JASAWIKA (E-Journal)
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
RUANG KOMUNAL SEBAGAI RUANG PUBLIK SEBAGAI WADAH AKTIFITAS WARGA KAMPUNG ASEMPAYUNG SURABAYA
Ruang publik terpadu sebagai ruang komunal di Kampung Asem Payung merupakan program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Arsitektur untuk menyediakan ruang yang aman dan nyaman untuk berbagai jenis kegiatan sosial bagi warga. Persoalannya, tidak ada ruang publik untuk aktivitas seperti warga dan aktivitas anak-anak. Metode penulisan yang digunakan adalah observasi lokasi secara langsung untuk melihat keadaan dengan diawali wawancara langsung dengan Ketua RT setempat. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian dalam masyarakat ini adalah masterplan dan wujud dari ruang publik yang terbuka dengan saling terintegrasi yang prosesnya dilakukan dengan cara diskusi secara berkelompok dengan para warga. Rencana ini nantinya akan menjadi sebagai usulan pengajuan ruang publik terpadu agar bisa diwujudkan dan dapat menambahkan ruang untuk terjadinya aktivitas sosial untuk para warga agar dapat berkegiatan. Karena selama ini tidak ada tempat yang memadai sehingga ketika terjadinya aktivitas tersebut dapat mengganggu akses penggunaan jalan.
Kata kunci: Ruang publik, Ruang komunal, Sosialisasi, Pembangunan, Kelompok
ABSTRACT
Integrated public space as a communal space in Asem Payung Village is a community service program carried out by the Architecture Study Program to provide a safe and comfortable space for various types of social activities for the residents. The problem is, there is no public space for activities such as the village children's activities. The method used is direct location observation to observe the situation starting with direct interviews with the local community head. The results obtained from this community service activity are a master plan and a form of an open, integrated public space whose realization processes were carried out by means of group discussions with the residents. The plan will be developed into a proposal for an integrated public space so that it may be realized and may create a space for social activities for the residents, who due to lack of an adequate space have been unable to do social activities in fear of interfering with access to road use.
Keywords: Public space, Communal space, Socialization, Development, Grou
PELATIHAN PEMANFAATAN GOOGLE DRIVE UNTUK PENATAKELOLAAN ADMINISTRASI DIGITAL DI UKWK MALANG
Kegiatan pelatihan tentang pemanfaatan google drive di dalam penatakelolaan administrasi digital di UKWK Malang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tatakelola administrasi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja di bidang pendidikan, penelitian, abdimas, maupun manajerial. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam Tahap I untuk pimpinan unit, Tahap II untuk tenaga administrasi/kependidikan, dan Tahap III merupakan pendampingan kepada unit dalam implementasi pemanfaatan google drive di dalam penatakelolaan administrasi digital.
Hasil dari pelatihan ini adalah bahwa setelah pelatihan tingkat pemahaman peserta terhadap pemanfaatan google drive untuk penata kelolaan administrasi digital meningkat, selain itu sebagian besar peserta sangat merekomendasikan agar program Administrasi Digital dapat terlaksana dengan baik di UKWK.
Kata kunci: administrasi digital, google drive, pelatihan
Abstract
This training of implementing Google Drive in digital administrative management in UKWK Malang aims to improve the effectiveness and efficiency of administrative governance implementation, to increase productivity and performance in education, research, community service, and in managerial activities. The training activities are carried out in several phases: Phase I for unit leaders, Phase II for administrative /educational staff, and Phase III is assisting all units in implementing the use of Google Drive in digital administrative management.
The result of this training was that after the training the participants' level of understanding of the use of Google Drive for managing digital administration increased, and most participants strongly recommended that the Digital Administration program be carried out well in UKWK.
