e-Journal Institut PTIQ Jakarta
Not a member yet
295 research outputs found
Sort by
TRADISI LECCE’ BOLA BARU PADA MASYARAKAT BUGIS, BOEPINANG(STUDI LIVING QUR’AN)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat studi living Qur’an dalam hal resepsi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an pada tradisi Lecce’ Bola Baru di masyarakat Bugis daerah Boepinang. Tradisi Lecce’ Bola Baru awalnya sudah diperkenalkan dari tradisi nenek moyang masyarakat Bugis, kemudian Islam datang menghapuskan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam dalam tradisi tersebut tanpa menghapuskan tradisinya tetapi meluruskan ritualnya sesuai ajaran Islam. Metodologi penelitian yang dipakai dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi dan penelitian terhadap data-data primer serta sekunder mengenai pelaksanaan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam tradisi Lecce’ Bola Baru di masyarakat Bugis daerah Boepinang. Setelah itu data ini disajikan dalam bentuk deskriptif analitis. Sedangkan sebagai pisau analisis penulis menggunakan metode pendekatan sosiologi Karl Mannheim yang membagi menjadi tiga macam makna pada suatu kasus yakni makna objektif, makna ekpresif dan makna dokumenter. Penelitian ini menemukan bahwa 1) Makna objektif yakni Tradisi Lecce’ Bola Baru di masyarakat Bugis merupakan ritual agama. 2) Makna ekspresif, yaitu tradisi Lecce’ Bola Baru sebagai bentuk kesyukuran dan pengharapan keberkahan serta balasan kebaikan yang dimana makna dari ritual-ritualnya merupakan praktik resepsi dari ayat Al-Qur’an 3) Makna dokumenter adalah tradisi Lecce’ Bola Baru sebagai tradisi turun temurun yang harus dilakukan oleh seluruh masyarakat Bugis di daerah Boepinang
Sistem Prosedur Pialang Asuransi Syariah Berbasis Digital di Indonesia
Identifying the risk of the insured party is the main task of the insurance broker who acts as the insured\u27s representative who has the right to become an intermediary between the insured party and the insurance company. The purpose of this study is to analyze the governance of sharia insurance brokers in identifying the risks that exist to the insured. Qualitative method is a method used to provide a comprehensive picture. The results of this study state that sharia insurance brokers have implemented good corporate governance and have carried out their duties and obligations as representatives implementing the values of governance, risk management and Sharia Compliance. Sharia Insurance Broker professionalism will be felt by the insured if the insurance claim settlement can be done in accordance with the agreement
STUDI KOMPARASI HUKUM PERTANAHAN INDONESIA DENGAN PANDANGAN ABU ‘UBAID AL QASIM BIN SALAM
Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pemerintah tentang pertanahan dan lahan perkebunan di Indonesia dibandingkan dengan pandangan/pemikiran Abu Ubaid mengenai tanah/ lahan perkebunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaannya yaitu, pada hal pendistribusian lahan pertanian, di Indonesia kepemilikan lahan diakui, adanya sertifikasi lahan pertanian bukti pengakuan atas hak milik lahan. Perbedaan pemikiran Abu ‘Ubaid ada pada pandangannya tentang lahan mati maksimal 3 tahun, bila dibiarkan negara dapat mengalihkan hak kepemilikannya kepada pihak lain yang bersedia untuk menghidupkan/menyuburkan kembali lahan tersebut. Di Indonesia tanah yang mati atau tidak dikelola bukan kewanangan pemerintah untuk mengatur lahan mati dan tidak ada batasan waktunya. Di Indonesia juga tidak membatasi kepemilikan hak atas tanah, sehingga pihak yang memiliki modal besar akan dengan leluasa mendapatkanya
Peran dan Pengelolaan BUMDes Anugerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Pajar Bulan, Kec. Tanjung Batu, Kab. Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Penelitian tentang peran dan pengelolaan BUMDes Anugerah terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Pajar Bulan, bertujuan untuk mengetahui peran dan pengelolaan BUMDes serta partispasi masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes Anugerah. Penelitian ini menggunakan metode analisis dedukatif kualitatif. Penelitian diperoleh melelui data primer dan sekunder, metode wawancara, observasi, dokumentasi. Peran dan pengelolaan BUMDes Anugerah terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Pajar Bulan telah diwujudkan meskipun belum maksimal, peranan BUMDes Anugerah diwujudkan dengan adanya unit – unit usaha yang ada didalamnya seperti unit usaha penyewaan peralatan hajatan, BRI Link, dan jasa angkut sampah. Pengelolaan BUMDes Anugerah terhadap kesejahteraan masyarakat sangat membantu masyarakat Desa Pajar Bulan, dengan adanya pengurus komisaris/penasihat, direktur/pelaksana operasional, dan pengawas. Pengelolaan BUMDes Anugerah lebih tersusun dan lebih lancarnya berjalan BUMDes Anugerah. Partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes Anugerah , sudah baik walaupun belum maksimal, karena masih ada masyarakat yang belum merasakan adanya BUMDes dan masih ada msyarakat yang kurang tau unit unit yang ada pada BUMDes Anugerah
