JASAWIKA (E-Journal)
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
IBM BALE RAKYAT PAMOTAN: PELATIHAN BAHASA INGGRIS UNTUK SEHARI-HARI
Kabupaten Malang sedang berbenah diri untuk membangun image sebagai kabupaten yang memiliki destinasi wisata terbaik di Jawa Timur. Salah satu destinasi wisata baru yang sedang dibangaun adalah Bale Rakyat Pamotan di Desa Pamotan Kecamatan Dampit. Komunitas Bale Rakyat Pamotan lahir atas inisiatif warga masyarakat Desa Pamotan yang ingin mengeksplorasi desninasi wisata di Desa Pamotan yang jumlahnya sangat banyak. Seperti pemandangan terasering sawah yang menyerupai Ubud Bali, sungai yang begitu jernih dan alami, kelompok kesenian yang begitu banyak dan rumah warga yang unik cocok untuk homestay. Pada bulan Oktober tahun 2019 Komunitas Bale Rakyat Pamotan telah berhasil menyelenggarakan festival budaya yang dihadiri oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satu persoalan yang muncul saat wisatawan mancanegara berkunjung adalah kemampuan komunikasi warga Pamotan yang sangat rendah. Warga Pamotan tidak bisa melayani tamu asing dengan baik karena tidak mampu berbahasa Inggris. Untuk menjawab persoalan ini, Tim Abdimas Universitas Ma Chung membuat program pengabdian masyarakat melalui LPPM Universitas Ma Chung. Hasil dari pengabdian ini adalah: 1) Pelatihan bahasa Inggris bagi warga Pamotan dengan metode workshop, dan 2) Pembuatan modul Percakapan Bahasa Inggris sehari-hari untuk buku pegangan warga Pamotan.
Kata-kata kunci: Bale Rakyat Pamotan, FGD, Modul Percakapan Bahasa Inggris, Worksho
IBM TIM LITBANG YAYASAN KOSAYU: PEMBUATAN MODUL PENDIDIKAN KARAKTER
AbstrakTim Litbang Yayasan Kolese Santo Yusup sudah memiliki draf roadmap pendidikan karakter. Draf yang sudahdimiliki hendak dikembangkan dalam modul-modul pelatihan pendidikan karakter untuk sekolah-sekolah yangbernaung di bawah Yayasan Kolose Santo Yusup. Untuk mewujudkan rencana ini, Tim Litbang Yayasan KoleseSanto Yusup mengajak kerjasama Tim Abdimas Universitas Ma Chung yang sebelumnya sudah ikut mendampingipembuatan draf roadmap pendidikan karakter untuk ikut terlibat di dalam pembuatan modul. Selama enam bulanTim Abdimas Universitas Ma Chung secara intensif melakukan pertemuan secara online bersama Tim LitbangYayasan Kolese Santo Yusup untuk mereview roadmap pendidikan karakter dan menyusun modul-modulpendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Focus Group Discussion dan Workshop.Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah: 1) Review roadmap pendidikan karakter yang sudahdisusun Tim Litbang Yayasan Kolese Santo Yusup, 2) Rancangan modul implementasi pendidikan karakter melaluimata pelajaran, 3) Rancangan modul implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler. Selainpendampingan, Tim Abdimas Universitas Ma Chung juga memberikan bantuan buku Modul Latihan KepemimpinanTingkat Dasar Metode Aksi Refleksi kepada anggota Tim Litbang Yayasan Kolese Santo Yusup sebagai contohuntuk pembuatan sebuah modul.