Keywords: digital administration, google drive, trainin
TAMAN RIMBAWAN CILIK SEBAGAI PENDIDIKAN KONSERVASI DI DESA NGENEP, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG
Pendidikan konservasi pada anak-anak sangat penting dilakukan sebagai upaya menanamkan rasa kepedulian terhadap hutan dan lingkungan. Program Taman Rimbawan Cilik merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang ditujukan untuk siswa sekolah dasar di sekitar UB Forest di Desa Ngenep Kabupaten Malang. Tujuan penulisan ini antara lain (1) menganalisis pengaruh pelaksanaan Taman Rimbawan Cilik, serta (2) menganalisis strategi pengembangan Taman Rimbawan Cilik untuk masa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ialah ceramah, diskusi, praktik dan permainan interaktif. Selanjutnya, evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test. Data nilai diolah secara tabulasi untuk kemudian dilakukan analisis regresi. Sementara itu, analisis strategi pengembangan pendidikan konservasi dilakukan dengan melakukan studi literatur dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Taman Rimbawan Cilik memberikan peningkatan pengetahuan mengenai hutan dan lingkungan bagi siswa SDN 4 Ngenep. Selanjutnya, strategi pengembangan untuk masa yang akan datang antara lain: (1) persiapan yang lebih terstruktur; (2) pelaksanaan pendidikan konservasi lebih mengutamakan pengenalan langsung dengan alam dan permainan interaktif; (3) kerja sama dengan mitra untuk pelaksanaan kegiatan luar ruangan secara lebih luas; (4) pelaksanaan evaluasi kegiatan dengan metode yang tidak terstruktur agar mengurangi bias penilaian.
Kata Kunci: pendidikan anak, pengabdian masyarakat, pengaruh, strategi
ABSTRACT
Conservation education for children is very important as an effort to instill a sense of care for the forests and the environment. Taman Rimbawan Cilik program is a form of community service aimed at elementary school students around UB Forest. The aims of this paper are (1) to analyze the effect of implementing Taman Rimbawan Cilik, and (2) to analyze the development strategy of Taman Rimbawan Cilik for the future. The methods used in carrying out the activities are lectures, discussions, practices and interactive games. Furthermore, evaluation is carried out through pre-test and post-test. The value data was processed by tabulation and regression analysis. Meanwhile, the analysis of conservation education development strategies was carried out by conducting a literature study and qualitative descriptive analysis. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the implementation of Taman Rimbawan Cilik provides increased knowledge about forests and environment for students of SDN 4 Ngenep. Furthermore, development strategies for the future include: (1) more structured preparation; (2) the implementation of conservation education prioritizes direct introduction to nature and interactive games; (3) cooperation with partners for the wider implementation of outdoor activities; (4) implementation of activity evaluation with an unstructured method in order to reduce refraction assessment.
Keywords: children's education, community service, influence, strateg
PELATIHAN MENULIS BAGI CALON PEBISNIS
Menulis merupakan salah satu modal yang sudah selayaknya dimiliki oleh para pebisnis atau pengusaha awal. Keterampilan menulis sangat penting bagi para perintis usaha sendiri. Salah satu keuntungan keterampilan menulis adalah adanya kemampuan menuangkan ide atau gagasannya dalam bentuk tulisan sehingga ketika orang bisa berbicara maka dirinya sendiri itu mampu menyampaikan gagasan/idenya dalam bentuk tulisan. Dalam pelatihan menulis ini, semua peserta melalui tahap-tahap berikut ini, yaitu 1) persiapan, 2) menyusun outline, 3) menulis sesuai outline menjadi sebuah draft, 4) merevisi. Suasana pelatihan dibuat sedemikian rupa agar para peserta kerasan dan menemukan cara belajarnya sendiri. Target pelatihan menulis ini adalah para peserta mampu menyusun company profile dan proposal dan keduanya tercapai.Kata kunci: menulis, outline, company profile, proposal
AbstractWriting is one of the skills that any businessperson or young entrepreneur should have. It is a very important skill for self-employed entrepreneurs. One of the advantages of writing skill is the ability to express ideas in written form so that even when they are unable to speak directly to each other, they will still able to convey their ideas in written form. In this writing workshop, all participants went through the following stages, namely 1) writing preparation, 2) outlining, 3) turning the outline into a draft, 4) revising. The training atmosphere is made in such a way that the participants might feel at home and find their own way of learning. The goal of this writing workshop is that the participants would be able to compile a good company profile and a good business proposal.Keywords: writing, outline, company profile, proposa
