JASAWIKA (E-Journal)
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
DIGITALISASI KEUANGAN MENUJU SMART UMKM LADU MUTIA DI KOTA PARIAMAN
AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan pemberian pelatihan tentang cara pengelolaan keuangan secara digital, dan diharapkan pelaku UMKM dapat melaksanakan dalam aktivitas jual beli sehari-hari. Sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas. Hasil Pelatihan dengan melakukan kegiatan yang telah direncanakan dengan pemaparan materi dan praktik langsung terkait dengan pengelolaan keuangan secara digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan memperoleh hasil antara lain: meningkatnya pengetahuan, pemahaman, keterampilan pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan secara digital.Kata Kunci: literasi, digital, keuanganAbstractThis community service activity provides training on how to manage finances digitally, and it is hoped that SME’s actors can carry out daily buying and selling activities. It is hoped that SME’s actors can increase their competitiveness and productivity. The training is by carrying out planned activities through the presentation of material and direct practice related to digital financial management. The results of community service activities carried out including: increased knowledge, understanding and skills of SME’s actors in digital financial management.Keyword: literacy, digital finance, SME
EDUKASI MEMERANGI SAMPAH PLASTIK BAGI SISWA SD DAN SMP DI KABUPATEN PASURUAN
AbstrakProsentase sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua, setelah sampah organic, yaitu14% dari total. Indonesia termasuk salah satu dari 8 negara terbesar kontributor sampah plastik di laut.Berdasarkan data tersebut, pemerintah berusaha mengurangi limbah plastik melalui berbagai cara, sehingga perludilakukan pemilahan sampah plastik mulai dari sumbernya (rumah tangga). Pemahaman kesadaran memilahsampah plastik dapat dilakukan melalui edukasi, salah satunya kegiatan edukasi terhadap siswa SD, SLB danSMP di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati World Environment Daydengan tema Beat Plastic Pollution. Kegiatan dilakukan dengan penayangan video singkat dampak sampahplastik terhadap biota laut; lomba mewarna tote bag sesuai tema; dan lomba memilah sampah organik, anorganikdan B3. Dari hasil penayangan video, terdapat 57,1% peserta SD memahami isi pesan dalam video tersebut, dan75% peserta SLB dan SMP yang memahami. Seluruh peserta paham untuk memilah sampah organic darisampah lain. Sedangkan dalam memilah sampah anorganik, 50% peserta SD bisa memilah dengan benar;sementara peserta SLB dan SMP hanya 25% bisa memilah dengan benar. Pemahaman memilah limbah B3, 100% peserta SMP,75% peserta SD dan 50% peserta SLB bisa memilah, meski masih ada kesalahan.Kata kunci : edukasi, pemilahan, sampah plastikAbstractThe percentage of plastic waste in Indonesia ranks second after organic waste, constituting 14% of the total.Indonesia is among the eight largest contributors of plastic waste in the oceans. The government has beenmaking efforts to reduce plastic waste through various means, emphasizing the need for plastic wastesegregation at its sources (households). Awareness and understanding of plastic waste segregation can beachieved through education, including educational activities for elementary, special needs, and junior highschool students in Pasuruan Regency. These activities are conducted in commemoration of World EnvironmentDay with the theme "Beat Plastic Pollution." The activities include the screening of a short video illustrating theimpact of plastic waste on marine life, tote bag colouring competition, and waste segregation competition fororganic, inorganic, and hazardous waste. From the video screening, 57.1% of elementary school participantsunderstood the message, while 75% of special needs and junior high school participants understood it. Allparticipants understood how to segregate organic waste from other waste types. However, when it came tosegregating inorganic waste, only 50% of elementary school participants could do so correctly, while only 25%of special needs and junior high school participants could do it. For segregation of hazardous waste, 100% ofjunior high school participants, 75% of elementary school participants, and 50% of special needs participantscould do it, with some errors.Keywords: education, segregation, plastic waste
