JASAWIKA (E-Journal)
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
WORKSHOP ENTREPRENEURSHIP BERKELANJUTAN GUNA MENUMBUHKAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA PROGRAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SISWA SMA ST LOUIS SURABAYA
Tingkat pengangguran yang tinggi khususnya untuk lulusan jenjang SMA dan SMK di Indonesia perlu dikurangi dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Salah cara yang dapat dilakukan adalah dengan sejak dini siswa-siswi sekolah dibekali dengan pendidikan entrepreneurship yang diharapkan siswa-siswi memiliki keinginan berwirausaha sehingga ketika lulus para siswa-siswi tersebut siap untuk merintis usaha sebagai pekerjaan. Pendidikan entrepreneurship guna menumbuhkan intensiberwirausaha diberikan secara bertahap sesuai dengan jenjang pendidikan siswa dan siswi SMA St. Louis Surabaya. Pelatihanuntuk siswa dan siswi pada awal ditekankan pada dunia penjualan hal ini diberikan untuk menumbuhkan keberanian siswa dansiswi untuk mulai berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain untuk mengenalkan dan menjual produk. Tahapanselanjutnya tentang mencari ide bisnis dari pengamatan di daerah sekitar bersekolah. Dari hasil workshop entrepreneushipdapat dilihat bahwa adanya pertumbuhan minat untuk berwirausaha yang tercermin dari hasil post-test kuesioner.
Kata kunci: Entrepreneurship, Intensi Berwirausah
s STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING UMKM BAGI ANGGOTA KOPDIT KOSAYU MALANG
Kontribusi koperasi kredit bagi anggota tidak hanya dalam hal peminjaman modal usaha saja, melainkan juga dapat membantu memberikan tambahan pengetahuan bisnis dan pendampingan usaha kepada para anggota agar usaha yang dijalankan memiliki daya saing. Masalah yang terjadi minimnya pengetahuan manajemen koperasi terkait pengetahuan bisnis dan pendampingan usaha, sehingga kerjasama dengan akademisi (pengabdi) menjadi solusi yang tepat untuk menjawab permasalahan tersebut.Sasaran dalam program pengabdian ini adalah anggota kopdit Kosayu Malang. Terdapat tiga kegiatan, antara lain (1) Penyuluhan/seminar dengan pembahasan mengenai value proposition dan marketing mix usaha; (2) Diskusi terkait masalah pemasaran produk dan pemberian solusi untuk meningkatkan penjualan produk; (3) Pendampingan usaha bagi anggota, terkait pemasaran produk baik pemasaran secara offline maupun secara online.Melalui kegiatan seminar dengan judul “Marketing Strategy for UMKM”, para peserta mendapat tambahan wawasan terkait hal-hal apa saja yang wajib dilakukan oleh seorang pemasar serta upaya-upaya dalam meningkatkan penjualan di masa pandemi. Diskusi untuk menemukan solusi dari permasalahan pemasaran produk juga dilakukan di akhir kegiatan seminar. Selain mengadakan seminar dan diskusi, pendampingan terhadap usaha kecil milik anggota. Pendampingan bertujuan agar wawasan yang telah didapat anggota melalui seminar benar-benar diaplikasikan ke dalam usaha, sehingga usaha/bisnis yang dijalankan mengalami peningkatan berupa peningkatan penjualan maupun peningkatan kepuasan para pelanggannya. Hasil kegiatan pendampingan tersebut, anggota dapat memasarkan produk baik secara offline maupun secara online dengan cara/strategi yang tepat.
