e-Journal Institut PTIQ Jakarta
Not a member yet
295 research outputs found
Sort by
Konsekuensi Hukum Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Tingkat Perceraian: Perspektif Hukum Islam dan Positif
This research discusses "The Legal Consequences of Domestic Violence on Divorce Rates" by considering Islamic and positive legal perspectives in the Tangerang City Religious Courts. Qualitative research methods with a case study approach are used to understand the complex phenomenon of domestic violence and divorce in more depth and contextually. Data was collected through interviews with the parties involved, including divorce applicants, domestic violence victims, Religious Court judges, and lawyers. Data was also obtained from legal documents related to domestic violence and divorce cases. The research results reveal the main conclusions. First, factors causing domestic violence include weak mental quality, lack of religious values, low education, an unsupportive family environment, and lack of moral values. Second, the role of the family environment in shaping a person\u27s behavior, especially children, is in the spotlight. An abusive and aggressive family environment can contribute to similar behavior in domestic relationships as an adult. This research provides a deeper understanding of the impact of domestic violence on divorce and illustrates the complexity of this issue in the context of Islamic and positive law
Persepsi Dosen Universitas PTIQ Jakarta terhadap Poligami
This research aims to analyze the views of students from the College of Quranic Sciences (PTIQ) in Jakarta regarding polygamy in the context of religion and culture in Indonesia. The study adopts a qualitative approach by conducting a literature review and interviews with students from the mentioned college. The analysis reveals two dominant perspectives, those who support and those who reject polygamy. Some students perceive polygamy as a legitimate option within the teachings of Islam and specific contexts, while others reject it on the grounds of gender equality and the protection of women\u27s rights. Moreover, the understanding of polygamy is also influenced by cultural factors, social environments, and personal experiences of the students. This research contributes to the existing literature on the views towards polygamy in Indonesia and aligns with previous studies that show how social, cultural, and religious factors influence perspectives on polygamy. In conclusion, students from the College of Quranic Sciences (PTIQ) in Jakarta hold complex views on polygamy within the framework of religion and culture in Indonesia. In addressing such a sensitive issue, a holistic approach is necessary to comprehend the factors influencing attitudes and perspectives towards polygamy. The findings of this research are expected to provide new insights and a deeper understanding of the dynamics of views on polygamy, serving as a foundation for further discussions within the realms of religion, culture, and society in Indonesia
DILEMA HUKUM DALAM KISAH PEMBUNUHAN GULĀM OLEH KHIDIRDALAM SURAH AL-KAHFI
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bahwa kisah Khidir dan Musa dalam Al-Qur’an memiliki substansi sebagai pedoman agama. Pembunuhan gulām oleh Khidir tidak digunakan oleh para mufasir ayat-ayat ah}ka>m sebagai dasar penerapan qis}a>s}. Kisah tersebut dimaknai sebagai gambaran Khidir sebagai subjek yang tidak melakukan kesalahan, sehingga ia disebut ma’ṣūm. Lalu bagaimana para komentator memaknai kisah pembunuhan gulām? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif untuk membandingkan tafsir antara tafsir aḥkām dan tafsir adāb al-ijtimā’ī. Isi interpretasi akan dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi. Kajian ini berkaitan dengan penelitian Khalafullah bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an pada hakikatnya disusun dan diceritakan berdasarkan substansinya untuk memberikan pedoman norma-norma agama, moral, dan sosial. Di sisi lain, penelitian ini juga memiliki perbedaan dengan Sri Haryanto yangmenganggap bahwa Khidir memiliki ilmu laduni, sehingga segala perbuatannya dibenarkan oleh Musa. Sementara Fauziah dan Rizal hanya melihat kisah Khidir dan Musa sebagai kisah yang membawa nilai. pendidikan. Artikel ini berkesimpulan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yangmengandung unsur kejahatan pembunuhan serta kisah Khidir dan Musa tidak dilihat sebagai dalil pembunuhan yang berimplikasi pada qis}a>s} oleh mufasir ayat-ayat ah}ka>m