ORGANIC URBAN FARMING PENDUKUNG KETAHANAN PANGAN WILAYAH POKJA KARANGLO INDAH, KECAMATAN BLIMBING, KOTA MALANG
Abstrak Dalam upaya pemenuhan keamanan dan ketahanan pangan, khususnya di tingkat keluarga, maka pertanian perkotaan secara organik merupakan konsep yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga. Budidaya sayuran secara organik di pekarangan dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga karena penerapannya mudah dan sederhana. Upaya untuk mampu menerapkan praktik-praktik budidaya organik harus didukung dengan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan. Oleh karena itu perlu diberikan sosialisasi mengenai konsep pertanian perkotaan secara organik, mendemonstrasikan praktik-praktik budidaya organik yang baik dan beberapa pelatihan yang mendukung efektivitas budidaya organik, antara lain pembuatan kompos dan pembuatan insektisida/pestisida secara alami. Kegiatan sosialisasi, demonstrasi plot, dan pelatihan dilakukan di lahan RT 01 RW 04 Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Para peserta merupakan anggota PKK di wilayah tersebut. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dan kemampuan para peserta untuk menerapkan di lahan pekarangan masing-masing sehingga dapat memenuhi keamanan dan ketahanan pangan keluarga.Kata Kunci: ketahanan pangan; pertanian organic; pertanian perkotaanAbstract In an effort to realize food safety and security, especially at the household level, organic urban farming is a concept that can be applied at the household level. Cultivating vegetables organically in the yard can be done by homemakers because it is easy and simple. Efforts to be able to implement organic cultivation practices must be supported by knowledge, understanding and skills. Therefore, it is necessary to provide dissemination regarding the concept of organic urban farming, demonstrate good organic cultivation practices and trainings that support the effectiveness of organic cultivation, including composting and making natural insecticides/pesticides. Dissemination activities, plot demonstration and trainings were carried out on the land of RT 01, RW 04, Balearjosari Village, Blimbing District, Malang City. The participants are PKK members in the area. The results obtained from this activity are an increase in the knowledge, skills and ability of the participants to apply it in their respective yards so that they can fulfill the family's food safety and security.Keywords: food security; organic farming; urban farmin
PERBAIKAN POS JAGA GUNA OPTIMASI SISTEM KEAMANAN DI PERUMAHAN WISMA PERMAI
AbstrakDalam suatu perumahan dan permukiman keamanan merupakan aspek penting yang menunjang kenyamanan masyarakat, oleh karena itu keamanan menjadi aspek penting. Untuk itu adanya fasilitas keamanan merupakan hal yang penting dalam menunjang proses pengamanan. Namun pada Perumahan Wisma Permai RT 04 diketahui bahwa pos jaga wilayah tersebut telah mengalami peralihan fungsi yang awalnya sebagai pos jaga kemudian beralih menjadi gudang. Dalam pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk memperbaiki bagian utama pada pos yang rusak agar pos jaga dapat kembali kepada fungsi utamanya. Penelitian ini dilakukan dengan survey lapangan dan observasi secara langsung serta melakukan wawancara pada perangkat RT maupun warga setempat dalam upaya mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan. Renovasi pada pos jaga dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada bagian utama pos jaga. Selain itu juga agar bangunan ini terlihat lebih eye catching dan lebih rapi, sehingga siap untuk digunakan kembali sebagai pos jaga dan dapat memberi kenyamanan bagi pengguna bangunan tersebut.Kata kunci: Bangunan; Keamanan; PengabdianAbstractIn any housing and settlement, security is an important aspect that supports the wellbeing of the community. For this reason, the existence of security facilities is important in supporting the security activities. However, at Wisma Permai RT 04, it is known that the guard post in the area has undergone a function shift, in which the original guard post had been turned into a warehouse. This community service aims to repair the main part of the damaged post so that the guard post can return to its main function. This community service was conducted by means of field surveys and direct observations as well as conducting interviews with RT officials and local residents in an effort to collect the required data and information. The renovation of the guard post was carried out to repair the damage to the main part of the guard post. In addition, this building looks more eye-catching and neater, so it is ready to be reused as a guard post and can provide comfort for the building's users.Keywords: Service, Security, Buildin