Keyword : Strategi pemasaran, daya saing UMK
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA DAN ALUMNI UNIKA WIDYA MANDALA MADIUN
Tujuan jangka pendek dan menengah dari PPK (Program Pengembangan Kewirausahaan) di UniversitasKatolik Widya Mandala Madiun (WIMA) adalah menumbuhkan budaya kewirausahaan di WIMA melaluikegiatan memotivasi dan menumbuhkan mindset tenant, melatih (workshop/pelatihan kewirausahaan), kunjungan industri, mendampingi, agar tenant mendapatkan dan memiliki keahlian dan ketrampilanberwirausaha agar tenant memiliki keberanian untuk menjadi wirausaha dan berhasil menjadi wirausaha baruyang mandiri dan berkelanjutan, berwawasan knowledge based economy. Tujuan jangka panjang pendek dari PPK di WIMA menghasilkan wirausahawan diri profesional, tangguh dan humanis, membuka lapangan kerja, sehingga diharapkan akan berdiri unit usaha di WIMA dan di luar WIMA.Metode pelaksanaan PPK di WIMA dengan tahapan (1)fase penyadaran awareness (2) fase entrepreneurship capacity building dan (3) fase institutionalization usaha baru. Fase awareness dilakukan melalui recruitment test dan pelaksanaan perkuliahan, tes potensi kewirausahaan dan tes kepribadian, dan/atau seminar kewirausahaan (entrepreneurship). Fase capaciting meliputi: pelatihan penulisan business plan, diklatkewirausahaan, success story, kunjungan ke mitra industri, pelatihan pembibitan ikan lele, pelatihan pembuatan batik ikat celup (tie dye), pelatihan manajemen usaha, fasilitasi pameran produk,pembimbingan/pendampingan usaha, dialog interaktif kewirausahaan, fasilitasi pameran produk, dan pembuatan website usaha. Fase institutionalization usaha baru berupa pendampingan usaha, pemberian dana bantuan peralatan penunjang/usaha, pengawasan, evaluasi, dan penyelesaian masalah yang dihadapi tenant.
Kata Kunci: Coaching, Kewirausahaan, Pelatiha
PKM KERAJINAN BATIK ECOPRINT DAN TIE DYE DI KOTA MADIUN DAN PONOROGO
Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan: 1)melatih dan mendampingi masyarakat agar memiliki bekal ketrampilan pembuatan dan produk ecoprint dan tie dye dan pemasarannya; 2)menumbuhkan wirausaha baru di bidang usaha ecofashion dan bahan fashion teknik tie dye. Kegiatan utama program iniadalah pelatihan dan pendampingan usaha dengan metode participant learning center (PLC) dan participant action (PA) serta fasilitasi pemasaran produk. PLC dilaksanakan dalam kegiatan pelatihan batik dengan teknik ecoprint dan teknik tie dye. PA dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pendampingan dan peningkatan keahlian pembuatan ecofashion (syal, hijab, bahan baju) dan bahan fashion dengan teknik tie dye. Kegiatan pemasaran produk dilaksanakan dengan cara melibatkan mitra dalam pameran produk dan menyediakan website marketplace sebagai wadah pemasaran produk secara online, dan penyediaan peralatan untuk memajang produk. Kegiatan lain yang dilakukan adalah pendampingan berupa layanan konsultasi manajemen usaha seperti penentuan harga jual produk, dan pembuatan desain brand produk.
Kata Kunci: Pelatihan, Ecoprint, Tie dy
PELATIHAN MANAJEMEN PERUBAHAN DIRI PRIBADI DALAM UPAYA MENEGUHKAN PANGGILAN HIDUP SEBAGAI IMAM
AbstrakMasa disruption revolusi industri 4.0 menuju era society 5.0 ditambah dengan munculnya pandemiCovid-19 telah mengubah seluruh aspek kehidupan manusia. Di era yang penuh dengan Volatility,Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA) ini manusia harus pandai dan bijaksana melakukan tindakanproaktif dan penyesuaian diri yang diperlukan untuk berinovasi dan mempertahankan hakikatnya sebagaipenguasa alam semesta. Hal ini juga berlaku bagi siswa seminaris yang menjalani proses belajar danpeneguhan panggilan hidup sebagai Imam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan diSeminari ST. Paulus Palembang. Dalam kegiatan ini seminaris diajak untuk menyadari perubahan yangterjadi dan strategi yang diperlukan dalam manajemen perubahan diri sehingga mereka lebih mantapmenghadapi perubahan itu dalam panggilan hidup mereka. Metode pelaksanaan kegiatan secara daring viazoom berupa pemaparan materi dan tanya jawab. Sebagai tugas refleksi diri, para seminaris dimintamenuliskan imagologi atau citra diri mereka sebagai Imam yang mumpuni dalam menghadapi era VUCA ini.Umpan balik berupa pertanyaan dari peserta dan kuesioner penilaian dari peserta menunjukkan bahwaseminaris begitu antusias, responsif dan merasakan manfaat yang besar dari kegiatan ini
