SELAMAT DATANG di OPEN JOURNAL SYSTEM FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Not a member yet
471 research outputs found
Sort by
Keharmonisan Keluarga dan Hubungannya dengan Kecerdasan Spiritual pada Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keharmonisan keluarga dengan kecerdasan spiritual siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Gorontalo pada siswa kelas XI dengan jumlah populasi seluruh siswa berjumlah 130 sedangkan pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik random sampling berjumlah 60 siswa. Uji normalitas data dengan chi-kuadrat, analisis data menggunakan analisis korelasi, regresi sederhana dan koefesien korelasi. Berdasarkan analisis statistika korelasional diperoleh nilai rxy =0,83 dan r2xy = 68,89. Uji signifikan korelasi diperoleh thitung sebesar 11,34. Sedangkan dari daftar distribusi t pada taraf nyata 5 % diperoleh ttabel 2,000. Ternyata harga thitung lebih besar dari ttabel atau harga thitung berada di luar daerah penerimaan H0. Artinya bahwa koefesien korelasi sangat berarti. Dengan demikian dapat disimpulkan H1 yang berbunyi “Terdapat hubungan keharmonisan keluarga (X) dengan kecerdasan spiritual (Y) pada siswa kelas XI SMA Negeri 5 Gorontalo” dapat diterima.
 
Best Practice Layanan Kantin Sekolah; Sehat, Cinta Lingkungan dan Motivasi Jiwa Kewirausahaan
Abstrak: Layanan kantin sekolah sehat merupakan kebutuhan primer dalam manajemen sekolah sebagai upaya menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi peserta didik sekaligus penyiapan generasi unggul di masa mendatang. Kajian kantin sehat dan pembelajaran cinta lingkungan serta motivasi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan ini mengungkap ‘best practice’ atau pengalaman sekolah dan madrasah dalam memberikan layanan kantin sekolah. Metode penelitian menggunakan studi dokumentasi dimana sumber data diperoleh dari berbagai sumber atas layanan kantin sebagai best practice yang diketengahkan dari sumber pemberitaan dari internet. Pengolahan data mendasarkan pada klasifikasi dalam penyajian, reduksi, dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat sekolah dan madrasah yang memberikan layanan kantin sekolah memperhatikan sarana bersih dan sehat serta prasarana tempat yang nyaman. Jajanan yang disediakan juga memperhatikan kebersihan dan kesehatan baik secara substansi maupun pengolahannya. Keberadaan kantin sekolah juga digunakan sebagai wahana pembelajaran cinta pada lingkungan bersih dan sehat serta dimanfaatkan juga sebagai penguatan jiwa kewirausahaan.
Kata kunci : Best Practice Kantin Sekolah; Sehat; Cinta Lingkungan; Jiwa Kewirausahaan.
Abstract: School canteen services are a primary need in school management as an effort to provide healthy and nutritious food for students as well preparing good generations in the future. This study of school canteens in provide healthy food for students and environmental learning as well to give an entrepreneurial spirit from the school best practices in school canteen services. This research method uses a dokumentation study where data sources from canteen services as best practice which are reported from news in the internet. Data analysis process was based on classification, reduction, and drawing conclusion. The result showed that there were four school gave school canteen services; paying attention to hygiene and healt facilities, comfortable place and infrastructure. Food and snacks were provided hygiene and health both material and processing. The school canteen was also used to give learning in an environmental health and entrepreneurship training.
