JASAWIKA (E-Journal)
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN AMPAS SARI BUAH APEL SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUAT DODOL
Desa Andonosari merupakan Desa di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan yang memiliki komoditi Hortikultura berupa apel. Selama ini apel dijadikan suatu produk olahan utama berupa sari buah apel yang memiliki cita rasa yang enak. Selain itu kandungan senyawa aktif juga memiliki peran yang sangat bagus buat kesehatan. Salah satu yang menjadi kendala atau permasalahan dalam bidang pembuatan sari buah apel adalah terletak pada limbah padat sari buah apel. Pelatihan pembuatan dodol ampas sari buah apel sangatlah tepat digunakan di Desa Andonosari Kecamatan Tutur, mengingat belum termanfaatkannya limbah sari buah apel tersebut. Dalam pelatihan ini difokuskan pada penggunaan bahan baku berupa ampas sari buah apel. Capaian pada pelatihan pembuatan dodol ampas sari buah apel adalah seluruh peserta pelatihan terutama ibu – ibu PKK dapat membuat dodol ampas sari buah apel dengan kualitas yang baik.
Kata kunci:apel, limbah sari buah, dodo
PEMBERDAYAAN PT SUZUKI FINANCE INDONESIA AREA JAWA TIMUR BAGIAN SELATAN CABANG MALANG SELAKU KREDITOR PREFEREN DALAM PELAKSANAAN HUKUM JAMINAN FIDUSIA
Keberadaan Kota Malang sebagai kota besar memengaruhi peningkatan layanan jasa keuangan, salah satu bentuk yang banyak diminati adalah lembaga pembiayaan konsumen. Kebutuhan konsumen atas sejumlah dana untuk membeli barang konsumtif, dapat diselesaikan oleh lembaga pembiayaan atau finance. Terikatnya konsumen sebagai debitor lembaga pembiayaan seringkali disalahgunakan, banyak debitor tidak melaksanakan perjanjian dengan itikad baik. Pada tahun 2016, diperoleh data terjadi peningkatan jumlah pengaduan mengenai permasalahan tidak dipenuhinya hak dan kewajiban antara para pihak pada lembaga pembiayaan, yang dapat menimbulkan kerugian. PT. Suzuki Finance Indonesia area Jawa Timur Bagian Selatan Cabang Malang adalah salah satu unit usaha pembiayaan di Kota Malang yang terletak di Jalan A.Yani Utara dengan + 7000 debitor. Kegiatan usaha pembiayaan (finance) ini mempraktikkan jaminan fidusia. Dalam perkembangannya banyak laporan tentang pelanggaran perjanjian pembiayaan dengan jaminan fidusia yang dilakukan oleh debitornya. Hal ini menjadi keprihatinan sehingga menjadi penting melakukan pemberdayaan kepada pelaku usaha pembiayaan yang merupakan pihak kreditor preferen yakni PT Suzuki Finace Indonesia area Jawa Timur bagian Selatan Cabang Malang. Wujud kegiatan pemberdayaan berupa pelatihan hukum jaminan fidusia dalam teori dan praktik, serta melakukan simulasi upaya penyelesaian jika dalam praktik timbul permasalahan. Tujuan kegiatan ini agar selaku pihak kreditor memahami secara tepat perkembangan hukum jaminan fidusia sehingga dapat meminimalisir kerugian bagi para pihak.