PROMOSI KESEHATAN MENCEGAH INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS DENGAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang mudah menular terutama pada balita. Pendekatan kesehatan melalui Posyandu mulai berkurang, orang tua lebih memilih untuk anaknya tinggal di rumah saja daripada datang ke pelayanan kesehatan, Indonesia mengalami keadaan ini, saat masa pandemi Covid-19. Ketika anak dalam kondisi sakitpun keluarga masih berupaya untuk lebih memilih di rumah. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tidak dilakukan selama di rumah, masih banyak orangtua yang tinggal dengan balitanya tetap merokok, ventilasi udara tidak terbuka, pemenuhan kebutuhan makanan untuk menyusui dan gizi seimbang belum dilakukan secara maksimal. Sehingga banyak kejadian anak balita menderita ISPA. Promosi kesehatan merupakan salah satu cara agar masyarakat sadar akan pentingnya menerapkan PHBS. Kegiatan ini diikuti oleh 27 ibu bersama balitanya di sekitar rumah susun Cinta Kasih Cengkareng. Kegiatan ini dilakukan menggunakan aplikasi daring dengan Zoom Meeting. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam melakukan cuci tangan dan batuk efektif. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan perilaku dalam PHBS seperti mencuci tangan dengan sabun yang benar, menggunakan masker, tidak merokok di lingkungan, melakukan imunisasi sesuai jadwal dan memberikan gizi seimbang, agar anak dapat terhindar dari ISPA dan virus COVID-19.
Kata Kunci: ISPA, PHBS, Promosi kesehatan.
ABSTRACT
Upper respiratory tract infections (URTIs) are a health problem that is easily transmitted, especially in toddlers. The health approach through Integrated Health Centers (IHCs) has begun to decline as parents prefer their children to stay at home rather than going to the clinics. This situation was widespread over Indonesia during the Covid-19 pandemic. When a child is ill, his/her family would still prefer at-home treatment. Clean and Healthy Behavior (CHB) was often not done while at home as there were many parents with toddlers who still smoked, their houses lack of adequate air ventilation, and lack of optimal food requirements and balanced nutrition for breastfeeding mothers. There were many cases of children under five who suffered from URTIs. Health promotion is one way for many people to be aware of the importance of implementing CHB. This community activity was attended by 27 mothers along with her toddlers in Cinta Kasih Flats, Cengkareng. This activity was carried out as online meetings via Zoom application. The results of the evaluation of community service activities show that there is an increase in the knowledge and ability of participants in carrying out effective hand washing and cough etiquette. It is hoped that the community can improve their CHB behavior such as washing hands with the appropriate soap, wearing masks, ceasing smoking in public spaces, taking vaccines according to schedule, and providing balanced nutrition, so that the children can avoid URTIs and the Covid-19 virus.
Key words: URTIs, CHB, Health promotio
SOSIALISASI TENTANG KEJAHATAN DUNIA MAYA (CYBER CRIME) KEPADA SISWA KELAS X SMAK ST. ALBERTUS MALANG
Kebutuhan teknologi jaringan komputer di Indonesia saat ini semakin meningkat. Teknologi memiliki peransebagai media penyedia informasi, sekaligus memperlancar kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar danterpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Jaringan ini mampu menggerakkan kegiatan pasardi dunia dan bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapatdilakukan. jumlah pengguna Internet di Indonesia tahun 2016 adalah 132,7 juta user atau sekitar 51,5% dari totaljumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta.Segi positif dari dunia maya ini menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentukkreativitas manusia. Namun dampak negatif tidak bisa dihindari, banyak terjadi penyalahgunaan teknologi yangmerugikan banyak pihak. Perkembangan teknologi internet menyebabkan munculnya kejahatan “Cyber Crime” ataukejahatan melalui jaringan