Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI) Journal
Not a member yet
    5492 research outputs found

    Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal Sebagai Strategi Meningkatkan Ekonomi Keberlanjutan

    No full text
    Penelitian ini menganalisis peran strategis Pemerintah Kabupaten Merauke dalam mendorong ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat lokal. Sebagai wilayah yang diproyeksikan menjadi lumbung pangan nasional, Merauke memiliki potensi sumber daya alam melimpah, namun pemanfaatannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kualitas SDM, hambatan geografis, dan aksesibilitas yang belum merata di wilayah terpencil. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengungkapkan bahwa pemerintah daerah menjalankan fungsi vital sebagai regulator, fasilitator, dan katalisator dalam mengintegrasikan pelatihan teknis agribisnis serta penguatan kapasitas kelembagaan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Program intervensi yang dilakukan mencakup pendidikan formal, pelatihan keterampilan produktif, dan pendampingan UMKM yang dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi mandiri. Meskipun terdapat progres positif dalam peningkatan pendapatan dan kompetensi masyarakat, efektivitas kebijakan masih sering terbentur oleh lemahnya koordinasi lintas instansi, keterbatasan anggaran, serta perlunya sinkronisasi kurikulum pelatihan dengan kearifan lokal masyarakat adat. Hasil penelitian menekankan bahwa keberhasilan ekonomi berkelanjutan di Merauke sangat bergantung pada sinergi yang konsisten antara penguatan modal manusia (human capital) dengan pendekatan pemberdayaan yang partisipatif. Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan yang kuat dan tata kelola yang inklusif untuk memastikan bahwa masyarakat lokal bukan hanya menjadi objek pembangunan, melainkan aktor utama dalam pengelolaan potensi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan

    Transformational Leadership, Work Discipline, and Occupational Health and Safety as Determinants of Employee Performance: Evidence from PT Lintech Duta Pratama, Sumbawa

    No full text
    ABSTRACT This study examines the effect of transformational leadership, work discipline, and occupational health and safety (OHS) on employee performance at PT Lintech Duta Pratama, Sumbawa Site, West Nusa Tenggara. The research is motivated by a decline in employee performance, reflected in reduced productivity and delays in task completion. A quantitative approach was employed, involving 50 employees selected using a census technique. Data were collected through closed-ended questionnaires and analyzed using SPSS, applying validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression, t-tests, and coefficient of determination (R²). The results reveal that transformational leadership, work discipline, and OHS have a positive and significant impact on employee performance. These findings highlight the importance of effective leadership, strong work discipline, and consistent OHS implementation in improving employee performance and organizational productivity

    Kepatuhan Syariah dalam Penerbitan Sukuk: Pendekatan Kualitatif Berbasis Fatwa DSN-MUI dan Peraturan OJK di Indonesia

    No full text
    Objective: This study aims to describe the elements of sharia compliance contained in sukuk, based on the fatwas of the National Sharia Council (DSN-MUI) and several regulations issued by the Financial Services Authority (OJK) in Indonesia. Design/Methodology/Approach: This study uses a qualitative approach with documentary and secondary data, including fatwas and regulations required to explore the sharia compliance of sukuk. This study highlights and identifies the elements of sharia compliance using a hierarchy map. Findings: Sukuk in Indonesia fulfills sharia compliance through: (1) absolute prohibition of riba, gharar, maysir, tadlis, dharar, risywah, zhulm, and haram activities; (2) halal underlying assets (tangible assets, asset benefits, services, certain projects, or certain investment activities) with a minimum of 51 percent tangible assets for traded sukuk; (3) transparent returns in the form of profit sharing, margins, or ujrah in accordance with sharia contracts (mudharabah, musyarakah, ijarah, wakalah, murabahah, salam, istishna'); (4) implementation of maqasid sharia through the principle of "dar' al-mafasid muqaddam 'ala jalb al-masalih" and support for sustainable development (sustainability sukuk). All fatwas and POJK consistently emphasize that sukuk must represent ownership of real assets, not merely interest-bearing debt. Practical Implications: Existing regulations have established a strong sharia compliance framework for sovereign sukuk (SBSN) and corporate sukuk, including sustainable sukuk (green/sustainability sukuk). However, ongoing supervision by the Sharia Supervisory Board and the Sharia Expert Team, as well as transparent reporting on the use of funds, remain essential to maintaining sharia integrity throughout the sukuk lifecycle. Originality/Value: This study provides a hierarchical mapping of the elements of sharia compliance in sukuk in Indonesia by integrating relevant DSN-MUI fatwas and the development of OJK regulations, serving as a reference for further research and practice in Islamic finance

    Pengaruh Financial Strain, Financial Behavior Dan Literasi Keuangan Terhadap Kepuasan Daya Beli Masyarakat Gen Z Medan Petisah