AbstractThe Research and Development Division of Kolese Santo Yusup Foundation already has a roadmap ofcharacter education. This draft will be developed in order to issue character education training’s modules forschools under Kolese Santo Yusup Foundation. To realize this plan, The Research and Development Division ofKolese Santo Yusup Foundation collaborated with Universitas Ma Chung Community Service Team who hadpreviously accompanied the drafting of a character education’s roadmap to be involved in the module development.During six months collaboration, Universitas Ma Chung Community Service Team intensively held online meetingswith The Research and Development Division of Kolese Santo Yusup Foundation to review the roadmap andcompile the modules. Focus Group Discussion and Workshop were applied as methods during the communityservice activities. The results obtained from this service activity are: 1) Review of the character education roadmaphas been managed by The Research and Development Division of Kolese Santo Yusup Foundation, 2) The design ofthe module for the implementation of character education through subjects, 3) The design of the module for theimplementation of character education through extracurricular activities. Moreover, Ma Chung UniversityCommunity Service Team also provided a book of Basic Level of Leadership Training Modules and ReflectionAction Methods for members of The Research and Development Division of Kolese Santo Yusup Foundation asguidance for making a module
PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN SAMPAH KEPADA PENGELOLA WISATA RELIGI PETILASAN SRI AJI JAYABAYA DESA MENANG, PAGU, KEDIRI:
PKM peningkatan kapasitas pengelolaan sampah kepada pengelola wisata religi petilasan Sri AjiJayabaya, Desa Menang, Pagu, Kediri merupakan pelatihan untuk menunjang pengelolaan sampah di Kawasanwisata yang merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dosen dalam rangka mengamalkan tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Peserta dari pelatihan ini adalah pengelola dan masyarakatwisata religi petilasan Sri Aji Jayabaya yang berjumlah 23 orang. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaanpengabdian masyarakat ini adalah dengan empat tahap yaitu: tahap pertama, survey dan analisis kebutuhan, tahapkedua: pelaksanaan pelatihan manejemen pengelolaan sampah, tahap ketiga melaksanakan diskusi kelompokterfokus, dan tahap keempat dimana peserta semua di evaluasi dengan instrument yang telah diberikan setelahkegiatan berlangsung. Hasil yang di dapat dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut: 1) mitra mampu memahamitentang manajemen pengelolaan sampah, 2) memberikan bantuan pengadaan alat bantu kebersihan, 3) membentuktim kebersihan dan relawan di wisata religi petilasan Sri Aji Jayabaya.Adapun berdasarkan hasil yang di peroleh maka beberapa saran perlu disampaikan yaitu: 1) Hasilpelatihan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan secara berkesinambungan 2) Diperlukan pelatihan lebihlanjut berkaitan kewirausahaan sebagai tindak lanjut dari pengelolaan sampah.Kata kunci: manajemen pengelolaan sampah, wisata religi, desa menang, pemetaan sosial, peningkatankapasitasAbstractCapacity building program of waste management for the superintendent of religious tourism of Sri AjiJayabaya, Menang Village, Pagu, Kediri is a form of community service training to reduce waste and itsmanagement in the context of practicing the Tri Dharma of Higher Education. The participants of this trainingwere the managers and community of Sri Aji Jayabaya religious tourism tours, totaling 23 people. The methodused in the implementation of this community service is in four stages, namely: the first stage, a survey and needsanalysis, the second stage: the implementation of waste management training, the third stage carrying out focusgroup discussions, and the fourth stage where all participants are evaluated with instruments that have been givenduring the training program. The results achieved in this training are as follows: 1) Partners are able to understandabout waste management, 2) Provide assistance in procurement of cleaning aids, 3) Composing a new cleaningcrew and teams of volunteers for Sri Aji Jayabaya religious tourism.As for the results obtained, several suggestions need to be submitted, namely: 1) The results of thistraining can be utilized to the fullest and on an ongoing basis 2) Further training is needed related toentrepreneurship as a follow-up to waste management.Keywords: waste management, religious tourism, Menang villages, social mapping, capacity buildin
PEMANFAATAN IKAN BANDENG SEBAGAI BAHAN DASAR DALAM PEMBUATAN BITTERBALLEN IKAN: The Use of Milkfish as Arrow Materials for Fish Bitterballen Product Processing
Program Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada 6 November 2017 di Desa Sumorame Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk memotivasi masyarakat agar gemar makan ikan dengan memperkenalkan olahan berbahan baku ikan dalam bentuk Bitterballen. Metode yang digunakan adalah dengan metode pendekatan sosial mentalistik dan penyuluhan serta pelatihan yang bersifat masyarakat partisipatif. Program pelatihan yang dilakukan diawali dengan kegiatan mengedukasipengetahuan dari manfaat ikan sebagai bahan pangan, kemudian dilanjutkan dengan mempraktekkan olahan Bitter Balen Ikan, sehingga masyarakat dapat meniru dan selanjutnya mengembangkan berbagai macam olahan ikan agar dapat meningkatkan minat konsumsi ikan masyarakat melalui usaha olahan ikan sebagai produk siap konsumsi. Capaian yang diperoleh setelah dilakukan pelatihan pengolahan ikan dalam bentuk bitterballen adalah seluruh peserta pelatihan memahami pentingnya mengkonsumsi ikan sehari-hari, dapat membuat olahan ikan dalam bentuk Bitterballen sehingga dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha dalam meningkatkan penghasilan rumah tangga.