internet, antara lain berupa pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadaptransmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidakdikehendaki ke dalam program komputer. Bahkan berkembang menjadi cyber porn, cyber bullying dengan korbanmaupun pelaku salah satunya generasi muda.Fenomena perkembangan cyber crime ini perlu diantisipasi oleh generasi muda agar mereka tidak menjadipelaku maupun korban. Oleh karena itu, dilakukanlah penyuluhan kepada para siswa SMAK St. Albertus Malangsebagai salah satu SMAK favorit Kota Malang. Metode yang digunakan adalah paparan interaktif, simulasi, diskusikelompok serta presentasi siswa dengan media poster. Harapan setelah adanya kegiatan ini, siswa mampu melakukansosialisasi bagi kalangan muda sehingga tujuan tercapai yakni dapat meminimalisir kejahatan dunia maya (cybercrime).Kata kunci: sosialisasi, kejahatan dunia maya (cyber crime)ABSTRACTThe need for computer network technology in Indonesia is currently increasing. It has been playing asignificant role as a medium that provides information and smooths out the activities of commercial communities, andhas become the largest technological aspect with the most rapid growth that can penetrate various national boundaries.Computer network is able to drive global market activities and can be accessed 24 hours. Through the internet orcyberspace, nearly anything can be accomplished. It was stated that the number of Internet users in Indonesia in 2016was 132.7 million users or around 51.5% of Indonesia's total population of 256.2 million.The positive aspect of cyberspace adds to the trend of world technological development with all forms ofhuman creativity. But the unavoidable negative effects are the many misuses of technology that is detrimental to manyparties. The development of internet technology has led to the emergence of a crime called "Cyber Crime", or crimescarried out on the internet. This includes credit card theft, site hacking, interception of the transmission of otherpeople's data such as e-mail, and data manipulation in the form of planting dangerous commands in computerprograms. This crime even extends into cyber porn and cyber bullying, whose victims and perpetrators are often stillyoung.Given this phenomenon of cybercrime, it is important to teach the younger generation to anticipate it, so as notto become perpetrators or victims. The community service was carried out at SMAK St. Albertus Malang, as one ofMalang City's most preferred high schools. The method used is interactive exposure, simulation, group discussions, andstudent presentations using posters. It is expected that following this activity the students will be able to teach theirpeers to minimize cybercrime.Keywords: empowerment, cyber crime (cyber crime
PELATIHAN KEMANDIRIAN SISWA-SISWI BARU SMPK SANTA MARIA 1 MALANG
Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian Kepada Masyarakat. Dalam rangka inilah kegiatan pelatihan kemandirian siswa baru SMPK Santa Maria 1 Malang dilakukan. Tujuan dari kegiatan ini supaya siswa-siswi baru SMPK Santa Maria 1 Malang dapat lebih mandiri sesuai dengan perkembangan psikologisnya. Kegiatan ini oleh sekolah diwajibkan bagi semua siswa-siswi baru angkatan 2022-2023 yang berjumlah 83 orang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai hari Rabu sampai dengan Jumat, 13-15 Juli 2022. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah, metode permainan, metode kerja pribadi dan metode kerja kelompok. Dalam pelatihan ini siswa-siswi baru SMPK Santa Maria 1 Malang mendapatkan penjelasan mengenai teori apa itu kemandirian. Mengapa kemandirian sagat penting dan urgen bagi siswa-siswi baru? Bagaimana kemandirian itu bisa dibentuk dan diwujudkan oleh siswa-siswi baru dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kemandirian itu sangat penting untuk masa depan? Melalui ceramah, permainan, tugas pribadi dan tugas kelompok siswa-siswi baru SMPK Santa Maria 1 Malang diajak oleh narasumber memahami arti dan pentingnya kemandirian bagi mereka. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Dalam evaluasi yang diadakan di akhir acara, beberapa perwakilan peserta mengatakan bahwa kegiatan pelatihan yang sudah dilakukan sangat menarik sekali. Ada banyak pengalaman baru yang didapatkan perihal kemandirian. Harapannya kegiatan serupa bisa dilakukan kembali untuk memberikan semangat biar tetap bisa mandiri.Kata-kata kunci: Pelatihan Kemandirian, Pengabdian Masyarakat, Siswa Siswi Baru, SMPK Santa Maria 1 Malang.
