews and documentation. Data analysis with qualitative methods is presented with descriptive analysis methods. The results of the study indicate that teachers have an important role in increasing children\u27s self-confidence, through the role of teachers as planners, observers, role models, facilitators, elabolators, evaluators. Children\u27s self-confidence at RA Al Hikmah Duri Kosambi Cengkareng has increased such as never giving up daring to express opinions, daring to ask questions, prioritizing their own efforts from the help of others, and appearing calm
Peran Perusahaan Tour & Travel dalam Meningkatkan Minat Pariwisata Halal (Studi pada ESQ Tour & Travel)
Potensi penduduk muslim secara global yang besar untuk menjadi target kunjungan wisata serta jumlah pengeluaran penduduk muslim dunia di sektor pariwisata. Pengeluaran penduduk muslim dunia di sektor ini menjadi perhatian berbagai negara di dunia untuk menarik wisatawan muslim berkunjung. Pendekatan field research, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan pengumpulan data melalui prosedur reduksi, penyajian serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian pada PT ESQ Tour & Travel ditemukan bahwa: Pertama, program wisata halal pada ESQ terbagi menjadi dua (internasional dan domestik), pada kelas internasional menyediakan: Program Haji khusus, Program Umroh dan ESQ Halal Holiday, sedangkan pada kelas domestik menyediakan: Plesiran dan ESQ Study Tour. Kedua, upaya ESQ Tour & Travel dalam mensosialisasikan wisata halal melalui strategi marketingnya sendiri, diantaranya melalui: a) Iklan (Advertising) melalui Website, Email, Media massa, Baliho, Majalah, dan Sosial media; b) Pemasaran Langsung; c) Pemasaran Interaktif; d) Promosi Penjualan; e) Hubungan Masyarakat. Terakhir yang ketiga, Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Upaya Penyelenggaraan Wisata Halal oleh PT ESQ Tour & Travel di antaranya adalah pertama, Faktor pendukungnya; 1) Regulasi dukungan pemerintah terkait sertifikasi restoran yang menyediakan makanan halal; 2) Ketersediaan tempat ibadah, masjid atau mushola di tempat tujuan wisata; 3) Negara yang memiliki penduduk mayoritas muslim; 4) Negara yang memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Indonesia. Faktor penghambatnya adalah 1) Kurangnya promosi terkait wisata halal di indonesia); 2) Negara tujuan tidak ramah muslim; 3) Fasilitas ibadah sulit di temui di tempat wisata dan restoran; 4) Restoran yang tidak bersertifikat halal sehingga membuat wisatawan muslim ragu; 5) Syarat wisata halal yang belum disepakati oleh banyak negara
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Perilaku Keuangan Masyarakat Binaan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Kabupaten Bogor
The issue of sharia financial literacy is closely related to one\u27s ability to know and understand Islamic financial products and services based on sharia principles. The purpose of sharia financial literacy is expected not only to know and understand sharia financial services institutions and sharia financial products and services but also how to be able to change and improve people\u27s behavior in sharia financial management so as to improve public welfare. This study aims to analyze the level of Shariah financial literacy and the influence of the level of sharia financial literacy on the financial behavior of the people guided by the Daarut Tauhid Islamic Boarding School in Bogor. Data analysis uses descriptive statistical analysis and multiple linear regression analysis. Cumulatively, all sharia financial literacy variables have a positive effect on people\u27s financial behavior. Partially, each variable has a positive effect
Hadis Al-Rada’ah Al-Kabir: Susuan bagi Orang Dewasa dalam Perspektif Hadis
This paper will explain how the concept of breastfeeding for adults in the perspective of hadith. Al-Rada\u27ah according to Syara, namely the process of sucking putting at around two years of age in small children has reached human milk in his stomach. However, there are two traditions narrated by Muslims and also Ibn Majah who explained that at one time the Messenger of Allah had ordered a woman to breastfeed an adult male. This happened because the woman had previously complained of a man going back and forth in and out of his house without restrictions and was worried something might happen. And the command of the Prophet was done so that the adult male becomes a mahram to the woman, namely mahram radla’ah. However, both traditions are considered to be in much contradiction with the propositions of the Qur\u27an and other traditions and the opinions of the majority of the scholars. Therefore this paper tries to trace the quality of the validity of the two traditions and to explore the opinions of the scholars on the matter. From these searches found a conclusion that in terms of sanad, the hadith continued to the Prophet. However, in terms of matan, these traditions contradict many verses of the Qur\u27an, other traditions and the opinions of the majority of the scholars even though there are also some scholars who argue that there is no problem with the sighting of the two traditions. But in the end the scholars believe that the hadith is true, but it is a tradition that is specific to the case that occurs in the traditions of the blissous or can be spelled out as relief given by the Messenger of Allah to that person and objection to others both those who lived during the time of the Prophet and those who live afterwards until now