e-Journal Institut PTIQ Jakarta
Not a member yet
    295 research outputs found

    HISTORIOGRAFI DALAM TAFSIR AL-QUR’AN

    No full text
    Tulisan ini bertujuan untuk meneliti kajian historigrafi dalam tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh mufasir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, di mana terdapat empat metode yang berlaku; heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penulis ingin mengetahui langkah-langkah mufasir dalam menafsirkan ayat-ayat historis baik yang berkenaan dengan para Nabi dan umat-umat terdahulu maupun kejadian-kejadian pada masa Nabi SAW. Penelitian ini menemukan bahwa metode sejarah bukan ilmu baru dalam penafsiran Al-Qur’an. Sejak masa penulisan kitab-kitab tafsir masa awal, ditemukan bahwa kitab tafsir dalam menjelaskan ayat-ayat historis terdapat dua kajian kesejarahan yaitu asba>b al-nuzu>l (yang membahas seputar turunnya ayat Al-Qur’an) dan israiliyat (kisah-kisah ahlul Kitab; Yahudi). Untuk yang pertama, munculnya asba>b al-nuzu>l dalam kitab tafsir adalah sebuah keniscayaan dan diterima semua kalangan mufasir, sedangkan untuk yang kedua ini (israiliyat), para ulama mufasir berbeda pendapat, ada yang melarang, membolehkan, dan ketiga berada di antara keduanya yakni ada yang dibolehkan dan ada yang dilarang.  Beberapa kitab tafsir yang banyak meriwayatkan kisah-kisah israiliyat di antaranya at-Tabari dan Ibn Katsir. Terlepas dari perdebatan ini, metode dan pendekatan sejarah sangat familiar bagi kalangan mufasir dalam mengungkapkan serta menafsirkan ayat-ayat dalam Al-Qur’an

    MOTIF-MOTIF PERILAKU MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN(Kajian atas Kasus Fisiologis dan Spiritual)

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap pembicaraan Al-Qur’an tekrait dengan aspek psikologis manusia sebagai pengetahuan yang meliputi berbagai motif perilakunya. Artikel ini berkesimpulan bahwa dalam Al-Qur’an membicarakan dua macam motif perilaku manusia; motif fisiologis dan motif mental spiritual. Motif fisiologis adalah motif yang berhubungan dengan kebutuhan fisiologis manusia. Sedangkan motif mental spiritual adalah motif yang berhubungan dengan kebutuhan psikologis dan spiritual manusia. Motif fisiologis dibagi menjadi dua bagian; motif menjadi diri dan motif menjaga kelangsungan keturunan. Sedangkan motif mental spiritual dibagi menjadi empat bagian; motif kepemilikan, motif persaingan, motif permusuhan dan motif beragama. Penellitian ini mengggunakan metode tematik berbasis kepustakaan dengan cara menelusuri ayat-ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang berbagai motif perilaku manusia berdasarkan temuan ilmu psikologi. Penulis juga menghubungkan penafsiran ayat-ayat tersebut dengan pendapat para mufasir klasik dan kontemporer. Artikel ini sependapat dengan temuan Arifin yang melihat bahwa Al-Qur’an jauh lebih dahulu berbicara soal pengetahuan psikologis dibanding ketika ilmu tersebut baru pertama kali ditemukan

    Tafsir Maqasidi Al-Mawardi: Studi Atas Ayat-Ayat Politik Dalam Tafsir Al-Nukat Wa Al-‘Uyu>n

    No full text
    Artikel ini bertujuan melakukan elaborasi terkait munculnya varian tafsir Al-Qur’an berbasis ideologi yang berbicara soal sistem politik negara muncul pasca wafatnya Nabi Muhammad. Hal itu disebabkan sebagian umat Islam berijtihad merumuskan dan memformulasikan fikih siyasah (teori politik islam). Bahkan sudah sampai tahap empirik, sebagaimana yang dilakukan para Khulafa ar- Rasyidun, namun bentuk politik Islam “yang ideal” sampai saat ini masih terus diperdebatkan. Perdebatan yang paling mendasar, sebenarnya seputar penerapan dan formalisasi nilai-nilai syariah Islam dalam lingkup Negara. Untuk menggali lebih dalam lagi seputar hubungan Islam dan Negara, penulis mencoba menganalisa penafsiran maqa>s}id}i-nya al-Mawardi seputar ayat-ayat yang membahas tentang politik. Diskursus Tafsi>r Maqa>s}id}i sebenarnya baru muncul belakangan, namun prinsip-prinsipnya yang mengacu kepada maqa>s}id{ al-syari>’ah, sudah sejak dahulu didiskusikan. Prinsip dasar maqa>s}id{ al-syari>’ah lebih kepada upaya menghumanisasikan hukum Islam yang bersumber dari ayat Al-Qur’an dan Hadis. Dalam rangka upaya menggali makna ayat agar teks Al-Qur’an dipahami tidak secara tekstual akan tetapi mampu menangkap makna ayat yang lebih kontekstual, maka menafsirkan Al-Qur’an dari sisi Maqa>s}id}i-nya, akan mengungkap inti (jawhar) dari Al-Qur’an. Penulis juga mencoba mengungkap sisi subjektifitas seorang al-Mawardi sebagai penafsir dalam Tafsi>r al-Nukat Wa al-‘Uyu>n karangannya, termasuk kondisi sosio-historis dimana al-Mawardi hidup yaitu pada masa dinasti Abbasiyah, walaupun disanyalir sebagian kalangan, dirinya pun dalam menulis karya tafsir-nya dan karya lainnya al-Ah}ka>m al-Sult}a>niyah sebagai “pesanan politik” dari khalifah yang berkuasa saat itu. Artikel ini berkesimpulan bahwa sistem negara yang sesuai dengan teori maqa>s}id}i al-Mawardi ialah yang berasaskan pada nilai-nilai Islam sebagaimana ditegaskan juga oleh tokoh-tokoh lain seperti Abou El Fadl