AbstractOne of the Tri Dharma of Higher Education is Community Service. In this context, the self-autonomy training activity for new students of SMPK Santa Maria 1 Malang was carried out. The purpose of this activity is so that the new students of SMPK Santa Maria 1 Malang can be more self-reliant in line with their psychological development. This activity is mandatory for all year 2022-2023 students, of which there were 83 students in total. The activity lasted for three days from Wednesday to Friday, July 13-15, 2022. There were four methods used in this training. These were lectures, games, individual work, and group work. In this training, the new students of SMPK Santa Maria 1 Malang were taught the theory of self-autonomy. Why is autonomy so important and urgent for new students? How can autonomy be formed and realized by the new students in their daily lives? Is autonomy truly important for their future? Through lectures, games, individual and group assignments, the new students of SMPK Santa Maria 1 Malang were guided by the resource persons to grasp the meaning and importance of self-autonomy. The activities went well and smoothly. In the evaluation stage held at the end of the activity, several representatives of the participants revealed that the new students found the training activity very interesting. They asserted that they had gained many new experiences on autonomy. They also expressed their hopes that similar activities could be carried out again to encourage them to gain self-autonomy.Keywords: Self-Autonomy Training, Community Service, New Students, SMPK Santa Maria 1 Malang
PELATIHAN PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PELAPORAN KEUANGAN SEDERHANA USAHA ONLINE BAGI RINTISAN BISNIS MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA KARYA MALANG
Program Pengabdian Kepada Masyarakat diselenggarakan di Universitas Katolik Widya Karya Malang dengan masyarakat sasaran mahasiswa yang merintis usaha kecil secara online untuk peningkatan wawasan keterampilan dan produktivitas ini menggunakan metode pertama memberi motivasi membangun kesadaran dan membuat anggaran operasional dengan materi a).Pembuatan anggaran sederhana menggunakan program MS Excel; b). Menganalisis rencana anggaran dan realisasi anggaran. Tahapan kedua memberi pemahaman mengenai pencatatan keuangan secara sederhana bagi mahasiswa yang merintis usaha dengan materi a).Pencatatan bukti transaksi; b)Alur menyusun laporan keuangan sederhana. Pembelrian pelatihan penyusunan anggaran dan pelaporan keuangan sederhana usaha online dapat meningkatkan pendapatan usaha yang dirintis oleh mahasiswa.
Kata Kunci: anggaran, pelaporan keuangan, usaha online
ABSTRACT
The Community Service Program was held at Widya Karya Catholic University in Malang with the target community being students who started small businesses online to increase their knowledge of skills and productivity using the first method to provide motivation to build awareness and create an operational budget with material a). Simple budgeting using the MS program Excel; b). Analyze budget plans and budget realization. The second stage provides an understanding of simple financial records for students who start a business with material a). Recording of transaction evidence; b) The flow of preparing simple financial reports. Buying training on budgeting and simple financial reporting for online businesses can increase the income of businesses initiated by students
PENINGKATAN CINTA LINGKUNGAN MELALUI SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBENTUKAN BANK SAMPAH SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PARIS AGREEMENT
Permasalahan lingkungan merupakan masalah yang hingga saat ini terus dihadapi oleh masyarakat di dunia sehingga dibuatlah paris agreement. Permasalahan ini juga dihadapi oleh mitra, yaitu masyarakat RW 06, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. Pengetahuan mitra mengenai pentingnya lingkungan masih belum terlalu baik. Bagi mereka, sampah masih dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan tidak berguna. Padahal sampah juga dapat dimanfaatkan, bahkan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pemikiran tersebut, tim dosen FISIP USNI menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RW 06, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dengan menumbuhkan rasa cinta lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta lingkungan di kalangan mitra dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi sosialisasi dan pelatihan. Tim dosen FISIP USNI yang terlibat dalam kegiatan ini menyediakan alat peraga dan media pendampingan serta menyiapkan materi sosialisasi dan hand-outs. Dalam melaksanakan kegiatan ini, perlu kesesuaian waktu dengan peserta. Hal ini perlu didukung oleh optimalisasi sosialisasi kepada para peserta, pemberian arahan dan pendampingan berdasarkan alur pelaksanakan kegiatan bank sampah yang benar, penyediaan fasilitas, monitoring, dan evaluasi.