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DI KSP CU ARTHA ABADI
AbstrakKinerja adalah suatu capaian dari suatu rangkaian proses yang ditandai dengan periode waktu tertentu. Penentuan proses penilaian kinerja didasarkan pada kesepakatan atau perjanjian yang telah disepakati. Melalui kinerja maka suatu perusahaan atau karyawan dapat dinilai berhasil atau gagal dalam proses pelaksanaan pekerjaannya sesuai waktu yang disepakati. Ada beberapa hal yang memengaruhi kinerja, seperti disiplin karyawan, inisiatif karyawan, pimpinan, serta efisiensi dan efektivitas perusahaan atau organisasi. Faktor kemampuan dan motivasi karyawan serta pimpinan juga bisa memengaruhi kinerja. Oleh karena ada banyak faktor yang memengaruhi kinerja maka diperlukan adanya indikator kinerja sehingga dalam pelaksanaan penilaian akan menjadi objektif. Penilaian kinerja atau performance appraisal adalah sebuah proses atau aktivitas yang dilaksanakan oleh individu atau grup dalam sebuah lembaga guna melakukan evaluasi dan menyampaikan informasi hasil pekerjaan karyawan dengan suatu standar yang sudah ditentukan untuk suatu jenjang waktu tertentu. Indikator penilaian kinerja dapat diambil dari uraian tugas dan tanggung jawab serta target masing-masing karyawan di setiap unit kerjanya. Dari uraian tugas dan tanggung jawab tersebut dapat dibuat indikator dan pembobotan sesuai dengan prioritas yang ditentukan oleh perusahaan atau organisasi yang bersangkutan. Kemudian dipadukan dengan metode Simple Additive Weigthing (SAW) yang memiliki kriteria kehadiran, sikap/etika, kerajinan, kualitas dan kuantitas. Pelaksanaan uraian tugas dan tanggung jawab merupakan bukti kerajinan dan kualitas karyawan.Kata kunci: karyawan; organisasi; penilaian kinerja; urain tugas dan wewenangAbstractPerformance is an achievement resulting from a series of processes marked by a specific period of time. The determination of performance evaluation processes is based on agreements or arrangements that have been agreed upon. Through performance, a company or employee can be assessed as successful or unsuccessful in carrying out their tasks within the agreed-upon time frame. Several factors influence performance, such as employee discipline, employee initiative, leadership, as well as the efficiency and effectiveness of the company or organization. The abilities and motivations of employees and leaders can also affect performance. Because there are many factors that influence performance, performance indicators are needed so that the assessment process becomes objective. Performance appraisal is a process or activity carried out by individuals or groups in an institution to evaluate and provide information about employees' work results according to predetermined standards for a specific period of time. Performance evaluation indicators can be derived from job descriptions, responsibilities, and targets of each employee in their respective work units. These job descriptions and responsibilities can be used to create indicators and weighting according to the priorities set by the respective company or organization. Then it is combined with the Simple Additive Weighting (SAW) method which has criteria for presence, attitude/ethics, craft, quality and quantity. Implementation of job descriptions and responsibilities is proof of employee diligence and quality.Keywords: Performance appraisal, employees, organization, job descriptions and responsibilitie
WORKSHOP METODE PEWARTAAN DI ERA DIGITAL BAGI TEAM PEWARTA PAROKI SEMALANG RAYA