DISKURSUS PARADIGMA MAKROEKONOMI INKLUSIF DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: TINJAUAN TAFSIR KONTEKSTUAL PADA AYAT-AYAT MATA UANG DALAM PARADIGMA ORTODOKS DAN HETERODOKS
This study discusses the dichotomy of economic paradigms, examined both theoretically and practically, in relation to the value of economic inclusivity, and aims to contextualize the definitions of monetary verses in the Qur’an. The research was undertaken because the interpretation of currency by the majority of mufassir (Qur’anic commentators), Islamic academics, and economists has misinterpreted the meaning of money when linked to the development of today’s monetary system. This study employs a literature review method and thematic interpretation that is appropriate given the relevance of non-field data samples. The findings indicate that the heterodox economic paradigm is more coherent than the orthodox paradigm from a theoretical standpoint, and this view is supported by strong archaeological evidence. A monetarily sovereign government is at least capable of purchasing anything domestically, including employing the entire unemployed population. In addressing poverty, inequality, unemployment, and inclusivity, the heterodox paradigm features a consumption-led growth program that is considerably more efficient and has a better economic impact compared to the orthodox paradigm’s investment-led growth policy proposals. In terms of interpretation, the understanding of money as a medium of exchange from the orthodox paradigm is only suitable for mercantile societies without authority, as was the case in the Arab world during the Jahiliyyah era, whereas the definition of money as a unit of account is a more appropriate definition to be used today in light of the differences and advancements in the monetary syste
TAFSIR SUFISTIK SYAIKH NAWAWI AL-BANTANISufism Interpretion of sheikh Nawawi Al-Bantani
Dimensi ruang dan waktu dalam penafsiran Al-Qur`an harus senantiasa relevan dengan konteks pembacanya. Upaya reinterpretasi Al-Qur`an dengan beragam konteks disiplin ilmu pun bermunculan, salah satunya menafsirkan dari kacamata ilmu tasawuf. Keragaman corak penafsiran ini tidak lain dikarenakan Al-Qur`an yang memiliki beragam kemukjizatan yang terkandung di dalamnya, dan juga dikarenakan pembacaan terhadap Al-Qur`an oleh seseorang sangat terkait erat dengan “kacamata” keilmuan yang dimilikinya dan juga latarbelakang individu tersebut. Tasawuf sebagai sesuatu yang teoritis dan praktis menjadi syarat tidak mutlak bagi seorang penafsir, atau bahwasanya seluruh penafsir sejatinya adalah seorang sufi, namun tidak semua sufi itu penafsir. Dalam tafsir corak tasawuf, walaupun penafsiran itu bersifat tekstual namun memiliki dimensi makna yang mendalam (kontekstual), yang mengandung lapisan makna yang paling dalam atau dikenal dengan makna semantic ayat bahkan makna dibalik ayat atau dinamakan makna bathin (esoterik). Dalam ilmu tasawuf sendiri, banyak upaya untuk menjadikan nilai-nilai tasawuf tertuang menjadi satu diskursus tersendiri yang lebih rasional, karena bagaimanapun, manusia selalu mencari dan terus mencari hakikat kebenaran melalui akal inderawinya termasuk mengenal Allah SWT (ma’rifatullah) berdasarkan logika disamping intuisinya. Tafsir corak tasawuf-falsafi adalah satu upaya merasionalisasikan nilai-nilai tasawuf yang tertuang dalam penafsiran menjadi sebuah pendekatan yang baku melalui pendekatan filsafat. Al-Ghazali adalah seorang yang berjasa memperkenalkan tasawuf-falsafi dalam khazanah intelektul islam, ia juga yang mengawal perkembangan tasawuf-falsafi ini
EPISTEMOLOGI METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN: DARI ERA NABI HINGGA ERA MAQA