Kata kunci: sosialisasi, pelatihan, bank sampah dan paris agreement
Abstract
Environmental problems are problems that still continue to be faced by people around the world, from the global level to the local level. This problem is also faced by the community service partner, namely the community of RW 06, Jatimulya Village, Tambun Selatan District, Bekasi. The partner’s knowledge of the importance of the environment is still not very good. For them, waste is still considered dirty and useless. Even though waste can be recycled and can even help improve the people's welfare. Based on this idea, the USNI FISIP lecturer team held a community service activity in RW 06, Jatimulya Village, Tambun Selatan District, Bekasi. This community service activity aims to provide an understanding of the importance of good waste management by fostering a sense of care for the environment. This community service activity is expected to be able to foster a sense of care for the environment among the partner and improve the welfare of the local community. Activities held include knowledge dissemination and training. The team of FISIP USNI lecturers who were involved in this activity provided teaching aids and media assistance, as well as prepared the dissemination materials and hand-outs. In carrying out this activity, it is necessary to match the time with the participants. This was achieved by optimizing the training sessions, providing direction and assistance based on the correct flow of waste bank activities, providing facilities, monitoring, and evaluating.
Keywords: dissemination, training, waste ban
PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN SAMPAH KEPADA PENGELOLA WISATA PANTAI TAMBAN DESA TAMBAKREJO KABUPATEN MALANG
PKM peningkatan kapasitas pengelolaan sampah kepada pengelola wisata Pantai Tamban Desa Tambakrejo, Kab. Malang. merupakan pelatihan untuk menunjang pengelolaan sampah di Kawasan wisata. Peserta dari pelatihan ini adalah pengelola ekowsisata Pantai Tamban Desa Tambakrejo. Metode yang dilakukan dengan empat tahap yakni: 1) need-assessment dan komunikasi atas kesedian mitra dalam mengikuti pelatihan ini, (2) pelaksanaan materi pengabdian masyarakat dengan metode ceramah, (3) melaksanakan praktik mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik dengan alat komposter, dan (4) evaluasi dengan angket yang telah di berikan setelah kegiatan berlangsung. Hasil yang di dapat dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut: Sebagian besar masyarakat di desa Tambakrejo belum pernah mengolah sampah organic. Peserta yang mengikuti kegiatan abdimas sudah Familiar dengan pupuk organik, namun hanya Sebagian kecil yang pernah membuat pupuk organik dengan kotoran kambing, bukan dengan memanfaatkan limbah sampah rumah tangga. Setelah diberikan pelatihan, peserta kegiatan dapat memahami jika membuat pupuk kompos organik itu mudah dan tidak memberatkan untuk memanfaatkan sampah rumah tangga di sekitar mereka. Karena alat yang digunakan serta bahan emulator maupun bahan organik mudah digunakan serta dapat diakses dengan mudah. Selain itu, semua peserta setuju jika pelatihan ini memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Kata Kunci: Sampah Rumah Tangga, Pupuk Kompos Organik, Desa Tambakrejo
Abstract
This Community Service Program is a training program aimed to support waste management in tourist areas of Tamban Beach, Tambakrejo Village, Malang Regency. The program includes capacity building of waste management, directed for tourism and ecotourism operators in the areas of Tamban Beach, Tambakrejo Village. The method used was carried out in four stages, namely: 1) need-assessment and communication with the participants to gauge their readiness to participate in the training, (2) implementation of training materials using the lecture method, (3) carrying out the practices of household waste processing into organic fertilizer using a home-made composter, and (4) evaluation by a questionnaire that was distributed post-training. The results obtained in this training program are as follows: most of the people in Tambakrejo village have never processed organic waste to this degree. Participants who took part in our Community Service Program were already familiar with organic fertilizer, but only a small number had really ever made organic fertilizer, and they only used goat manure instead of household waste. After the training, the participants now understand that making organic compost with household waste is easy and not taxing, as the materials can be gathered from their neighborhood. In addition, the tools, the emulators and the organic materials are easy to use and easy to access. All participants agreed that this training was beneficial for the community.
Keywords: Household Waste, Organic Compost Fertilizer, Tambakrejo Villag