SELAMAT DATANG di OPEN JOURNAL SYSTEM FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Not a member yet
471 research outputs found
Sort by
Kompetensi Guru Menerapkan Pembelajaran Bermakna Menuju Merdeka Belajar dalam Membangun Karakter Anak
Competent teachers are able to create a happy learning atmosphere, both for students and teachers. Therefore teachers who have professional competence must teach by creating independent learning so that the learning process can make students more creative, innovative and can create a happy atmosphere. Meaningful learning is learning that emphasizes the use of knowledge meaningfully and the learning process is more directed at learning activities on students' thinking abilities. Learning that liberates the process of formulating meaning actively involves integrated skills using problems in real contexts. A meaningful learning process will condition the birth of intelligent children as well as character. It is said meaningful learning if the school is able to accommodate all the potential of its students, and the teacher is able to understand and guide learning in accordance with the talents of student interests. Whereas for students, it is always embedded that school is fun. In free learning, the teacher besides acting as a source of learning, also acts as a learning facilitator. As a learning facilitator, of course the teacher must design a learning that is fun so that students can achieve the expected learning goals. Teachers who have professional competence can realize concepts and reflect freedom of learning. Teachers are required to be more creative and innovative in developing learning materials
Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Kepribadian Introvert pada Anak Usia Dini
Parenting style is an attempt by parents to educate their children more effectively. The introvert personality directs the person to subjective experiences, focuses on the inner and private world where reality is present in observations, tends to be aloof, quiet/unfriendly, even antisocial. This study aims to determine the analysis of parenting styles in shaping children's introvert personality at TK PGRI I Ciniru. This research uses a qualitative approach. The sample in this study was five students of TK PGRI I Ciniru. The sampling technique in this study using the purposive sampling technique. Data collection techniques are through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed descriptively qualitatively. Based on the data from the analysis, it was found that out of the five students, three students had authoritarian parenting, one student had democratic parenting, and one student had permissive parenting. From the interviews and observations from parents and teachers, three students who have authoritarian parenting tend to have an introverted personality compared to the other two students. Therefore, it can be concluded that parents with introverted children's character, namely parenting, have a parenting pattern. Authoritarian
PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN BITAHAN 2 RANTAU KECAMATAN LOKPAIKAT
Setiap orang tua menunjukkan peran dan perhatian yang berbeda-beda terhadap anak-anaknya. Perhatian yang diberikan orang tua antara lain sebagai fasilitator dan motivator. Jenis penelitian ini adalah penelitin kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini, yaitu orang tua dan siswa.Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, pengelompokkan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian yang diberikan orang tua anatara lain sebagai fasilitator dengan menyediakan sarana alat belajar seperti tempat belajar, buku-buku pelajaran dan alat-alat tulis. Sebagai motivator dengan memberikan motivasi kepada anak terhadap prestasi belajar anak dengan memberi hadiah maupun kata-kata pujian, serta memberikan bantuan kepada anak dalam menghadapi kesulitan belajarnya dengan pemberian penjelasan pada bagian yang sulit dimengerti oleh anak. Hambatan orang tua dalam memotivasi anak yaitu anak malas mengerjakan tugas sekolah dan anak sering bermain.Upaya orang tua dalam mengatasi hambatan yang terjadi, yaitu berupa hukuman maupun nasihat
Peran Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Daring
This article aims to find out: 1) what is the role of parents on student learning outcomes? 2) what is the role of parents in online learning ?, 3) What are the efforts made by parents in improving student learning outcomes in online learning ?. Parents are one of the people who are very responsible in the process of children's education. The active role of parents during the Covid-19 pandemic by implementing online learning will have an impact on student learning outcomes. The research method used in this research is qualitative research methods and in data collection using the phenomenological method and the research subjects are parents. From the research that has been carried out, the results of this study are: The role of parents on student learning outcomes is very important, with the responsibility of that person, student learning outcomes will affect especially learning outcomes related to affective and psychomotor, parental war in learning online during the Covid-19 pandemic is very influential and very important, with the role of parents in this online learning, the child will complete the task that has been given, and the child's ability to continue to develop even though not with the accompanying teacher. The efforts made by parents are always to motivate and encourage children to be able to carry out online learning.