Kata Kunci: School canteen best practice, healthy, environmental care, entrepreneurial spirit
Deskripsi Motivasi Siswa dalam Mengikuti Layanan Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi COVID-19-19
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan motivasi siswa dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi siswa dalam mengikuti layanan Bimbingan dan Konseling di Masa Pandemi Covid-19 di kelas XI SMA Negeri 5 Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 5 Gorontalo yang berjumlah 496 siswa sedangkan pengambilan sampel penelitian dengan teknik random sampling berjumlah 83 siswa dan teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dengan analisis persentase menunjukkan bahwa dari pemilihan karir siswa dengan indikator adanya keinginan untuk mengikuti kegiatan dengan persentase 78,25% berada pada kategori tinggi, adanya harapan dan cita-cita dengan persentase 77,41% berada pada kategori tinggi, adanya lingkungan yang baik dengan persentase 69,75% berada pada kategori sedang, dan adanya kegiatan yang menarik dengan persentase 74,36% pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam mengikuti layanan Bimbingan dan Konseling di masa pandemi Covid-19 di kelas XI SMA Negeri 5 Gorontalo 74,94% pada kategori sedang
Implementasi Model Tematik Integratif Pada Pembelajaran
Artikel ini berkaitan dengan bagaimana proses implemetasi model tematik integratif pada pembelajaran PAI di SDN Sereka-Musi Banyuasin, dengan latar belakang bahwa pentingnya penerapan model ini pada level Sekolah Dasar, dengan tujuan untuk bisa menanamkan nilai-nilai karakter terhadap peserta didik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dimulai dari reduksi data, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data dan diakhiri dengan verifikasi data. Hasil yang diperoleh bahwa implementasi model tematik integratif pada pembelajaran PAI di SDN Sereka sudah dijalankan dengan baik, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan model dan diakhiri dengan penilaian terhadap implementasi dari model tematik integratif tersebu
Pengaruh Bauran Pemasaran, Kelompok Rujukan Dan Persepsi Terhadap Sikap Mahasiswa Dalam Memilih Perguruan Tinggi
Kebutuhan terhadap perbaikan kualitas pendidikan secara terus menerus menjadi prioritas dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif, termasuk sektor pariwisata. Identifikasi sikap dalam memilih perguruan tinggi pariwisata merupakan hal penting untuk memberikan kepastian bahwa perguruan tinggi mampu bersaing. Sikap dikaitkan dengan objek penelitian mencakup bauran pemasaran, kelompok rujukan dan persepsi. Subjek penelitian adalah mahasiswa baru Politeknik Pariwisata Palembang dengan total sampel sebesar 182 orang yang diidentifikasi dengan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan model regresi linier berganda menunjukkan seluruh variabel bebas memberikan pengaruh secara simultan sedangkan secara parsial, terdapat dua variabel yaitu bauran pemasaran dan kelompok rujukan yang berdampak terhadap sikap mahasiswa dalam memilih perguruan tingg
Upaya Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini dengan Pemberian Apresiasi
Kepercayaan diri merupakan sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dapat bertanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Berdasarkan masalah yang diteliti di TK Islam Hasan Mukti yaitu tentang menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini pada anak kelompok A yang belum berkembang sesuai harapan, dikarenakan belum tepatnya pemberian metode yang diterapkan, kurangnya fasilitas penunjang yang memadai di sekolah, sehingga harapan tidak sesuai dengan ekspektasi di lapangan. Kurangnya pengetahuan dari orang tua pun membuat perkembangan rasa percaya diri anak tidak terbentuk dengan baik. Maka peneliti berupaya untuk meningkatkan rasa percaya diri ini dengan menerapkan pemberian apresasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pada pembentukan rasa percaya diri pada anak Kelompok A setelah diberikannya apresiasi seperti pemberian pujian, acungan jempol, reward, mengajak anak jalan-jalan, pemberian hadiah, membelikan makanan kesukaan, tepuk tangan, thos, pemberian makanan kecil, senyuman, pemberian stiker dalam setiap kegiatan di sekolah yang bersifat melatih keberanian atau ketika siswa telah melakukan hal yang baik dan menarik
Analisis Deskriptif Implementasi HOTS pada Model Pembelajaran Project Based Learning