    Penggunaan Ayat-ayat Syifa’ pada Ruqyah Tolak Sihir (Studi Kasus pada Ustadz Muhammad Chudlori di Desa Watesari KecamatanBalongbendo Kabupaten Sidoarjo)

    No full text
    Artikel ini merupakan riset living Qur’an atas sebuah fenomena praktik penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai tolak sihir. Kasus tersebut dipahami dengan perspektif fenomenologi (berdasarkan fenomena yang ada) yang diimplementasikan dari pemahaman atas ayat-ayat Al-Qur’an. Praktik penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an ini sebagai upaya pengobatan kepada pasien yang terkena sihir atau yang disebut dengan ngeruqyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan sebagai pisau analisis penulis menggunakan teori Tindakan sosial Max Weber. Peneliti mempelajari secara langsung keadaan di lapangan dengan observasi daninterview dengan beberapa informan. Riset ini berkesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan komunal maupun individual tergolong tipe tindakan rasional instrumental dengan beberapa tujuan serta memiliki pemaknaan subyektif untuk disebarkan pada pihak lain yang terlibat dalam sosial. Tujuan me-ruqyah kepada orang sakit yang diakibatkan sihir adalah sebagai reprentasi Al-Qur’an, pengobatan non medis, serta dapat menenangkan hati bagi para pasien ruqyah. Selain itu ruqyah juga dipahami dan dijadikan sebagai media dakwah untuk para pasien yang datang, baik yang masih proses ruqyah maupun yang sudah sembuh

    REKONSTRUKSI TERHADAP KONSEP SUNNAHDALAM PEMIKIRAN MUHAMMAD SYAHRUR

    No full text
    Sunnah Nabi SAW. merupakan salah satu sumber hukum dalam Islam; lebih tepatnya berada di posisi kedua sebagai sumber arah. Salah satu tokoh yang agresif dalam merekonstruksi konsep sunnah adalah Muhammad Syahrur. Syahrur adalah seorang pemikir muslim yang dibesarkan dalam kajian ilmiah yang mendetail dan tidak pernah mendalami ilmu keislaman secara intensif. Penelitian ini menawarkan bacaan kontemporer tentang sumber-sumber hukum Islam, termasuk Sunnah. Menurut pandangannya, memahami teks-teks agama tidak perlu; selalu dituntut untuk mengutamakan penafsiran ulama tradisional. Karena itu harus ditafsirkan sesuai zamannya. Dia kemudian dengan berani menolak wahyu sunnah dan kapasitasnya sebagai sumber hukum. Model penelitian ini adalah studi kepustakaan lengkap dengan data primer adalah karyanya; Al-Sunnah al-Rasu>liyyah wa al-Sunnah al-Nabawiyyah Ru’yah Jadi>dah. Melalui pendekatan analisis deskriptif, penelitian ini mengungkap konsep sunnah Syahrur. Syahrur mendefinisikan Sunnah sebagai cara (cara, manhaj) untuk menerapkan ketentuan hukum Umm al-Kita>b tanpa di luar batas yang ditetapkan oleh Allah dalam masalah h}udu>d. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum membahas sunnah secara mendalam, Syahrur terlebih dahulu memaparkan beberapa terminologi dalam Al-Qur’an yang dikaitkan dengan sunnah dalam Al-Qur’an. Pembahasan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang konsep sunnah. Karena konsep sunnah yang harus dipatuhi akan jelas dipahami jika terminologinya sudah dipahami. Tiga terminologi dalam Al-Qur’an yang sejalan dengan “sunnah” dalam menjelaskan ketaatan: ittiba’, al-qudwah, dan al-uswah. Berangkat dari perbedaan ketiga istilah di atas, Syahrur merumuskan pemahaman baru tentang Sunnah: cenderung identik dengan ijtihad itu sendiri, bukan sumber hukum dalam ijtihad.

