Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI) Journal
Not a member yet
    5492 research outputs found

    Implikasi Intensitas Penggunaan Tiktok Terhadap Stabilitas Emosional Dalam Rumah Tangga

    No full text
    Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana hiburan, informasi, dan ekspresi diri. Di Indonesia, termasuk Kota Madiun, tingginya intensitas penggunaan TikTok tidak hanya berdampak pada pola komunikasi, tetapi juga memengaruhi dinamika emosional dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana intensitas penggunaan TikTok berimplikasi terhadap stabilitas emosional pasangan suami istri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan pasangan di Kota Madiun yang aktif menggunakan TikTok. Data primer diperoleh melalui wawancara, Adapun data sekunder diperoleh dari studi literatur yang relevan dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan psikologis, mengalihkan fokus dari interaksi langsung ke aktivitas digital, menurunkan kualitas komunikasi dan kedekatan emosional, serta meningkatkan potensi konflik rumah tangga. Paparan konten turut memicu perbandingan sosial yang berlebihan sehingga menurunkan kepuasan pernikahan. Durasi penggunaan yang tinggi juga menyebabkan pengabaian tanggung jawab domestik dan ketidakstabilan emosi. Upaya pasangan untuk mengatasinya meliputi pembatasan waktu, digital detox, peningkatan quality time, dan penyusunan aturan penggunaan gadget. Penelitian menyimpulkan bahwa intensitas penggunaan TikTok yang tinggi berdampak signifikan pada stabilitas emosional dan keharmonisan rumah tangga, sehingga diperlukan kesadaran digital dan pengelolaan media sosial yang bijak

    Peran AI dalam Membangun Workplace Spirituality pada Pekerja Remote

    No full text
    Pengaplikasian Artificial Intelligence (AI) dalam praktik kerja remote mengubah cara pekerja memaknai pekerjaannya. AI berpotensi melemahkan atau memperkuat pengalaman Workplace Spirituality (WPS) pada pekerja remote. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mendalami pengalaman WPS dan mengidentifikasi praktik AI yang berpotensi memperkuat atau melemahkan WPS pada pekerja remote. Pengumpulan data melalui survei untuk mendapatkan informan kunci. Selanjutnya, dilakukan wawancara mendalam terhadap delapan informan kunci dari sektor jasa di Indonesia. Analisis data menggunakan metode analisis tematik dengan bantuan software Nvivo 15. Temuan penelitian menunjukan WPS secara utuh dibentuk melalui aspek kehidupan batin, rasa bermakna, kebersamaan tim, keselarasan nilai, transendensi, dan tanggung jawab. AI memperkuat WPS melalui peran otomatisasi tugas repetitif, efisiensi kerja, dan fasilitasi kolaborasi yang memberi ruang refleksi. Sebaliknya AI melemahkan WPS ketika menggantikan interaksi manusia, mengurangi otonomi, dan menimbulkan ketidakadilan, serta isolasi sosial sehingga muncul kasus perundungan dan ancaman

    Model Kinerja Pegawai Bina Mental Spiritual Bidang Kesra Dalam Pelaksanaan MTQ Tingkat Kota Sukabumi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model kinerja pegawai Bina Mental Spiritual Bidang Kesejahteraan Rakyat dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Sukabumi. Penyelenggaraan MTQ merupakan program strategis bidang keagamaan yang keberhasilannya sangat bergantung pada kinerja pegawai pengelola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen terhadap informan yang dipilih secara purposive, melibatkan pegawai, pimpinan, serta pemangku kepentingan terkait pelaksanaan MTQ. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan penerapan triangulasi untuk menjamin kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh tujuh dimensi utama, yaitu kemampuan pegawai, kejelasan peran dan tanggung jawab, dukungan organisasi, sistem penghargaan, mekanisme evaluasi dan umpan balik, kesesuaian tugas dengan kompetensi, serta lingkungan kerja. Ketujuh dimensi tersebut dikelompokkan ke dalam faktor penggerak, faktor pengarah, dan faktor pendukung yang saling berinteraksi membentuk kinerja secara dinamis. Model kinerja yang dirumuskan bersifat holistik dan aplikatif, serta dapat digunakan sebagai alat diagnosis dan dasar perumusan strategi peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan manajemen kinerja sektor publik, khususnya dalam konteks pelayanan keagamaan dan penyelenggaraan MTQ di tingkat daerah

    Measuring Agile Organization Implementation: A Case Study of Financial Education and Training Agency, Ministry of Finance