AbstrakSetelah penyelenggaraan Konsili Vatikan II, peran awam sebagai pewarta menjadi semakin jelas.Sikap Gereja juga sangat terbuka dalam menanggapi perkembangan teknologi yang begitu cepat, dandiharapkan bisa dimanfaatkan sebagai media pewartaan yang lebih efektif. Sayangnya, belum semua TimPewarta Paroki mendapat pendidikan yang cukup guna melaksanakan tugas tersebut. Karena hal itulah kegiatanpengabdian kepada masyarakat ini diadakan. Materi pelatihan berisi dua hal, yaitu renungan lisan untukdiunggah via Youtube dan renungan tulis dalam format renungan tiga paragraf (rentigraf). Karena latarbelakang peserta begitu beragam, khususnya dari kemampuan pemannfaatan IT, maka tugas yang diberikanhanya terkait membuat renungan dalam bentuk tulis, yaitu dalam format renungan tiga paragraf. Walaupunbegitu, dari 97 peserta hanya 32 peserta yang mengirimkan renungan tiga paragraf (rentigraf) yang ditugaskandan akhirnya dicetak menjadi Kitab Rentigtaf. Semoga pengalaman peserta yang telah ikut membuat renungantiga paragraf dan telah dibukukan menjadi semangat baru dalam ikut mewartakan ajaran-Nya di era digital ini.Kata kunci: era digital; pewartaan; renungan tiga paragraf (rentigraf)AbstractAfter the holding of the Second Vatican Council, the role of laypeople as evangelists becameincreasingly clear. The Church's attitude is also very open in responding to rapid technological developments,and it is hoped that it can be used as a more effective evangelical media. Unfortunately, not all ParishEvangelist Teams have received sufficient education to carry out this task. That's why this community serviceactivity was held. The training material consists of two things, namely an oral reflection to be uploaded via aYouTube channel and a written reflection in three paragraph reflection (called rentigraf) format. Because theparticipants' backgrounds were so diverse, especially in terms of their ability to use IT, the assignments givenwere only related to writing reflections in written form, namely in a three-paragraph reflection format(rentigraf). Despite this, of the 97 participants, only 32 participants submitted their assigned three-paragraphreflections (rentigraf) which were eventually printed into the Book of Rentigraf. We hope that the experienceof the participants who have participated in the making of the rentigraf book will give them new enthusiasm insharing His teachings in this digital era.Keywords: digital era; proclamation; three paragraph reflection (rentigraf
PELATIHAN KETERAMPILAN DESAIN MENGGUNAKAN SOFTWARE CorelDRAW DAN AUTODESK REVIT BAGI PUTRA PUTRI ALTAR PAROKI SANTA PERAWAN MARIA DARI GUNUNG KARMEL GEREJA IJEN MALANG
AbstrakPerkembangan di era Industri 4.0 pada saat ini menuntut kemampuan sumber daya manusia yangharus mengikuti pula akan perkembangan teknologi. Berhubungan dengan hal tersebut, ParokiGereja Ijen Malang menginginkan Putra-Putri Altar (PPA) selain mampu menjalankan tugaspelayanan dengan baik juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuannya dalammendokumentasikan kegiatan-kegiatan PPA, membuat desain untuk keperluan publikasi kegiatan,dan mempublikasikan kegiatan tersebut. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan pelatihanketerampilan desain. Pelatihan dalam kegiatan IbM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuanPPA Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel - Gereja Ijen Malang dalam mendesainmenggunakan CorelDRAW dan desain bangunan menggunakan Autodesk Revit Building.Hasil dari pelatihan ini adalah peserta dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik dandapat mengaplikasikan dalam project kecil dengan pembuatan logo, pembuatan layout sederhanauntuk cover majalah. Selain dari itu, tingkat pemahaman peserta pelatihan juga meningkat. Hal inidibuktikan dengan rekapitulasi hasil pre-test dan post-test.Kata kunci: desain grafis, desain bangunandigital, dokumentasi, pelatihan
AbstractDevelopments in the Industrial 4.0 era currently demand the ability of human resources to keepup with technological developments. In this case, Ijen Parish Church Malang expects the Altar Servers(Putra-Putri Altar - PPA), in addition to being able to carry out their ceremonial duties properly, tobe able to develop their abilities in documenting PPA activities, making designs for publicationpurposes, and publicizing the activities. These problems suggest that design skills training is needed.The training in this IbM activity aims to improve the ability of the Parish of the Blessed Virgin Maryof Mount Carmel - Ijen Church Malang in using CorelDRAW for design and using Autodesk RevitBuilding for designing buildings.The result of this training is that after the implementation of the training the trainees are able tounderstand well the material presented and apply it in small projects by making logos and simplelayouts for magazine covers. Furthermoret, the comprehension level of the training results in thetraining participants show an increase as evidenced by the recapitulation of the pre-test and post-testresults.Keywords: graphic design, digital building design, documentation, trainin