Kata kunci: Bitterballen, daging ikan, gemar makan ikan, olahan ika
IBM TKK SANTO YUSUP 1: IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL
Ada banyak nama yang disandang oleh manusia, salah satunya adala homo sociale. Kata sociale berasal dari bahasa Latin yang artinya teman. Homo Sociale bisa diartikan secara sederhana sebagai mahkluk yang berteman. Mahkluk yang memiliki kodrat berteman, memiliki kecenderungan hidup bersama orang lain. Dalam dunia pendidikan, sosialitas dimulai sejak anak menginjak bangku sekolah di taman kanak-kanak. Anak-anak sudah diajari bagaimana dia harus berteman, bersosialisasi bersama teman-temannya yang lain. Paradoksnya, ketika anak-anak di sekolah diajar untuk berteman (bersosialisasi), justru di rumah anak-anak disuguhi permainanpermainan game online yang bisa menggiring anak pada mentalitas asosial. Berangkat dari realitas inilah penulis mengajukan program pengabdian untuk menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional, sebagai tindak lanjut dari penelitian yang menyimpulkan bahwa permainan tradisional ini justru mendukung anak untuk mampu bersosialisasi dengan orang lain. Permainan tradisional yang sudah diimplementasikan dalam progam pengabdian ini adalah permainan cublak-cublak suweng, jamuran, dakon, engklek, gobak sodor, bekelan, Gasing, ular naga, petak umpet, dan patil lele. Dari hasil pengabdian ini diketahui bahwa anak-anak yang mengikuti kegiatan permainan tradisional memiliki kemampuan bersosialisasi yang lebih baik.
Kata Kunci: Kemampuan Bersosialisasi, Permainan Tradisional, TKK Santo Yusup
PENYUSUNAN MODEL RANTAI PASOK PRODUK IKAN LAUT KAMPUNG NELAYAN DISTRIK ARGUNI FAKFAK
Kabupaten Fakfak Papua Barat adalah salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam laut yang tinggi dengan ikan berkualitas ekspor. Besarnya produksi ikan ini belum secara maksimal dapat dinikmati oleh penduduk yang berprofesi sebagai nelayan karena hambatan dalam kesulitan menyediakan ikan dan menjual kepada pembeli potensial. Hambatan terjadi karena adanya mata rantai yang putus dari proses pengumpulan ikan dari nelayan hingga pembeli potensial Kegiatan ini memerlukan observasi dan survey lapangan untuk mencari kendala dan solusi yang dapat diberikan dan agar dapat disusun sebuah rantai pasok. Dari hasil observasi lapangan disusunlah sebuah rantai pasok dari kebutuhan dalam mencari ikan, menyimpan ikan, hingga bagaimana ikan tersebut dikumpulkan menjadi grosir dan proses pengiriman kepada pembeli pontensial.
Kata Kunci : rantai rasok, ikan laut, kampung nelaya
PENINGKATAN BUDAYA BERLITERASI SASTRA BAGI SISWA SMAK SANTA MARIA MALANG MELALUI PEMBUATAN KITAB PENTIGRAF
ABSTRAKPenanaman gemar membaca sudah dilakukan di semua sekolah, namun belum semua dimuarakan padapembiasaan menulis. Memang terdapat beberapa kendala dalam upaya penanaman gemar menulis, karyasastra khususnya. Guna mengatasi kendala yang ada, pelatihan pembuatan pentigraf (cerpen tiga paragraf)ternyata bisa menjadi solusi. Hal ini dibuktikan lebih dari 2/3 siswa bisa mengumpulkan pentigraf dengantetap waktu. Agar rasa bangga siswa menjadi semakin terbangun, maka karya-karya tersebut dicetak dalambentuk buku oleh penerbit dan ber-ISBN. Buku tersebut diberi judul Teduhan Tak Kasat Mata yang terdiriatas 125 pentigraf dari 114 siswa. Melalui kegiatan abdimas ini, kiranya budaya berliterasi sastra bagi siswadi SMAK St. Maria Malang sungguh semakin berkembang.