    No full text
    The concept of an agile organization has expanded beyond the private sector and is increasingly being adopted within the public sector, including government institutions. One such organization that has begun to implement this concept is the Financial Education and Training Agency (BPPK). As part of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, BPPK is actively preparing for the comprehensive implementation of an agile organization framework. To assess the current state and readiness of BPPK in adopting this concept, an evaluation was conducted to examine the implementation of agile organization characteristics. This evaluation is based on the five core characteristics of an agile organization: strategy, structure, process, people, and technology. The findings of the evaluation suggest that BPPK has successfully integrated several key characteristics of an agile organization. Notably, the areas of structure and technology stand out, with BPPK designing and creating an open physical and virtual environment that empowers employees to perform their roles more effectively within a conducive setting. Furthermore, BPPK has developed state-of-the-art technology to support the execution of business processes, thereby enhancing work effectiveness and accountability. However, other agile organization characteristics, such as strategy, process, and people, still require further attention and focus from BPPK to fully implement this concept. These characteristics have been assessed as being below the average score for each component, indicating considerable room for improvement. Additionally, a change management strategy was mapped using the ADKAR model. This strategy focuses on five key areas: building awareness, fostering desire, providing knowledge, ensuring ability, and establishing reinforcement. It is anticipated that the successful application of this strategy will facilitate a smooth transition to an agile organization at BPPK and minimize employee resistance to the change process

    Analisa Komparatif Portofolio Investasi Syariah Terhadap ROA Asuransi Syariah Di Indonesia Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas alokasi portofolio investasi syariah terhadap profitabilitas (Return on Assets/ROA) perusahaan asuransi syariah di Indonesia, serta menguji peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Instrumen yang dianalisis meliputi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Sukuk Korporasi, Deposito Syariah, dan Reksadana Syariah. Penelitian menggunakan data sekunder dari 14 perusahaan asuransi syariah yang terdaftar di OJK periode 2019-2023, mencakup fase pra-pandemi, pandemi COVID-19, hingga pemulihan ekonomi. Melalui pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Regresi Data Panel (Fixed Effect Model) dan Moderated Regression Analysis (MRA), hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya return Deposito Syariah yang berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, yang mengindikasikan karakteristik defensif instrumen ini dalam menjaga stabilitas laba. Sebaliknya, return SBSN dan Sukuk Korporasi berpengaruh negatif signifikan, sedangkan Reksadana Syariah tidak berpengaruh signifikan. Temuan penting dari uji moderasi membuktikan bahwa ukuran perusahaan memperkuat pengaruh return instrumen berbasis obligasi (SBSN dan Sukuk) terhadap ROA, namun memperlemah pengaruh return Deposito dan Reksadana. Hal ini mengimplikasikan bahwa perusahaan berskala besar memiliki keunggulan kapabilitas manajemen risiko dalam mengelola instrumen kompleks, sementara efektivitas instrumen likuid seperti deposito cenderung berkurang seiring membesarnya skala perusahaa

    Pengaruh Pajak Penghasilan, Nilai Tukar, Insentif Tunneling Dan Mekanisme Bonus Terhadap Keputusan Transfer Pricing

    No full text
    Praktik transfer pricing berkembang seiring meningkatnya intensitas transaksi antar perusahaan yang memiliki hubungan istimewa dalam lingkungan bisnis global. Kondisi tersebut menjadikan transfer pricing sebagai isu penting dalam perpajakan karena berpotensi memengaruhi distribusi laba serta basis pemajakan negara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam menggunakan transfer pricing pada faktor pajak penghasilan, nilai tukar, penyesuaian insentif, dan mekanisme bonus pada perusahaan manufaktur di Indonesia yang terdaftar di IDX selama periode 2022 hingga 2024. Studi ini menerapkan metode kuantitatif dengan mengandalkan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan entitas bisnis. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik purposive sampling, yang menghasilkan 35 perusahaan manufaktur sebagai subjek penelitian dengan total 105 unit pengamatan. Pengolahan data dilakukan melalui analisis regresi logistik untuk mengevaluasi dampak masing-masing variabel predictor terhadap keputusan transfer pricing yang diwakilkan oleh variabel dummy. Temuan dari uji empiris mengindikasikan bahwa nilai tukar mata uang memberikan pengaruh yang mengindikasikan bahwa fluktuasi kurs menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan harga transfer. Sebaliknya, pajak penghasilan, insentif tunneling, dan mekanisme bonus tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan transfer pricing. Temuan ini mengisyaratkan bahwa keputusan perusahaan dalam menerapkan transfer pricing lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal yang berkaitan dengan risiko ekonomi makro dibandingkan oleh dorongan fiskal maupun kepentingan internal manajerial

    Pengaruh Word Of Mouth, Nilai Pelanggan, Dan Kualitas Produk Terhadap Produk Makeup Emina Di Kota Batam

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana nilai konsumen, kualitas produk, dan word-of-mouth memengaruhi keinginan warga Kota Batam untuk membeli kosmetik Emina. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif dan metodologi kuantitatif. Pelanggan kosmetik Emina di Kota Batam pada tahun 2025 menjadi subjek penelitian ukuran populasi yang tepat tidak diketahui. Rumus Jacob Cohen digunakan untuk menentukan ukuran sampel, dan 120 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pengujian kualitas data, pengujian asumsi tradisional, analisis asosiasi variabel, dan pengujian hipotesis termasuk di antara teknik yang digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi minat beli dapat dijelaskan oleh word-of-mouth, nilai pelanggan, dan kualitas produk secara bersamaan sebesar 79,7%, dengan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak termasuk dalam model penelitian. Selain itu, hasil uji t dan uji F menunjukkan bahwa kualitas produk, nilai pelanggan, dan word-of-mouth semuanya memiliki dampak yang menguntungkan dan signifikan terhadap keinginan warga Kota Batam untuk membeli produk kecantikan Emina