    No full text
    Generasi Z di Kota Medan menghadapi tantangan serius dalam mengelola keuangan pribadi akibat gaya hidup modern yang konsumtif, rendahnya literasi keuangan, serta tingginya tekanan finansial. Meskipun memiliki akses luas terhadap sumber pendapatan tambahan, banyak dari mereka mengalami ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran karena perilaku konsumtif, penggunaan pinjaman online, dan kurangnya perencanaan keuangan. Kondisi ini menyebabkan mereka kesulitan menjaga kestabilan finansial dan menurunkan kepuasan terhadap daya beli, karena sebagian pendapatan harus dialokasikan untuk kebutuhan gaya hidup atau membayar utang. Faktor-faktor seperti tekanan keuangan, perilaku keuangan yang kurang bijak, dan rendahnya literasi keuangan menjadi penyebab utama rendahnya kepuasan daya beli di kalangan Gen Z Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Gen Z yang ada di Medan Petisah sebanyak 11.745 jiwa. Sehubungan dengan jumlah populasi yang berjumlah 11.745 orang akan digunakan sebagai populasi, maka penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Slovinsehingga diperoleh sebanyak 99 sampel. Kesimpulan yang dapat diambil oleh peneliti dari hasil penelitian ini adalah Financial Strain berpengaruh terhadap Kepuasan Daya Beli Masyarakat Gen Z Medan Petisah. Financial Behavior berpengaruh terhadap Kepuasan Daya Beli Masyarakat Gen Z Medan Petisah. Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Kepuasan Daya Beli Masyarakat Gen Z Medan Petisah. Financial Strain, Financial Behavior dan Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Kepuasan Daya Beli Masyarakat Gen Z Medan Petisah

    Persepsi Faktor Pemasaran Digital Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Klinik Watumas

    No full text
    Perkembangan teknologi informasi telah mendorong fasilitas kesehatan untuk mengadopsi pemasaran digital guna mempertahankan loyalitas pasien di tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pasien mengenai faktor pemasaran digital (Interaktivitas, Aksesibilitas, dan Informativitas) dan pengaruhnya terhadap minat kunjungan ulang pasien di Klinik Watumas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan dekonstruksi, interpretasi, dan rekonstruksi untuk memahami makna di balik pengalaman digital pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor pemasaran digital berperan krusial dalam membentuk minat kunjungan ulang. Interaktivitas melalui respons cepat dan personal di WhatsApp membangun hubungan emosional dan kepercayaan. Aksesibilitas berupa kemudahan pendaftaran daring dan kejelasan jadwal dokter menjadi faktor utama kepuasan karena memberikan efisiensi waktu dan meminimalisasi antrean. Informativitas melalui konten edukasi dan ulasan daring (online reviews) terbukti efektif mendorong pembelian layanan tambahan (cross-buying) dan memperkuat kredibilitas klinik. Kesimpulannya, integrasi layanan digital yang efisien dengan pelayanan fisik yang konsisten (omnichannel) membentuk persepsi positif yang mendorong loyalitas, rekomendasi, dan intensi kunjungan ulang pasien secara berkelanjutan

    Understanding Visitor Engagement at Private Art Spaces: A Mixed-Methods Study of A Non-Profit Gallery in Indonesia

    No full text
    Private art spaces occupy an unusual position in the cultural landscape. They carry public-facing missions—education, cultural dialogue, community building—yet operate without the institutional funding that sustains government museums. This study examines factors shaping visitor engagement at Gallery XYZ, a non-profit contemporary art institution located in a major creative city in Indonesia. Despite years of programming exhibitions, workshops, and cultural events, the gallery faces inconsistent attendance and a narrow visitor demographic. The research employed a convergent mixed-methods design, integrating quantitative survey data (n=162) with qualitative semi-structured interviews (n=11). Survey respondents were categorized into three segments: current visitors (n=88), aware non-visitors who recognized the gallery but had never attended (n=34), and those entirely unaware of its existence (n=40). Thematic analysis following Braun and Clarke's framework identified six interrelated themes: motivational drivers, engagement barriers, visitor experience quality, brand perception, communication effectiveness, and value perception. Quantitative findings revealed that 81.8% of visitors were irregular—either lapsed or one-time attendees. Access and distance emerged as the dominant barrier (67.0% of visitors, 31.1% of non-visitors). The companion dependency pattern proved equally notable: 61.4% visited with friends, while 25-31% across segments cited lacking a companion as a barrier. Qualitative findings revealed a perception gap—the gallery commanded prestige among art insiders yet remained largely invisible to the general public. Non-visitors described galleries as spaces "made for other people," suggesting psychological barriers that practical interventions alone may not address. The study contributes to cultural marketing literature by illustrating how private art spaces in developing economies may inadvertently cultivate exclusive reputations despite inclusive aspirations

    Strategi Manajemen Perubahan untuk Meningkatkan Championing Behavior pada Implementasi Rekam Medis Elektronik