 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBILANG ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR SAYUR-SAYURAN DI TK AL GHIFARI KOTA KENDARI
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membilang anak melalui penggunaan media gambar sayur-sayuran di TK Al Ghifari Kota Kendari. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah anak kelompok B TK Al Ghifari Kota Kendari yang berjumlah 25 anak didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar sayur-sayuran dapat meningkatkan kemampuan membilang anak di kelompok B TK Al Ghifari Kota Kendari. Hal ini ditunjukkan pada pencapaian kemampuan membilang anak pada siklus I yang hanya mencapai 62,33% meningkat menjadi 91,66% pada siklus II. Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media gambar sayur-sayuran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah (1) memotivasi anak dan memberikan gambaran mengenai media pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, (2) guru menjelaskan mengenai media gambar sayur-sayuran kepada anak didik, (3) melibatkan anak secara langsung untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan cara tampil di depan kelas untuk membilang angka yang tertera di media gambar, (4) guru selalu memberi umpan balik dan membimbing anak dalam kegiatan pembelajaran, (5) memberikan reward) kepada anak yang tampil membilang dengan benar, dan (6) mengkondisikan kelas agar selalu tertib dan menyenangkan
Positive Reinforcement Pada Penderita Skizofrenia: Studi Kasus di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL)
Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik yang menimbulkan gejala kejiwaan, seperti kekacauan dalam berpikir, emosi, persepsi, dan perilaku menyimpang. Tidak mengherankan apabila seorang penderita skizofrenia lebih sering disebut “orang gila” juga sering dianggap sebagai akibat kesurupan, guna-guna, atau kutukan. Penelitian ini berfokus pada salah seorang pasien penderita skizofrenia yang sudah atau sedang dalam masa penyembuhan, atau termasuk ke dalam warga kelas III di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL). Peneliti melakukan pendampingan kepada klien sebagai upaya untuk mengembalikan keberfungsian sosialnya khususnya di keluarganya nanti, umumnya dimasyarakat tempat klien tinggal. Adapaun pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan sosial dengan menggunakan teknik positive reinforcement. Dalam proses penelitian, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan tujuan agar data mengenaui kasus tersebut dapat diperoleh dengan sangat mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan positif memberikan pengaruh yang cukup signifikan terutama kepada pola pikir klien dan keyakian serta perilaku terpuji klien sehari-hari. Hal ini dibuktikan dengan keyakinan dirinya yang akan kembali ke kampung halamannya serta mulai meniti jalan untuk masadepannya
Implementasi Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Sekolah Unggul
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang: 1) implementasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam menciptakan inovasi sekolah; 2) implementasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja sekolah; 3) implementasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam membangun kemitraan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus(case study). Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah sebagai informan kunci, wakil kepala sekolah, ketua unit produksi bisnis center, wali kelas, guru dan siswa. Proses analisis data menggunakan analisis tema (thematic analysis) dengan alur: memahami data, menyusun kode, mencari tema. Uji keabsahan data dilakukan melalui kredibilitas (credibility) dengan tahapan: perpanjangan pengamatan, triangulasi, menggunakan bahan referensi dan member check. dan prosedur penelitian dilakukan dengan tahap: pra lapangan, pelaksanaan, analisis data, penulisan laporan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Implementasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam menciptakan inovasi yaitu melakukan pengembangan kompetensi guru pada pembelajaran berbasis TIK. dan pengembangan kompetensi pada siswa yaitu peningkatan pada program SPW (Sekolah Pencetak Wirausaha), pengembangan kurikulum pada metode e-learning dengan menggunakan media Teams, serta pengembangan fasilitas pendukung pembelajaran, yaitu pada gedung alfamart, ruang business center, ruang fiber optik dan laboratorium komputer disetiap kompetesi keahlian. (2) Implementasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja yaitu dengan menjalin komunikasi dengan warga sekolah, menumbuhkan sikap disiplin, memberi motivasi kerja dan memberi penghargaan bagi guru dan siswa berprestasi. (3) Implementasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam membangun kemitraan yaitu dengan menjalin kemitraan dalam kegiatan pembelajaran seperti mitra-mitra dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL), serta menjalin kemitraan dalam penyerapan lulusan, adapun iduka yang menjadi mitra yaitu PT. Alfaria Tbk, PT. Telkomsel, PT. Panasonic
Pemanfaatan Model Belajar Window Shopping Dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar
ABSTRAK
Model pembelajaran merupakan representasi maupun rencana yang digunakan dalam proses belajar dan mengajar oleh guru maupun siswa untuk mencapai tujuan pendidikan menggunakan pola/ prosedur yang sistematis. Berdasarkan skor Trends In International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 I ndonesia menempati peringkat dalam kategori rendah dalam hal literasi sains dan kemampuan sains sehingga dibutuhkan terobosan yang baru dalam pembelajaran, sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang interaktif agar membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, salah satunya model pembelajaran tipe windows shopping. Tujuan penelitian melihat pengaruh penerapan model windows shopping terhadap ketuntasan belajar dan peningkatan hasil belajar peserta didik, metode yang digunakan quassy experiment dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dan analisis data menggunakan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran windows shopping pada materi konsep dasar IPA dapat meningkatkan hasil belajar sebesar 0,78 yang termasuk kategori tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu penerapan model pembelajaran windows shopping juga dapat meningkatkan angka ketuntasan belajar pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan model pembelajaran windows shopping dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi konsep dasar IPA.