    Pengaruh Job Insecurity dan Dukungan Sosial Terhadap Burnout Mahasiswa Pekerja Dengan Self-Efficacy Sebagai Variabel Intervening

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Job Insecurity dan Dukungan Sosial memengaruhi tingkat Burnout pada mahasiswa pekerja angkatan 2022 di Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan self-Efficacy sebagai mediator atau variabel intervening dalam model analisisnya. Secara metodologis, riset ini mengadopsi desain kuantitatif dengan teknik survei, di mana penjaringan data primer dilakukan melalui penyebaran instrumen kuesioner berbasis digital yang menggunakan pengukuran skala Likert, dan responden berjumlah 120 mahasiswa pekerja. Guna menguji konsistensi internal dan akurasi pengukuran, penelitian ini mengandalkan pendekatan PLS-SEM (Partial Least Square–Structural Equation Modeling). Proses komputasi dilakukan melalui SmartPLS, yang memungkinkan peneliti untuk membedah interaksi antarvariabel sekaligus memvalidasi kerangka teoritis melalui serangkaian uji reliabilitas dan validitas yang ketat. Hasil menunjukkan bahwa baik Job Insecurity maupun Dukungan Sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Burnout. Sebaliknya, kedua variabel tersebut terbukti signifikan dalam membentuk Self-Efficacy mahasiswa pekerja. Kendati demikian, Self-Efficacy tidak memberikan dampak signifikan pada Burnout, sehingga tidak mampu memediasi hubungan antara Job Insecurity maupun Dukungan Sosial dengan Burnout. emuan ini merefleksikan kuatnya pengaruh faktor di luar lingkup penelitian terhadap eskalasi burnout pada subjek mahasiswa pekerja, sedangkan Job Insecurity dan Dukungan Sosial lebih relevan dalam memperkuat keyakinan diri atau Self-Efficacy mereka

    Pengaruh Punishment, Reward, dan Motivation Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Balai Desa Di Wilayah Sukolilo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh punishment, reward, dan motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai balai desa di wilayah Sukolilo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan paradigma positivisme, yang berfokus pada pengujian hipotesis melalui data numerik dan analisis statistik inferensial. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner tertutup berskala Likert lima poin kepada 110 pegawai yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan masa kerja minimal satu tahun. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan metode ordinary least square setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa punishment, reward, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, motivasi memiliki pengaruh paling dominan terhadap produktivitas kerja pegawai. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan variasi produktivitas kerja sebesar 84,7%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sistem sanksi, penghargaan, dan penguatan motivasi kerja secara terpadu guna meningkatkan produktivitas pegawai balai desa

    Pengaruh Soft Skill Dan Mindset Terhadap Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Di Era 4.0 Dengan Keterampilan Keunggulan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Mahasiswa Akhir Manajemen FEB UMS Tahun 2025

    No full text
    Penelitian ini berupaya menganalisis dampak soft skill serta mindset dalam menentukan tingkat kesiapan kerja pada mahasiswa Manajemen FEB UMS angkatan 2025, di mana keunggulan kerja diposisikan sebagai variabel yang menengahi (intervening). Mengaplikasikan pendekatan kuantitatif asosiatif, penelitian ini mengambil sampel sebanyak 180 mahasiswa akhir secara purposive, dan data diperoleh melalui kuesioner daring skala Likert 1–5. Soft skill meliputi kemahiran interpersonal, komunikasi, kerja sama tim, manajemen diri, dan adaptasi; mindset mencerminkan pola pikir yang memengaruhi pengembangan keterampilan non-teknis; kesiapan kerja mencakup kompetensi, kesiapan mental, adaptabilitas, perencanaan karier, dan kepercayaan diri; sementara keterampilan keunggulan kerja diukur melalui literasi digital, personal branding, dan orientasi hasil unggul. Analisis menggunakan SEM-PLS memperlihatkan jika soft skill dan mindset tidak berpengaruh signifikan terhadap keterampilan keunggulan kerja, dan keterampilan keunggulan kerja tidak memediasi hubungan keduanya dengan kesiapan kerja. Mindset terbukti menjadi faktor utama yang berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja, sedangkan soft skill tidak signifikan, menandakan kesiapan kerja lebih ditentukan oleh kesiapan psikologis. Temuan ini memiliki implikasi praktis untuk pengembangan kurikulum dan strategi pembinaan mahasiswa di era industri 4.0

    2,526

    full texts

    5,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI) Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