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN IBU HAMIL UNTUK PEMANTAUAN GERAK HARIAN JANIN MENGGUNAKAN KARTU DAN APLIKASI HAPPY TUMMY DI MENTENG, JAKARTA
Monitoring the well-being of the fetus is an important part of managing pregnancy and childbirth, so it is necessary to carry out regular examinations of pregnant women and the fetus. These checks include checking the mother's weight, blood pressure, uterine fundal height, fetal heart rate and fetal movement in the uterus. All these are to prevent fetal death, although fetal death does not always occur in groups of high-risk pregnant women. Some deaths can actually occur in low-risk and even normal pregnancy groups.One way to solve the problems of pregnant women, especially pregnant women with a gestational age of more than 28 weeks in monitoring daily fetal movements, is to provide knowledge related to monitoring daily fetal movements as an effort to improve fetal well-being, and provide assistance in monitoring daily fetal movements which is facilitated by health personnels. Results of counseling and mentoring activities show that the average value of the mothers' knowledge has increased from 66.32 (pre-test) to 90.42 (posttest). 80% (35 mothers) monitored fetal movements routinely for 5 days and 20% (9 mothers) did not monitor routinely for 5 days. The average time it takes for a mother to feel 10 fetal movements is 8 hours. Providing education on how to widely monitor daily fetal movements is expected to increase the mothers’ ability to know the condition of the fetus they are carrying
DESAIN FASILITAS RUANG SERBA GUNA WISATA KULINER DELES SURABAYA
Menu aneka makanan yang murah meriah serta enak adalah daya tarik utama sebuah tempat kuliner, khususnya tempat wisata kuliner di kota Surabaya. Tempat dan letak yang strategis suatu wisata kuliner akan menjadi nilai tambah ekonomis tersendiri bagi wisata kuliner. Kelengkapan fasilitas pendukung pada sebuah wisata kuliner juga menentukan frekuensi minat pengunjung untuk datang terus menerus berkunjung kembali tempat tersebut. Di lain sisi, keterbatasan tempat, luas ruang, dan dana mengakibatkan sebuah wisata kuliner tidak dapat berkembang. Oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi agar sebuah wisata kuliner dapat terus berkembang, tidak terkecuali Wisata Kuliner Deles di Surabaya.
Adapun, tujuan dari pengabdian masyarakat di Wisata Kuliner Deles ini adalah memberikan solusi desain bagaimana menambah kebutuhan ruang dan meningkatkan performa Wisata Kuliner Deles. Dengan adanya penambahan fasilitas Ruang Serba Guna dan wisata instagramable di Wisata Kuliner Deles akan menambah daya tarik wisata kuliner, meningkatkan nilai ekonomis serta membuat frekuensi pengunjung untuk terus kembali ke Wisata Kuliner Deles.
Metode yang digunakan oleh tim pengabdian masyarakat ini adalah observasi lapangan, sedangkan pengumpulan data dengan metoda wawancara, dokumentasi foto, dan studi literatur. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Dari data yang diperoleh menunjukan bahwa faktor ketersediaan fasilitas ruang sangatlah penting.
Hasil simpulan dalam penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan desain Ruang Serba Guna yang dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan, baik bagi pengurus, pedagang, maupun pengunjung. Harapanya fasilitas Ruang Serba Guna ini akan meningkatkan penghasilan pedagang yang pada akhirnya menaikkan taraf kehidupan pedagang di Wisata Kuliner Deles.
Kata Kunci: Wisata Kuliner, Fasilitas Ruang, Pedagang Deles, Surabaya
Abstract
Inexpensive and tasty food menus are the main attraction of most culinary places, especially for the culinary tourism in the city of Surabaya. The strategic location and the place of a culinary site itself will be an economic added value for culinary tours. Completeness of the supporting facilities of culinary tourism also determines the frequency of visitor interest to return and visit the places continuously. On the other hand, limited place, space, and funds may cause a culinary site to fail to develop. Therefore, creativity and innovation are needed so that a culinary site can continue to develop, including the Wisata Kuliner Deles culinary site in Surabaya.