AbstractInstilling reading habit has been carried out in all schools, but not all has been directed to the writing habit.Indeed, there are several obstacles in writing, especially in literary works. In order to overcome this obstacles,training in making pentigraphs (three paragraphs consisting of short stories) turned out to be a solution. This isproven by more than 2/3 of students of SMAK St. Maria Malang are able to collect pentigraphs on time. Inorder to build a sense of pride of the students, their works are printed in the form of book of pentigraphs bypublishers and have ISBN. The book is entitled Teduh Tak Kasat Mata which consists of 125 pentigraphersfrom 114 students. Through this community service, the culture of literary literacy of the students could beimproved
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MUSIK KATOLIK INDONESIA DI BIDANG HAK CIPTA
Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pemahaman tentang UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta (UUHC) kepada Komunitas Musik Katolik Indonesia (KMKI) Malang. Target khusus yang akan dicapai adalah: 1) dipahaminya hak dan kewajiban yang dimiliki pencipta atas lagu, musik (aransemen), dan penampil (performer) menurut UUHC ; 2) Dimampukannya KMKI untuk memiliki posisi tawar dalam perjanjian hak cipta dengan perusahaan rekaman/label karena telah dipahaminya hak dan kewajibannya.
Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang UUHC dan pemberdayaan komunitas di bidang hak cipta. Kegiatan dilakukan dalam waktu 6 bulan dengan tahapan sebagai berikut: 1) pembuatan modul/panduan yang sudah dikonsultasikan dengan pakar di bidang hukum perjanjian dan hukum hak cipta; 2) Pra- penyuluhan (pre-test) berupa edaran kuesioner yang harus diisi oleh staff Komunitas tentang pengetahuan awal mereka tentang hak cipta atas musik dan lagu; 3) Penyuluhan tentang hak cipta atas musik dan lagu; 4) Pemberdayaan dalam membuat perjanjian dengan perusahaan rekaman atau para pihak terkait dengan pemanfaatan hak ekonomi pencipta lagu, pemusik, dan penampil. 5) Perbaikan modul setelah ada masukan dari pencipta dan pemegang hak cipta. 6) Pencetakan dan perbanyakan modul.
Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta berpartisipasi dalam penyuluhan dan diskusi serta tanya jawab. Mereka merasakan manfaat penyuluhan ini dimana hal ini diketahui dari kuesioner post test yang diisi. Diharapkan ada tindak lanjut tindak lanjut penyuluhan yang diberikan pada kelompok yang lebih besar
MEMBANGUN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA KARYA MALANG
Teknologi informasi tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan belajar mengajar terutama dalam tingkat pendidikan di perguruan tinggi. Kebutuhan akan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi menjadi kebutuhan mendasar di Universitas Katolik Widya Karya Malang, tidak semua dosen mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam menunjang proses pembelajaran, dan belum tersedianya sebuah sistem yang mampu mewadahi pembelajaran berbasis teknologi informasi tersebut. Solusinya adalah dengan memberikan pemahaman konsep pembelajaran berbasis teknologi informasi, membuat sistem pendukung pembelajaran tersebut, dan mengaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan pengabdian ini muncul 19 jenis matakuliah (course) pada e-learning oleh peserta pelatihan, selain itu kegiatan ini mendapat respon positif daripimpinan universitas dan dukungan dosen setelah pelatihan yang diadakan yang nampak dari munculnya kebijakan untuk menggunakan e-learning pada tahun ajaran berikutnya.
Kata kunci: pembelajaran, teknologi informasi, e-learnin
PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO DI DESA NIWAK KALIMANTAN SELATAN
Desa Niwak bertempat di pegunungan Meratus yang belum tersentuh oleh pembangunan pemerintah karena letaknya yang terpencil. Jalan, listrik dan signal handphone belum dapat ditemui. Namun, oleh karena letaknya di pegunungan, desa ini mempunyai potensi air yang dapat dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Dari survey yang telah dilakukan pada sungai yang letaknya 1200 meter dari desa, didapatkan debit aliran potensial sebesar 41 liter per detik dan ketinggian head 12 meter. Energi air ini dapat dikonversikan menjadi energi listrik setara 3 kW atau 3000 watt setelah dikurangi kerugian-kerugian. Untuk mendapatkan kestabilan suplai air, dirancang sebuah dam dengan sebuah penstock yang dihubungkan dengan turbin air. Proyek ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Dayak Meratus di Kalimantan Selatan oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus di bawah koordinasi Keuskupan Banjarmasin