Kata Kunci: Jaminan Fidusia, Kreditor Preferen Pemberdayaan
Pelatihan Pembuatan Video profile Desa Menggunakan Handphone bagi Generasi Muda di Desa Curah Cottok, Situbondo: Penulis Lain Albert Gunadhi, Widya Andiardja, Lanny Agustine, Yuliati, Andrew Joewono, Diana Lestariningsih, Hartono Pranjoto - Fakultas Teknik, Universitas katolik Widya Mandala Surabaya
Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada 2 (dua) kegiatan yaitu yang pertama, (1). Membentuk kelompok multimedia desa dan membuat video profile desa, (2).memberikan motivasi dan pelatihan pada kelompok karang taruna untuk bisa mengolah informasi-informasi perkembangan desa untuk disebarluaskanpada masyarakat melalui sarana internet. Tim abdimas yang akan melaksanakan langsung ke Mitra di desa Curah Cottok ini terdiri dari para mahasiswaJurusan Teknik Elektro, mahasiswa Program Studi Program Profesi Insinyur dan Dosen Teknik Elektro - Fakultas Teknik (FT) UKWMS. Abdimas ini merupakan salah satu realisasi dari bentuk kerjasama antara UKWMS dengan desa mitra sekaligus dapat meningkatkan internalisasi dan penerapan nilai PeKA untuk dosen dan mahasiswa.Metode abdimas yang dipergunakan diawali dengan pelatihan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan langsung dengan praktek pembuatan video profil, dimulai dari pengambilan obyek video, editing (pengolahan), rendering (pengemasan video), dan sharing ke jaringan internet, berdasarkan kelompok karang taruna yang sudah dibentuk.Model pendampingan ini mengikuti pola pendampingan dan pengembangan yang telah dilakukan oleh tim abdimas Jurusan Teknik Elektro UKWMS dalam bidang pembuatan pompa air dengan panel tenaga surya – hybrid untuk menarik air dari kedalaman 40 m.Sesuai dengan uraian butir-7 pada halaman-iv bahwa Desa Curah Cottok mempunyai program “Cottok Innovation Park (CIP) atau menjadi tempat inovasi wisata” yaitu mengembangkan wisata pendidikan, maka para generasi muda dilatih untuk dapat membuat dokumentasi kegiatan dalam bentuk video dan dapat disharingkan melalui jaringan internet, sehingga informasi-informasi pengembangan dan kegiatan-kegiatan desa, dapat diketahui oleh masyarakat luas.
Kata Kunci: Curah Cottok, Generasi Muda, Handphone, Video
PENINGKATAN UPAYA PATIENT-CENTERED CARE (PCC) OLEH PERAWAT MELALUI OPTIMALISASI PERAN PERAWAT PENANGGUNG JAWAB ASUHAN (PPJA)
Pelayanan yang berpusat kepada pasien merupakan inti dari mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Perawat memiliki peran penting dalam menjaga mutu kualitas asuhan pelayanan bagi pasien. Perawat Penanggung Jawab Asuhan (PPJA) harus memiliki kompetensi yang unggul agar dapat memberikan asuhan terbaik selama 24 jam bagi pasien. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang konsep PCC dan peran PPJA. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat antara lain metode ceramah, tanya jawab dan pemodelan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui Zoom CloudMeeting serta melibatkan 227 perawat dari beberapa rumah sakit. Melalui kegiatan abdimas ini diharapkan perawat PPJA mampu menerapkan asuhan keperawatan yang berpusat kepada pasien sehingga mutu layanan keperawatan semakin meningkat.Kata kunci: Mutu Keperawatan; Patient Centered Care; Perawat Penanggung Jawab Asuhan
AbstractPatient-Centered Care (PCC) is the core of the quality of health services in hospital. Nurseshave an important role in maintaining the quality of service care for patients. Primary Nurseof care must have superior competence in order to provide the best 24 hour care for patients.This community service aims to increase nurse’s knowledge about the PCC concept and therole of Nurse in Charge. The methods used in community service include lecture, question andanswer and modelling methods. This community service though Zoom Cloud Meetings andinvolved 277 nurses from several hospital in Indonesia. Through this community serviceactivity, it is hoped that nurses will be able to implement the PCC to the patient so that thequality of nursing service will increase.Keyword: Nursing Quality; Patient-Centered Care, Primary Nurs
PELATIHAN PENGGUNAAN PANEL SURYA SEBAGAI PENGHASIL LISTRIK RT 31 RW 6 PADANLADUNG WAGIR MALANG
Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan masyarakat RT 31 RW 06 Pandanlandung Wagir Malang. Masalah yang dihadapi masyarakat adalah bahwa kesadaran penggunaan energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan, kebutuhan listrik yang penting, biaya listrik yang mahal, dan lisrrik PLN sering mati. Kegiatan yang dilakukan ini adalah membuat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai penghasil listrik. Pelatihan ini memberikan pemahaman, sosialisasi, dan penyuluhan agar warga RT 31 bisa membuat dan menghasilkan energi listrik. Beberapa langkah yang dilakukan adalah sosialisasi/penyuluhan pembuatan PLTS serta Pembuatan, Pelatihan dan Pemahaman Pengoperasian dan Pemeliharaan. Sosialisai/penyuluhan PLTS berisi tentang: Fisika dasar, Matahari sebagai sumber energi, Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), Potensi PLTS di Indonesia, Aplikasi Teknologi PLTS: On-grid dan Off-grid dan Pedoman Perancangan PLTS. Pembuatan/perakitan PLTS ditunjukkan proses dan pemanfaatan penghasil listrik, langkah-langkah pengoperasian dan pemeliharaan. Prosedur pengoperasian PLTS yang dilakukan antara lain: persiapan pengoperasian, pemeriksaan awal, pemeriksaan tegangan keluaran, dan pengoperasian. Paska pengoperasian PLTS dilakukan pemeliharaan dengan memperhatikan prosedur yang dilakukan.Hasil luaran yang dilakukan adalah pertemuan, handout sosialisasi/penyuluhan PLTS, Panduan Pengoperasian dan Pemeliharaan dan pemanfaatan untuk penerangan Balai RT 31 RW 06 Pandanlandung Wagir Malang.
Kata kunci: listrik, pelatihan, panel surya,
Abstract
The community service carrying out were training and assistancing in the use of solar panels as an electricity producer at RT 31, RW 6, Pandanlandung Vilalge, Wagir District of Malang. The problem faced by the community is the ignorance of the use of the renewable alternative energy that is environmentally friendly. The need of electricity is important, but the cost of it is expensive, while the electricity managed by PLN often goes out. The activity carried out was to make a Solar Power Plant (SPP) as a producer of electricity by giving counseling and training to the residents about the construction, operation, and mantainance of PV mini-grid. They were also given knowledge about basic physics, the sun as an enery source, solar power plants, SPP potentials in Indonesia and its applications: On-grid and Ogg-grid, as well as SPP Dsign Guidelines. The process and utilization of electricity generators steps were also shown tho them. The output of this activity was the handout for SPP socialization and maintanance guidelines and utilization for lighting.
Key words: solar panels, electricity producers, trainin
PENERAPAN BUDAYA K3 PADA PETANI KARET DI DESA BENTAYAN & KELUANG KECAMATAN TUNGKAL ILIR
Peningkatan kejadian kecelakaan kerja pada petani karet tradisional diDesa Bentayan dan desa Keluang Kecamatan Tungkal Ilir terjadi karena kurangnya pengetahuan dan rendahnya kesadaran tentang pentingnya menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di ladang karet. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat Desa Bentayan dan Keluang yang mayoritas bekerja sebagai petani karet alam maka didapatkan data bahwa petani karet mengalami masalah kesehatan, utamanya gangguan saluran pernafasan, gangguan kulit dengan beberapa diantaranya mengalami gangguan pencernaan, hal ini terjadi karena petani kurang memahami tentang keselamatan dan kesehatan kerja dikarenakan rendahnya pengetahuan mereka serta belum adanya penyuluhan/pembinaan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. Metode Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan tentang keselamatan kerja, bahaya dan resiko penyakit akibat pekerjaan, pemeriksaan kesehatan resiko penyakit pada petani karet, SOP penggunaan APD di ladang karet dan pelatihan tata cara pemakaian APD bagi para petani/ pekerja diladang karet. Dari hasil workshop luaran yang diharapkan adalah peningkata pemahaman mitra berkaitan dengan Budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan penerapannya. Dari hasil pretest dan posttest diperoleh bahwa terjadi pengingkatan pemahaman mengenai budaya K3 pada nilai signifikasi sebesar 0.000. Selain itu dari pemeriksaan kesehatan dapat disimpulkan bahwa secara umum mitra di kedua desa tidak memiliki masalah serius berkaitan dengan status kesehatan. Namun, ada beberapa penyakit yang perlu mendapat perhatian diantaranya: satu mitra mengalami masalah kulit, dan 12 peserta mengalami keluhan nyeri dada dan sesak nafas, dan tiga orang mengeluh jatung berdebar-debar dan mudah capek disertai sesak nafas