The purpose of this community service in Wisata Kuliner Deles is to provide design solutions on how to increase space requirement and improve the performance of Wisata Kuliner Deles. With the addition of multipurpose room facilities and instagramable spots in Wisata Kuliner Deles, it will make the culinary site more attractive, increase economic value, and increase the frequency of visitors to continue returning to Wisata Kuliner Deles.The method used by the community service team was field observation, while the data was collected by interview, photo documentation, and literature study. The data obtained were then analyzed using qualitative descriptive methods. From the data obtained it shows that the availability of space facilities is very important.The conclusions of this study resulted in the design of a multipurpose room that can be used by all groups, whether for management, merchants, or visitors. The hope is that this multipurpose room facility will increase the site’s income, which in turn will increase the standard of living for merchants in Wisata Kuliner Deles.
Keywords: culinary tourism, space facilities, Deles merchants, Surabay
PEMBUATAN MODUL DAN PELATIHAN PERMAINAN TRADISIONAL BAGI GURU KB DAN TKK SANTO YUSUP 3 MALANG
Usia Dini, baik itu usia Kelompok Bermain (KB) maupun usia Taman Kanak Kanak (TKK) adalah usia emas untuk perkembangan sosialisasi anak. Anak-anak memerlukan lingkungan yang baik untuk mendukung perkembangan sosialnya. Akan tetapi, sungguh ironis, di masa pandemi Covid 19 ini anak-anak justru tidak memiliki lingkungan yang baik untuk perkembangan sosialnya. Anak-anak terkungkung dan terbatasi geraknya karena situasi pandemi Covid 19. Akibatnya saat ini banyak sekali anak-anak yang memiliki permasalahan perihal kemampuan bersosialisasi. Sesuai dengan hasil penelitian Broto (2015) dan Ambaryani (2014), metode permainan tradisional mampu menstimulus dan mentriger kemampuan bersosialisasi anak, maka sangat urgen jika permainan tradisional kembali lagi dihidupkan dalam proses belajar mengajar di KB dan TKK. Atas dasar inilah program pengabdian ini diadakan. Ada empat metode yang dilakukan dalam pelaksanaan program ini, yaitu (1) Focus Group Discussion (FGD) mengenai permainan tradisional, (2) Workshop pembuatan modul permainan tradisional untuk KB dan TKK, (3) Pelatihan permainan tradisional dan (4) Evaluasi. Keempat kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Luaran dari kegiatan ini diantaranya adalah video kegiatan, berita media massa online, hak cipta buku modul permainan tradisional untuk KB dan TKK dan draf jurnal ilmiah untuk pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pertama program ini sangat menjawab permasalahan sosial saat ini dimana sejak masa pandemi Covid 19 kemampuan bersosialisasi anak sangat menurun, kedua sekolah mengapresiasi secara positif program ini dan berharap ada tindaklanjut pendampingan saat implementasi.
Kata-kata kunci: KB-TKK Santo Yusup 3 Malang, Kemampuan sosialisasi anak, Modul permainan tradisional, Pelatihan permainan tradisional.
Abstract
Early age, both the age of the Play Groups (KB) and the age of the Kindergartener (TKK) is the golden age for the development of children's social skills. Children need a good environment to support their social development. Ironically, during the Covid-19 Pandemic children lose this good environment for their social development. Children are confined and their movements are restricted due to the Pandemic. As a result, there are currently many children who have problems in their ability to socialize. In accordance with the results of Broto's (2015) and Ambaryani’s (2014) researches, traditional game methods should be able to stimulate and trigger children’s social skills, so it is very urgent to revive traditional games in the teaching and learning processes in KB and TKK. On this basis, the current community service was conducted. There were four methods carried out in this program, namely (1) Focus Group Discussion (FGD) regarding traditional games; (2) Workshop on making traditional game modules for KB and TKK; (3) Traditional Game Training; and (4) Evaluation. These four activities ran well and smoothly. The outputs of this activity include videos of the activities, online mass media news, copyright of traditional game module books for KB and TKK, and a community service journal article draft. The results of the evaluation indicate that firstly, this program was able to answer today’s social problems where following the Covid-19 Pandemic children’s social skills have greatly declined, and secondly, the school involved appreciated this program and expected a follow-up to the mentoring during the activity.
Key words: KB-TKK Santo Yusup 3 Malang, children’s social skills, traditional game modules, traditional game workshop