    No full text
    Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit tipe D kerap menghadapi tantangan yang tidak semata-mata bersifat teknis, melainkan berkaitan dengan kesiapan dan perilaku sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen perubahan berbasis Model Kotter dalam mendorong championing behavior karyawan pada implementasi RME di Rumah Sakit Islam (RSI) Yatofa, Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME di RSI Yatofa secara alami mengikuti tahapan Model Kotter, khususnya dalam membangun rasa urgensi, membentuk koalisi pemandu, dan menciptakan keberhasilan awal. Strategi paling efektif dalam menumbuhkan championing behavior adalah pemberdayaan mentor sejawat (peer mentors) melalui pendampingan berkelanjutan dan melibatkan pemimpin informal yang mampu menjembatani visi manajemen dengan praktik operasional sehari-hari. Championing behavior berkembang melalui interaksi saling menguatkan antara motivasi intrinsik, dukungan organisasi melalui kepemimpinan dan komunikasi efektif, dukungan sosial dari mentor sejawat, dan pengalaman keberhasilan awal yang nyata dalam penggunaan sistem. Temuan penting adalah munculnya fenomena resiliensi kolektif, di mana keterbatasan teknis tidak menjadi hambatan utama, tetapi justru memperkuat kolaborasi tim dalam mencari solusi bersama. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan manajemen perubahan berpusat pada manusia, berbasis dukungan sosial, dan penciptaan pengalaman keberhasilan bersama memiliki peran lebih krusial dibandingkan infrastruktur teknis semata dalam konteks rumah sakit dengan keterbatasan sumber daya

    Penguatan Keuangan Mikro Melalui Pelatihan Manajemen Risiko dan Investasi Untuk Pedagang Kecil

    No full text
    Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas keuangan mikro bagi para pedagang kecil melalui pelatihan manajemen risiko dan investasi. Pedagang kecil kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti pendapatan yang tidak stabil, keterbatasan akses terhadap kredit, serta kerentanan terhadap fluktuasi pasar. Selain itu, sebagian besar pedagang masih kurang memiliki pemahaman tentang strategi investasi yang tepat untuk meningkatkan keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian kepada masyarakat secara partisipatif, melalui kegiatan lokakarya, pendampingan, dan diskusi interaktif bersama pedagang setempat. Materi pelatihan mencakup identifikasi risiko dasar, perencanaan keuangan, diversifikasi investasi, serta simulasi kasus praktis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta observasi langsung terhadap kemampuan peserta dalam menerapkan teknik manajemen keuangan pada usahanya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman mengenai manajemen risiko, serta keterampilan yang lebih baik dalam menyusun rencana investasi sederhana. Program ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan guna memperkuat ketahanan dan pertumbuhan pedagang kecil dalam menghadapi tantangan ekonomi

    Evaluasi Efektivitas Kegiatan Organisasi Mahasiswa Dalam Meningkatkan Kesiapan Kerja dan Employability Mahasiswa Semester Akhir Di Universitas Muhammadiyah Surakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan organisasi mahasiswa dalam meningkatkan kesiapan kerja dan employability mahasiswa semester akhir di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian evaluatif dan bersifat explanatory. Variabel penelitian meliputi efektivitas organisasi mahasiswa sebagai variabel independen, soft skills sebagai variabel mediasi, serta kesiapan kerja dan employability sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert 1–5 yang disebarkan secara daring kepada mahasiswa semester akhir yang aktif berorganisasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 240 mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui pengujian outer model dan inner model serta bootstrapping untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas organisasi mahasiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap soft skills, kesiapan kerja, dan employability. Selain itu, soft skills terbukti memediasi secara signifikan pengaruh efektivitas organisasi mahasiswa terhadap kesiapan kerja dan employability. Temuan ini menegaskan pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam pengembangan kompetensi non-akademik dan peningkatan daya saing lulusan di dunia kerja

    Analisis Strategi Pemasaran Jeruk Siam Kintamani Berdasarkan Matriks IFE Dan EFE Di Desa Bonyoh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran Jeruk Siam Kintamani di Desa Bonyoh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, kuesioner, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), Matriks External Factor Evaluation (EFE), Matriks Internal–External (IE), serta Matriks SWOT untuk menentukan alternatif strategi yang sesuai. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Matriks IFE sebesar 1,77 dan Matriks EFE sebesar 1,65, yang mengindikasikan kondisi internal dan eksternal pemasaran jeruk berada pada kategori lemah. Posisi usaha pada Matriks IE berada di Kuadran IX dengan strategi panen atau lepas. Berdasarkan Matriks SWOT, strategi yang direkomendasikan adalah strategi Weakness–Opportunity (WO) dan Weakness–Threat (WT), yang menekankan pada perbaikan penanganan pascapanen, pengemasan, efisiensi pemasaran, serta pengendalian risiko untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan pemasaran Jeruk Siam Kintamani

    2,526

    full texts

    5,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI) Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