PENINGKATAN MANAJEMEN PANTI ASUHAN SANMA: PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK &PEMBUATAN WEBSITE
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai nilai-nilai dalam hidup bersama dalam komunitas dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini ditujukan untuk membantu dalam pembuatan website Panti Asuhan Santa Maria (SanMa) Pasang Surut. Metode yang digunakan untuk 38 anak panti berupa pemberian materi, praktek bermain bersama, dan pendalaman materi melalui tayangan film. Adapun metode yang digunakan untuk 4 orang pendamping anak berupa pelatihan pengelolaan website. Hasil kegiatan berupa peningkatan pemahaman nilai-nilai karakter yang baik dan positif. Selain itu, pendamping juga mengalami peningkatan pengetahuan dalam pengelolaan website. Pengembangan karakter selalu menjadi perhatian pengelola panti, dan akan berkelanjutan dalam program pengembangan karakter anak. Website panti asuhan sudah dibuat dan perlu disempurnakan lebih lanjut
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH DAN MEWASPADAI DEMAM BERDARAH DENGUE
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat Indonesia. Kondisi lingkungan di Indonesia yang hangat dengan kelembaban yang tinggi mengakibatkan penyakit DBD dapat muncul sepanjang tahun dan menyerang semua kelompok usia. Diagnosa penyakit DBD menjadi salah satu penyebab terbanyak pasien dirawat di rumah sakit yang dapat berakhir dengan kematian. Diperlukan peran serta aktif masyarakat tentang gerakan 4M sehingga pengontrolan vektor nyamuk menjadi lebih efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan tentang cuci tangan, materi terkait DBD, cara pencegahan dan pemberantasan nyamuk. Kegiatan ini diikuti oleh 23 pengunjung dan keluarga pasien yang dirawat di salah satu RS swasta di daerah Bekasi Barat. Kegiatan ini dilakukan secara blended yaitu dengan menggunakan aplikasi daring dan melakukan pertemuan di unit poliklinik dengan mematuhi protokol kesehatan. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan terlihat adanya peningkatan pengetahuan terkait penanganan dan pencegahan penularan DBD serta kemampuan peserta dalam melakukan cuci tangan dengan tepat. Selain itu, dari hasil kuesioner didapatkan bahwa mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pengetahuan dan pencegahan DBD sebesar 96%. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan perilaku dalam melakukan pencegahan penularan DBD dengan aktif melakukan 4M serta menyebarkan informasi kepada keluarga dan komunitas.
Kata kunci: Cuci tangan; Demam Berdarah Dengue; Pendidikan kesehatan
ABSTRACT
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of Indonesia's most serious public health issues. DHF is spread throughout the year due to Indonesia’s climate of warm weather and excessive humidity, beside it affects people of all ages. DHF is one of the most common reasons for people to be admitted to the hospital, and it can lead to death. In order to improve mosquito vector management, active community participation is required in the 4M activities. This community service activity aimed to deliver health information on hand wash, DHF, mosquito prevention and eradication. This activity was attended by 23 visitors and the families who were treated at a private hospital in the West Bekasi area. The activity was conducting using blended method by zoom application and face to face meeting at polyclinic unit by complying health protocols of Covid-19. The findings of the evaluation of community service activities demonstrate that participants' understanding of how to handle and prevent dengue transmission has improved, as well as their capacity to wash their hands properly. Furthermore, the results of the questionnaire revealed that 96% of the participants had an excellent understanding of DHF awareness and prevention. It is suggested that community carrying out 4M actively and spreading information to families and communities, thus the community may improve their behavior in preventing dengue transmission. Key words: Hand wash, Dengue Hemorrhagic Fever, Health Education
PELATIHAN STRATEGI PENGUASAAN READING EFEKTIF MENGHADAPI UNBK BAGI SISWA KELAS XII SMAK YOS SUDARSO KEPANJEN
Pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat pada siswa-siswi kelas XII SMA Katolik Yos Sudarso Kepanjen Kabupaten Malang bertujuan meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa dalam materi reading dalam UNBK. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan metode bimbingan belajar dengan menggunakan modul reading yang dibuat beserta tips-tips praktis dalam mengerjakan dan cara menggunakannya. Kelompok sasaran adalah siswa-siswi kelas XII SMA Katolik Yos Sudarso Kepanjen, Malang, dan pihak guru sekolah terkait. Kelompok sasaran siswa-siswi berjumlah 55 orang dari kelas XII IPA dan IPS SMAK Yos Sudarso Kepanjen, Kabupaten Malang.Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah tahap persiapan meliputi diskusi dengan guru pengajar mengenai metode yang biasa dilakukan, penyusunan modul, dan tahap pelaksanaan berupa bimbingan belajar soal-soal reading. Hasil yang dicapai kegiatan ini adalah : a) tersusunnya Modul materi bimbingan belajar reading yang dirancang sebagai materi pendukung yang dapat digunakan oleh guru sekolah dalam pelajaran yang biasa; b) para siswa memahami cara-cara mengerjakan soal-soal reading yang lebih efektif; c) para siswa mendapat motivasi tambahan dengan kegiatan bimbingan belajar ini sehingga lebih siap untuk menghadapi soal-soal reading dalam UNBK.
Kata kunci: Bimbingan Reading, Kelas 12, SMAK Yos Sudarso Kepanjen, UNB
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA SEBAGAI KOMPOS PUPUK ORGANIK DESA REMBANG KAB.KEDIRI
PKM Pelatihan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Sebagai Kompos Pupuk Organik di Desa RembangKec.Ngadiluwih Kab.Kediri merupakan pelatihan untuk menunjang pengelolaan sampah di Kawasan sentratanaman hias di Desa Rembang. Peserta dari pelatihan ini adalah petani tanaman hias yang berjumlah 10orang. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah empat tahap yaitu: 1)melaksanakan need-assessment dan komunikasi atas kesedian mitra dalam mengikuti pelatihan ini, 2)memberikan materi pengabdian masyarakat dengan metode ceramah, 3)melaksanakan praktik mengolahsampah rumah tangga menjadi pupuk organik dengan alat komposter, dan 4) mengevaluasi dengan angketyang telah di berikan setelah kegiatan. Hasil yang didapat dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut: 90%peserta belum familiar dengan pupuk organik, terlebih belum pernah membuat pupuk organik denganmemanfaatkan limbah sampah rumah tangga. Namun, semua peserta setuju jika harga pupuk kimia mahaldan memberatkan petani tanaman hias. Sebanyak 70% dari peserta berpendapat bahwa membuat pupukkompos organik itu mudah dan tidak memberatkan bagi mereka, karena alat yang digunakan serta bahanemulator maupun bahan organik mudah digunakan serta dapat diakses dengan mudah. Selain itu, semuapeserta setuju jika pelatihan ini memberikan kebermanfaatan yang tinggi untuk mempermudah petani dalammengelola tanaman hias.Kata Kunci: Sampah Rumah Tangga, Pupuk Kompos Organik, Desa Rembang
AbstractHousehold waste Utilization Community Empowerment Training For Compost Organic Fertilizer in thevillage of Rembang District of Ngadiluwih Kediri is held in order to provide guidance in the field of wastemanagement focusing on ornamental plants industry in the village of Rembang. Participants of this training isan ornamental plant growers, amounts to 10 people. The method used in the implementation of this communityservice are: (1) doing need-assessment, (2) lecturing process using provided teaching materials, (3)processing of turning household waste into organic fertilizer, and (4) Evaluating activities usingquestionnaire. The results obtained in this training are: 90% of participants are not familiar with organicfertilizers, furthermore they have never made organic fertilizers using household waste. However, allparticipants agreed that the price of chemical fertilizers was expensive and arduous for ornamental plantfarmers. As many as 70% of participants thought that making organic compost were easy and not taxing forthem because the method, equipments and its raw material are easy and easily accessible. In addition, allparticipants agreed that this training provided high benefits to make it easier for farmers to manageornamental plants.Keywords: Household waste, organic fertilizer, Rembang villag