KONSEP MURTAD DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF AL-GHAZALI (PENERAPAN KONSEP AL-ISTIS}LAH} AL-GHAZALI)
Pembahasan mengenai isu murtad menjadi perbedabatan panas di kalangan para ahli hukum Islam sejak berabad-abad yang lalu. Perbedaan tersebut muncul dari pendekatan yang mereka gunakan dan juga cara pembacaan mereka terhadap teks. Salah satu tokoh yang ikut memberikan andil besar dalam perdebatan ini adalah al-Ghazali. al-Ghazali merupakan salah satu tokoh yang memperluas cakupan riddah tidak saja kepada orang-orang yang keluar dari Islam namun juga orang-orang yang pemahamannya dianggap menyimpang seperti Filsuf dan penganut Isma’iliah. Pandangan al-Ghazali ini juga tidak bisa dipisahkan dari kondisi sosio-politik saat ia hidup yang diwarnai dengan berbagai konflik khususnya antara Abbasiah dan Syiah Isma’liah. Istis}lah} yang digunakan al-Ghazali sebagai dasar untuk menolak kerusakan yang muncul dari berbagai penyimpangan khusunya pelaku riddah memang terlihat sangat esktrim dan banyak ditentang namun di sisi lain hal itu bertujuan untuk menjaga eksistensi agama Islam itu sendiri
Konstruksi Pemahaman Hadis Tentang Lesbian, Gay, Biseksual DanTransgender (LGBT): Suatu Tinjauan Maqashid al-Syariah
Studi ini dimotivasi oleh masih maraknya prilaku LGBT di Indonesia, dan isu LGBT ini akan selalu mearik untuk didisikusikan. Oleh karena itu, peneliti tertarik mengkaji tema ini lebih jauh. Jenis kajian ini adalah penelitian kepustakaan dengan model kajian tematik hadis yang difokuskan pada hadis tentang LGBT (atau yang berkaitan). Pendekatan analisis yang digunakan adalah analisis sosio-historis dan maqa>s}id al-syari\u27ah. Kesimpulan artikel ini menjelaskan bahwa berdasarkan informasi al-Qur`an dan hadis Islam sangat melarang prilaku LGBT karena merupakan perbuatan faḥisyah (keji) dan israf (berlebihan). Kemudian dalam pendekatan maqa>s}id al-syari’ah, bahwa pernikahan mempunya tujuan membangun keluarga dan memelihara keturunan (ḥifẓ an-nasl) dan ḥifẓ an-nafs (menjaga jiwa dan eksistensi manusi). Oleh karena itu, prilaku LGBT keluar dari konsep maqa>s}id al- syari’ah. Prilaku hanya memenuhi tujuan biologis dan nafsu semata tanpa mempertimbangkan hubungannya dengan aspek-aspek kehidupan yang lebih baik
Model Praktik Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam Pemberdayaan UMKM di Masa Pandemi Covid-19
Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are components of business actors that play a significant role in improving the national economy, both in terms of gross domestic product, employment, or investment. This study aims to analyze the practice model of Islamic Microfinance Institutions in Empowering MSMEs in Indonesia. Analytical descriptive is used to describe the model. The findings of this study explain that the performance of microfinance for strengthening MSMEs has been good. From the aspect of capital, LKMS has been able to increase capital for MSMEs, so that the quantity of MSMEs production increases. There are several micro-financing models for strengthening MSMEs that may be applied by Islamic financial institutions, namely the solidarity group model, the village banking model, the grameen model, and the individual model
PERSPEKTIF AL-QUR’AN TERHADAP NILAI-NILAI PANCASILA