Kunci Kunci : Konsep Dasar IPA; Hasil Belajar; Windows Shopping
ABSTRACT
The learning model is a representation and plan used in the teaching and learning process by teachers and students to achieve educational goals using systematic patterns / procedures. Based on the scores of Trends In International Mathematics and Science Study (TIMSS) and the Program for International Student Assessment (PISA) 2018, Indonesia is ranked in the low category in terms of scientific literacy and scientific abilities so that new breakthroughs are needed in learning, so a learning model is needed. which is interactive in order to make the learning atmosphere fun, one of which is the windows shopping type of learning model. The research objective was to see the effect of the application of the windows shopping model on learning completeness and the improvement of student learning outcomes. The method used was a quassy experiment with purposive sampling and data analysis using the N-gain test. The results showed that the windows shopping learning model on the basic concepts of science can improve learning outcomes by 0.78 which is in the high category compared to the control class. In addition, the application of the windows shopping learning model can also increase the learning completeness rate of students. Based on the research results, it was found that the windows shopping learning model can improve student learning outcomes in the basic concepts of science material.
Keyword : Basic Concepts of Science; Learning Outcomes; Windows Shoppin
Perbandingan Hasil Belajar Siswa antara Model Kooperatif NHT dengan Model Konvensional pada Mata Pelajaran PAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran NHT pada pembelajaran PAI, hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran konvensional pada pembelajaran PAI, dan perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis quasi eksperimen. Teknik penentuan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah 30 siswa. Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar dengan jumlah 30 butir soal. Analisis data menggunakan analisis deskriptif serta uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran NHT terdapat 80% siswa tuntas dan 20% siswa tidak tuntas dengan perolehan nilai rata-rata kelas 71,8, hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran konvensional terdapat 73,3% siswa tuntas dan 26,6% siswa tidak tuntas dengan perolehan nilai rata-rata kelas 65,3 selain itu tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan model pembelajaran konvensional pada pembelajaran PAI kelas X. Hal ini ditunjukkan dari output hasil uji t sampel independen diperoleh nilai signifikansi 0,188 > 0,05 sehingga Ho diterima
Pengaruh Persepsi Orang Tua terhadap Pembelajaran CALISTUNG dI TK ASIH
Parents' Perception. Parents' Perceptions of Calistung Learning for Early Childhoods at TK Asih, Cibeureum District, Kuningan Regency. The problem in this study arises from the perception of the parents themselves wanting their children to be good at reading, writing and arithmetic when their children have graduated from the institution. Calistung is indeed a phenomenon in itself, now it is becoming increasingly hotly discussed by parents who have kindergarten age children because they are worried that their children will not be able to attend lessons at their school later if they have not been equipped with Calistung skills from the start. Parents' concerns are even more intense when their children cannot read before entering elementary school. The purpose of this study was to obtain information about the influence of parents' perceptions on Calistung. This research is a quantitative research. The subjects of this study were parents whose children went to TK Asih, which is located in Sukarapih Village. The calculation that the researcher did was to use IBM SPSS Statistics 20 and calculate the results of the information he had obtained using a simple linear regression test with pre-requisites for normality and linearity tests. The researcher conducted his research with 31 parents of students whose children were already in class B. The instrument in this study used a questionnaire. The results of this study indicate that the perceptions of each parent are different. Through the linear regression test, the regression equation Y = 21.909 - 0.235X is obtained. The conclusion of this study is that there is no effect of parental perceptions on children's learning.
Keywords: Parents' Perception, Calistun