AbstractThe period of disruption of industrial revolution 4.0 towards the era of society 5.0 coupled with theemergence of the Covid-19 pandemic has changed all aspects of human life. In an era full of volatility,uncertainty, complexity and ambiguity (VUCA), human must be smart and wise to take proactive actions andadjustments needed to innovate and defend their essence as the ruler of the universe. This also applies toseminarian students who undergo the process of learning and affirming their vocation as priests. Thiscommunity service activity is carried out at the ST. Paul Seminary, Palembang. In this activity, seminariansare invited to be aware of the changes that have occurred and the strategies needed in self-changemanagement so that they are more confident in facing these changes in their vocation. This activities are heldonline via zoom in the form of material presentation and questions and answers. As a self-reflection task,seminarians are asked to write down their imagology or self-image as qualified priests in facing this VUCAera. Feedback in the form of questions from participants and assessment questionnaires from participantsshows that seminarians are very enthusiastic, responsive and feel great benefits from this activity
Learning Management System (LMS) Menggunakan Google Classroom Bagi Guru SDK Mardiwiyata 2 Malang
SDK Mardiwiyata II Malang yang merupakan salah satu sekolah swasta dalam naungan Yayasan Mardiwiyata memiliki 12 rombongan belajar yang terbagi ke dalam 12 kelas, dengan jumlah siswa sebanyak 381 anak, dimana pada masa pandemi ini, pihak sekolah terpaksa melakukan pembelajaran secara daring kepada seluruh siswa tehitung sejak bulan april 2020. Pada pembelajaran bagi pendidikan sekolah dasar yang gagap akan teknologi tersebut pihak sekolah menggunakan platform pembelajaran daring yang beragam seperti edmodo, zoom, google classroom, bahkan melalui grup aplikasi percakapan WhatsApp, yang mana memiliki kesulitan dalam penggunaan platform, juga perbedaan kemampuan guru dalam penguasaan teknologi informasi, dan kebinguan wali murid yang sama-sama kaget menimbulkan permasalahan, maka dari itu kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam rangka menyeragamkan penggunaan platform sebagai learning management system (LMS) bagi sekolah mitra dan sekaligus meningkatkan kemampuan pemahaman dan penguasaan Guru terhadap fitur-fitur penting pada Google Classroom. Metode yang digunakan yaitu penyamaan persepsi pengabdi dan mitra, pembuatan modul pelatihan, dan pelaksanaan pelatihan serta pendampingan guru.
Kata kunci: Learning Management System (LMS), Pendidikan Sekolah Dasar, Google Classroo
PEMBENTUKAN RUANG TERBUKA BAGI MASYARAKAT KEBANGSREN GG.7 “KAMPUS GO TO KAMPUNG”
Perkembangan kota dan pertumbuhan penduduk di permukiman yang semakin pesat memunculkan permasalahan di pemukiman. Permasalahan tersebut adalah fasilitas masyarakat dan ruang terbuka di kawasan permukiman menjadi berkurang. Kondisi tersebut juga membawa dampak pada beberapa kampung di wilayah Surabaya. Lahan di kampung semakin padat dan banyak pembangunan gedung di setiap sudut Kota Surabaya. Padahal ruang bersama kampung berfungsi sebagai simbol dari suatu masyarakat, terutama dalam suatu permukiman. Ruang bersama kampung menggambarkan budaya kebersamaan atau keguyuban. Keberadaan ruang bersama juga sesuai dengan budaya warga Surabaya yaitu cangkrukan. Cangkrukan berfungsi menjalin ikatan kekerabatan, kebersamaan dan keguyuban yang berlangsung setiap waktu dalam kehidupan warga kampung. Latar belakang masalah tersebut membuat tim pengabdian melakukan pengabdian masyarakat di Kampung Kebangsren Gg.7. Kampung Kebangsren Gg.7 merupakan permukiman padat penduduk yang masih bertahan di tengah kota Surabaya. Pengabdian masyarakat dilakukan di kampung Kebangsren Gg.7 untuk membantu warga Kebangsren menciptakan dan menata ruang bersama. Hal ini bertujuan mempertahankan budaya cangkrukan warga Surabaya.