Artikel ini mengungkap nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam Al-Qur’an yang posisinya sebagai kitab suci umat Islam. Sedangkan Pancasila sendiri sebagai ideologi Negara Indonesia yang dulunya dirumuskan atas kesepakatan para tokoh dari berbagai latar belakang agama. Akan tetapi nilai-nilai tauhid dimuat dalam Pancasila justru terdapat di dalam Al-Qur’an, yang meliputi sila pertama, sila kedua, sila ketiga, sila keempat, dan sila kelima. Artikel ini membantah adanya penolakan dari sebagian kelompok HTI yang tidak dapat menerima ideologi Pancasila karena dianggap bertentangan dengan prinsip Islam bahkan dianggap sebagai ideologi kafir. Untuk menjawab problem tersebut, artikel ini mengungkap esensi dari isi Pancasila kemudian mempertemukan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Sebagai argumen pelengkap, penulis mengutip pendapat dari berbagai mufasir yang berbicara tentang tema ini. Dan semua mufasir yang penulis kutip sepakat bahwa ayat-ayat yang penulis lihat difahami sebagaimana terdapat dalam nilai Pancasila tanpa ada pertentangan sedikitpun. Itu artinya bahwa Pancasila dapat ditafsirkan sesuai dengan nilai dan moral yang dikehendaki oleh Islam
Pendidikan Kewirausahaan dalam Islam
This research is a literature study (library research) and with a thematic interpretation method. The interpretation method is used to dissect the verses relating to entrepreneurial motivation.
After conducting a study of entrepreneurial motivation in Islam, namely in the Koran and Hadith, found several things as follows: (1) Alquran\u27s view of entrepreneurial motivation can be found in Surah al-Jumuah verse 10, ash-Shaf verses 10-11 and al-Qashash verse 77. (2) The view of the hadith about entrepreneurial motivation can be found in the hadith text narrated by Imam al-Bukhari sourced from Miqdam Ibn Ma\u27dikarib ra. and narrated by Ibn Asakir who sourced from ra. (3) The view of the motivation of an entrepreneur is the command to scatter on earth rather than stay in place, then the command to seek the gift of God and remember God a lot. In addition, an entrepreneur is required to help each other or help in goodness and not enrich themselves so as to balance the needs of the world and the hereafter.Abstracts and keywords written in two languages (Indonesian and English). The length of each abstract is 200-250 words, instead of keywords 3-5 words count. Abstracts contain minimal problems, objectives, methods, concepts, and results of research and discussio
Mempertahankan Tradisi Berkarakter dalam Inovasi
This paper seeks to discuss about the management of the Maslakul Huda Kajen Pati Central Java Pesantren in the formation of Mandiri Individuals. In the research conducted by the writer through the field research method it can be said that in terms of management, the Maslakul Huda pesantren has used good and measurable management starting from: the pesantren board management recruitment system which in fact is active santri, the organizing system, supervision, material and educational methods that lead to the formation of the pesantren management. independent human bein
PRINSIP SISTEM NEGARA DALAM DISKURSUS AYAT-AYAT POLITIK:TINJAUAN TAFSIR MAQASHIDI
Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah melakukan kajian terhadap berbagai prinsip dasar kenegaraan yang bersumber dari ayat Al-Qur’an. Dalam konteks ini penjelasan AlQur’an terhadap prinsip-prinsip kenegaraan termasuk bagian dari petunjuk (hidayah) yang diberikan kepada pembacanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-diskriptif dengan melibatkan Tafsir Maqashidi yang menawarkan tiga langkah untuk memahami ayat Al-Qur’an. Pertama, melakukan kajian bahasa. Kedua, ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ketiga, kemaslahatan sosial. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, terdapat tujuh asas kenegaraan yang dapat digali dari ayat Al-Qur’an: asas kekuasaan sebagai amanat, asas permusyawaratan, asas keadilan, asas persamaan, asas tujuan negara, asas hak dan kewajibannegara dan rakyat, serta asas dasar hak asasi manusia. Tujuh asas yang ditemukan sesuai dengan kemaslahatan yang menjadi tujuan besar (magza) Al-Qur’a