Perkembangan metode penafsiran Al-Qur’an sangat penting dilihat sebagai khazanah yang menempatkan Al-Qur’an sesuai pada konteks zamannya. Sebab metode terus dinamis semenjak Nabi Muhammad wafat pada abad ke 7 M, dan terus terjadi sampai sekarang. Pada era Nabi, ia menjadi sumber tafsir Al-Qur’an tunggal, kemudian di era sahabat, baru terjadi perbedaan penafsiran akibat perbedaan metode yang digunakan untuk memahami suatu ayat yang sama. Peristiwa seperti ini masih terus terjadi sampai saat ini, dengan demikian menarik untuk dijadikan sebagai kajian akademik dengan mempertanyakan bagaimana metode penafsiran tersebut mengalami dinamisasi sesuai pada konteksnya? Riset ini hendak menganalisis dinamisasi tersebut dengan melibat perspektif kajian epistemologi. Melalui kajian kepustakaan (library research), riset ini berkesimpulan bahwa terdapat pergeseran secara mendasar dalam perkembangan metode penafsiran tersebut. Pertama, pergeseran dalam menggunakan sumber. Kedua, pergeseran juga terjadi terhadap penggunaan sumber metode itu sendiri. Ketiga, pergesertan pada keabsahan metode tersebut yang masing-masing hakikatnya lahir untuk keperluan temporal
ASYHUR AL-HURUM MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’ÁN (STUDI KOMPARATIF ANTARA MUTAWALLI AL-SYA’RAWI DAN SAYYID QUTHB) DAN RELEVANSINYA SAAT INI
Penelitian ini bermaksud meneliti bagaimana pandangan al-Qur’ân terhadap Asyhur Al-H{urum melalui penafsiran kedua ulama dengan mengambil dua perbandingan kitab tafsir yaitu tafsir Mutawalli Al-Sya’râwi karya Mutawalli Al-Sya’râwi, dan Tafsir Sayyid Quthb Penelitian ini bertujuan memberikan penjelaskan bagaimanakah penafsiran kedua ulama terhadap Asyhur Al-H{urum serta menjelaskan bagaimana relevansinya saat ini. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka yang mengkaji penafsiran kedua ulama tentang Asyhur Al-H{urum. Penelitian ini bersifat deskriptif- analisis, serta mengeksplorasi secara mendalam terhadap panafsiran dua surat diantaranya QS. Al-Baqarah ayat 216 dan 217. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa dari dua kitab tafsir yang penulis teliti yaitu tafsir Mutawalli Al-Sya’râwi karya Mutawalli Al-Sya’râwi, dan Tafsir Sayyid Quthb penulis menemukan pandangan al Quran terhadap Asyhur Al-H{urum berdasarkan penafsiran kedua ulama tersebut terhadap surah Al- Baqarah Ayat 216 dan 217. Mereka semua menafsirkan bahwa larangan perang di bulan h}urum dan larangan melakukan pembunuhan sangat relevan saat ini. Hal tersebut berkaitan dengan keamanan proses perjalanan calon jemaah haji dan saat-saat ketika melakukan ibadah haji
TRADISI MENJAGA KUBURAN SEORANG YANG BARU MENINGGAL DIMASYARAKAT DESA WRINGIN KECAMATAN WRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO(STUDI LIVING HADITS)
Artikel ini merupakan riset living hadis yang termasuk bidang baru dalam kajian hadis, yaitu membahas fenomena sosial yang diimplementasikan dari pemahaman suatu hadis. Salah satu fenomena living hadis yang dapat ditemukan di daerah Bondowoso adalah tradisi menjaga kuburanbaru. Umumnya tradisi yang disebut ajegeh kobhur dalam Bahasa Madura ini dilakukan oleh masyarakat Desa Wringin di Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penulis pada penelitian ini menganalisa tradisi dengan teori tindakan sosial Max Weber dengan hasil bahwa tradisi ini tergolong tipe tindakan rasional instrumental dengan beberapa tujuan. Tujuan dilakukannya penjagaan kuburan baru diantaranya adalah sebagai representasi hadis, mengantisipasi adanya pencurian sesuatu dari si mayit, adanya beberapa peristiwa mistis, serta sebagai sarana untuk menambah aliran pahala bagi orang yang meninggal. Adapun kegiatan yang dilakukan saat menjaga kubur cukup beragam mulai dari membaca alquran, sekedar mengobrol santai, hingga bermain kartu
The Relationship Between the Qur\u27an and the 2022 Qatar World Cup
This study aims to dig up information related to QS Al-Hujurat: 113 and the Qatar 2022 World Cup. The Qatar 2022 World Cup is the first world cup to be held in an Arab country. The grand event starts on 21 December -18 December 2022. The opening ceremony was held with great fanfare featuring various artists from around the world and the theatrical actions of Morgan Freeman and Ghanim Al-Muftah who stole the show. Al-Qur\u27an Surah Al-Hujurat verse 113 recited by ghanim contains a lot of meaning in performing the 2022 world cup. This type of research uses descriptive qualitative which aims to analyze phenomena, events, social activities, attitudes, beliefs, perceptions, thoughts of people individually as well as groups. The results of this study indicate that the link between the Koran and the implementation of the Qatar World Cup is recognizing the creation of humans consisting of men and women, respecting guests from all over the world and an attitude of knowing each othe