Kata Kunci: Kebangsreng, Permukiman, Ruang Bersam
PEMFILTERAN AIR LAYAK KONSUMSI TENAGA LISTRIK HYBRID BAGI MASYARAKAT KELURAHAN SUMENGKO KECAMATAN WRINGIN ANOM, GRESIK
Air merupakan kebutuhan hidup sehari-hari yang sangat penting, sehingga keberadaan dan kelayakannya harus sangat diperhatikan untuk memperoleh kualitas yang baik. Di daerah perumahan Sumengko Wringin Anom Kabupaten Gresik, belum ada jaringan distribusi air layak konsumsi (PDAM), sehingga masyarakatnya menggunakan air dari sumur bor (air tanah), yang mempunyai kandungan endapan lumpur mineral tanah dan berbau. Untuk mengatasi hal tersebut, pemfilteran air tanah merupakan salah satu cara untuk diterapkan dengan menggunakan teknologi yang dirancang sehingga hasilnya berupa air layak konsumsi bagi masyarakat. Untuk pengelolaan sistem filter akan dibuat sentral penyediaan air layak konsumsi untuk distrik di perumahan Sumengko. Program kemitraan masyarakat (PKM) dilakukan untuk membantu proses kerjasama yang digunakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program kemitraan masyarakat (PKM) yang direalisasikan merujuk pada hasil penelitian kemudian mengadakan survei dengan mitra masyarakat di perumahan Sumengko Wringin Anom Kabupaten Gresik. Kegiatan PKM pemfilteran air layak konsumsi dengan tenaga hybrid yang direalisasikan adalah air tanah disedot menuju permukaan, kemudian difilter dengan filter air secara elektrik. Sumber tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menyedot air dan filter elektrik dihasilkan dari tenaga hybrid. Tenaga hybrid yang dimaksud adalah berasal dari tenaga surya dan dari listrik PLN. Dua sumber listrik tersebut akan berfungsi secara simultan, dengan prioritas tenaga surya. Pada saat tenaga surya mencukupi maka semua kebutuhan listrik dari pompa air dan filter air akan dipenuhi oleh tenaga surya, tetapi apabila tenaga surya berada di bawah batas operasional kebutuhan pompa dan filter air maka secara otomatis operasional akan dipenuhi oleh listrik PLN.
Kata kunci: Filter air, tenaga hybrid, tenaga sury
PELATIHAN PENGOLAHAN ABON JAMUR TIRAM PADA GAPOKTAN MULYO SANTOSO KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG
Jamur tiram putih (Pleurotus Ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang cukup digemari masyarakat dan juga berguna bagi tubuh karena bergizi tinggi dan rendah lemak. Jamur tiram termasuk bahan pangan yang mudah rusak, seperti jenis sayuran lainnya. Beberapa hari setelah panen, mutu jamur tiram turun dengan cepat sampai tidak layak dikonsumsi. Perubahan mutu jamur tiram antara lain layu, warna menjadi coklat, lunak dan cita rasanya berubah, di mana untuk mempertahankan keawetan jamur tiram perlu adanya inovasi menjadi produk pangan olahan. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk kepedulian agar sejak dini pihak terkait dapat membuat olahan pangan guna peningkatan nilai ekonomi. Sasaran pengabdian ini bersama ibu-ibu PKK RT 10 RW 07 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun Kota Malang dengan alasan wilayah ini yang paling sukses sehingga sangat potensial karena sebagian besar penduduknya berpotensi menanam jamur tiram. Tujuan kegiatan ini adalah menjadikan jamur tiram sebagai produk olahan menjadi abon jamur tiram, sehingga menjadi produk pangan yang lebih awet, murah, mudah dikonsumsi, serta mempunyai nilai jual tinggi.
Kata Kunci: Abon Jamur Tiram, Jamur Tira
PENDAMPINGAN E-MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PENGERAJIN KAIN PERCA DI KABUPATEN MALANG
E-Marketing merupakan pemasaran atau penjualan yang menggunakan media internet untuk melaksnakan pemasarannya. Dengan adanya e-marketing pedadang bisa melaksanakan penjualan meskipun tidak mempunyai toko. Kabupaten Malang merupakan sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur yang terluas nomor 2 dan merupakan kabupaten dengan populasi terbesar di Jawa Timur. Kabupaten Malang jua terkenal dengan pendidikan, wisata, maupun UMKM. Oleh sebab itu keberadaan UMKM semakin berkembang pesat, banyak sekali kegiatan UMKM salah satunya adalah pengerajin kain perca yang berada di desa Sananrejo kecamatan Turen Kabupaten Malang. Tujuan usaha ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang pemasaran tidak harus dilaksanakan secara offline saja melainkan juga bisa dengan cara online sehingga produk bisa lebih mudah dikenal oleh masyarakat secara luas.
Kata kunci: e-marketing, penjualan, pengeraji