Menerapkan HOTS pada model pembelajaran konvensional tidaklah mudah. Project Based Learning sebagai model yang diusung oleh kurikulum merdeka memiliki kekhasan dalam pembelajarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran bagaimana mengimplementasikan HOTS pada model pembelajaran project sehingga pembelajaran lebih efektif dan berkualitas. Penelitian ini memfokuskan pada tujuan program pembelajaran PJBL, komponen HOTS dalam PJBL, perencanaan pembelajaran, langkah-langkah pelaksanaan, penilaian, hambatan dan solusi. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari empat kelas dengan empat guru yang ada di TKIT Nurul Fikri sebagai sekolah yang sudah menggunakan PJBL dalam pembelajarannya. Obyek penelitian adalah bagaimana mengimplementasikan HOTS dalam model pembelajaran project. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles Huberman yang terdiri dari tahap pengumpulan data, redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada empat langkah-langkah PJBL yang dilakukan yaitu memulai, merancang, mengembangkan dan mengakhiri project terdapat proses HOTS didalamnya, proses analisis terlihat ketika membuat mind mapping, merancang project, mencari ide, mencari alat dan bahan project, berekperimen. Proses menilai terdapat dalam kegiatan presentasi. Sedang proses mencipta pada saat siswa membuat rancangan project berupa mind mapp, membuat dan menggambarkan hasil projectnya
Pengaruh Partisipasi Orang Tua, Lingkungan Sekolah, Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh partisipasi orang tua terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Telkom Makassar, (2) mengetahui pengaruh partisipasi orang tua terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Telkom Makassar melalui motivasi belajar, (3) mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD Telkom Makassar, (4) mengetahui lingkungan sekolah terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD Telkom Makassar melalui motivasi belajar, (5) mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD Telkom Makassar. penelitian ini dilaksanakan di SD Telkom Makassar pada kelas IV dengan jumlah sampel 56 siswa. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto dengan menggunakan metode analisis jalur (path analysis). Pengumpulan data dilakukan dengan melalui angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi orang tua berkontribusi langsung terhadap hasil belajar matematika siswa sebesar 7,45%, partisipasi orang tua berkontribusi terhadap hasil belajar matematika melalui motivasi belajar siswa sebesar 0,56%, lingkungan sekolah berkontribusi terhadap hasil belajar matematika sebesar 9,67%, lingkungan sekolah berkontribusi terhadap hasil belajar matematika melalui motivasi belajar siswa sebesar 0,65%, motivasi belajar berkontribusi terhadap hasil belajar matematika sebesar 6,40
Analisis Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia 5-6 Tahun
The purpose of this study was to analyze and determine the religious and moral values of children. This research method is qualitative used to explain the data from the research results and describe what it is about the Analysis of Children's Religious and Moral Values. Planning is compiled and designed systematically and then analyzed qualitatively and presented in the form of a research report. The results of the research that has been done, it is concluded that based on the results of the research that has been done, it can be concluded that the development of religious and moral values in children in Muara Kasih Kindergarten as a whole has several indicators that are not optimal. The delay in the development of religious and moral values in children in Muara Kasih Kindergarten is due to several factors, both from within the child itself and also from the environment around the child. The role of a teacher in efforts to develop the development of religious and moral values in children can be done by encouraging, guiding, and motivating their students so that they are able to further develop the development of religious and moral values and parents can provide good examples or examples, in behavior and etc.
Keywords: 
Kemampuan Guru TK dan Kader Posyandu dalam Menggunakan DDST Suplemen Alat Ukur Perkembangan Anak Usia Dini
Children have different developmental abilities and have important periods in each span of development. The difference in the ability of each child has the potential for a dysfunctional child growth and development disorder. There is a need for the Denver Developmental Screening Test (DDST) for early detection and early treatment if developmental disorders occur. This community service activity is the result of collaboration with early childhood Persada and early childhood Kencana Mandiri with the target of teachers and posyandu cadres. The implementation of community service activities is carried out through several stages including 1) Lectures, 2) Discussions, 3) Simulation of the application of the Denver Developmental Screening Test (DDST) in the form of peer teaching, 4) Implementation of early detection using the DDST instrument for children aged 3-6 years . The method used in service activities is technical assistance in the form of education in the form of counseling and mentoring. The Denver Developmental Screening Test (DDST) is used as a supplementary measuring tool in reflecting several child development tasks including 1) Personal social (social behavior), 2) Fine motor adaptive (fine motor movements), 3) Language (language), 4) Gross motor (gross motor movement). The Denver Developmental Screening Test (DDST) is effectively carried out by Kindergarten teachers in monitoring the development of students, while posyandu cadres serve as early detectors in assisting parents in observing each stage of early childhood development