    Pemanfaatan Digital Marketing untuk Pengembangan UMKM di SML UMKM Centre

    No full text
    Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Pemanfaatan Digital Marketing untuk Pengembangan UMKM di SML UMKM CENTRE” dilakukan dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan baru kepada para pelaku usaha di SML UMKM CENTRE agar dapat mengembangkan usaha melalui platform online untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pengetahuan mengenai digital marketing dikatakan masih kurang di masyarakat SML UMKM CENTRE, untuk itu penulis melakukan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan secara online dengan melakukan webinar melalui aplikasi Zoom meeting untuk mempermudah mitra dalam mengikuti kegiatan ini. Penelitian Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Dalam kegiatan ini dilakukan penyebaran Pre-test dan Post-test untuk mengetahui pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan oleh para pembicara pada kegiatan webinar yang diselenggarakan. Dengan penggunaan media sosial untuk menjual barang dan jasa akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan penjualan para pelaku usaha. Promosi seperti pemasangan iklan, endorsement, dan mengikuti event promosi juga akan sangat membantu dalam meningkatkan penjualan di sosial media. Dalam Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dijelaskan awal mula perkembangan digital marketing, bagaimana digital marketing di media sosial dapat berpengaruh bagi penjualan barang dan jasa, dan digital marketing apa saja yang digunakan untuk mempromosikan barang dan jasa. Dengan melakukan Pengabdian kepada Masyarakat di tempat ini, tim peneliti berharap agar wawasan dan materi yang diberikan akan berguna dan diaplikasikan para pelaku usaha di SML UMKM CENTRE setelah mengikuti webinar ini. Tips dan Trick telah diberikan oleh para pembicara untuk memudahkan para peserta dalam mengembangkan usaha mereka. Hasil dari Pre-test dan Post-test peserta juga menunjukkan bahwa para peserta dapat memahami dan mengerti mengenai materi yang disampaikan oleh pembicara webinar

    Paradigma Pendidikan Pembebasan Paulo Freire Dalam Konteks Pendidikan Agama Islam

    No full text
    Education disposed ignoring some liberation values. Human considered like a mechanic machine that must be obey from the system. There is no liberation of thinking, liberation of act, liberation in expression and liberation for giving ideas. Paulo Freire, educational scientist gives some alternative illustrations for liberation pedagogy. This study applied a documentary method. Writer collect some book resources, then classify based on groups (biography, Paulo Freire’s theory and liberation pedagogy in Islamic education). This study found that liberation pedagogy in this case means to have awareness about education and daily life, so what student gets from teacher can be useful for facing their problems. Studying and reading books needs concentration, because according to Paulo Freire’s theory, the essences of study are reinventing, recreating and rewriting. Student must know what learning goals in each themes, because pedagogy is not like banking system,  students are not like an empty box. Students are human that have talent and capability, so this is teacher’s assignment to find and develop student’s ability. When this theory applied in Islamic Study, the solve of some student problems, still have to link to Alquran and Hadis with a double movement principle

    Perkembangan Manusia Dalam Tinjauan Psikologi Dan Alquran

    No full text
    Human development is basically a fixed pattern that must be experienced by every individual in general, besides that development is a process that involves growth from the stage of manufacture to continuing throughout a person\u27s vulnerable life. In the Qur\u27an there are several ayat that show about human development. Therefore the developments contained in the Qur\u27an will be tried to be compared with the discipline of psychology, where by doing this study will provide new insights about the concept of human development hangs produced by western scientists actually already implied in the ayat of the Qur\u27an

    Peningkatan Kemampuan Hafalan Bacaan Sholat Anak Usia 6 Tahun Melalui Metode Pembiasaan

    No full text
    The study was conducted at Jalan Pondok Cabe 1 no 97, Pamulang Banten. The time allocation in the field was carried out from November to December 2016. The subject of the study was 1 child of B Kindergarten aged 6 years. Action research using Kemmis and Mc. Taggart. This design contains stages starting from planning, action, observation and reflection. Data collection uses assessment sheets, observations, field notes and documentation. Analysis of data using observations and tests of action with qualitative descriptive analysis based on the results of observation and reflection. The study was divided into three cycles, one cycle consisting of two weeks, the first cycle in the first week completing S at 36% then continued to increase in the second cycle of 72% and the third cycle reached 90%, from 11 memorization targets 10 memorization had been achieved

    Internalisasi Karakter Qurani dengan Tartil Al-Qur’an

    No full text
    Tajweed knowledge must be mastered by every individual Muslim in order to achieve maximum results related to the worship of reading the Holy Qur\u27an. Reading the Qur\u27an when referring to Allah\u27s commands must be done with maximum tartil, namely knowing and obeying every sign. The reward promised by God based on the words of the Messenger of Allah is that whoever reads one letter to him will be rewarded with one goodness which will also be multiplied 10 times. The miracle of the Qur\u27an does not stop there. When pondered more deeply, the knowledge of Tajweed contains a deep philosophy, not only getting rewards from God, but a deep understanding of its philosophy will produce a thought about internalization, namely guidelines for character formation, or morals in accordance with the guidance of the Qur\u27an

    110

    full texts

    295

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut PTIQ Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